Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal dan partisipasi sosial ibu koordinator kelas berkontribusi terhadap pembangunan budaya transparansi di lingkungan sekolah dasar, khususnya melalui peran ibu koordinator kelas. Target khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi pola komunikasi yang efektif dan strategi partisipatif yang dapat memperkuat akuntabilitas serta mencegah praktik pungli di SDN Serua Indah 02. Pendekatan teori yang digunakan mencakup Tindakan Komunikatif (Habermas), Model Partisipasi Arnstein, dan Teori Modal Sosial (Putnam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi yang dialogis, didukung partisipasi sosial berbasis jaringan kepercayaan, menjadi fondasi utama lahirnya budaya transparansi. Namun, praktik ini belum sistemik dan masih bergantung pada individu. Penelitian ini menekankan perlunya penguatan struktur komunikasi partisipatif dan pemberdayaan koordinator kelas sebagai agen perubahan sosial. Penelitian ini mendukung renstra penelitian Universitas Pamulang (UNPAM), khususnya bidang ilmu sosial dan humaniora, serta berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan nomor 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).