Articles
Pemantauan, Proteksi, dan Ekualisasi Baterai Lithium-Ion Tersusun Seri Menggunakan Konverter Buck-Boost dan LC Seri dengan Kontrol Synchronous Phase SHift
Diaz Ficry Arfianto;
daniar fahmi;
Dimas Anton Asfani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (860.292 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16053
Baterai jenis lithium-ion kini dipilih sebagai penyimpan energi pada kendaraan lsitrik dikarenakan power density dan energy density yang lebih besar dibandingkan baterai jenis lain. Namun, baterai lithium ion memiliki kekurangan yakni sangat sensitif terhadap overcharge. Selain itu, masalah ketidakseimbangan kapasitas baterai tersusun seri dapat mempengaruhi performa baterai secara keseluruhan. Dalam tugas akhir ini diimplementasikan skala laboratorium sistem pemantauan dan proteksi pada empat sel baterai lithium-ion tersusun seri agar baterai lebih aman dari overvoltage, undervoltage dan overheat . Selain itu ekualisasi untuk menyeimbangkan kapasistas baterai sehingga masa hidup dan kapasitas baterai dapat diperpanjang. Hasil pengujian skala laboratorium menunjukan pemantauan tegangan mendapat error terbesar 1,25% dan pemantauan suhu mencapai error terbesar 4,97%. Sistem proteksi baterai dapat bekerja memutus koneksi baterai sehingga menjadi sirkuit terbuka jika mendeteksi overvoltage, undervoltage, dan overheat. Serta ekualisasi 4 baterai lithium tersusun seri dapat dialkukan dengan waktu tempuh 48 menit
Deteksi Kerusakan Batang Rotor Pada Motor Induksi Menggunakan Analisis Arus Mula Berbasis Hilbert Transform
Isti Qomah;
Dimas Anton Asfani;
Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.502 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16054
Kerusakan batang rotor merupakan salah satu jenis kerusakan pada motor induksi yang dapat menyebabkan masalah serius. Kerusakan tersebut dapat mencapai 5% - 10% dari seluruh kasus gangguan motor induksi. Oleh karena itu, perlu adanya diagnosis awal yang mendeteksi adanya gangguan pada rotor motor induksi, agar dapat dilakukan perbaikan lebih cepat dan tanggap sebelum terjadi gangguan yang lebih besar. Tugas Akhir ini membahas terkait teknik deteksi kerusakan batang rotor pada motor induksi dengan menggunakan analisis arus mula. Sistem yang digunakan berbasis decomposition wavelet transform terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan analisis berbasis hilbert transform sebagai perangkat pengolahan sinyal sehingga mampu mendeteksi motor dalam keadaan sehat atau mengalami kerusakan. Pengujian sistem dilakukan dalam beberapa kondisi, yaitu kondisi tanpa beban dan berbeban. Selain itu, kondisi yang diberikan adalah kecacatan mulai dai 1BRB hingga 3BRB. Hasil pengujian membuktikan bahwa decomposition wavelet transform dan Hilbert transform mampu mendeteksi perbedaan kondisi pada motor induksi normal ataupun rusak pada batang rotor.
Desain Sistem Monitoring State Of Charge Baterai Pada Charging Station Mobil Listrik Berbasis Fuzzy Logic Dengan Mempertimbangkan Temperature
Ahmad Faiz Farizy;
Dimas Anton Asfani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.822 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16203
Baterai memiliki peran penting dalam perkembangan kebutuhan energi. Peforma baterai yang baik, akan mendukung perangkat yang ditunjangnya. Energi yang dapat disimpan baterai jumlahnya terbatas, maka baterai akan mengalami siklus charge dan discharge. Proses charge dan discharge yang tidak tepat dapat menyebabkan peforma baterai menurun. Oleh karena itu manajemen baterai diperlukan agar peforma baterai dapat mencapai maksimal. Salah satu aspek manajemen baterai adalah pemantauan state of charge yang merupakan rasio kapasitansi energi yang tersedia dengan kapasitas energy maksimum. Salah satu metode untuk mengestimasi state of charge adalah metode fuzzy logic yaitu dengan menilai input dan output system dari hasil pengamatan. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan analisis dan monitoring baterai terkait proses charge discharge pada baterai agar diperoleh state of charge yang akurat sehingga membuat baterai tidak cepat rusak. Hasil monitoring dan analisis baterai menunjukkan bahwa state of charge pada baterai telah diukur secara akurat dan bisa memperkirakan kerusakan baterai. Akan tetapi pada tugas akhir ini masih belum dapat dilakukan perkiraan umur dan kerusakan baterai.
Pemodelan Arus Arcing Tegangan Rendah pada Kabel Fleksibel (Serabut) menggunakan Elman Neural Network
Liga Primabaraka;
Dimas Anton Asfani;
I Made Yulistya Negara
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.336 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16265
Penggunaan listrik dapat menyebabkan bahaya jika tidak diperlakukan dengan baik. Salah satu bahaya yang dapat terjadi adalah kebakaran akibat dari adanya arc flash yang berasal dari peristiwa hubung singkat. Maka dari itu, diperlukan sebuah analisa bahaya listrik pada tegangan rendah sehingga keamanan pada sisi pelanggan dapat tetap terjaga. Arus Arc flash pada tegangan rendah memiliki karakteristik berupa bentuk gelombang yang nilainya tinggi, namun durasi yang relative singkat. Hal ini berakibat pada tidak bereaksinya alat pengaman dalam mengatasi gangguan ini. Dalam tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah pemodelan terhadap arus arcing pada tegangan rendah. Tujuan dari melakukan pemodelan adalah untuk memudahkan analisa terhadap fenomena arc flash pada tegangan rendah sehingga nantinya ditemukan solusi untuk mengatasi bahaya yang dapat diakibatkan oleh fenomena arc flash itu sendiri. Pemodelan ini menggunakan metode Elman Neural Network yang berfungsi untuk membentuk karakteristik dari bentuk arus arc flash dengan menentukan nilai hambatan pada tempat terjadinya arcing. Pemodelan dilakukan berdasarkan kasus arc flash pada kabel fleksibel dengan jumlah serabut yang berbeda-beda. Keluaran dari tugas akhir ini adalah sebuah arus arcing pemodelan yang bentuknya mirip dengan arus arcing hasil percobaan. Hasil yang didapatkan adalah arus arcing pemodelan memiliki bentuk yang mirip dengan arus arcing percobaan.
Analisis Karakteristik Busur Api Listrik Tegangan Rendah Pada Hubung Singkat Langsung Melalui Sinkronisasi Penginderaan Termal Bunga Api Dan Arus Hubung Singkat
Rifki Wiryatama;
Dimas Anton Asfani;
Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (761.639 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21148
Salah satu bahaya yang bisa timbul akibat penggunaan listrik adalah gangguan hubung singkat yang bisa menimbulkan busur api listrik dan memicu terjadinya kebakaran. Kasus kebakaran yang disebabkan oleh hubung singkat listrik pada tegangan rendah meningkat setiap tahun. Pada beberapa kasus, kebakaran pada instalasi tegangan rendah disebabkan oleh adanya gangguan hubung singkat yang tidak menyebabkan putusnya fuse pengaman atau breaker yang diawali dengan munculnya busur api listrik. Dalam eksperimen ini akan dilakukan simulasi kejadian hubung singkat pada kabel serabut tegangan rendah ukuran 1.5mm2, dengan variasi jumlah serabut yang mengalami kontak. Ketika busur api listrik terjadi, arus dan tegangan busur api akan direkam. Selain itu, dalam waktu yang sama, proses terjadinya busur api listrik akan direkam melalui kamera termal. Data arus dan tegangan akan disinkronisasikan dengan data hasil pencitraan busur api listrik pada kamera termal. Hasil sinkronisasi ini akan dianalisa, sehingga dapat menghasilkan suhu maksimum busur api, data luas busur api, waktu peluruhan suhu busur api, arus maksimum ketika terjadi busur api, dan durasi terjadinya gangguan hubung singkat. Hasil studi ini diharapkan dapat membantu pembuatan alat proteksi busur api listrik tegangan rendah pada penelitian selanjutnya.
Desain dan Implementasi Peralatan Deteksi Arcing Tegangan Rendah Berbasis LabView
Azmi Wicaksono;
Dimas Anton Asfani;
I Made Yulistya negara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1223.21 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21997
Busur api listrik tegangan rendah timbul saat terjadi hubung singkat dan memicu kebakaran. Fenomena hubung singkat terjadi saat peralatan pengaman tidak dapat mendeteksi gangguan yang terjadi, meskipun nominal arus saat terjadi hubung singkat sangat tinggi namun durasi hubung singkat sangat cepat sehingga peralatan pengaman konvensional seperti fuse dan circuit breaker (CB) tidak dapat mendeteksi gangguan tersebut, hal inilah yang menimbulkan kebakaran karena hubung singkat. Pada Penelitian ini akan dilakukan pendeteksian arcing pada tegangan rendah dengan mengamati karakteristik arus busur api yang meningkat secara signifikan pada durasi waktu tertentu. Sinyal arus yang masuk akan ditransformasikan menggunakan wavelet. Eksperimen dilakukan dengan membandingkan 3 kondisi yaitu kondisi normal, penambahan beban (switching) serta arcing. Terdapat 2 batas (threshold) yang digunakan sebagai parameter pendeteksian. Threshold pertama adalah nilai arus high frequency maksimum 2A dan yang kedua adalah jumlah titik gangguan sebanyak 7. Berdasarkan hasil pendeteksian, indikator normal akan “ON” selama threshold pertama dan kedua tidak terlampaui, indikator switching “ON” saat threshold pertama terlampaui namun threshold kedua tidak, sedangkan indikator arcing “ON” saat kedua threshold terlampaui.
Evaluasi Kegagalan Koordinasi Proteksi akibat Hubung Singkat pada Kelistrikan PT Pertamina RU V Balikpapan
Afif Al Asyad;
Margo Pujiantara;
Dimas Anton Asfani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52576
PT. Pertamina RU 5 Balikpapan merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam industri pengolahan minyak, untuk menjaga kontinuitas sistem produksi dibutuhkan suatu sistem koordinasi proteksi yang cepat dan tepat. Pada tanggal 18 juli 2019, terjadi gangguan hubung singkat pada substation 73A di PT Pertamina RU 5 Balikpapan yang mengakibatkan 3 unit mengalami shutdown dikarenakan terjadi kesalahan koordinasi proteksi yang mengakibatkan penurunan tegangan dalam waktu yang singkat (voltage sag ) pada beberapa bus utama (main bus), sehingga motor-motor yang disuplai oleh bus utama tersebut mengalami trip secara tiba tiba dan akhirnya mengganggu proses produksi. Berdasarkan problematika yang disebutkan, maka dibutuhkanlah suatu evaluasi koordinasi proteksi pada sistem tersebut. Pada penelitian ini dilakukan analisa sistem koordinasi proteksi pada kelistrikan PT. Pertamina RU 5 Balikpapan di sisi beban, sisi ring bus, dan sisi hubung singkat pada kasus yang terjadi. Hasil koordinasi proteksi ini difokuskan pada gangguan arus lebih, gangguan tanah, dan juga proteksi pada sisi ring Bus yang menghubungkan Bus-Bus utama pada sistem.
Analisis Karakteristik Fenomena Pre-Breakdown Voltage Berbasis Pengujian pada Media Isolasi Minyak
I Made Yulistya Negara;
Daniar Fahmi;
Dimas Anton Asfani;
Dwi Krisna Cahyaningrum
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 3 (2017): (September - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.033 KB)
|
DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i03p20
Pre-breakdown voltage is a phenomenon of dielectric breakdown affecting insulation’s performance. The faster pre-breakdown voltage of insulation, the more significant its dielectric degradation. In this paper, pre-breakdown voltage in oil insulation was investigated by using DC high voltage in laboratory scale. Under testing, the streamer development was recorded by using a high-resolution camera. The measured current was synchronized with an image that was picked up during the oil insulation testing. By this experiment, the characteristics of the current in phenomenon pre-breakdown voltage at oil insulation was studied. The results showed that the measured current of pre-breakdown phenomenon in oil insulation under 28 kV to 30 kV excitation voltage is in a range 100 mA - 150 mA.
Testing and Simulation of Motor Insulation System under Some Artificial Environmental Conditions
I Made Yulistya Negara;
Dimas Anton Asfani;
Siti Sudatul Aisyah N
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 1: EECSI 2014
Publisher : IAES Indonesia Section
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (985.386 KB)
|
DOI: 10.11591/eecsi.v1.343
This study deals with the effect of humidity and contamination of salt on insulation resistance and polarization index. It investigated experimentally and is also analyzed by using its equivalent circuit. Surface leakage and absorption currents were measured to interpret the quality of insulation winding of a motor. The result shows that in all conditions, the value of absorption current is constant during the testing, meanwhile due to effect of humidity and contamination the leakage current is much larger than normal conditioned motor. Data obtained from insulation resistance test are used to calculate the resistance to ground (RTG) and capacitance to ground (CTG). RTG and CTG are then used as value of components on equivalent circuit for simulation matter. The simulation result using equivalent circuit is reasonable agree with the experiment done.
Demagnetization Method for Reducing Inrush Current of Single Phase 1 kVA Transformer
I Made Yulistya Negara;
Dicky Wahyu Darmawan;
Ryan Nurdianto;
Dedet Candra Riawan;
Arif Musthofa;
Dimas Anton Asfani;
Mochammad Wahyudi;
Daniar Fahmi
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 1, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j25796216.v1.i1.4
This study deals with an effort to reduce inrush current of single phase transformer during its energizing. Inrush current affected by residual flux was minimized using demagnetization method in order to reduce residual flux trapped in the core of transformer. Two methods of demagnetization namely variable frequency-constant voltage (VFCV) and variable voltage–constant frequency (VVCF) were applied and the effectiveness of both methods were then compared. Both methods were supplied with alternated direct current (DC), however the one was changed its frequency and the other one was changed its voltage. The results obtained after transformer was demagnetized using these methods show that VFCV method educed inrush current up to 76%, on the other hand VVCF ethod reduced inrush current only up to 37%. Moreover, demagnetization time process of VFCV method was about 1.46 s, which is 1 s faster than VVCF method.Keywords: demagnetization; inrush current; variable voltage-constant frequency; variable frequency-constant voltage