Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK STRATEGI SELF MONITORING UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYIMPANG (OFF TASK BEHAVIOR) SISWA (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 2 PALU) Dewi, Irma; Thalib, Mansyur; Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 1, June 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jkp.v0i0.9513

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku menyimpang  siswa sesudah diberikan konseling kelompok strategi self monitoring lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan konseling kelompok strategi self monitoring. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan konseling kelompok strategi self monitoring dalam mengurangi perilaku menyimpang siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data diolah dan di analisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum diberikan konseling kelompok strategi self monitoring, siswa MH dan HY memiliki perilaku menyimpang yang sangat tinggi dan siswa SW, TS, SY dan RD memiliki perilaku menyimpang yang tinggi. Sesudah diberikan konseling kelompok strategi self monitoring, terjadi pengurangan perilaku menyimpang yaitu siswa MH memiliki perilaku menyimpang yang sangat tinggi, siswa RD memiliki perilaku menyimpang yang tinggi, dan siswa SW, TS,SY dan HY memiliki perilaku menyimpang yang sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa perilaku menyimpang siswa SMA Negeri 2 Palu sesudah diberikan  konseling kelompok strategi self monitoring lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan konseling kelompok strategi self monitoring.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH (SETDA) KABUPATEN BUTON TENGAH DEWI, IRMA
REZ PUBLICA Vol 4, No 2 (2018): Juny-August
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.093 KB) | DOI: 10.33772/rzp.v4i2.3940

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan disiplin kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Tengah sudah cukup baik, bila dilihat dari tingkat kewaspadaan yang tinggi, dan bekerja secara etis. Namun jika dilihat dari tingkat kehadiran disiplin kerja pegawai belum maksimal karena masih ada pegawai yang datang terlambat dan tingkat kehadiran pegawai untuk tiap bulannya belum mencapai angka 100 %. Hal ini dikarenakan masih ada pegawai yang tidak hadir dengan berbagai alasan. Misalnya sakit, izin atau tanpa keterangan. Begitu pun dari segi ketaatan pada peraturan dan standar kerja, disiplin kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Tengah masih kurang optimal karena masih ada pegawai yang belum sepenuhnya menaati aturan kerja dan sedikit lalai dalam menyelesaikan pekerjaan. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Tengah adalah yang pertama faktor internal yang terdiri atas: Perilaku, sikap atau kepribadian yang dimiliki oleh pegawai, semangat kerja yang mencakup  minat pegawai dalam bekerja dan adanya penghargaan terhadap pegawai yang berprestasi, yang kedua adalah faktor eksternal yang terdiri atas:Kemampuan pimpinan dalam mengarahkan bawahan, kemampuan pimpinan dalam menciptakan inovasi baru, hubungan dengan rekan kerja,dan adanya fasilitas yang memadai.KataKunci : Disiplin Kerja Pegawai
BAHAN LIMBAH ALAMI SEBAGAI BIO-KOAGULAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.670

Abstract

Proses menghilangkan polutan dari air limbah merupakan tantangan besar bagi banyak pihak karena tingginya biaya teknologi saat ini dan terus meningkatnya konsumsi air. Beberapa metode digunakan untuk mengolah air limbah, namun efisiensinya bervariasi tergantung pada kualitas limbah yang diolah dan teknologi yang digunakan. Dalam penelitian ini 3 jenis bahan limbah alami yaitu: Daun kelor, Opuntia, Kulit buah delima, Jerami lupin, ampas tebu, dan teh, dikarakterisasi, dan dimanfaatkan sebagai biokoagulan untuk pengolahan air limbah domestik. Percobaan jar test dilakukan untuk biokoagulan dengan menggunakan prosedur koagulasi/flokulasi. Dosis dan waktu optimum diuji untuk biokoagulan dan percobaan dilakukan pada pH 7,5 dan pada 25 °C. Keberadaan gugus fungsi permukaan seperti -COOH, -C=N dan –OH serta pembentukan adsorben permukaan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier transform inframerah (FT-IR) dan analisis mikroskop elektron (SEM). Semua bio-koagulan efektif dalam menghilangkan kontaminan dari air limbah. Efisiensi penyisihan bio-koagulan yang diuji meningkat dengan meningkatnya dosis hingga tercapai keseimbangan diinginkan. Persentase penyisihan maksimum residu kelor, Kitosan, Opuntia, Delima, Lupin, Ampas Tebu, dan ampas teh diamati pada dosis optimal 0,8 g/L. Delima menunjukkan polutan tertinggi efisiensi penghapusan. Kitosan dan Lupin menunjukkan efisiensi sedang untuk kebutuhan oksigen kimia (COD), kebutuhan oksigen biologis (BOD5), total padatan tersuspensi (TSS), fosfat (PO4), amonia (NH3), nitrat (NO3), kekeruhan, total Kjeldahl nitrogen (TKN), total nitrogen (TN), dan total karbon organik (TOC). Kapasitas adsorpsi tertinggi yang dicapai Opuntia ditinjau dari TSS, COD, BOD5, PO4, NH3, NO3, TKN, TN, dan TOC adalah 367.42, 625, 450, 82, 3.5, 3.83, 10.43, 8.21, 18.64, dan 231.66 mg /g, dengan efisiensi penyisihan rata- rata masing-masing sebesar 85%, 88,25%, 88,07%, 90,32%, 90,29%, 93,82%, 90,23%, 92,23%, dan 95,69%, karena adanya tekstur retak dengan situs adsorpsi berpori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat dianggap sebagai biokoagulan yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan efektif untuk pengolahan air limbah.
Perhitungan Struktur Laboratorium Teknik Sipil Type II Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UMSU) Medan Gunawan, Randi; Dewi, Irma; Gultom , Muhammad Husin; Ajinar
Journal of Engineering and Science Vol. 1 No. 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/jes.v1i1.5

Abstract

The lack of supporting infrastructure facilities such as the Laboratory at Samudra University, especially in the Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, has resulted in Iskandar Thani Institute having to work hard in building infrastructure to keep pace with advances in technology and science. This study aims to plan the dimensions and reinforcement of beams, columns, plates and stairs in the Civil Engineering Laboratory building. The laboratory building to be analyzed has a total of 3 floors with floor dimensions of 43 m x 27.49 m. Modeling and analysis of the structure of this building is assisted by the SAP2000 program using the Special Moment Bearing Frame System (SPRMK) and is designed according to SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, and PPPURG 1987. The structure is planned to use concrete quality fc' 30 MPa and steel grade fy 400 MPa. The results of the analysis obtained that the floor slab thickness was 13 cm using D10-200 mm reinforcement for main reinforcement and D10-300 mm for split reinforcement. The thickness of the roof slab is 12 cm using D10-200 mm reinforcement for main reinforcement and D10-300 mm for split reinforcement. The dimensions of the B1 beam are 50 cm x 70 cm using 12D25 for the support area with D10-80 mm braces and 8D25 reinforcement for the field area with D10-120 mm braces. Begel B2 30 cm x 50 cm using 4D25 reinforcement for the support area and field with braces for D10-200 mm field and braces for D10-100 mm support. The dimensions of the K1 column are 60 cm x 80 cm using 10D25 reinforcement with D10-300 mm begel. The dimensions of the K2 column are 60 cm x 60 cm using 8D25 reinforcement with D10 -200 mm begel. The thickness of the ladder plate and landing was obtained 13 cm using D10-200 mm reinforcement.
Pelatihan pembuatan minyak kelapa dengan cara pemanasan dan pengendapan Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma; Indrayani, Indrayani; Lubis, Riadhini Wanty
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v2i2.178

Abstract

Kelangkaan minyak goreng yang terjadi baru baru ini membuka mata dan fikiran kita untuk mencari solusi termudah bagi ibu-ibu rumah tangga dan para remaja putri. Agar dapat memenuhi kebutuhan minyak goreng dari bahan-bahan di sekitar kita dengan biaya terjangkau. Pelatihan pembuatan minyak kelapa ini juga bertujuan agar ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri bertambah wawasannya agar lebih peka melihat sumber daya di sekelilingnya guna memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Metode pelatihan adalah dengan tatap muka memberikan contoh lansung bagaimana cara pembuatan minyak kelapa tersebut. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada warga dan perangkat kelurahan. Setelah jadwal disepakati selanjutnya pelatihan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2022 dari jam 09.00 – 12.30 WIB di balai kelurahan Alur Dua. Pencapaian dari pelatihan ini adalah peserta mampu memahami dan membuat sendiri minyak kelapa dengan cara dan alat-alat yang sederhana. Simpulannya bahwa pelatihan ini dapat membantu ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri untuk membuka wawasan berfikir dan memamfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitarnya guna keperluan rumah tangga
PENGARUH SALES GROWTH, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL Dewi, Irma; Mirdawati, Mirdawati
EKONOMI BISNIS Vol. 29 No. 2 (2023): EKONOMI BISNIS
Publisher : Universitas Islam Syekh-Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jeb.v29i2.3733

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis perubahan dalam struktur modal perusahaan padasubsektor F&B (Food and Beverage) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkanpertumbuhan penjualan atau sales growth, profitabilitas, serta ukuran perusahaan selama periode 2016-2020. Dalam penelitian kuantitatif ini, digunakan teknik purposive sampling sebagai metode pengambilansampel menggunakan jenis data sekunder yang merupakan data yang telah dikumpulkan sebelumnya.Sampel sebanyak 13 perusahaan mewakili populasi perusahaan pada subsektor industri F&B (Food andBeverage) yang tercatat di BEI selama periode 2016-2020. Dalam penelitian ini melakukan beberapa uji,seperti uji asumsi klasik, regresi linier berganda, pengujian hipotesis, serta menganalisis statistikdeskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25.. Hasil dari beberapa uji yang telah dilakukanadalah sales growth, profitabilitas, dan ukuran perusahaan semuanya dipengaruhi oleh struktur modalsecara parsial.
Efektivitas Peran Korps Wanita Angkatan Laut Dalam Keamanan Laut Dewi, Irma; Lilik E., Mas RoRo; Ambarwati, Arie
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1382-1388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas peran Korps Wanita Angkatan Laut dalam Keamanan Laut di KAL KADET-VIII. Mendeskripsikan dan menganalisis faktor yang menghambat dan mendukung efektivitas peran Korps Wanita Angkatan Laut dalam Keamanan Laut di KAL KADET-VIII. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pendekatan sasaran (Goal Approach) yaitu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diemban Kowal sebagai pengawak di kapal telah dilakukan dengan baik. Keuntungan dengan adanya Kowal di kapal yaitu para Kowal terutama di Kapal Kadet VIII mampu melaksanakan tugas yang diberikan. Selama ini pengembangan Kowal dilakukan dengan memberikan pelatihan bersama dengan Prajurit pria. Stabilitas Kowal yang berdinas di kapal dapat terjaga, memastikan mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman, merasa dihargai antar sesama. Pemimpin mampu memahami kondisi anak buah dan menerima masukan dari anak buah untuk mengambil keputusan, menciptakan lingkungan kerja yang positif. Berdasarkan pendekatan sumber (System Resource Approach) yaitu Kowal mampu memanfaatkan lingkungan yang ada di kapal walaupun ukuran kapalnya yang sempit dan serba terbatas. Selama ini pengawak dan anggota Kowal mampu memelihara kegiatan organisasi di kapal. Kowal mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan di kapal Kal Kadet-VIII. Berdasarkan pendekatan proses (Internal Process Approach) yaitu pengawak kapal KAL Kadet-VIII telah menjalankan prosedur pelayanan atau kegiatan operasinya dengan baik. Sarana dan prasarana di kapal KAL Kadet-VIII sudah lengkap dan dapat mendukung untuk kegiatan operasionalnya.Kata kunci:  Angkatan Laut efektifitas, peran, wanita
MENGELOLA RISIKO PERUBAHAN IKLIM PADA AIR IRIGASI DI DAERAH KERING Nurzanah, Wiwin; Pane, Yunita; Dewi, Irma
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i1.819

Abstract

Changes in temperature, precipitation, atmospheric carbon dioxide, or abnormal solar radiation are examples of climate changes that can affect irrigation water needs. Reduced river runoff and aquifer recharge in the Mediterranean basin are also likely to exacerbate water scarcity in existing arid environments This study aims to propose a systematic approach to identifying, analyzing, and responding to climate change risks to irrigation water in dry areas using the Risk Management process. The scope of this study is to use Monte Carlo simulation to manage climate change risks to irrigation water in dry areas. The first research method used is to make a list of identified climate change risks. Conduct qualitative and quantitative analysis of the identified risks and make responses to the identified risks. The results of the quantitative risk analysis indicate that crop production losses due to climate change are estimated at 69%, 57%, and 45% at 90%, 50%, and 10% confidence levels, respectively. The last phase of the risk management process is risk response. The proposed responses to climate change risks include strategies to avoid, transfer, mitigate, and/or accept these risks. This study has made three contributions. First, it adopts a well-known risk management methodology in climate change studies. Second, it measures the combined impact of climate change risks on irrigation water in dry areas. Third, it recommends a series of response strategies to help policymakers mitigate the adverse impacts of climate change on irrigation water.
Eksploitasi Religius dan Kekerasan Seksual Studi Krisis terhadap Perlindungan Hukum dan Hak Kesehatan Korban Pesantren Yusuf, Muhammad; Ekarini, Dessy; Dewi, Irma; Fikri, Ahmad Ma'mun
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.934

Abstract

Kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya melanggar nilai-nilai moral dan keyakinan masyarakat, tetapi juga merupakan pelanggaran serius terhadap hak kesehatan seksual dan korban reproduksi, khususnya anak perempuan. Kasus di Lombok Barat pada tahun 2023 menjadi sorotan nasional ketika seorang pimpinan pondok pesantren yang disegani ditemukan telah melakukan pencabulan terhadap lebih dari dua puluh santri putri sejak tahun 2016. Pelaku memanfaatkan status keagamaannya dan melakukan manipulasi spiritual dengan meyakinkan korban bahwa hubungan seksual tersebut merupakan bagian dari pembersihan spiritual dan akan mendatangkan berkah. Dalam situasi hierarki agama dan budaya patriarki yang kuat, banyak korban tidak berani melapor karena takut, bersalah, dan tertekan secara sosial. Artikel ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan memadukan teori hukum kritis, hukum alam, dan feminisme hukum untuk mengkaji fenomena tersebut dalam kerangka hukum kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem hukum dan kebijakan kesehatan di Indonesia belum sepenuhnya mampu menjangkau kompleksitas kekerasan seksual berbasis agama. Oleh karena itu, reformasi kebijakan hukum dan integrasi pendekatan pemulihan kesehatan fisik, mental, dan spiritual diperlukan dalam penanganan kasus tersebut.
RANCANG BANGUN ALAT PENCACAH BATANG SAGU UNTUK MENINGKATKAN EFESIENSI PRODUK PAKAN TERNAK Nurzanah, Wiwin; Muharnif, Muharnif; Dewi, Irma; Pane, Yunita; A, Arfis; Asfiati, Sri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31382

Abstract

Abstrak: Tanaman sagu (Metroxylon sp.) merupakan komoditas pangan kaya karbohidrat yang menjadi bahan pokok di beberapa wilayah Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 10 orang peserta petani sagu di Desa Durian Lingga. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis (hardskill) petani dalam pengolahan limbah sagu menjadi pakan ternak dan pembuatan alat pencacah, serta mengembangkan kemampuan manajerial (softskill) dalam pemasaran produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, pelatihan praktik langsung, focus group discussion (FGD), dan pendampingan intensif. Untuk sistem evaluasi dilakukan dengan Observasi langsung dan Uji kinerja alat Pencacah tersebut. Selain sebagai sumber pangan, sagu memiliki multi-fungsi karena seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan. Pelatihan pengolahan sagu menjadi pakan ternak ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah limbah pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi produk. Namun, petani sagu di Desa Durian Lingga masih menghadapi kendala berupa kurangnya pengetahuan teknis dan keterampilan manajerial. Kegiatan ini penting untuk membangun kemandirian petani dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Tim pengabdian masyarakat melaksanakan pelatihan praktis yang mencakup: pengolahan sagu menjadi pakan ternak, pembuatan alat pencacah sagu, serta manajemen pemasaran. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan ekonomi sekitar 85% masyarakat melalui pengoptimalan potensi lokal dan penguatan kelembagaan petani berbasis agribisnis.Abstract: Sago plants (Metroxylon sp.) are a carbohydrate-rich food commodity that is a staple food in several regions of Indonesia. This community service activity involved 10 sago farmer participants in Durian Lingga Village. This PKM activity aims to improve farmers' technical skills (hard skills) in processing sago waste into animal feed and making shredders, as well as developing managerial skills (soft skills) in product marketing. The implementation method uses a participatory approach through interactive lectures, direct practice training, focus group discussions (FGD), and intensive mentoring. For system evaluation, direct observation and performance testing of the shredder tool are carried out. In addition to being a food source, sago has multiple functions because all parts of the plant can be utilized. This training in processing sago into animal feed is a strategic solution to overcome the problem of agricultural waste while increasing farmers' income through product diversification. However, sago farmers in Durian Lingga Village still face obstacles in the form of a lack of technical knowledge and managerial skills. This activity is important to build farmer independence in managing local resources sustainably. The community service team conducted practical training that included: processing sago into animal feed, making sago shredders, and marketing management. The long-term impact is an increase in the economy of around 85% of the community through harmonization of local potential and strengthening of agribusiness-based farmer institutions.