Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Dakwah di Desa Pinangratus dalam Meningkatkan Kebersamaan Antarmasyarakat dengan Kegiatan-Kegiatan Sosial Tanjung, Sri Rezeki; Panggabean, Juwita Yanti; Reyhan, Aisyah; Aulia, Rizky
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 3 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i3.1543

Abstract

Conducting da'wah in a diverse community is not just about holding strong beliefs, but also about embodying strong moral principles and social ethics. This study discusses the implementation of da'wah in the Pinangratus village, focusing on efforts to enhance community solidarity through social activities. Pinangratus village is a heterogeneous environment, where various social and cultural backgrounds coexist. The aim of this research is to reveal how da'wah in this village can serve as a means to strengthen social relationships and increase solidarity among residents. The study uses qualitative research methods, involving observation, interviews, and document analysis to collect data. The results show that the implementation of da'wah in Pinangratus has successfully created a variety of social activities involving the entire village community. These activities include the development of social infrastructure, educational programs, health assistance, and various religious activities involving all villagers, regardless of their social or cultural background.
Peningkatan Kualitas Citra Fotografi menggunakan Metode Histogram Equalization (HE) dan Adaptive Histogram Equalization (AHE) Aulia, Rizky; Airos, Muh. Raul Fajr Gibran; S., Shalsa Nabila; Budiarti, Nur Azizah Eka
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v14i1.93381

Abstract

Dalam era digital, kualitas citra memiliki peran penting dalam berbagai bidang seperti fotografi, penginderaan jauh, dan pencitraan medis. Namun, kondisi pencahayaan yang tidak merata dan adanya noise seringkali menurunkan kualitas visual citra. Penelitian ini membandingkan dua metode peningkatan kualitas citra, yaitu Histogram Equalization (HE) dan Adaptive Histogram Equalization (AHE), untuk mengetahui metode yang paling efektif dalam berbagai kondisi pencahayaan. Sebanyak 20 citra digital diuji, mewakili kondisi pencahayaan rendah, terang, dan tidak merata. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik Structural Similarity Index Measure (SSIM) untuk menilai kesamaan antara citra hasil dan citra asli berdasarkan aspek pencahayaan, kontras, dan struktur. Hasil menunjukkan bahwa AHE umumnya memberikan hasil yang lebih baik dengan nilai SSIM yang lebih tinggi, khususnya pada citra dengan pencahayaan tidak merata. Namun, dalam beberapa kasus, HE memberikan hasil yang lebih optimal. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan metode peningkatan kualitas citra perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing gambar.
Ethnomathematics and the Hijri Calendar in Grobogan’s Earth Alms Tradition Auliya, Nanang Nabhar Fakhri; Aulia, Rizky; Ulya, Shofi Nuril
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v9i1.36761

Abstract

This study investigates ethnomathematical concepts embedded in the Earth Alms tradition in Karangjati Hamlet, Grobogan Regency, and examines their relationship with Islamic values and the Hijri calendar system. The study responds to the limited integration of cultural and religious contexts in mathematics learning, which often causes mathematics to be perceived as abstract and disconnected from students’ daily lives. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews with traditional leaders, religious leaders, and community members; participatory observations; and documentation studies. Data were analyzed using thematic analysis through coding, categorization, and interpretation processes. The findings reveal that the tradition contains various mathematical concepts, including geometry in the structure of tumpeng and gunungan, social arithmetic in the distribution of agricultural products and community contributions, classification in the arrangement of crops, and pattern concepts in cultural processions. The use of the Hijri calendar and Javanese weton system also reflects mathematical ideas related to cycles, periodicity, and time calculation. In addition, the tradition embodies Islamic values such as gratitude, cooperation, charity, and social responsibility. These findings indicate that local traditions can serve as meaningful contextual mathematics learning resources that integrate cultural and spiritual dimensions. This study contributes to the development of culture-based and religion-based mathematics learning through ethnomathematical perspectives. Penelitian ini mengkaji konsep-konsep etnomatematika yang tertanam dalam tradisi sedekah tanah di Dusun Karangjati, Kabupaten Grobogan, dan meneliti hubungannya dengan nilai-nilai Islam dan sistem kalender Hijriah. Penelitian ini menanggapi terbatasnya integrasi konteks budaya dan agama dalam pembelajaran matematika, yang seringkali menyebabkan matematika dianggap abstrak dan terputus dari kehidupan sehari-hari siswa. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pemimpin tradisional, pemimpin agama, dan anggota masyarakat, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Temuan menunjukkan bahwa tradisi tersebut mengandung berbagai konsep matematika, termasuk geometri dalam struktur tumpeng dan gunungan, aritmatika sosial dalam distribusi hasil pertanian dan kontribusi masyarakat, klasifikasi dalam pengaturan tanaman, dan konsep pola dalam prosesi budaya. Penggunaan kalender Hijriah dan sistem weton Jawa juga mencerminkan gagasan matematika yang berkaitan dengan siklus, periodisitas, dan perhitungan waktu. Selain itu, tradisi tersebut mewujudkan nilai-nilai Islam seperti rasa syukur, kerja sama, amal, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat berfungsi sebagai sumber belajar matematika kontekstual yang bermakna dan mengintegrasikan dimensi budaya dan spiritual. Studi ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya dan agama melalui perspektif etnomatematika.