Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Semantik

PEMANFAATAN SEL SURYA DAN LAMPU LED UNTUK PERUMAHAN Jatmiko Jatmiko Jatmiko; Hasyim Asy’ari; Mahir Purnama
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.688 KB)

Abstract

Menipisnya cadangan minyak bumi mengakibatkan naiknya tarif dasar listrik, sehingga biaya listrik setiap tahun mengalami kenaikan. Pemanfaatan energi terbarukan dan pemilihan beban yang tepat merupakan solusi untuk mengatasi kenaikan biaya listrik yang akan terus meningkat, penggunaan sel surya dan lampu LED merupakan pilihan yang tepat karena sel surya tidak memerlukan biaya operasional dan lampu LED merupakan lampu yang memiliki karakteristik sangat hemat energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa lama hasil produksi sel surya digunakan sebagai sumber energi untuk lampu LED. Metode penelitian ini mengukur produksi energi listrik pada siang hari dengan menggunakan 2 buah sel surya yang masing-masing berkapasitas 10wp, lampu LED dengan jarak 10 cm memiliki tingkat pencahayaan sampai 1750 lux digunakan sebagai beban pada saat malam hari, battery storage, dan lumen meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi cerah mampu digunakan untuk menyalakan ataudibebani lampu LED selama 11.35 jam.Kata kunci : Sel Surya, Lampu LED, Energi Terbarukan.
Speed Bumb sebagai Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan dan Terbarukan Hasyim Asy’ari; Aris Budiman; Agus Munadi
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.632 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi dapat membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, hal ini terlihat banyaknya masyarakat bergantung pada teknologi. Kondisi demikian mengakibatkan  meningkatnya permintaan energi listrik oleh masyarakat ke perusahaan listrik negara, untuk mencegah terjadinya overload maka penambahan pembangkit listrik dengan energi primer berasal dari batubara yang saat ini dikenal dengan program 10.000 MW. Pembangkit  tersebut berkategori pembangkit konvensional dan tidak ramah lingkungan. Melihat cadangan batubara yang dimiliki Indonesia hanya mampu sekitar 35 tahun kedepan maka perlu adanya sebuah penelitian yang memanfaatkan sumber energi terbarukan, murah, dan rama h lingkungan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merencanakan speed bump  yang  dapat digunakan sebagai sumber  energi pembangkit listrik.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  pemanfaatan polisi tidur  atau speed bump  untuk  membangkitkan energi  listrik  dengan menggunakan sistem tuas.  Sistem pembangkit ini memanfaatkan  alternator  magnet permanen 2 kutubkeluaran AC  sebagai pembangkit listrik, poros tuas dihubungkan dengan rotor alternator tersebut dengan media gear box. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan gaya pijakan speed bump sebesar 608.2 Newton mampu menghasilkan putaran 650 rpm pada pole alternator, dengan dibebani lampu LED 240 mA/12V  dapat menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 11.26 volt  DC, sedangkan  saat terhubung dengan  accu dengan kapasitas 12 volt  DC  10  Ah, alternator menghasilkan arus rata-rata  sebesar 1.68 Ampere.
PERBAIKAN JATUH TEGANGAN DAN REKONFIGURASI BEBAN PADA PANEL UTAMA PRAMBANAN Hasyim Asy’ari
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.377 KB)

Abstract

Sistem kelistrikan di kawasan wisata candi Prambanan terdapat tiga buah panel utama yaitu panel trimurti, panel prambanan dan panel dwiwisnu. Kerusakan dan kurang optimal kerja peralatan elektronik di instansi perkantoran candi prambanan terutama yang dilayani oleh panel prambanan disebabkan jatuhtegangan melebihi batas ambang yang diijinkan. Peraturan umum instalasi listrik 2000 memberikan toleransi sebesar 10% dari tegangan nominalnya atau tegangan fasa to netral minimal yang diijinkan adalah 198 volt. Jatuh tegangan disebabkan jarak antara sumber ke panel Prambanan sebesar 573 m danpembebanan tiap fasa yang tidak seimbang. Hal ini terlihat adanya perbedaan tegangan pada setiap fasa, tegangan pada panel Prambanan fasa R-N = 200 volt, fasa S-N = 197 volt, dan T-N = 175 volt dengan arus R= 92 A, arus S= 110 A, dan T= 147 A. Penelitian ini bertujuan rekonfigurasi beban dan menentukanluas penampang penghantar yang paling kecil dengan nilai jatuh tegangan masih dalam toleransi. Metode yang digunakan adalah rekonfigurasi beban dan penggunaan software electrical calculations untuk mensimulasikan jatuh tegangan sistem nyata yang ada di panel Prambanan. Hasil menunjukkan denganrekonfigurasi beban arus maksimal pada salah satu fasa sebesar 120A dan luas penampang yang dibutuhkan 150mm dengan prosentase jatuh tegangan sebesar 9,7% atau tegangan terendah pada salah satu fasa sebesar 198,66 volt.Kata kunci : Jatuh Tegangan, Rekonfigurasi Beban, Diameter Penghantar