Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Kedisiplinan Belajar dengan Efektivitas Komunikasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Binjai Zahara, Rita; Reza, Syailendra; Rozali, M.; Kharomah, Larasati Nur; Tanjung, Lidra Agustina
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan belajar dengan efektivitas komunikasi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Binjai. Latar belakang dari penelitian ini adalah kenyataan bahwa kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kemampuan komunikasi yang efektif, baik dalam konteks akademik maupun sosial. Dalam lingkungan sekolah, komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam membangun interaksi positif antara siswa dengan guru, maupun antarsesama siswa. Namun demikian, efektivitas komunikasi tidak selalu hadir secara alami, melainkan sering kali dipengaruhi oleh perilaku belajar siswa, salah satunya adalah kedisiplinan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Binjai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Binjai secara umum tergolong tinggi, dengan rata-rata skor 3,73 dari skala 1–4. Kedisiplinan ini mencakup aspek ketepatan waktu, konsistensi dalam belajar, dan ketaatan terhadap aturan. Namun, ditemukan pula bahwa beberapa siswa masih menghadapi tantangan dalam menjaga jadwal belajar secara mandiri, 2) Tingkat efektivitas komunikasi siswa juga termasuk tinggi, dengan nilai rata-rata 3,61. Siswa cenderung lebih unggul dalam aspek reseptif seperti mendengarkan dan memahami pesan, dibandingkan dengan aspek ekspresif seperti menyampaikan ide secara logis dan sistematis. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk pengembangan keterampilan komunikasi aktif; 3) Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara kedisiplinan belajar dan efektivitas komunikasi siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,733. Ini berarti semakin tinggi tingkat kedisiplinan belajar siswa, maka semakin tinggi pula efektivitas komunikasi mereka. Korelasi ini mengindikasikan keterkaitan yang erat antara pembentukan perilaku belajar yang konsisten dengan kemampuan siswa dalam berinteraksi secara efektif.. Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk lebih mendorong dan memfasilitasi perilaku belajar disiplin pada siswa, sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas komunikasi mereka, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sosial di sekolah.
Toleransi Beragama: Masjid Azizi Tanjung Pura dan Vihara Setia Budha Binjai Tanjung, Lidra Agustina
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 5, No 2: Juni 2025 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk praktik toleransi antar umat beragama yang terjadi di sekitar Masjid Azizi Tanjung Pura dan Vihara Setia Budha Binjai. Masjid Azizi tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan symbol keharmonisan lintas etnis sejak masa Kesultanan Langkat. Vihara Setia Budha Binjai pun memiliki latar belakang sejarah panjang sejak abad ke-19 dan tetap menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar termasuk dengan umat Islam yang turut membantu dalam proses pembangunan dan pemeliharaan Vihara. Melalui wawancara dengan pengelola kedua tempat Ibadah ditemukan bahwa, bentuk toleransi yang nyata terwujud dalam kegiatan sosial seperti gotong royong, penerimaan terhadap pengunjung lintas agama, serta kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan kenyamanan bersama. Studi ini menunjukkan bahwa praktik toleransi tidak harus bersifat formal, namun dapat di wujudkan melalui hubungan sosial seperti gotong royong, serta kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan kenyamanan bersama. Studi ini menunjukkan bahwa praktik toleransi tidak harus bersifat formal, namun dapat diwujudkan mellaui hubungan sosial yang setara, saling menghormati dan saling mendukung antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Melalui Edukasi Kesehatan Mental Orang Tua : Perspektif Islam Nur Kharomah, Larasati; Tanjung, Lidra Agustina; Helmi, Badrul; Rismayanti, Rismayanti; Hajari, Siti
SMART HUMANITY : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4: Desember 2024
Publisher : CV. Smart Scienti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/sh.v1i4.130

Abstract

Masalah kesehatan mental, khususnya terkait manajemen emosi dan komunikasi yang tidak efektif, menjadi isu yang semakin mendesak di tengah masyarakat. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran krusial dalam membentuk kesehatan mental individu. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam manajemen emosi dan komunikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Materi yang disampaikan meliputi konsep-konsep dasar manajemen emosi dalam Islam, pentingnya komunikasi yang efektif dalam keluarga, serta keterampilan komunikasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Peserta diajak untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terkait dengan emosi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan penerapan oleh peserta mengenai pentingnya kesehatan mental dan keterampilan manajemen emosi dengan nilai-nilai Islam dalam berkomunikasi dengan anggota keluarga lainnya. Hal ini tercermin dari peningkatan kualitas hubungan antar anggota keluarga dan penurunan tingkat stres serta kecemasan. Hasil yang diperoleh juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis agama dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah kesehatan mental di masyarakat.