Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Optimalisasi Keharmonisan Bagi Masyarakat Di Kelurahan Kampung Lama Kecamatan Besitang Azhar; Diyan Yusri; Ade Kurniawan; Mita Arianti
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 1 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i1.95

Abstract

Permasalahan kegiatan ini karena memang dalam sosialisasi ini banyak masyarakat yang belum paham bahwa hal kecil yang ringan dapat menjadi faktor utama pemicu menurunnya keharmonisan dalam keluarga. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis konflik dalam keluarga serta meningkatkan keharmonisan dalam keluarga sehingga mengurangi tingkat perceraian di indonesia. Hasil kegiatan menujukkan bahwa Pelaksanaan Sosialisasi optimalisasi keharmonisan keluarga kepada masyarakat kelurahan kampung lama besitang memiliki tujuan utama untuk dapat meningkatkan keharmonisan keluarga, mengurangi tingkat pertengkaran,dan perceraian keluarga
Analisis Strategi Pemasaran Cicilan Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Langsa Muhammad Ryansyah Putra Nasution; Anjur Perkasa Alam; Diyan Yusri
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehadiran produk cicilan emas di pegadaian syariah cabang Langsa, tentu perlunya strategi pemasaran. Dalam meningkatkan minat nasabah produk cicil emas, perusahaan perlu melakukan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan dan inovasi produk secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran cicilan emas pada pehadaian syariah cabang Langsa. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu bagian marketing. Adapun teknhik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Strategi pemasaran cicilan emas yang digunakan Pegadaian Syariah Cabang Langsa dengan langkah promosi, promosi yang dilakukan seperti memasang flyer dan benner, menempelkan stiker, menghubungi nasabah secara langsung via WA blast; 2) Produk cicilan emas yang diterapkan pada Pegadaian Syariah Cabang Langsa adalah emas lantakan yang diproduksi oleh PT. Antam Tbk, ketetapan harga yang dimiliki oleh Pegadaian Syariah tentu berbeda dengan tempat yang lainnya dan besaran pembiayaan dengan ketentuan DP 15% tambah biaya admin, menggunakan akad murabahah dan jangka waktu pembiayaan 3 bulan sampai 3 tahun; dan 3) Hambatan Dalam Pemasaran Cicilan Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Langsa terdapat pada ketidakpastian harga emas yang kadang naik turun, membuat pihak Pegadaian Syariah Cabang Langsa tetap hadir untuk memberikan pengenalan dan penawaran produk dengan menerapkan strategi pemasaran yang maksimal.
Pandangan Mui Kabupaten Langkat Pada Praktik Hibah Orang Tua Kepada Anak (Studi Kasus Di Desa Serapuh Asli Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat) Silvia Damayanti; Sudianto; Diyan Yusri
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik hibah orang tua kepada anak di Desa SerapuhAsli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, serta pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)mengenai hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif denganpendekatan empiris (field research), yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Subjek penelitian melibatkan ulama MUI Kabupaten Langkat dan masyarakat setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Praktik hibah di desa tersebut bertujuan untuk menjagakeharmonisan keluarga dan menghindari potensi konflik terkait pembagian warisan. Hibah dilakukansaat orang tua masih hidup untuk memastikan kesejahteraan anak-anak serta keadilan dalampembagian harta, sehingga dapat diselesaikan dengan transparansi. 2) Hibah di Desa Serapuh Aslitelah menjadi tradisi sebagai alternatif pembagian warisan, dengan penekanan pada perlakuan adilantara anak laki-laki dan perempuan, serta pemberian aset seperti tanah dan rumah untuk manfaatjangka panjang. 3) Pandangan MUI Kabupaten Langkat menyatakan bahwa praktik hibah sesuaidengan ajaran Islam selama dilakukan dengan prinsip keadilan. Keadilan tidak selalu berartipembagian yang sama rata, namun lebih kepada pemenuhan hak dan kebutuhan setiap anak secaraproporsional. Ketidakadilan dalam hibah dapat menyebabkan konflik, sehingga penting untukmelaksanakannya dengan bijaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahamipentingnya prinsip keadilan dalam pemberian hibah dalam konteks sosial dan agama, sertadampaknya terhadap keharmonisan keluarga
Penerapan Asas In Flagrante Delicto Dalam Menyelesaikan Perceraian Dengan Alasan Zina: Pandangan Hakim Pa Stabat Irma Khairani; Syahrul Affan; Diyan Yusri
Journal Smart Law Vol. 4 No. 1 (2025): September
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is entitled The Application of the In Flagrante Delicto Principle in Divorce Cases Based on Adultery at the Stabat Religious Court. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the in flagrante delicto principle is not positioned as a normative legal basis in divorce cases but is understood as a legal fact assessed within the framework of civil procedural evidence. Judges do not require proof of being caught in the act to establish adultery, as such a requirement is not explicitly regulated in Law Number 1 of 1974, Government Regulation Number 9 of 1975, or the Compilation of Islamic Law. Proof of adultery is conducted based on Article 164 of the HIR and Article 284 of the RBg through a cumulative and comprehensive evaluation of evidence. The perspective of judges at the Stabat Religious Court shows that proving adultery in divorce cases is not intended to establish a criminal offense, but rather to assess whether the marital relationship can still be maintained or has lost its harmonious foundation. Judicial considerations emphasize the impact of the act on the integrity of the household rather than direct proof of adultery, while upholding the principles of prudence, substantive justice, and protection of the parties’ dignity. This approach reflects the objectives of law as proposed by Gustav Radbruch in balancing legal certainty and justice, aligns with Satjipto Rahardjo’s progressive legal thought, and corresponds to the principles of maqāṣid al-sharī‘ah in safeguarding honor and lineage. Juridical obstacles arise due to the absence of explicit regulations governing this principle in civil procedural law and religious court regulations. Practical obstacles include the difficulty of proving adultery, the dominance of indirect and electronic evidence, and ethical and moral dilemmas related to the dignity of the parties. To address these challenges, judges apply principles of prudence, careful assessment, and moral courage to avoid imposi
Edukasi Pola Hidup Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Desa Anjur Perkasa Alam; Diyan Yusri; Adinda Putri; Ahmad Sauqi Nasution; Ainul Umami Ernaz; Deni Syahputra; Dinda Wirandika Harahap; Intan Amalia; Jelita Taherani; Jeyssika Armaya; Maulida Yani Husna; M. Ariq Yazid; Merisa Nazlia; Muhammad Ihsan Amali; Poppy Meilinda; Umi Kalsum Cholia Manja Siregar; Zulfadli Maha
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v4i2.3803

Abstract

Public awareness of the importance of health is still relatively low, especially in rural areas. This is due to limited access to information and health services. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of the village community through healthy lifestyle education and free health checkups. The methods used include counseling, interactive discussions, and health checks including blood pressure, blood sugar, and body mass index. The results of the activity show that there is an increase in public knowledge about a healthy lifestyle and an increase in awareness to carry out regular health check-ups. This activity also has a positive impact in early detection of public health conditions. In addition, the active participation of the community during the activity shows high enthusiasm for the program implemented. This program also strengthens the relationship between health workers and the community in promotive and preventive efforts. Thus, education and free health services are effective strategies in improving the health status of the village community and encouraging the formation of healthy living behaviors in a sustainable and independent manner.