Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KOMUNITAS PREMAN (PEREMPUAN MANDIRI: MANDIRI FINANSIAL, MANDIRI EMOSIONAL, MANDIRI SOSIAL, & BERDAYA GUNA) PADA IBU RUMAH TANGGA, DI BANTARAN SUNGAI, DESA KUIN SELATAN, KECAMATAN BANJARMASIN BARAT, KOTA BANJARMASIN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN. Ifa Hafifah; Firdha Yuserina
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 10: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan lingkup terkecil yang merasakan dampak pandemi Covid-19. Tidak sedikit kepala keluarga yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan berakibat pada penurunan kondisi ekonomi keluarga. Perekonomian yang menurun dalam keluarga dapat memicu stres yang selanjutnya akan menimbulkan sikap agresif dan berakhir pada pertikaian keluarga. Metode yang akan dilaksanakan untuk pencegahan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yaitu pembentukan komunitas. Setelah komunitas terbentuk, komunitas tersebut akan diberikan psikoedukasi dengan tema tema growth mindset dan motivasi berprestasi untuk mendorong ibu-ibu rumah tangga bisa mandiri dan berdaya guna. Pemberian psikoedukasi selanjutnya adalah mengenai Perempuan mandiri dan berdaya guna serta pengembangan potensi diri. Metode yang digunakan adalah melalui ceramah, diskusi, pemutaran film, simulasi, dan role play. Keberhasilan program ini akan diukur secara kuantatif dan kualitatif. Pengukuran secara kuantitatif dengan membandingkan skor pre-test dan post-test, sedangkan pengukuran kualitatif dilakukan melalui proses diskusi dengan masyarakat saat evaluasi akhir. Pelaksanaan kegiatan pengabdian selama 6 bulan.
ZERO WASTE: PENGENALAN HIDUP MINIM SAMPAH SEBAGAI PERWUJUDAN PERILAKU PRO LINGKUNGAN PADA KOMUNITAS TEACHING AND TRIP DI BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Firdha Yuserina; Sukma Noor Akbar; Meydisa Utami Tanau
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 10: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Teaching and Trip merupakan komunitas yang ingin menjadi penggerak untuk pelayanan masyarakat di bidang pendidikan, literasi, dan pengabdian. Permasalahan yang terjadi dalam komunitas adalah ketidakmampuan beradaptasi dengan situasi pandemi sehingga menyebabkan penurunan aktivitas komunitas. Upaya untuk menjalankan kembali komunitas TnT dapat dilakukan melalui analisis segmen dan kebutuhan lingkungan sekitar. Peneliti ingin membantu memberikan pelatihan zero waste untuk meningkatkan perilaku pro lingkungan sekaligus menggerakkan kembali jalannya komunitas TnT khususnya di masa pandemi ini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, pemutaran film, simulasi, dan role play. Pelatihan terdiri dari 3 kali pertemuan dengan durasi waktu 100-120 menit setiap kali pertemuan. Keberhasilan program pengabdian ini akan diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan perbandingan hasil pre-tes dan post-tes diperoleh 14 dari 18 partisipan mengalami peningkatan hasil. Partisipan mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pelatihan dan semakin menyadari konsep serta implementasi zero waste untuk komunitas dan masyarakat
Zero Waste: Introduction to Pro-Environmental Behavior to Minimize Waste in the South Kalimantan Teaching and Trip Community Firdha Yuserina; Sukma Noor Akbar; Meydisa Utami Tanau; Rahmiyati Rahmiyati
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v8i2.12910

Abstract

The Teaching and Trip Community is a community in the fields of education, literacy, and service. The problem is the inability to adapt to the pandemic situation so that community activities decline. Environmental issues in the form of high waste production and the characteristics of the community who want to follow the trend can be a momentum for the sustainability of the community. The community needs external parties to collaborate to run it. Therefore, researchers want to conduct zero waste training to improve pro-environmental behavior while driving community activities. The training consisted of providing material on community adaptation during a pandemic, pro-environmental behavior, and zero waste. The training consisted of 3 meetings with a duration of 100-120 minutes for each meeting. The success of this program will be measured quantitatively through comparison of pre-test and post-test scores and qualitatively through observation and interviews. The participants are 18 members of the community. Based on the comparison of pre-test and post-test results, 14 of 18 participants experienced an increase in their results. Participants experienced an increase in knowledge after being given training and became more aware of the concept and implementation of zero waste for the community and society.
UPAYA PENCEGAHAN KASUS BULLYING DENGAN PEMBENTUKAN POLISI ANTI BULLYING PADA REMAJA DI KOTA BANJARBARU Iwan Aflanie; Firdha Yuserina; Fauzie Rahman; Husnul Fatimah; Zuhrufa Wanna Yolanda; Wetha Exavarani Susanto; Melati Noormaulidya Putri; Hamdanah Hamdanah; Nina Ulfatin Khaira; Nor Annisa; Muhammad Abdus Salam Assyaida; Chairul Ramadhan; Rahmat Nur Fadilah; Muhammad Syarif
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16903

Abstract

ABSTRAKBullying (perundungan) merupakan masalah sosial yang terjadi dimasyarakat. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis data bahwa sepanjang tahun 2022, setidaknya sudah terdapat lebih dari 226 kasus kekerasan fisik dan psikis, termasuk perundungan yang jumlahnya terus meningkat hingga saat ini. Pada tahun yang sama, Indonesia menempati posisi kelima tertinggi dari 78 negara sebagai negara yang paling banyak mencatat kasus perundungan di lingkungan sekolah. Bullying sering ditemukan di lingkungan sekolah karena merupakan tempat berkumpulnya banyak remaja dan aktivitas remaja banyak dihabiskan di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan bullying melalui program pembentukkan polisi anti-bullying. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahapan, yaitu persiapan atau perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil capaian kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan remaja dengan menggunakan uji T berpasangan. Berdasarkan hasil kegiatan, didapatkan bahwa dari 31 peserta kegiatan nilai rata-rata sebelum pemberian edukasi mengenai bullying pada siswa SMAN 1 Banjarbaru adalah sebesar 74,45 poin sedangkan nilai rata-rata setelah pemberian edukasi mengenai bullying pada siswa SMAN 1 Banjarbaru adalah sebesar 85,03 poin, adapun jumlah peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan adalah sebanyak 31 orang (100%). Hasil dari kegiatan ini adalah ditemukannya perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian edukasi bullying pada siswa SMAN 1 Banjarbaru serta adanya peningkatan pengetahuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program ini dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya bullying dan penerapannya dalam pemberdayaan remaja. Kata kunci: bullying; remaja; polisi anti-bullying ABSTRACTBullying is a social problem that occurs in society. The Indonesian Child Protection Commission (KPAI) released data that throughout 2022, there have been at least 226 cases of physical and psychological violence, including bullying, the number of which continues to increase to date. In the same year, Indonesia ranked fifth highest out of 78 countries as the country with the most cases of bullying in the school environment. Bullying is often found in the school environment because it is a gathering place for many teenagers and many adolescent activities are spent in the school environment. This community service activity aims as a form of youth empowerment model in an effort to prevent cases of bullying among adolescents by forming anti-bullying police. The activity implementation method consists of 3 stages, namely preparation or planning, implementation, and monitoring and evaluation. The results of the activity achievements were measured using the pre-test and post-test of adolescent knowledge using a paired t test. Based on the results of the activity, it was found that of the 31 activity participants the average score before providing education about bullying to students of SMAN 1 Banjarbaru was 74.45 points while the average score after providing education about bullying to students of SMAN 1 Banjarbaru was 85.03 points. Then the results of the paired t test obtained a p-value before and after giving bullying education to students at SMAN 1 Banjarbaru of 0.000 which is a p-value <0.005. In this activity it was found that there were differences in knowledge before and after giving bullying education to students of SMAN 1 Banjarbaru and an increase in knowledge. Keywords: bullying; youth; anti-bullying police
Factors Related to The Incident of Preeclampsia in Pregnant Women in Banjar District Firdha Yuserina; Winardi Budiwinata; Fauzie Rahman; Husnul Fatimah; Wetha Exavarani Susanto; Zuhrufa Wanna Yolanda; Melati Noormaulidya Putri; Hamdanah Hamdanah; Nina Ulfatin Khaira; Nor Annisa; Chairul Ramadhan
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 9, No 2 (2023): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.17566

Abstract

Preeclampsia is high blood pressure that often occurs at 20 weeks of gestation until the end of the first week after pregnancy, which is the second highest factor after bleeding which is the cause of maternal death. This study analyzes variables related to factors related to the incidence of preeclampsia in pregnant women in Banjar Regency, South Kalimantan Province. This study used a cross-sectional research design and used the Fisher exact test with a CI of 0.05 (95%). The sampling technique uses random sampling. The results obtained were that 12 pregnant women who experienced preeclampsia out of 50 respondents. In addition, the results of the study showed that there was no relationship between age (1,000), parity (0.490), and anxiety (1,000) on the incidence of preeclampsia in pregnant women in Banjar Regency. Many factors that may influence whether a pregnant woman will experience preeclampsia or not, this is why all the factors studied are not related to the incidence of preeclampsia.
Perbedaan Health Belief Model Berdasarkan Gender pada Mahasiswa Kedokteran Rahmiyati, Rahmiyati; Safitri, Jehan; Yuserina, Firdha
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/personifikasi.v15i2.20976

Abstract

Gender difference in individual health beliefs have been reported in many studies, however there were inconsistent studies resulted regarding the presence or absence of gender difference. Medical students as future doctors considered as role models in community. The lifestyle of a doctor not only affects themselves but also has a significant influence on their surrounding environment. The aim of this study was to determine the health belief model (HBM) difference based on gender among medical students. This study employed a quantitative cross-sectional research design. The subjects were medical students, consisting of 54 males and 57 females. Stratified random sampling was used for sampling. The measurement employed the Health Belief Model (HBM) scale developed by the researchers based on the six dimensions of HBM from Champion dan Skinner (2008). Data were analyzed using independent t-test. The results of this study indicated that there was no significant HBM difference based on gender. Both groups had good level of HBM. Based on the resulted, it can be concluded that there was no HBM difference based on gender among medical students.
Gambaran Kematangan Emosi pada Wanita Hamil yang Menikah di Usia Dini Risnawati, Risnawati; Hidayatullah, M. Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Ecopsy Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy. 2023.11.010

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang terjadi di bawah usia 21 tahun. Remaja wanita yang hamil setelah menikah di usia dini berkaitan dengan kematangan emosi. Kematangan emosi adalah keadaan ketika individu menilai situasi secara kritis sebelum bereaksi secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kematangan emosi pada wanita hamil yang menikah di usia dini bertempat di Desa Sukamaju, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan informan berjumlah 3 orang dengan kriteria menikah di usia 15-20 tahun dengan lama pernikahan minimal 3 bulan dan hamil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu perjodohan pola, pembuatan eksplanasi dan analisis deret waktu. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan bahwa remaja yang hamil di usia dini dikatakan matang emosinya ketika mampu memahami dirinya, mengenali pemicu emosi, bertanggung jawab dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sebaliknya, ketidakmampuan mengendalikan emosi, mengekspresikan diri dengan memendam perasaan dan menghindar, tidak menerima kritikan dari orang lain, dan ketergantungan dengan orang tua dapat menandakan ketidakmatangan emosi. Kematangan emosi dipengaruhi beberapa faktor yaitu cara mengatasi stres, penyesuaian diri, dukungan keluarga dan lingkungan.
Hubungan Antara Kematangan Psikososial Dengan Stres Akulturasi Pada Anak Tenaga Indonesia Kelahiran Arab Saudi Yang Bermigrasi Ke Indonesia Ahmad, Hatim Abdussani Haji; Zwagery, Rika Vira; Yuserina, Firdha
Jurnal Ecopsy Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2023.04.005

Abstract

Sepanjang sejarah, manusia bermigrasi karena berbagai alasan seperti mencari kehidupan baru yang lebih layak, mencari ilmu, dan sebagainya, tak terkecuali juga dengan anak TKI kelahiran Arab Saudi yang bermigrasi ke Indonesia dan dihadapkan pada perbedaan lingkungan, budaya, dan aktivitas sehingga tuntutan untuk beradaptasi pun harus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kematangan psikososial dengan stres akulturasi pada anak TKI kelahiran Arab Saudi yang bermigrasi ke Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah anak TKI kelahiran Arab Saudi berjumlah 200 orang dengan rentang usia 17-26 tahun dan telah bermigrasi setidaknya lebih dari sebulan. Jenis sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment, sedangkan metode pengumpulan data menggunakan angket yang terdiri dari angket kematangan psikososial dan angket stres akulturasi. Temuan pengujian hipotesis dalam kajian ini menunjukkan adanya korelasi positif antar kematangan psikososial terhadap stres akulturasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa tinggi tingkat kematangan psikososial pada anak TKI kelahiran Arab Saudi yang bermigrasi ke Indonesia, juga memungkinkan untuk menunjukkan bahwa tingkat stres akulturasi tinggi pula. Hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor kontekstual seperti perbedaan budaya, bahasa, dan norma sosial yang dapat menghambat individu dalam beradaptasi.
Relationship Between Fear of Missing Out and Instagram Addiction in Generation Z of Psychology Students at Faculty Of Medicine, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru Amalia, Rizki; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2832

Abstract

Fear of missing out is a concern that someone feels because he is not involved in interesting things that other people might find as valuable experiences. Instagram addiction is a person's inability to control the use of the social media application, namely Instagram, which affects their social activities. The purpose of this study was to find out the relationship between fear of missing out and Instagram addiction in generation Z of Psychology students at Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University. The subjects of the study were 176 students, selected using a purposive random sampling method. The research instrument consisted of two scales, namely the scale of fear of missing out (10 items with α = 0.909) and the scale of Instagram addiction (20 items with α = 0.963). The analysis technique used in the study was the product moment correlation test from Karl Pearson, which showed a positive and significant relationship between the two variables (r = 0.840 with p = 0.00). The effective contribution from the variable of fear of missing out was 70.6%, indicating that the role of fear of missing out in Instagram addiction was quite significant. It can therefore be concluded that the higher the fear of missing out experienced by Generation Z, the higher the tendency for Generation Z to experience Instagram addiction.
Peranan Kelekatan Ibu terhadap Efikasi Diri Akademik Remaja di SMA Negeri 2 Martapura Lita, Khairina Kurnia; Zwagery, Rika Vira; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v7i2.9607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peranan antara kelekatan pada ibu terhadap efikasi diri akademik remaja di SMA Negeri 2 Martapura. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat peranan kelekatan pada ibu terhadap efikasi diri akademik remaja SMA Negeri 2 Martapura. Subjek pada penelitian ini berjumlah 203 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data kuisioner yang terdiri dari skala kelekatan ibu dan efikasi diri akademik. Berdasarkan hasil uji normalitas nilai signifikansi sebesar 0,099 yang berarti sebaran data berdistribusi nornal. Hasil uji linearitas untuk skala kelekatan ibu dan efikasi diri akademik bernilai 0,000 (<0,05), analisis ini menunjukan bahwa kedua variabel penelitian memiliki hubungan yang linear. Hasil uji regresi linear sederhana menemukan terdapat peranan kelekatan ibu terhadap efikasi diri akademik dengan diperoleh t hitung (4,062) > t tabel (1,972). Dari analisis data didapatkan persamaan regresi Y’ = 76,346 + 0,371x. Koefisien determinasi menunjukkan peranan kelekatan ibu terhadap efikasi diri akademik sebesar 7,6%, sedangkan 92,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.