Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perilaku Pro-Lingkungan Peserta Didik Berdasarkan Media Pembelajaran dan Gender Baga, Sisean; Astuty, Esthy Reko; Astra, I Made; Budiaman, Budiaman; Hasanah, Uswatun
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pro-lingkungan peserta didik setelah diberi media pembelajaran yang berbeda (karikatur dan komik) di kelas berdasarkan gender. Metode yang digunakan eksperimen faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan 56 peserta didik SMP yang terdiri dari 28 peserta didik laki-laki dan 28 peserta didik perempuan. Data yang terkumpul bersumber dari pengambilan data dengan instrumen nontes berupa kuesioner menggunakan skala likert. Hasil perhitungan two way ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung = 7,22 pada > Ftabel pada α=0,05 = 4,16. Hasil pengujian membuktikan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara media pembelajaran dan media pembelajaran terhadap perilaku pro-lingkungan. Adanya interaksi membuktikan bahwa masing-masing media pembelajaran memberi pengaruh yang berbeda terhadap perilaku pro-lingkungan jika diterapkan pada peserta didik dengan gender yang berbeda. Rekomendasi penelitian ini, diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran berbasis gender dalam mengukur perilaku pro-lingkungan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain baik secara langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan peserta didik.
Perilaku Pro-Lingkungan Peserta Didik Berdasarkan Media Pembelajaran dan Gender Baga, Sisean; Astuty, Esthy Reko; Astra, I Made; Budiaman, Budiaman; Hasanah, Uswatun
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pro-lingkungan peserta didik setelah diberi media pembelajaran yang berbeda (karikatur dan komik) di kelas berdasarkan gender. Metode yang digunakan eksperimen faktorial 2 x 2. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan 56 peserta didik SMP yang terdiri dari 28 peserta didik laki-laki dan 28 peserta didik perempuan. Data yang terkumpul bersumber dari pengambilan data dengan instrumen nontes berupa kuesioner menggunakan skala likert. Hasil perhitungan two way ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung = 7,22 pada > Ftabel pada α=0,05 = 4,16. Hasil pengujian membuktikan adanya pengaruh yang sangat signifikan antara media pembelajaran dan media pembelajaran terhadap perilaku pro-lingkungan. Adanya interaksi membuktikan bahwa masing-masing media pembelajaran memberi pengaruh yang berbeda terhadap perilaku pro-lingkungan jika diterapkan pada peserta didik dengan gender yang berbeda. Rekomendasi penelitian ini, diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran berbasis gender dalam mengukur perilaku pro-lingkungan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain baik secara langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan peserta didik.
Kondisi Pendidikan Berbasis Perubahan Iklim Ditinjau dari Kesadaran Lingkungan di Sekolah Baga, Sisean; Ahmad Khoiri; Deden Ibnu Aqil; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1826

Abstract

Sektor pendidikan merupakan salah satu bidang yang dapat membantu dalam proses adaptasi dan mitigasi di lingkungan masyarakat. Peserta didik di sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang dapat menjadi agen perubahan dalam mengurangi dampak dari perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pendidikan berbasis perubahan iklim yang ditinjau dari kesadaran guru dan peserta didik yang muncul. Metode yang digunakan adalah metode deksriptif. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling engan responden terdiri dari 4 guru dan 56 peserta didik di 2 sekolah di Jakarta Barat. Instrumen yang digunakan yaitu 22 butir nontes menggunakan kuesioner dan wawancara dalam mengukur kesadaran lingkungan peserta didik pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan terkait perubahan iklim baik di kalangan guru maupun peserta didik. Meskipun beberapa guru dan peserta didik memiliki pengetahuan dasar, namun hal ini belum berbanding lurus dengan sikap dan tindakan mereka dalam menjaga lingkungan. Wawancara mengkonfirmasi adanya kesenjangan persepsi antara guru dan peserta didik terkait perubahan iklim. Hanya beberapa mata pelajaran yang menyentuh topik ini, dan itu pun terbatas pada memenuhi tuntutan kurikulum. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasi agar sekolah membuat program pendidikan berbasis perubahan iklim untuk memperkuat kurikulum yang ada. Harapannya, semakin kuat pendidikan perubahan iklim di sekolah maka semakin tinggi kesadaran lingkungan yang tumbuh dan berkembang di sekolah.
Development of Problem-Based Electronic Comics on Environmental Pollution Subject Baga, Sisean; Hasanah, Uswatun; Astra, I Made
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 10, No 2 (2024): Available Online in November 2024 (Web of Science Indexed)
Publisher : Department of Science Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jppi.v10i2.25422

Abstract

This study aimed to measure the eligibility of problem-based electronic comics that have been developed. The method used is research and development, with the 4-D model development by Thiagarajan (1974). The process consisted of three stages: define, design, and develop, concluding with the limited testing stage. The dissemination stage, however, is not covered in this paper. Product eligibility was evaluated using a validation questionnaire, assessed by 12 experts with a minimum educational background of a doctoral degree and more than 3 years of teaching experience at a university. The development of teaching materials in problem-based electronic comics was conducted in two trials: a small group trial of 12 students, which scored 95.7%, and a large group trial of 34 students, which scored 96.6%. These two results showed that the trial is highly eligible. Therefore, the problem-based electronic comics developed can be utilized as a learning resource on environmental pollution and can proceed to field tests or experiments. The urgency of this teaching material development was due to the limited resource of teaching materials in the form of electronic comics with the syntax of the Problem-Based Learning (PBL) model. This study revealed that problem-based electronic comics on environmental pollution subjects in this study are highly eligible to proceed to the dissemination stage.
Keanekaragaman, Kerapatan, dan Tutupan Lamun Di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Baga, Sisean; Taufiqurahman, Taufiqurahman; Aqil, Deden Ibnu; Florensia, Aurora; Pratiwi, Lidya
Biosel Biology Science and Education Vol. 11 No. 2 (2022): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.035 KB) | DOI: 10.33477/bs.v11i2.3373

Abstract

Pari Island is located in Thousand Islands Administrative District, DKI Jakarta Province, with its status as a tourist area, research, and coastal ecosystem conservation. This research is aimed to determine the diversity, abundance, and the seagrass cover located in Pari Island. The method used is a survey with straight transects and quadrants in three different stations, which consist of Pantai Bintang (station 1), Perawan (station 2), and Rengge (station 3). The data analysis towards seagrass diversity uses Shannon-Wiener’s Diversity Index, the seagrass density uses Di calculation, and the seagrass cover uses the seagrass cover index (C). Based on the research conducted, there were 3 seagrass species, which were Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, and Cymodocea rotundata. The highest H’ Index with the value of 2.0 is station 1, which is categorized as mid diversity criteria and the lowest with the value of  0.8 is station 2, which is categorized as low diversity. The highest seagrass density is Enhalus acoroides located in station 1 with the value of 165 (ind/m2) and the lowest which is Cymodocea rotundata located in station 3 with the value of 18 (ind/m2). The best seagrass cover value is in station 1 with the value of 55%, which is categorized as less healthy and the worst cover is station 2 with the value of 21%, which is categorized as poor. Keywords: Diversity, Density, Pari Island, Seagrass Cover
Eksplorasi Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi: Literature Review Baga, Sisean; Choirina, Dwi
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 3 No. 4 (2025): Juli: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v3i4.1154

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, isu, dan temuan penting terkait pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan kajian literatur. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan keunikan berdasarkan kesiapan, minat, dan preferensi belajar setiap peserta didik. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review. Penelitian diawali dengan mencari artikel-artikel yang berkaitan dengan topik penelitian yang akan dilakukan. Artikel ilmiah yang dijadikan data dalam penelitian ini berasal dari jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam kurun waktu delapan tahun terakhir (2016-2024) melalui google schoolar dalam aplikasi Publish or Perish (PoP). Berdasarkan hasil analisis 12 artikel, metode yang digunakan masih didominasi  jenis literature review, walaupun jenis penelitian tindakan kelas, eksperimen, R & D, dan kualitiatif sudah mulai digunakan dalam meneliti pembelajaran berdiferensiasi. Kemudian, instrumen yang digunakan masih menitikberatkan kepada tes untuk mengukur hasil belajar dan gaya belajar. Tetapi, penggunaan instrumen nontest dan pengukuran aspek lain selain hasil belajar sudah ada walaupun belum banyak ditemukan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, dapat menjadi peluang besar pada masa yang akan datang untuk lebih menekankan pada penelitian mix methods. Selain itu, kekurangan pada penelitian ini yaitu belum menggunakan VOSviewer, CiteSpace, ataupun Blibiometrix sebagai aplikasi penunjang dalam penelitian mix methods.
Kondisi Pendidikan Berbasis Perubahan Iklim Ditinjau dari Kesadaran Lingkungan di Sekolah Baga, Sisean; Ahmad Khoiri; Deden Ibnu Aqil; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1826

Abstract

Sektor pendidikan merupakan salah satu bidang yang dapat membantu dalam proses adaptasi dan mitigasi di lingkungan masyarakat. Peserta didik di sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang dapat menjadi agen perubahan dalam mengurangi dampak dari perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pendidikan berbasis perubahan iklim yang ditinjau dari kesadaran guru dan peserta didik yang muncul. Metode yang digunakan adalah metode deksriptif. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling engan responden terdiri dari 4 guru dan 56 peserta didik di 2 sekolah di Jakarta Barat. Instrumen yang digunakan yaitu 22 butir nontes menggunakan kuesioner dan wawancara dalam mengukur kesadaran lingkungan peserta didik pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan terkait perubahan iklim baik di kalangan guru maupun peserta didik. Meskipun beberapa guru dan peserta didik memiliki pengetahuan dasar, namun hal ini belum berbanding lurus dengan sikap dan tindakan mereka dalam menjaga lingkungan. Wawancara mengkonfirmasi adanya kesenjangan persepsi antara guru dan peserta didik terkait perubahan iklim. Hanya beberapa mata pelajaran yang menyentuh topik ini, dan itu pun terbatas pada memenuhi tuntutan kurikulum. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasi agar sekolah membuat program pendidikan berbasis perubahan iklim untuk memperkuat kurikulum yang ada. Harapannya, semakin kuat pendidikan perubahan iklim di sekolah maka semakin tinggi kesadaran lingkungan yang tumbuh dan berkembang di sekolah.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI INTEGRASI MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING Baga, Sisean; Khoiri, Ahmad; Aqil, Deden Ibnu; Choirina, Dwi; Ratnasari, Dewi; Taufiqurrahman; Riyanto, Sugeng
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.7085

Abstract

Critical thinking skills are essential 21st-century competencies for students. The complexity of current environmental issues necessitates applying critical thinking to formulate effective solutions. This study aims to examine the effect of integrating the Guided Inquiry model with a Deep Learning approach on students' critical thinking skills regarding environmental change. The research was conducted in tenth-grade Biology classes at two private high schools in Jakarta, Indonesia, during the 2024/2025 Academic Year. A quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design was employed. The sample consisted of 70 students, selected via purposive sampling, divided into two classes of 35. Results showed an average score of 85.18 for the experimental class and 77.32 for the control class. Independent t-test results indicated a significant impact of the integrated Guided Inquiry and Deep Learning approach on improving students' critical thinking skills. Thus, this pedagogical integration serves as an effective option for teachers to strengthen students' critical reasoning. Both methods foster an interactive learning environment that stimulates the exploration of new ideas and independent knowledge construction. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Kompleksitas permasalahan lingkungan saat ini menuntut penerapan kemampuan berpikir kritis untuk merumuskan solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh integrasi model Inkuiri Terbimbing dengan pendekatan Deep Learning  terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada mata pelajaran Biologi kelas X di dua SMA swasta di Jakarta, Indonesia, pada Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 70 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelas yang masing-masing berjumlah 35 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85,18, sedangkan kelas kontrol sebesar 77,32. Hasil uji t independen menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari integrasi model Inkuiri Terbimbing dengan pendekatan Deep Learning  terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian, penerapan integrasi model dan pendekatan pembelajaran ini dapat menjadi pilihan yang efektif bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik. Integrasi ini juga menciptakan lingkungan belajar yang interaktif yang mendorong eksplorasi ide-ide baru serta konstruksi pengetahuan secara mandiri.