Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ESTIMASI JARAK LINIER GEOMETRIS BERBASIS RSSI MENGGUNAKAN HIBRIDA KALMAN FILTER DAN REGRESI LINIER PADA SISTEM MULTI-ANCHOR ESP32 Al-Mukhlasin, Sultan Ainnur Ridwan Alaydrus; Setyawan, Raden Arief; Aswin, Muhammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 5 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi jarak dan posisi di lingkungan dalamruangan (indoor) merupakan tantangan fundamental bagiaplikasi Internet of Things (IoT) karena ketidakandalansinyal GPS. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistemestimasi jarak linier berbasis Received Signal StrengthIndicator (RSSI) pada platform ESP32. Arsitektur sistemyang diusulkan adalah sistem multi-anchor yang terdiridari satu node target (ChildNode), tiga node jangkar(ParentNode), dan satu node pemroses (ScannerNode)yang berkomunikasi menggunakan protokol ESP-NOW.Untuk meningkatkan akurasi, diimplementasikan sebuahmetode hibrida yang mengintegrasikan Kalman Filter(KF) untuk meredam fluktuasi sinyal RSSI dan RegresiLinier untuk kalibrasi model propagasi sinyal. Parametermodel propagasi ini ditentukan secara empiris dari datakalibrasi untuk memetakan hubungan antara RSSI danjarak. Kinerja metode usulan (KF + Regresi Linier)dievaluasi secara kuantitatif dan dibandingkan dengan duametode baseline: (1) arsitektur multi-anchor dengan RSSImentah dan (2) arsitektur multi-anchor dengan KF saja(KF-Only) pada lima titik lokasi di dalam lingkunganindoor terkontrol. Hasil eksperimen menunjukkan bahwametode usulan berhasil menekan Mean Absolute Error(MAE) secara drastis hingga mencapai rata-rata 16.6 cm,dengan hasil terbaik 10.5 cm. Kinerja ini secara signifikanmengungguli metode Baseline 2 (KF-Only) yang memilikiMAE rata-rata 81.4 cm dan Baseline 1 (RSSI Mentah)dengan MAE di atas 1.5 meter. Temuan ini membuktikansecara kuantitatif bahwa pendekatan hibrida KalmanFilter dan Regresi Linier pada arsitektur multi-anchorsangat efektif dalam meningkatkan akurasi estimasi jaraklinier di lingkungan indoor yang kompleks.Kata Kunci— Estimasi Jarak, RSSI, ESP32, ESP-NOW,Kalman Filter, Regresi Linier, Trilaterasi, Multi-Anchor.
REKOMENDASI PEMELIHARAAN DUMPTRUCK HD785-7 MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING RANDOM FOREST PADA CHATBOT BERBASIS MICROSOFT AZURE Kusnadi, Vanny; Aswin, Muhammad; Razak, Angger Abdul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 5 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan alat berat seperti Dump Truck HD785-7sangat penting untuk meminimalkan downtime dan menjagaproduktivitas operasional di industri pertambangan. Penelitian inimengembangkan sistem rekomendasi pemeliharaanmenggunakan algoritma Machine Learning Random Forest yangdiintegrasikan ke dalam chatbot berbasis Microsoft AzureOpenAI. Data pelatihan berasal dari parameter teknis unit,termasuk hasil analisis oli PAP dan data sensor VHMS, yangdiklasifikasikan menjadi status normal dan abnormal. Proses ETLdilakukan melalui Azure Data Factory, penyimpanan datamenggunakan Azure Blob Storage, dan model dilatih sertadihosting menggunakan Azure Machine Learning. Chatbotdikembangkan dengan skenario percakapan berbasis promptuntuk memberikan rekomendasi perbaikan secara real-timekepada teknisi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modelmemiliki akurasi tinggi (>95%) dalam klasifikasi kondisi alat,serta respons chatbot yang cepat dan tepat berdasarkan rule darishop manual dan KOWA. Sistem ini mampu mempercepatpengambilan keputusan teknis, mengurangi downtime, danmendukung digitalisasi pemeliharaan alat berat di PT KalimantanPrima Persada.Kata Kunci—Random Forest, Chatbot, Pemeliharaan Alat Berat,Azure, Dump Truck HD785-7, Machine Learning, Azure OpenAI
Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Operator CAH PLTU Punagaya yang Dimediasi Kepuasan Kerja Aswin, Muhammad; Citta, Andi Batary; Sahban, Muhammad Amsal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 1 (2025): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i1.406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada operator CAH PLTU Punagaya. Permasalahan kinerja yang belum optimal, rendahnya pemahaman terhadap job desk, serta kondisi alat pelindung diri yang tidak memadai menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan operator CAH, dengan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan sedangkan variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja dan berpengaruh positif dan signifikat terhadap kepuasan kerja. Selain itu, kepuasan kerja terbukti menjadi variabel intervening yang memperkuat pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui penguatan kompetensi dan perbaikan lingkungan kerja melalui peningkatan kepuasan kerja.
SISTEM DETEKSI REAL-TIME VISUAL MICROSLEEP DENGAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DAN RASPBERRY PI Luthfia, Sarah Aqila; Abidin, Zainul; Aswin, Muhammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 5 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satupenyebab utama kematian di dunia dan kantuk saatmengemudi menjadi salah satu faktor penyebab yangsignifikan. Kondisi kantuk dapat memicu microsleep, yaitukeadaan tidur singkat yang terjadi secara tiba-tiba selamabeberapa detik. Meskipun berlangsung singkat, microsleepsangat berbahaya karena pengemudi kehilangan kesadarandan kendali atas kendaraan yang dapat berujung kecelakaanfatal. Salah satu indikator utama untuk mendeteksi microsleepadalah perilaku mata, khususnya durasi kedipan. Dalamkondisi normal, manusia berkedip antara 100 hingga 400milidetik. Kedipan mata yang berlangsung lebih dari 400milidetik dapat mengindikasikan microsleep. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi microsleepberbasis Raspberry Pi yang mampu memantau kondisi matapengemudi secara real-time menggunakan algoritmaConvolutional Neural Network (CNN). Sistem ini dirancanguntuk mendeteksi mata tertutup dalam durasi tidak normaldan memberikan peringatan dini guna mencegah kecelakaan.Kamera akan merekam wajah pengemudi, kemudian sistemakan mengekstrak citra mata dan mengklasifikasikan kondisimata (terbuka atau tertutup) menggunakan model CNN.Dengan pengukuran durasi penutupan mata dan evaluasilatency sistem, deteksi microsleep dapat dilakukan secara cepatdan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yangdikembangkan memiliki performa yang sangat baik, denganaccuracy model CNN mencapai 93% dalam mengklasifikasikankondisi mata. Selain itu, sistem mampu bekerja dengan end-toend latency rata-rata hanya sekitar 27 milidetik,menjadikannya responsif dan layak diterapkan untukpemantauan kondisi pengemudi secara real-time. Kinerja inimenunjukkan bahwa sistem deteksi microsleep yang diusulkanefektif dalam meningkatkan keselamatan berkendara dandapat menjadi solusi teknologi yang terjangkau serta aplikatif.Kata kunci – Pengemudi, microsleep, CNN, Raspberry Pi.
Investigasi pada Komposit yang Terbentuk dari CR-ECC dengan Kerikil-Aspal Porus Berbasis Styrofoam Berdasarkan Uji Tekan dan Lentur Pranoto, Arrya Fayiz; Aswin, Muhammad
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i10.32474

Abstract

Perkerasan jalan konvensional, baik tipe lentur maupun kaku, memiliki keterbatasan kinerja. Perkerasan lentur rentan terhadap deformasi permanen dan retak akibat beban lalu lintas berulang, sedangkan perkerasan kaku memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dikembangkan perkerasan semi lentur yang diharapkan dapat menggabungkan kekuatan struktural perkerasan kaku dengan fleksibilitas perkerasan lentur melalui penggunaan material grouting berbasis CR-ECC (Crumb Rubber–Engineered Cementitious Composites). Penelitian ini menggunakan CR-ECC sebagai material grouting yang memanfaatkan limbah fly ash, abu cangkang sawit, dan crumb rubber untuk mendukung konsep keberlanjutan. CR-ECC diformulasikan dari mortar ECC dengan variasi fly ash dan abu cangkang sawit sebesar 0–15% dari berat semen untuk menentukan campuran optimum, kemudian dimodifikasi dengan crumb rubber sebesar 0–12,5%. Campuran optimum digunakan sebagai material grouting pada dua varasi kerikil aspal porus, yaitu variasi aspal murni dan aspal–styrofoam. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji kubus berukuran 150×150×150 mm, sedangkan pengujian kuat lentur dilakukan pada balok berukuran 600×150×150 mm, keduanya pada umur 3 hari. Hasil menunjukkan bahwa kuat tekan komposit aspal murni mencapai 4,470 MPa, sedangkan aspal–styrofoam sebesar 4,404 MPa. Pada uji lentur, aspal murni memiliki nilai 1,640 MPa dan aspal–styrofoam 1,600 MPa, dengan perbedaan yang relatif kecil.
RESPONSE OF SOME TYPES OF MICROORGANISM-LOCALIZED (MOL) TO PAKCHONG GRASS GROWTH (Pennisetum Purpureum Cv. Thailand) Aswin, Muhammad; Meriksa Sembiring
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 10: Maret 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i10.7586

Abstract

Response of local micro-organisms (MOL) to the growth of pakchong grass (Pennisetum purpureum Cv. Thailand). The purpose of this study was to determine the response of several types of Local Micro-Organisms (MOL) to the growth and productivity of Pakchong grass (Pennisetum purpureum Cv. Thailand). This study used a non-factorial Group Randomized Design (RAK) with 4 treatments and 6 repeats, with treatments being: Po (without MOL), P1 (MOL Nature Gene), P2 (D' Boostefer), and P3 (Pamorganic MAS). How to apply MOL to plants is to use 50 ml of liquid organic fertilizer with 4.95 liters of water and then flush each treatment plot. Application is carried out one week after planting, then repeated once every 2 weeks until the plant is 6 weeks old. The parameters observed were plant height growth, stem diameter, number of leaves, and production of fresh and dried grass. The results showed that the use of several types of MOL on Pakchong grass had a real effect (p < 0.05) on the growth and productivity of Pakchong grass compared to P0 (control). The best results were P2 >P3 > P1, while the lowest growth and production were found at P0 (Without MOL) which differed markedly from the use of MOL in Pakchong grass.
Evaluasi Reliabilitas Model Struktur dan Level Kinerja dari Bangunan Baja Eksisting Akibat Beban Gempa Siregar, Hariman; Aswin, Muhammad; Syam, Bustami
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.319

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi perancangan struktur bangunan adalah kekuatan, yaitu berkaitan dengan keamanan dan ketahanan bangunan dalam menahan atau menerima beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Dalam perancangan struktur khususnya struktur bangunan struktur baja harus dirancang dengan memperhatikan pengaruh gempa terhadap struktur tersebut agar bangunan tersebut dapat digunakan dengan nyaman dan aman. Analisis pushover struktur bangunan merupakan salah satu metode analisis statik nonlinier, dimana pengaruh gempa terencana terhadap struktur bangunan dianggap sebagai beban statik yang menangkap pusat massa setiap lantai, yang nilainya dinaikkan secara bertahap hingga melebihi nilai yang ditentukan. beban yang menyebabkan luluh. sambungan plastik) pertama pada struktur bangunan. Penelitian dilakukan di lahan parkir transformasi Sarinah di Jakarta. Berdasarkan analisis respon spektral dengan bantuan program ETABS v.21, bangunan tersebut telah dapat diandalkan terhadap peraturan terkini. Model struktur bangunan diuji faktor ketidakteraturan horizontal dan vertikal, perbedaan tingkat, efek P-Delta, rasio tegangan elemen balok dan kolom, rasio Kuat Kolom-Balok Lemah (SC-WB) dan tingkat kinerja struktur melalui analisis pushover, semuanya memenuhi persyaratan. Tingkat kinerja yang diperoleh adalah Damage Control (DO) yang berarti bangunan masih mampu menahan gempa yang terjadi dan resiko korban jiwa sangat kecil
Evaluasi Ketentuan Keamanan Model Struktur dan Level Kinerja dari Bangunan Beton Bertulang Eksisting Akibat Beban Gempa Suranto, Jaka; Aswin, Muhammad; Nursyamsi, Nursyamsi
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.320

Abstract

Struktur bangunan tahan gempa harus memiliki kekuatan, kekakuan dan stabilitas yang cukup untuk mencegah keruntuham bangunan. Untuk memenuhi hal tersebut, maka bangunan tahan gempa harus memenuhi mekanisme konsep bangunan tahan gempa. Berdasarkan hal ini, maka perlu dilakukan evaluasi ketentuan keamanan model struktur bangunan beton bertulang terhadap beban gempa berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku, serta penentuan level kinerja struktur dari bangunan tersebut, baik pada saat perencanaan maupun pada bangunan eksisting. Pada penelitian ini, ketahanan gempa dikaji terhadap bangunan eksisting. Sebagai sampel ditinjau Gedung SMP Muhammadiyah 5 yang berlokasi di Surabaya. Berdasarkan hasil pengecekan model struktur, diketahui bahwa struktur eksisting telah memenuhi ketentuan keamanan terhadap beban gempa. Dalam pemeriksaan simpangan antar tingkat, pengaruh P-delta, ketidakberturan struktur dan ketentuan Strong Column-Weak Beam (SC-WB), semua nilai memenuhi yang dipersyaratkan. Berdasarkan hasil dari analisis pushover pada arah x menunjukkan bahwa terjadinya sendi plastis dimulai pada step 3 dan berakhir pada step 26. Pada arah y menunjukkan bahwa terjadinya sendi plastis dimulai pada step 2 dan berakhir pada step 20. Berdasarkan hasil superposisi performance point terhadap kinerja struktur berdasarkan ASCE 41-13 NSP didapat bahwa level kinerja struktur termasuk dalam kategori Immediate Occupancy (IO). Selain itu, berdasarkan hasil FEMA-440 didapat rasio simpangan total maksimum pada arah x sebesar 0,0078 dan pada arah y sebesar 0,0080, dimana angka-angka ini menunjukkan nilai level kinerja struktur. Sesuai dengan ketentuan ATC-40, maka struktur eksisting ini berada pada kategori Immediate Occupancy (IO).
Evaluation on Effective Dimensions of Base Isolators Applied at Existing RC Building due to Earthquakes Suranto, Jaka; Aswin, Muhammad; Nursyamsi, Nursyamsi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15761

Abstract

This study investigates the structural performance of High Damper Rubber Bearings (HDRB) as base isolators in reinforced concrete (RC) buildings subjected to seismic loads. Given the potential for damage or collapse in RC buildings during earthquakes, the utilization of base isolators offers a promising solution to mitigate seismic risks. Finite element analysis was employed to assess the displacement efficiency of different HDRB configurations, focusing on the SMP 5 Muhammadiyah building in Surabaya as a case study. Results indicate that HDRB type HH090X6R exhibits superior performance, achieving displacement efficiencies of 90.56% in the x-direction and 95.87% in the y-direction. These findings underscore the importance of selecting optimal base isolator configurations to enhance the seismic resilience of RC structures. The study's implications extend to seismic retrofitting and structural design practices, offering valuable insights for improving the seismic performance of existing buildings and bolstering community resilience to earthquakes.
Workability Investigation on the Fresh Mix of ECC Mortar and Crumb Rubber (CR)-ECC based on Variations of Palm Shell Ash, River Sand, and Cement Lubis, Agussalim; Aswin, Muhammad; Hasibuan, Gina Cynthia R.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15789

Abstract

Engineered cementitious composite (ECC) is a composite that has better tensile properties and behavior than concrete. ECCs are usually made of cement, water, silica sand, cementitious materials, fibers, and other additives. The term ECC mortar is used because the ECC does not use fiber. The cementitious material in this research uses palm shell ash, with a proportion of 5%, 10%, and 15% of the cement weight. As a replacement for the fiber, crumb rubbers are used, with proportions of 2.5%; 5%; 7.5%; 10% and 12.5% of the cement weight. Workability was measured based on slumpflow tests (with measurements T500 and slumpflow diameter). The objective of this study is to establish the workability of fresh mix of the ECC mortar and CR-ECC with variations in the addition of palm shell ash, cement, sand and crumb rubber. Based on the results of slumpflow tests, the average diameter for fresh ECC mortars ranges between 88 cm to 106.5 cm, and the T500 ranges from 0.28 seconds to 1.39 seconds. As for fresh CR-ECC mix, the mean slumpflow diameter is between 71 cm to 93 cm and the T500 ranging between 0.90 seconds and 1.68 seconds. All of these values meet the slumpflow requirements stipulated by EFNARC. Nevertheless, the workability of the fresh mix ECC mortar is more flowable than the fresh mix CR-ECC. This is because crumb rubbers are water-absorbing.