Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGOLAHAN TOMAT MENJADI SAOS TOMAT Satrijo Saloko; Dody Handito; Novia Rahayu; Suburi Rahman; Afe Dwiani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.893 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i2.1104

Abstract

Saos tomat merupakan produk olahan tomat yang paling banyak diproduksi secara komersil. Salah satu daerah yang banyak menjual bahan makanan (seperti bakso bakar, sosis bakar, bakso kuah, telur gulung dan sebagainya) yang memerlukan saos tomat adalah di Kebun Duren Selagalas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat khususnya di Kebun Duren dalam mengolah tomat menjadi saos tomat sehingga dapat menghasilkan saos yang bermutu dan baik bagi kesehatan dan dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Peserta sosialisai sangat antusias mengikuti kegiatan dan dibuktikan dengan aktifnya peserta saat diskusi dan serius dalam mengikuti jalannya proses pemberian materi yang disampaikan tim dosen. Peserta mengerti dan memahami proses pengolahan saos tomat yang baik dan benar serta diharapkan dapat menerapkan proses tersebut di kelurahan Kebun Duren baik untuk produk dagangan seperti cilok, roti goreng, maupun produk-produk makanan lainnya.
Extension in Banana Flour Production as an Effort to Diversify Banana-Based Products in Pakuan Village Pawestri, Setyaning; Siska Cicilia; Ahmad Alamsyah; Dody Handito; Mutia Nur Kholisah; Sari Oktaviana; Eka Partiwi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9616

Abstract

Pakuan Village, located in Narmada District, boasts an impressive annual banana production of up to 1.62 tons per hectare. Despite this high potential for banana yields, the development of banana-based products remains limited to banana chips and sale pisang. One significant challenge MSMEs face in Pakuan Village is the lack of applied food production technology. To address this issue, an initiative has been launched to diversify products by transforming unripe Mas Bali bananas into banana flour. This effort aims to add value to banana products while fostering creativity among MSMEs and enhancing their income through banana-based processed goods. Participants were provided with knowledge about the nutritional benefits of bananas and the proper methods for making and storing banana flour. The attendees included members of the Family Welfare and Empowerment (PKK) and the Pokdarwis (Tourism Awareness Group) of Pakuan. It is hoped that the innovation of processed banana flour from unripe Mas Bali bananas will contribute to developing businesses based on local commodities and create opportunities for market penetration.