Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA Kistan, Kistan; Irawati, Irawati; Artifasari, A.; Mas'ud, Alfian; Basri, Muhammad; Sibulo, Megawati; Malka, St; Novianti, Ita; Muchtar, Asrianti Safitri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2469

Abstract

Corona Virus merupakan Jenis Virus dengan tingkat penyebaran yang sangat tinggi. Menyebr melalui kontak dari manusia ke manusia melalui droplet. Terbukti sejak tahun 2020 Jumlah kasus virus ini semakin meningkat.  Untuk menurunkan penyebaran virus ini dibutuhkan partisipasi masyarakat secara aktif dan luar biasa dengan mengikuti himbauan pemerintah seperti mematuhui protokol kesehatan dan selalu menjaga jarak, serta isolasi mandiri. Menurut penelitian sebelumnya kesadaran akan protocol kesehatan kurang dkarenakan informasi yang diterima oleh masyarakat dari sumber yang tidak terpercaya sehingga pemahaman masyarakat menjadi keliru akibatnya berdampak pada sikap dan perilaku masyarakat itu sendiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dimulai dari kader yang nantinya menjadi agen promosi kesehatan tentang pencegahan penyebaran corona virus. Sebanyak 21 kader dan tokoh masyarakat terlibat dalam kegiatan ini. Metode kegiatan berupa Pretest – Posttest pemberian Edukasi dengan media Power Point untuk presentasi dan Leafleat. Hasil pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyebaran Corona Virus. Sebelum dilakukan edukasi dari 21 Peserta terdapat sebanyak 33,33% memiliki pengetahuan kurang namun setelah dilakukan edukasi tidak ditemukan peserta yang memiliki pengetahuan kurang. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan masih merupakan langkah yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, Sikap dan perilaku masyarakat
Pengaruh Metode Kangaroo Mother Care Terhadap Percepatan Peningkatan Berat Badan Bayi Premature Muthar92, Ernawati; Ernawati; Khuzaima, Khuzaima; Sibulo, Megawati; Irawati, Irawati; Najman, Najman
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 11 No 02 (2025): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/taqjrz77

Abstract

Pendahuluan: Bayi prematur berisiko tinggi mengalami gangguan pertumbuhan akibat ketidakmatangan organ, termasuk peningkatan berat badan yang lambat. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat menstabilkan fungsi fisiologis dan mendukung peningkatan berat badan bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi adalah seluruh bayi prematur yang dirawat di NICU RSUD Datu Pancaitana pada Juni–Agustus 2025. Sampel diambil dengan purposive sampling sebanyak 24 bayi prematur. Berat badan diukur sebelum dan sesudah intervensi KMC, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk menilai perbedaan berat badan. Hasil: Responden berjumlah 24 bayi, terdiri dari 14 (58,3%) perempuan dan 10 (41,7%) laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, 16 (66,7%) berusia ≤2 bulan dan 8 (33,3%) berusia >2 bulan. Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan berat badan yang bermakna antara sebelum dan sesudah KMC (p < 0,001). Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa KMC berasosiasi dengan peningkatan berat badan pada bayi prematur. Efek ini diduga berkaitan dengan stabilitas fisiologis yang lebih baik, efisiensi penggunaan energi, serta peningkatan keberhasilan menyusui melalui kontak kulit-ke-kulit ibu dan bayi. KMC direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam standar perawatan NICU guna meningkatkan luaran klinis dan menurunkan risiko morbiditas
Edukasi penggunaan aromaterapi peppermint oil untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan riwayat stroke Musdalipa, Musdalipa; Sibulo, Megawati; Mas’ud, Alfian
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2396

Abstract

Background: Stroke is the second leading cause of death worldwide after heart disease and is a serious neurological problem with a high prevalence, including in Indonesia. The majority of cases are ischemic strokes, which cause brain tissue damage and complications such as sleep disturbances due to post-lesion neurological deficits. These sleep disturbances are often accompanied by anxiety and insomnia, reducing the patient's quality of life. Non-pharmacological efforts such as aromatherapy with essential oils, particularly peppermint oil, are recommended because they are non-invasive, safe, and effective in reducing anxiety and improving sleep quality through their action on the brain's limbic system. Therefore, aromatherapy-based educational interventions are important to support the rehabilitation of stroke patients at the primary healthcare level, such as community health centers. Purpose:To provide knowledge and understanding regarding the administration of peppermint oil aromatherapy as a non-pharmacological effort to improve sleep quality in patients with a history of stroke. Method: This activity was conducted on December 16, 2025, at the Bajoe Community Health Center in Bone Regency, South Sulawesi, involving 20 stroke patients selected through purposive sampling. The material was delivered using lecture and practice methods, followed by evaluation using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge enhancement regarding the use of peppermint oil aromatherapy to reduce anxiety and improve sleep quality in stroke patients. Results: The majority of participants were aged 40–50 (12 people) (60%), followed by 5 (25%) aged 51–60, and 3 (15%) aged 61–70, with a predominance of women (17 people) (85%). Pre-test results showed that most participants experienced moderate to severe anxiety. However, after education and practice, significant changes occurred, with 50% of participants experiencing mild anxiety and only 20% remaining in the severe to very severe category. Conclusion: Education regarding the use of peppermint oil aromatherapy can increase stroke patients' knowledge and reduce anxiety levels, which impact sleep quality. The majority of participants who initially experienced moderate to severe anxiety experienced a reduction in their anxiety levels to mild after receiving the education. Therefore, it can be concluded that this non-pharmacological intervention is effective as a complementary therapy for stroke patients during recovery. Suggestion: Continued efforts are needed to implement complementary therapies such as peppermint oil aromatherapy in primary healthcare facilities, particularly community health centers (Puskesmas), as part of an education program for patients with a history of stroke. Keywords: Health therapy; Peppermint oil aromatherapy; Sleep quality; Stroke Pendahuluan: Stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan menjadi masalah neurologis serius dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Mayoritas kasus berupa stroke iskemik yang menimbulkan kerusakan jaringan otak dan komplikasi berupa gangguan tidur akibat defisit neurologis pasca-lesi. Gangguan tidur ini sering disertai kecemasan dan insomnia sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Upaya non-farmakologis seperti aromatherapy dengan minyak esensial, khususnya peppermint oil, direkomendasikan karena bersifat non-invasif, aman, dan efektif dalam menurunkan kecemasan serta meningkatkan kualitas tidur melalui mekanisme kerja pada sistem limbik otak. Oleh karena itu, intervensi edukasi berbasis aromatherapy menjadi penting untuk mendukung rehabilitasi pasien stroke di tingkat pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pemberian aromatherapy peppermint oil sebagai upaya non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan riwayat stroke. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 di UPT Puskesmas Bajoe Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dengan melibatkan 20 pasien stroke yang dipilih melalui purposive sampling. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah dan praktik, kemudian dilakukan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan menggunakan aromatherapy peppermint oil dalam menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien stroke. Hasil: Mayoritas peserta berusia 40–50 tahun sebanyak 12 orang (60%), diikuti usia 51–60 tahun sebanyak 5 orang (25%), dan usia 61–70 tahun sebanyak 3 orang (15%), dengan dominasi perempuan sebanyak 17 orang (85%). Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta mengalami kecemasan sedang hingga berat, namun setelah diberikan edukasi dan praktik mengenai terjadi perubahan signifikan, di mana 50% peserta mengalami kecemasan ringan dan hanya 20% yang masih berada pada kategori berat hingga sangat berat. Simpulan: Edukasi mengenai penggunaan aromatherapy peppermint oil mampu meningkatkan pengetahuan pasien stroke sekaligus menurunkan tingkat kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur. Mayoritas peserta yang semula mengalami kecemasan sedang hingga berat mengalami penurunan tingkat kecemasan menjadi dalam kategori ringan setelah diberikan penyuluhan, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi non-farmakologis ini efektif sebagai terapi komplementer pada pasien stroke di masa pemulihan. Saran: Diperlukan upaya berkelanjutan dalam penerapan terapi komplementer seperti aromatherapy peppermint oil di fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, sebagai bagian dari program edukasi pasien dengan riwayat stroke.