Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERBANDINGANSISTEM EFISIENSI KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL (Studi kasus Bank Sumut Syariah KCP Stabat dan Bank Sumut KCP. Stabat) Desi Afrida; Diyan Yusri; Anjur Perkasa Alam
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2023): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v4i2.1214

Abstract

The purpose of this research is to find out the Financial Performance of Bank SUMUT Syariah Kcp.stab.To find out the Financial Performance of conventional Banks.To find out the difference between the financial performance of Islamic banks and conventional banks.Field research was used to obtain the data needed in this study, namely by using data collection tools through observation, interviews or structured interviews, and documentation.The data obtained was then processed and analyzed.In this study, qualitative research was used with an analytical description approach, namely by describing the research results obtained through structured interviews on research sources. The results of financial performance research are the results of operational activities which are presented in the form of financial figures. The results of the company's activities for the current period must be compared with financial performance in the past, budget, balance sheet and average profit and loss of the financial performance of similar companies.According to Cashmere, a bank's financial performance is a measure of the success of the bank's directors, so if the bank is bad, it is impossible for the directors to be replaced.The assessment of the company's performance according to management is as follows: To find out the liquidity factor, namely the company's ability to obtain its financial obligations that must be fulfilled immediately or the company's ability to fulfill its finances when billed. To determine the solvency level, namely the company's ability to fulfill its financial obligations if the company isliquidated both short term and long term financial liabilities.To determine the level of profitability and profitability, indicating the company's ability to generate profits for a certain period. To determine the level of business stability, namely the company's ability to conduct business stably, which is measured by considering the company's ability to pay
Sosialisasi Optimalisasi Keharmonisan Bagi Masyarakat Di Kelurahan Kampung Lama Kecamatan Besitang Azhar; Diyan Yusri; Ade Kurniawan; Mita Arianti
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 1 No. 1 (2023): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v1i1.95

Abstract

Permasalahan kegiatan ini karena memang dalam sosialisasi ini banyak masyarakat yang belum paham bahwa hal kecil yang ringan dapat menjadi faktor utama pemicu menurunnya keharmonisan dalam keluarga. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis konflik dalam keluarga serta meningkatkan keharmonisan dalam keluarga sehingga mengurangi tingkat perceraian di indonesia. Hasil kegiatan menujukkan bahwa Pelaksanaan Sosialisasi optimalisasi keharmonisan keluarga kepada masyarakat kelurahan kampung lama besitang memiliki tujuan utama untuk dapat meningkatkan keharmonisan keluarga, mengurangi tingkat pertengkaran,dan perceraian keluarga
Analisis Strategi Pemasaran Cicilan Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Langsa Muhammad Ryansyah Putra Nasution; Anjur Perkasa Alam; Diyan Yusri
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kehadiran produk cicilan emas di pegadaian syariah cabang Langsa, tentu perlunya strategi pemasaran. Dalam meningkatkan minat nasabah produk cicil emas, perusahaan perlu melakukan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan dan inovasi produk secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran cicilan emas pada pehadaian syariah cabang Langsa. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu bagian marketing. Adapun teknhik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Strategi pemasaran cicilan emas yang digunakan Pegadaian Syariah Cabang Langsa dengan langkah promosi, promosi yang dilakukan seperti memasang flyer dan benner, menempelkan stiker, menghubungi nasabah secara langsung via WA blast; 2) Produk cicilan emas yang diterapkan pada Pegadaian Syariah Cabang Langsa adalah emas lantakan yang diproduksi oleh PT. Antam Tbk, ketetapan harga yang dimiliki oleh Pegadaian Syariah tentu berbeda dengan tempat yang lainnya dan besaran pembiayaan dengan ketentuan DP 15% tambah biaya admin, menggunakan akad murabahah dan jangka waktu pembiayaan 3 bulan sampai 3 tahun; dan 3) Hambatan Dalam Pemasaran Cicilan Emas Pada Pegadaian Syariah Cabang Langsa terdapat pada ketidakpastian harga emas yang kadang naik turun, membuat pihak Pegadaian Syariah Cabang Langsa tetap hadir untuk memberikan pengenalan dan penawaran produk dengan menerapkan strategi pemasaran yang maksimal.
Pandangan Mui Kabupaten Langkat Pada Praktik Hibah Orang Tua Kepada Anak (Studi Kasus Di Desa Serapuh Asli Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat) Silvia Damayanti; Sudianto; Diyan Yusri
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik hibah orang tua kepada anak di Desa SerapuhAsli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, serta pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)mengenai hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif denganpendekatan empiris (field research), yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Subjek penelitian melibatkan ulama MUI Kabupaten Langkat dan masyarakat setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Praktik hibah di desa tersebut bertujuan untuk menjagakeharmonisan keluarga dan menghindari potensi konflik terkait pembagian warisan. Hibah dilakukansaat orang tua masih hidup untuk memastikan kesejahteraan anak-anak serta keadilan dalampembagian harta, sehingga dapat diselesaikan dengan transparansi. 2) Hibah di Desa Serapuh Aslitelah menjadi tradisi sebagai alternatif pembagian warisan, dengan penekanan pada perlakuan adilantara anak laki-laki dan perempuan, serta pemberian aset seperti tanah dan rumah untuk manfaatjangka panjang. 3) Pandangan MUI Kabupaten Langkat menyatakan bahwa praktik hibah sesuaidengan ajaran Islam selama dilakukan dengan prinsip keadilan. Keadilan tidak selalu berartipembagian yang sama rata, namun lebih kepada pemenuhan hak dan kebutuhan setiap anak secaraproporsional. Ketidakadilan dalam hibah dapat menyebabkan konflik, sehingga penting untukmelaksanakannya dengan bijaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahamipentingnya prinsip keadilan dalam pemberian hibah dalam konteks sosial dan agama, sertadampaknya terhadap keharmonisan keluarga
Penerapan Asas In Flagrante Delicto Dalam Menyelesaikan Perceraian Dengan Alasan Zina: Pandangan Hakim Pa Stabat Irma Khairani; Syahrul Affan; Diyan Yusri
Journal Smart Law Vol. 4 No. 1 (2025): September
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is entitled The Application of the In Flagrante Delicto Principle in Divorce Cases Based on Adultery at the Stabat Religious Court. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the in flagrante delicto principle is not positioned as a normative legal basis in divorce cases but is understood as a legal fact assessed within the framework of civil procedural evidence. Judges do not require proof of being caught in the act to establish adultery, as such a requirement is not explicitly regulated in Law Number 1 of 1974, Government Regulation Number 9 of 1975, or the Compilation of Islamic Law. Proof of adultery is conducted based on Article 164 of the HIR and Article 284 of the RBg through a cumulative and comprehensive evaluation of evidence. The perspective of judges at the Stabat Religious Court shows that proving adultery in divorce cases is not intended to establish a criminal offense, but rather to assess whether the marital relationship can still be maintained or has lost its harmonious foundation. Judicial considerations emphasize the impact of the act on the integrity of the household rather than direct proof of adultery, while upholding the principles of prudence, substantive justice, and protection of the parties’ dignity. This approach reflects the objectives of law as proposed by Gustav Radbruch in balancing legal certainty and justice, aligns with Satjipto Rahardjo’s progressive legal thought, and corresponds to the principles of maqāṣid al-sharī‘ah in safeguarding honor and lineage. Juridical obstacles arise due to the absence of explicit regulations governing this principle in civil procedural law and religious court regulations. Practical obstacles include the difficulty of proving adultery, the dominance of indirect and electronic evidence, and ethical and moral dilemmas related to the dignity of the parties. To address these challenges, judges apply principles of prudence, careful assessment, and moral courage to avoid imposi