Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Optimasi Proses Nanopresipitasi pada Nanoenkapsulasi Ekstrak Kasar Daun Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Rahma Bayunita Hapsari; Yudi Pranoto; Agnes Murdiati; Supriyanto Supriyanto
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.442 KB) | DOI: 10.22146/agritech.49872

Abstract

Ekstrak kasar daun kakao mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Perlindungan senyawa tersebut dari kerusakan selama penyimpanan dapat dilakukan enkapsulasi. Metode nanopresipitasi merupakan metode yang mudah dan cepat dibandingkan metode lain. Efisiensi enkapsulasi yang tinggi sebagai penentu keberhasilan dari nanopresipitasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya konsentrasi ekstrak yang ditambahkan dan konsentrasi gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal proses nanopresipitasi dengan mengoptimasi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan (300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm dan 700 ppm) dan konsentrasi gelatin (1% ; 1,25% ; 1,5% ; 1,75% dan 2%) dilihat dari parameter efisiensi enkapsulasi menggunakan metode Central Composite Design (CCD) dan Response Surface Methodology (RSM) (p-value < 0,05). Analisis lain yang dilakukan yaitu efisiensi enkapsulasi, distribusi ukuran partikel dan pengamatan profil morfologi. Dari analisis RSM, konsentrasi ekstrak 509,57 ppm dan konsentrasi gelatin 1,57% memberikan hasil yang terbaik dengan efisiensi enkapsulasi nanokapsul sebesar 78,04%. Kondisi optimum nanokapsul juga memberikan hasil ukuran nanokapsul berada dalam kisaran nanometer yaitu sebesar 178,9 nm dan pesebaran nanokapsul merata karena indeks polidispersitas bernilai kurang dari 1 yaitu 0,716. Sedangkan profil morfologi menunjukkan bahwa nanokapsul berbentuk bulat dan utuh.
Karakteristik kimia biscuit dari tepung porang (Amorphophallus muelleri) dan jagung (Zea mays) sebagai emergency food product: Formulasi dan pretreatment adonan Syahputri, Gusti Ananda; Hapsari, Rahma Bayunita; Uswama, Kania
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 3 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i3.3379

Abstract

Emergency Food Product (EFP) is a special food used in emergencies such as disasters by paying attention to criteria such as safe, palatable, easy to distribute, easy to consume, and nutritionally complete. Biscuits are processed products that can be developed to meet EFP criteria. Biscuits have a crunchy and dry texture so that they can last a long time and are favored by the majority of people. The main ingredient in making biscuits is wheat flour. However, it can be modified by utilizing local commodities such as porang and corn. Therefore, research needs to be done to get the right formulation for making biscuits made from local flour so that they can meet EFP criteria. This study used the factorial Complete Randomized Design (RAL) method, which consists of two factors, local flour formulation and dough pretreatment temperature. Analysis of the chemical characteristics including moisture, ash, protein, fat, carbohydrate, crude fiber content, and calories. The results showed that the formulation provided significant differences in moisture, ash, fat, protein, crude fiber, and carbohydrate content of local flour biscuit prototypes. The temperature difference of pretreatment (-18°C or 4°C) for 30 minutes before molding provides significant differences in moisture, fat, crude fiber, and carbohydrate content of local flour biscuit prototypes. Based on the number of calories per 50 gr of products, all prototypes of local flour biscuits with pretreatment at -18°C showed calories with an average of 234 kcal, meeting the calorie density requirements of emergency food products, which is a minimum of 233 kcal / 50 gr and a maximum of 250 kcal / 50 gr
Karakteristik Fisik, Kimia, dan Daya Terima Kerupuk Karak dengan Penambahan Tepung Beras dan Tepung Tapioka serta Perbedaan Metode Pemasakan Hapsari, Rahma; Supriyanto, Supriyanto; Triwitono, Priyanto
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.364

Abstract

The innovation of making karak crackers can be done by using the one-time cooking method and adding flour as a thickener. This method is more efficient than the usual two-times cooking method. And replace the use of bleng because it can affect the health of the body. The flour used is rice flour and tapioca flour. The purpose of the study was to examine the effect of the ratio of rice flour and tapioca flour addition and the method of making karak crackers on chemical, physical, and sensory properties. A two-factor completely randomized design was used to study the effect of the ratio of rice flour to tapioca flour (0:1; 1:1; 1:2; and 1:0) and the cooking method factor (two-time and one-time cooking method). Karak crackers were tested for chemical characteristics (moisture content and amylose content), physical characteristics (texture hardness, development volume, and brightness), and panelist’s acceptability. The results showed that the ratio of rice flour and tapioca flour in Karak crackers significantly affected amylose content, moisture content, texture hardness, and development volume). Meanwhile, the cooking method significantly influenced moisture content, development volume, and brightness. Panelist acceptability also showed that samples with rice flour and tapioca flour in the ratio of 0:1 and 1:1 in the factor of two-time cooking and samples with a ratio of 1:0 in the factor of one-time cooking were the optimal samples. This was because these samples’ acceptability was not significantly different from the comparison sample.
Pelatihan Pembuatan Simplisia dan Paper Soap dari Buah Jambu Biji Merah pada Kelompok Tani Candi Makmur Ngargoyoso Rahmawati, Aulia Nur; Hapsari, Rahma Bayunita; Semartini, Atur
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijaya Kusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.511

Abstract

Buah jambu biji merah merupakan komoditas pertanian dengan produksi yang relatif tinggi di Kabupaten Karanganyar. Kelompok Tani Candi Makmur merupakan salah satu kelompok tani yang bergerak dalam bidang pertanian buah jambu biji merah. Pada tahun 2023, Kelompok Tani Candi Makmur mengalami peningkatan produksi buah jambu biji merah sebanyak 8 ton, lebih tinggi dari tahun 2022. Kemelimpahan buah jambu biji merah di Kelompok Tani Candi Makmur menyebabkan beberapa kendala diantaranya adalah keterserapan buah jambu biji merah yang masih belum maksimal, harga jual yang sangat rendah di pengepul pertama, hingga produk olahan buah jambu biji merah yang kurang beragam. Pelatihan pembuatan simplisia dan paper soap buah jambu biji merah bertujuan untuk menjaga nilai guna, nilai jual, dan meningkatkan diversifikasi olahan buah jambu biji merah di kala keterserapannya yang belum maksimal. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Mei hingga Juni di Dusun Candi, Jatirejo, Ngargoyoso, Karanganyar. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan mampu menambah kemampuan anggota kelompok tani untuk menghasilkan simplisia dengan kadar air kurang dari 10% dan keterampilan dalam membuat paper soap buah jambu biji merah.
Pendampingan Produksi UMKM Kerupuk Kulit Sapi Hendrawan di Karanganyar Guna Meningkatkan Produktivitas Hapsari, Rahma Bayunita; Syahputri, Gusti Ananda; Maghfira, Lativa Lisya; Fertiasari, Rini; Nuary, Rizky Brisha; Anandito, R. Baskara Katri
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i2.577

Abstract

Kerupuk kulit sapi adalah salah satu makanan olahan berbahan baku kulit sapi. Seiring meningkatnya permintaan konsumen, banyak UMKM kerupuk kulit sapi yang bermunculan di Kabupaten Karanganyar. Salah satunya adalah UMKM kerupuk kulit sapi Hendrawan yang berada di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penjualan produk kerupuk kulit sapinya sudah tersebar di Soloraya. Namun, UMKM tersebut masih mengalami kendala saat proses pengeringan dan pengemasan serta nomor izin P-IRT yang telah kedaluwarsa. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Prodi D3 Teknologi Hasil Pertanian UNS berupa pendampingan UMKM Kerupuk Kulit Sapi Hendrawan guna meningkatkan produktivitas dan kepercayaan konsumen. Agenda tersebut dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Juli 2024. Metode pengabdian berupa pendampingan proses produksi, perpanjangan nomor izin P-IRT, dan pemberian fasilitas alat produksi berupa oven pengering dan sealer plastic. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar. Produksi kerupuk kulit sapi meningkat dan pembaharuan label kemasan dengan nomor izin P-IRT yang baru.
Karakteristik fisik dan daya terima biskuit dengan penambahan tepung porang dan tepung jagung sebagai pangan darurat Hapsari, Rahma Bayunita; Syahputri, Gusti Ananda; Uswama, Kania
AGROINTEK Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i4.23729

Abstract

In an emergency such as a natural disaster, one type of special food is needed, namely Emergency Food Products (EFP). One of these ready-to-eat foods is biscuits. The purpose of this study was to determine the physical characteristics and acceptability of biscuits with the addition of porang flour and corn flour as emergency food. This study design used a Completely Randomized Design (CRD) using two factors, namely the porang flour and corn flour formulation factor and the pre-treatment temperature factor (-18oC and 4oC). The analysis used was texture analysis including crispiness and fracturability, color analysis and sensory analysis including taste, color, and aroma. The results showed that the porang flour and corn flour formulation factors had a significant effect on the physical characteristics in the form of crispiness, fracturability, color, and acceptability. While the pre-treatment temperature factor only had a significant effect on the hardness of the biscuits. So based on the characteristics above, the F2D1 sample with a ratio of 65 g porang flour: 50 g corn flour and a pre-treatment temperature of -18oC is the best sample and is suitable as emergency food.
Pelatihan Pembuatan Desain Produk Kepada Kelompok Tani Candi Makmur Ngargoyoso Sebagai Upaya Branding Papersoap Buah Jambu Biji Merah Aulia Nur Rahmawati; Semartini, Atur; Hapsari, Rahma Bayunita
Sehati Abdimas Vol 7 No 1 (2024): Prosiding Sehati Abdimas 2024
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/sehati_abdimas.v7i1.898

Abstract

Kelompok Tani Candi Makmur merupakan kelompok tani yang bergerak dalam komoditas pertanian jambu biji merah di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Jumlah panen buah jambu biji merah yang senantiasa meningkat di setiap tahunnya, membuat anggota Kelompok Tani Candi Makmur senantiasa berinovasi untuk memaksimalkan keterserapan buah jambu biji merah. Produk makanan seperti pangsit, onde-onde, keripik dan es krim sudah dihasilkan dan dipasarkan oleh anggota Kelompok Tani Candi Makmur. Inovasi terus dilaksanakan oleh Kelompok Tani Candi Makmur bersama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional dan Universitas Sebelas Maret yang telah berhasil membuat simplisia dan papersoap dari buah jambu biji merah sebagai bentuk diversifikasi produk olahan buah jambu biji merah. Namun, kemampuan anggota kelompok tani dalam menghasilkan papersoap belum diimbang oleh kemampuan dalam branding produk yang dihasilkan. Oleh karenanya, perlu bagi kelompok Tani Candi Makmur untuk memahami cara pembuatan desain produk untuk membangun branding papersoap sesuai dengan kearifan lokal di Ngargoyoso. Pelatihan dilaksanakan pada 04 Juli 2024 dengan metode berupa penyuluhan terkait dengan branding dan public speaking dan pelatihan pembuatan desain produk dengan membagi anggota menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh tim lalu diminta membuat desain produk berupa sticker kemasan dan slogan terkait dengan papersoap yang dihasilkan. Pelatihan yang dilaksanakan mampu menghasilkan dua desain produk. Desain produk terbaik selanjutnya dipilih untuk disempurnakan dan didaftarkan sebagai sebagai Hak Kekayaan Intelektual berupa Hak Cipta dengan nomor pencatatan 000649667.
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, Pendampingan Produksi, dan Digitalisasi Pemasaran Permen Lunak Jahe pada UMKM Sami Tresna, Karanganyar Hapsari, Rahma Bayunita; Syahputri, Gusti Ananda; Fertiasari, Rini; Nuary, Rizky Brisha; Anandito, R. Baskara Katri
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma (in Progress)
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1055

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Agricultural Product Design (APD) Program Diploma Tiga Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing UMKM Sami Tresna di Karanganyar. Selama ini, UMKM yang berlokasi di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, ini memproduksi permen lunak jahe secara manual, sehingga menghadapi kendala dalam menjaga konsistensi kualitas produk serta pemasaran. Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan teknologi berupa alat pengaduk permen semi otomatis yang dirancang untuk mempercepat proses pengolahan sekaligus meningkatkan kualitas produk akhir. Selain itu, dilakukan pendampingan teknis dalam pembuatan chewy ginger candy yang meliputi perbaikan formulasi, penyusunan SOP (Standard Operating Procedure), pengembangan desain kemasan, serta fasilitasi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan strategi pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar secara online. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta kesiapan UMKM dalam menghadapi tuntutan pasar modern melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi. Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan UMKM yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan.