Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : pro-stek

STUDI PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT BERBASIS EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) SEBAGAI SINERGI ANTIOKSIDAN ALAMI Jumadil, Muhammad; Dwiani, Afe; Yuniartini, Ni Luh Putu Sherly; Nugrahani, Rizki; Rahman, Suburi
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5850

Abstract

Tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia sebagai pangan fungsional yaitu tempuyung (Sonchus arvensis L.). Selain memiliki khasiat sebagai obat, tanaman ini juga memiliki antivitas antioksidan yang lumayan tinggi. Tetapi pemanfaatannya untuk konsumsi secara langsung masih terbatas karena rasa pahit dan aromanya langu. Inovasi pengolahan tempuyung dalam bentuk tablet effervescent diharapkan dapat meningkatkan daya terima konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi bubuk daun tempuyung terhadap mutu kimia dan organoleptik tablet effervescent serta menentukan formulasi terbaik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan dengan menggunakan 1 faktor yaitu konsentrasi serbuk daun tempuyung yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu F1= konsentrasi bubuk daun tempuyung 0 g; F2= konsentrasi bubuk daun tempuyung 0,625 g; F3= konsentrasi bubuk daun tempuyung 1,250 g; F4= konsentrasi bubuk daun tempuyung 1,875 g; F5= konsentrasi bubuk daun tempuyung 2,500 g dan F6= konsentrasi bubuk daun tempuyung 3,250 g. Analisa yang dilakukan berupa analisa kimia (kadar air, pH dan aktivitas antioksidan) dan uji organoleptik (rasa, aroma dan warna) menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet effervescent dengan konsentrasi bubuk daun tempuyung yang tepat dan menghasilkan perlakuan terbaik berdasarkan mutu kimia (kadar air, pH dan aktivitas antioksidan) dan organoleptik hedonik (rasa, aroma dan warna) adalah perlakuan perlakuan F2 (konsentrasi bubuk daun tempuyung 0,625g) yang menghasilkan kadar air sebesar 5,73%; pH sebesar 4,81; aktivitas antioksidan sebesar 78,97%; dan nilai organoleptik hedonik rasa 3,70 (kriteria suka), aroma 3,55 (kriteria suka), serta warna 3,35 (kriteria agak suka).
ANALISIS KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PUDING SUSU DENGAN PENAMBAHAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) Nurhayati; Suburi Rahman; Afe Dwiani; Rizki Nugrahani; Siti Sarah Marnianti
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6258

Abstract

Puding yaitu pangan olahan yang disukai banyak orang karena teksturnya lembut dan berasa manis. Salah satu jenis puding yang digemari adalah puding susu. Namun, puding susu memiliki nilai gizi yang terbatas dan cenderung tinggi gula, sehingga kurang mendukung pola konsumsi sehat jika tidak dimodifikasi. Cara meningkatkan nilai gizi puding susu yaitu menambahkan bahan pangan fungsional seperti labu kuning dan menggunakan pemanis alternatif seperti gula semut. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning terhadap kualitas kimia dan organoleptik puding susu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan menggunakan 1 faktor yaitu penambahan puree labu kuning dan terdiri dari 6 perlakuan seperti L1 = Penambahan labu kuning 0 g, L2 = Penambahan labu kuning 20 g, L3 = Penambahan labu kuning 40 g, L4 = Penambahan labu kuning 60 g, L5 = Penambahan labu kuning 80 g dan L6 = Penambahan labu kuning 100 g. Analisa yang dilakukan yaitu analisa kimia (seperti kadar air dan kadar abu) dan uji organoleptik (terdiri dari warna aroma, rasa dan tekstur) dengan uji hedonik. Pada penelitian ini dihasilkan perlakuan terbaik pada puding susu oleh perlakuan L4 (penambahan labu kuning 60 g), dimana dihasilkan kadar air 81,36%; kadar abu 0,26% dan nilai organoleptik warna 3,76; aroma 3,80 dan tekstur 3,70 dengan kriteria disukai oleh panelis. Untuk analisa kimia pada perlakuan terbaik dihasilkan kadar protein dan serat kasar yang lebih tinggi dari perlakuan kontrol berturut-turut yaitu 0,28% dan 3,64%. Kata Kunci: Labu kuning, Susu, Gula aren, Puding