Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEREMPUAN DALAM PUISI CINTA SHUNTARO TANIKAWA DAN W.S. RENDRA: Sebuah Kajian Sastra Bandingan1 Damayanti, Silvia
JURNAL TRITON PENDIDIKAN Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jtp.v1i1.791

Abstract

Women are the most interesting objects to be used as a discussing subject, research topics, or a source of inspiration for the author in the field of arts and literature. However, there is a phenomenon which is inversely proportional to that, in everyday life, in a society, that embraces patriarchal system, which is women are often ignored, diminished, even considered unimportant. The phenomenon experienced by the women also occurs in Indonesian and Japanese society that embrace patriarchal system.  Speaking about the position of women as a reflection of society in Indonesia and Japan can be seen through literature, as in poetry. One genre of literature that contains the overflow of feelings, imagination, and the poet’s mind cannot be separated from the part of the community. Indeed, the creation of a poem was influenced by the environment where the poet was born and lived. Therefore, throughout the poetry, the ideology of community where the poets came can be revealed, especially in comparing the love poetry from the two countries. The objects of the study are love poetries by WS Rendra and Shuntaro Tanikawa. This study uses the comparative method, the approach of comparative literature, and feminist theory. Throughout the study of comparative literature between WS Rendra and Shuntaro Tanikawa’s love poetries, it is expected that the public would know the position of women in the view of the poet in Indonesia and Japan society. 
PELATIHAN BAHASA JEPANG DASAR BAGI ANAK-ANAK TUKANG SUWUN DI PASAR BADUNG I G OEINADA; N M WIRIANI; NLK YULIANI GIRI; NM ANDRY ANITA DEWI; SILVIA DAMAYANTI; K WIDYA PURNAWATI
Buletin Udayana Mengabdi Vol 14 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.14 KB)

Abstract

This community service was intended to introduce Japanese language and culture to children who haveprofession as labor at Pasar Badung in Bali. Although they are in school-age, because of economic and otherreasons, they have to give priority to economics activities rather than their own education. This communityservice was held by the staff and students of Japanese Department, Udayana University’s on Friday, August 01st,08th, and 15th, 2014. The location is at Sanggar Belajar Anak Pasar Badung, 4th floor Pasar badung. The methodsused in training Japanese language and culture to them were orientation, drills, and feedback. There were a lotof benefits obtained by the children from this community service activit, they can learn about basic Japaneselanguage as well as Japanese culture via animated cartoons played during lunch breaktime. To the students asthe assistant-instructors of this activity, can learn about real situation language teaching process and handlequestions and overcome difficulties in the process. To the lecturers as the advisers of this activity, they can devotetheir knowledge as an implementation of Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KAJIAN WACANA PUISI HAMIDASE KOKORO KARYA SHUNTARO TANIKAWA: SEBUAH ANALISIS STILISTIKA Silvia Damayanti
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 20 (2013): September 2013
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.202 KB)

Abstract

Poetry is a literary work that uses a style that is distinctive. Style in a literary is inportant role to attract and impress the reader. Therefore, the review of literature that emphasizes the beauty of the language style of Stylistics is very important so that the function of literary works can be achieved to the maximum. This study examines the value of aesthetics in poetry Hamidase Stylistics Kokoro Shuntaro Tanikawa's work in a collection of poems titled Suki (2006). Analytic description of the methods and concepts Sudjiman Stylistics (1995) is used in reviewing the language of the poet's style to achieve his idea. Poetry Hamidase Kokoro’s style or stistika poet looks at the ingenuity connotative and denotative use of diction, special words, and words are close to children to beautify and confirmed the meaning of the words and sentences. While the level of the sentence, the poet uses the inversion, interrogative sentence, ellipse, hyperbola, and repetition. The poetry used style of figurative language or words as simple as personofikasi, sinedoke, senestesia, and the paradox is used to increase the aesthetic value of poetry.
Wacana Anti Imperialisme dalam Cerpen Kyuuchou No Negai Karya Kobayashi Takiji Ni Luh Putu Ari Sulatri; Silvia Damayanti
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.332 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p07

Abstract

Wacana anti imperialisme menjadi salah satu tema yang diangkat dalam karya sastra oleh sastrawan yang berafiliasi dengan kesusastraan proletar di Jepang, termasuk Kobayashi Takiji. Di dalam cerpen Kyuuchou no Negai, disajikan narasi sebagai bentuk pandangan dunia pengarang dari Kobayashi Takiji terkait dengan wacana anti imperialisme. Guna mengkaji wacana anti imperialisme dalam cerpen Kyuuchou no Negai pada tahap pengumpulan data diterapkan metode kajian pustaka, pada tahap analisis data diterapkan metode analisis isi, dan pada tahap penyajian hasil analisis data diterapkan metode informal. Hasil analisis menunjukan bahwa ideologi anti imperialisme disajikan dalam wacana 1) biaya perang yang tinggi menciptakan kemelaratan bagi masyarakat Jepang; 2) masyarakat dituntut mendukung imperialisme sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat; 3) imperialisme bertentangan dengan nilai kemanusian; dan 4) imperialisme Jepang dapat memicu revolusi di dalam negeri.
Makna Sapaan pada Penggunaan Negirai Kotoba: Cerminan Ragam Bahasa Jepang Ni Made Andry Anita Dewi; Silvia Damayanti
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p10

Abstract

Negirai kotoba merupakan ungkapan yang cukup sering digunakan oleh masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari-hari, baik secara formal maupun informal. Ungkapan yang termasuk dalam negirai kotoba diantaranya adalah gokurou (san/sama) dan otsukare (san/sama). Negirai kotoba dapat didefinisikan sebagai ungkapan apresiasi atau terima kasih atas kerja keras/usaha/upaya yang telah dilakukan seseorang (mitra tutur). Kedua ungkapan tersebut banyak ditemukan dalam dunia kerja khususnya di perusahaan atau perkantoran di Jepang. Penggunaan kedua ungkapan tersebut cukup beragam dan cukup banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti status sosial dan kedekatan hubungan antar partisipan. Salah satu hal yang berkaitan dengan penggunaan negirai kotoba ini adalah bentuk sapaan yang digunakan oleh partisipan. Konteks sosial mendasari penggunaan bentuk sapaan tersebut sehingga partisipan dapat menentukan negirai kotoba yang digunakan dalam tuturan. Drama yang digunakan sebagai data adalah drama berbahasa Jepang yang berjudul Natsuko Kira yang ditanyangkan pada tahun 2016. Drama ini bergenre wanita karir yang menghadapi berbagai masalah dalam pekerjaan maupun kehidupan rumah tangganya.
Alih Wahana Cerita Rakyat Terjadinya Pulau Bali dari Buku Cerita Bergambar Menjadi Anime Silvia Damayanti; Ni Putu Luhur Wedayanti; Ida Ayu Laksmita Sari
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.483 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p10

Abstract

Penelitian ini mengkaji alih wahana cerita rakyat Bali yang berjudul Terjadinya Pulau Bali dari buku cerita bergambar menjadi anime. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat Bali Terjadinya Pulau Bali karya Yuliadi Soekardi (2004) dan Anime Legenda Selat Bali karya Evelyn Zhang (2010). Penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan teori Alih Wahana Damono (2012) dan teori Strukturalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara alih wahana cerita rakyat Bali dari buku cerita bergambar menjadi anime dan meningkatkan ketertarikan dan kecintaan masyarakat Bali terhadap cerita rakyat Bali. Hasil penelitian yaitu bahwa sebagai sarana pelestarian cerita rakyat, penulis cerita anime Legenda Selat Bali dalam proses alih wahana dari buku cerita bergambar melakukan pengurangan, penambahan, dan pemvariasian unsur-unsur intrinsik pembentuk cerita rakyat Terjadinya Pulau Bali. Pengurangan, penambahan, dan pemvariasian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan bentuk dan jenis anime yang dibuat. Anime Legenda Selat Bali diperuntukkan bagi anak-anak oleh karena itu, terdapat pengurangan pada tokoh cerita, alur dan peristiwa, dan latar. Pengurangan ini dilakukan untuk menyerderhanakan cerita. Selain itu, penyesuaian dilakukan dengan menghilangkan beberapa adegan kekerasan. Penambahan cerita terdapat pada adegan anti klimaks. Perubahan bervariasi terdapat pada bentuk perjudian yang dilakukan tokoh Manik dari perjudian dengan dadu menjadi sabung ayam. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi dalam cerita dilakukan pengarang agar cerita lebih menarik, manambah unsur penasaran, dan agar para pembaca tidak bosan.
Ekofeminisme dalam Anime Miyori no Mori Karya Nizou Yamamoto I Gusti Ayu Sugiartini Mahardika; Silvia Damayanti; Ni Made Andry Anita Dewi
KIRYOKU Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Kiryoku
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v6i1.32-41

Abstract

This research is entitled "Ecofeminism in The Anime Miyori no Mori by Nizou Yumamoto". The purpose of this research is to examine the efforts of women in preserving the environment in the anime Miyori no Mori by Nizou Yumamoto. The methods used in this research were the literature study method and the informal method. This research used the theory of ecofeminism and semiotic proposed by Danesi to analyze the data that has been collected. The results of this research indicates there were several efforts made by women, namely the environmental care movement in the form of loving and preserving living things, supporting forest conservation in Komori Village. Aside from that, women also participated on environmental issue and fought the capitalism party by advocated and socialized the conservation as well as stated to anticipate and refused the project of the dam construction. Women used their sensitivity to the environment a lot to strive for sustainability, which is reflected in this anime.
Pulau dan Identitas yang Ditinggalkan dalam Shimagomoru Karya Tami Sakiyama: Kritik Sastra Ekofeminisme Ni Luh Putu Ari Sulatri; Silvia Damayanti
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v5i4.509

Abstract

Tami Sakiyama in Shimagomoru criticises homogeneity, dominance, and centralisation influencing the thinking model and development strategy in Okinawa, causing violence toward society and the environment. This article examines the construction of discourse in Shimagomoru related to colonisation in Okinawa and its impact on the environment and universal bioethics through an ecofeminist literary criticism approach. The data in the study were collected through the literature review method and analysed through the descriptive analysis method. Results of this study showed that the islands abandoned by their inhabitants due to moving to the more advanced and modern main islands are the result of discrimination in modernisation and development in Okinawa. Colonisation, annexation, and assimilation created a single identity as Japanese for Okinawans, causing identity ambiguity.
TEMPORARY WORKER ALIENATION IN HIROKO OYAMADA’S NOVEL KOUJOU: ALIENASI PEKERJA TIDAK TETAP DALAM NOVEL KOUJOU KARYA HIROKO OYAMADA Ni Luh Putu Ari Sulatri; Silvia Damayanti
Jurnal Kata Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.879 KB) | DOI: 10.22216/kata.v6i2.767

Abstract

Alienation causes workers to feel separated and alienated from the work they are doing so that work becomes a foreign and pseudo experience. The alienation experienced by workers can not only be found in everyday life but also becomes the theme of stories in literary works. One of the literary works with the theme of alienation is the novel Koujou by Hiroko Oyamada. This article examines the alienation of temporary workers in Koujou's novel. The temporary worker alienation is shown through the character of Yoshiko Ushimaya and the character of an older brother. The research problem is examined by the alienation theory of Karl Marx and the development of the alienation theory by Melvin Seeman. This research was conducted by applying a qualitative method. Based on the research results, it can be seen that in novel Koujou the alienation of temporary workers is described in the form of 1) alienation from self-potential; 2) alienation from products and production processes; 3) alienation from other workers; and 4) alienation from the meaning of work.
INTENSIFIKASI TEKNIK BUDIDAYA SAYURAN DALAM SISTEM AQUAPONIK IKAN LELE DENGAN MEMANFAATKAN LAHAN TERBATAS Ahmad Faris; Alfidav Yasril Kumara; Widati Hardini; Silvia Damayanti
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan yang mencakup upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia antara lain dalam hal perluasan wawasan, pengetahuan maupun peningkatan keterampilan yang dilakukan oleh aktifitas Akademika sebagai perwujudan dharma bakti serta wujud kepedulian untuk berperan aktif meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat luas terlebih bagi masyarakat ekonomi lemah. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang budi daya ikan lele dan sayuran kangkung dengan memanfaatkan lahan terbatas membuat kami tergerak untuk memberitahu dan memberikan pengajaran terutama untuk generasi muda supaya menjadi wirausaha yang sukses. Harapan utamanya adalah menambah wawasan bagi masyarakat terutama generasi muda agar lebih berkemampuan dalam bidang wirausaha dengan memanfaatkan lahan terbatas. Rencana kegiatan yang akan di lakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara langsung dan juga langsung memberikan praktek di tempat tentang budidaya ikan lele dan sayuran kangkung dengan baik.
Co-Authors Abdul Karim, Dewi Damayanti Achmad Faris Fizabillah Achmad Yudi Wahyudin Adinda Salsabila Afrianto Ahmad Faris Alfidav Yasril Kumara Anak Agung Istri Kumala Dewi Ananta Syahbana, Javier Syarif Andry Anita Dewi Andry Anita Dewi Anggraeni, Windi Ardansyah Aryanto, Vincent Didiek Wiet Bahar Amal Bama Tangguh Galih Charisa Nabirawati Sitindaon Christian Sitohang, Arga Darma Suputra, Gede Ngurah Dewi, Vidia Nastiti Diana Aqmala Dirga Dito Aditya Sasongko Egidia Zahra Vanessa Purba En Nahl Al Atiqo Sanabila Irfana Farhan Fauzan Fatriana, Nina Fauziyah, Asnaful Firdani Mutiara Gede Feri Kartiana Gitsali Hanum Salsabila Santosa Hasani Faris Maulana Hendriyanto, Pujo Himawan S , Rizki I Gede Oeinada I Gusti Ayu Dwinta Cahyani I Gusti Ayu Sugiartini Mahardika I Gusti Ngurah Jun Arya Wangsa I Made Budiana I Made Budiana I Nyoman Rauh Artana I Nyoman Suarka I Putu Gede Yasa Partawan Ida Ayu Laksmita Sari Kadek Dea Shinta Ketut Widya Purnawati KHOIRUL ANAM Khonsa, Aisyah Nabila Kinanti, Anggun Putri Kireine Kosma Ramadhani Komang Triyas Wardhani Louis Valdo Made Yani Anggarawati Maharani, Putu Arbi Regina Maria Gorethy Nie Nie Maria Matildis Banda Masrur Mauridhoh, Mohamat Maulana Hasanudin Raditya Ma’ruf, Ngaenun Mirda Raihan Khairunnisa Mudhofar, Wali Muhammad Yasin Nabilah, Nurul Khadifatun Ngurah Indra Pradhana Ni Luh Kade Yuliani Giri Ni Luh Putu Ari Sulatri Ni Luh Putu Ari Sulatri Ni Made Andry Anita Dewi Ni Made Puspita Dewi Ni Made Wirian Ni Made Wiriani Ni Putu Ayu Yogi Ardhaningsih Ni Putu Candra Lestari Ni Putu Iin Permata Dina Liana Ni Putu Luhur Wedayanti Ni Wayan Nadia Setyawati Ni Wayan Suarji Indrawati Novrilia Atika Nabila NPL Wedayanti Piji Pakarti Pramono, Ibnu Jati Puspitasari, Fadilah Putu Ella Kumala Sari Putu Trisna Windasari Rachel Ratu Rahmadani, Firdausi Nuzula Rahmadhani, Vissi Aulia raihan , Achmad dany ramadani, Novita Revisya Dwi Venesca Putri Rosi, Fahrur Rosid, Masrukhil Safei, Imam Sarmoko Sarmoko Siti Amina Siti Fatimah Subekti, Aqlan Suhadi, Ahmad Sulatri, Ni Luh Putu Ari Syahbana, Javier Syarif Ananta Tria Putriani Turohmah, Irfa Vigo Atsil Nugraha Vitaloka Prischa Sisilia Wenda Reka Pratama Widati Hardini Widya Kumala, Dinda Yasin, S.E., M.M, Dr. Muhammad Yuri Rahmanto Zahra, Mutia Haristi Zamzama Billa, Zahro Adha Zendrato, Kezia Davina Putri Zita Atzmardina