Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

BAHAN LIMBAH ALAMI SEBAGAI BIO-KOAGULAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.670

Abstract

Proses menghilangkan polutan dari air limbah merupakan tantangan besar bagi banyak pihak karena tingginya biaya teknologi saat ini dan terus meningkatnya konsumsi air. Beberapa metode digunakan untuk mengolah air limbah, namun efisiensinya bervariasi tergantung pada kualitas limbah yang diolah dan teknologi yang digunakan. Dalam penelitian ini 3 jenis bahan limbah alami yaitu: Daun kelor, Opuntia, Kulit buah delima, Jerami lupin, ampas tebu, dan teh, dikarakterisasi, dan dimanfaatkan sebagai biokoagulan untuk pengolahan air limbah domestik. Percobaan jar test dilakukan untuk biokoagulan dengan menggunakan prosedur koagulasi/flokulasi. Dosis dan waktu optimum diuji untuk biokoagulan dan percobaan dilakukan pada pH 7,5 dan pada 25 °C. Keberadaan gugus fungsi permukaan seperti -COOH, -C=N dan –OH serta pembentukan adsorben permukaan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier transform inframerah (FT-IR) dan analisis mikroskop elektron (SEM). Semua bio-koagulan efektif dalam menghilangkan kontaminan dari air limbah. Efisiensi penyisihan bio-koagulan yang diuji meningkat dengan meningkatnya dosis hingga tercapai keseimbangan diinginkan. Persentase penyisihan maksimum residu kelor, Kitosan, Opuntia, Delima, Lupin, Ampas Tebu, dan ampas teh diamati pada dosis optimal 0,8 g/L. Delima menunjukkan polutan tertinggi efisiensi penghapusan. Kitosan dan Lupin menunjukkan efisiensi sedang untuk kebutuhan oksigen kimia (COD), kebutuhan oksigen biologis (BOD5), total padatan tersuspensi (TSS), fosfat (PO4), amonia (NH3), nitrat (NO3), kekeruhan, total Kjeldahl nitrogen (TKN), total nitrogen (TN), dan total karbon organik (TOC). Kapasitas adsorpsi tertinggi yang dicapai Opuntia ditinjau dari TSS, COD, BOD5, PO4, NH3, NO3, TKN, TN, dan TOC adalah 367.42, 625, 450, 82, 3.5, 3.83, 10.43, 8.21, 18.64, dan 231.66 mg /g, dengan efisiensi penyisihan rata- rata masing-masing sebesar 85%, 88,25%, 88,07%, 90,32%, 90,29%, 93,82%, 90,23%, 92,23%, dan 95,69%, karena adanya tekstur retak dengan situs adsorpsi berpori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat dianggap sebagai biokoagulan yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan efektif untuk pengolahan air limbah.
Pelatihan pembuatan minyak kelapa dengan cara pemanasan dan pengendapan Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma; Indrayani, Indrayani; Lubis, Riadhini Wanty
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v2i2.178

Abstract

Kelangkaan minyak goreng yang terjadi baru baru ini membuka mata dan fikiran kita untuk mencari solusi termudah bagi ibu-ibu rumah tangga dan para remaja putri. Agar dapat memenuhi kebutuhan minyak goreng dari bahan-bahan di sekitar kita dengan biaya terjangkau. Pelatihan pembuatan minyak kelapa ini juga bertujuan agar ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri bertambah wawasannya agar lebih peka melihat sumber daya di sekelilingnya guna memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Metode pelatihan adalah dengan tatap muka memberikan contoh lansung bagaimana cara pembuatan minyak kelapa tersebut. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada warga dan perangkat kelurahan. Setelah jadwal disepakati selanjutnya pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2022 dari jam 09.00 – 12.30 WIB di balai kelurahan Alur Dua. Pencapaian dari pelatihan ini adalah peserta mampu memahami dan membuat sendiri minyak kelapa dengan cara dan alat-alat yang sederhana. Simpulannya bahwa pelatihan ini dapat membantu ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri untuk membuka wawasan berfikir dan memamfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitarnya guna keperluan rumah tangga
MENGELOLA RISIKO PERUBAHAN IKLIM PADA AIR IRIGASI DI DAERAH KERING Nurzanah, Wiwin; Pane, Yunita; Dewi, Irma
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i1.819

Abstract

Changes in temperature, precipitation, atmospheric carbon dioxide, or abnormal solar radiation are examples of climate changes that can affect irrigation water needs. Reduced river runoff and aquifer recharge in the Mediterranean basin are also likely to exacerbate water scarcity in existing arid environments This study aims to propose a systematic approach to identifying, analyzing, and responding to climate change risks to irrigation water in dry areas using the Risk Management process. The scope of this study is to use Monte Carlo simulation to manage climate change risks to irrigation water in dry areas. The first research method used is to make a list of identified climate change risks. Conduct qualitative and quantitative analysis of the identified risks and make responses to the identified risks. The results of the quantitative risk analysis indicate that crop production losses due to climate change are estimated at 69%, 57%, and 45% at 90%, 50%, and 10% confidence levels, respectively. The last phase of the risk management process is risk response. The proposed responses to climate change risks include strategies to avoid, transfer, mitigate, and/or accept these risks. This study has made three contributions. First, it adopts a well-known risk management methodology in climate change studies. Second, it measures the combined impact of climate change risks on irrigation water in dry areas. Third, it recommends a series of response strategies to help policymakers mitigate the adverse impacts of climate change on irrigation water.
RANCANG BANGUN ALAT PENCACAH BATANG SAGU UNTUK MENINGKATKAN EFESIENSI PRODUK PAKAN TERNAK Nurzanah, Wiwin; Muharnif, Muharnif; Dewi, Irma; Pane, Yunita; A, Arfis; Asfiati, Sri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31382

Abstract

Abstrak: Tanaman sagu (Metroxylon sp.) merupakan komoditas pangan kaya karbohidrat yang menjadi bahan pokok di beberapa wilayah Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 10 orang peserta petani sagu di Desa Durian Lingga. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis (hardskill) petani dalam pengolahan limbah sagu menjadi pakan ternak dan pembuatan alat pencacah, serta mengembangkan kemampuan manajerial (softskill) dalam pemasaran produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, pelatihan praktik langsung, focus group discussion (FGD), dan pendampingan intensif. Untuk sistem evaluasi dilakukan dengan Observasi langsung dan Uji kinerja alat Pencacah tersebut. Selain sebagai sumber pangan, sagu memiliki multi-fungsi karena seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan. Pelatihan pengolahan sagu menjadi pakan ternak ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah limbah pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi produk. Namun, petani sagu di Desa Durian Lingga masih menghadapi kendala berupa kurangnya pengetahuan teknis dan keterampilan manajerial. Kegiatan ini penting untuk membangun kemandirian petani dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Tim pengabdian masyarakat melaksanakan pelatihan praktis yang mencakup: pengolahan sagu menjadi pakan ternak, pembuatan alat pencacah sagu, serta manajemen pemasaran. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan ekonomi sekitar 85% masyarakat melalui pengoptimalan potensi lokal dan penguatan kelembagaan petani berbasis agribisnis.Abstract: Sago plants (Metroxylon sp.) are a carbohydrate-rich food commodity that is a staple food in several regions of Indonesia. This community service activity involved 10 sago farmer participants in Durian Lingga Village. This PKM activity aims to improve farmers' technical skills (hard skills) in processing sago waste into animal feed and making shredders, as well as developing managerial skills (soft skills) in product marketing. The implementation method uses a participatory approach through interactive lectures, direct practice training, focus group discussions (FGD), and intensive mentoring. For system evaluation, direct observation and performance testing of the shredder tool are carried out. In addition to being a food source, sago has multiple functions because all parts of the plant can be utilized. This training in processing sago into animal feed is a strategic solution to overcome the problem of agricultural waste while increasing farmers' income through product diversification. However, sago farmers in Durian Lingga Village still face obstacles in the form of a lack of technical knowledge and managerial skills. This activity is important to build farmer independence in managing local resources sustainably. The community service team conducted practical training that included: processing sago into animal feed, making sago shredders, and marketing management. The long-term impact is an increase in the economy of around 85% of the community through harmonization of local potential and strengthening of agribusiness-based farmer institutions.
Greenhouse Cerdas dengan Kontrol Suhu Otomatis Berbasis IoT In Kecamatan Sunggal Pane, Yunita; Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma; A, Arfis; Gultom, Togar Timoteus; Sinurat, Fadlah; Mulia, Mulia
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1127

Abstract

Perkembangan pertanian presisi di Indonesia masih terkendala oleh mahalnya biaya sistem kontrol lingkungan greenhouse konvensional dan ketergantungan pada pengawasan manual. Penelitian ini mengembangkan greenhouse cerdas berbasis IoT dengan struktur bambu termodifikasi nano-silika dan sistem kontrol adaptif untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman hortikultura di Kecamatan Sunggal, Sumatera Utara. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa prototipe ini berhasil mempertahankan kondisi mikroklimat optimal (suhu 26,5±1,2°C, kelembapan 70±5%) dengan konsumsi energi hanya 38,5 watt melalui integrasi panel surya 150Wp. Treatment nano-silika 7% meningkatkan ketahanan struktural bambu terhadap kelembapan sebesar 47% dan mengurangi biaya material 35% dibanding konstruksi baja. Implementasi lapangan pada tanaman tomat menunjukkan peningkatan hasil panen 40,4% (7,3 kg/m²) dengan kualitas buah lebih baik (kadar gula 5,6°Brix). Analisis ekonomi mengungkap kelayakan implementasi dengan ROI 28,7% dan periode pengembalian modal 3,5 tahun, menjadikannya solusi berkelanjutan untuk pertanian presisi di daerah tropis.
PEMODELAN PEMANENAN AIR HUJAN UNTUK MENDUKUNG KONSEP KAMPUS HIJAU DAN PENGURANGAN RISIKO BANJIR Saragih, Darman Ferianto; Samiran, Samiran; Utami, Citra; Al Qadry, Al Qadry; Nurzanah, Wiwin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 November 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i2.33437

Abstract

High rainfall has two conflicting effects. On the one hand, it is beneficial because it has the potential to be used to replace conventional raw water sources. On the other hand, it creates disadvantages caused by flooding. The purpose of this study was to determine the design of a rainwater harvesting system based on the geometric model of the building and the rain regime in such a way that the collected water can replace the use of groundwater so far while at the same time reducing the urban drainage load. The sequential research steps include literature study, determining analysis parameters, designing a Rainwater Harvesting System (RHS) model, creating a spreadsheet-based application (simulation table) for analysis of the RHS's performance, collecting data, analyzing the RHS model using a simulation table, and making conclusions. The RHS simulation designed for the Polmed campus lecture building produces a tank capacity of 45 m3 with a water-saving efficiency of 25% and an efficiency of reducing peak rain runoff of 67.5%. The RHS analysis table resulting from this study can generally be used to design an RHS.