Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPLORASI DENAH RUMAH TINGGAL DI LAHAN MAGERSARI Ronim Azizah
NALARs Vol 15, No 2 (2016): NALARs Volume 15 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.15.2.91-98

Abstract

ABSTRAK. Dengan semakin tingginya harga lahan di perkotaan serta tingkat pendapatan penduduk yang berbeda-beda maka membangun rumah dengan cara magersari menjadi sebuah pilihan. Rumah magersari menggunakan lahan secara bersama oleh keluarga ataupun orang lain dimana lahan terbagi menjadi beberapa petak untuk dibangun beberapa rumah tinggal. Rumah magersari juga memiliki fasilitas umum yang digunakan secara komunal berupa MCK (mandi, cuci, kakus), infrastruktur dan akses jalan. Kondisi ini menjadi lebih efektif jika dibandingkan dengan membeli lahan baru dengan harga yang sangat tinggi. Pengembangan atau perubahan desain rumah mungkin saja terjadi sehingga perlu digali sejauhmana pengembangan desain rumah tinggal yang dibangun pada lahan magersari dengan mempertimbangkan keberadaan fasilitas komunal. Pencarian data menggunakan metode survei dan pembahasan dilakukan dengan studi pustaka yaitu: (1) sumber-sumber dari dokumen tekstual; (2) sumber-sumber dari dokumen gambar; dan (3) sumber-sumber dari dokumen artefaknya. Pada akhir pembahasan, menghasilkan simpulan yang menjelaskan bahwa tata ruang desain rumah magersari mampu mengintegrasikan zona ruang-ruang privat (rumah inti) dan zona ruang publik (fasilitas komunal).Kata kunci: rumah, magersari, pengembangan rumahABSTRAK. Recently, to build a house by using "magersari" method has became an appropriate choice because of the economic condition of the community and refer to the high price of the land. Magersari house is a method by using the land together within family or other people. The method is by dividing the land into some blocks of land which will contain a small house for each block. This magersari house will provide public facilities which will be used communally such as MCK (Mandi, Cuci, Kakus), infrastructure and access for pedestrians and vehicles. This condition become effectively if compare by buying new land with high price. The development and transformation of the house design could be happened, thus it will be a necessary to explore how extend to which the development will continue within magersari house by considering the existence of communal facilities. Collecting data will be conducted by survey method and the analysis will be completed by exploring literature study: (1) textual document sources; (2) figure document sources; (3) artefact document sources. For final discussion, it will be concluded by explaining about how extend to which the layout of the magersari house design could integrate all private space zones (main space) and public space zones (communal facilities) within magersari house.Keywords: house, magersari, house development
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH TINGGAL DENGAN MODEL INNERCOURT Ronim Azizah
NALARs Vol 13, No 2 (2014): NALARs Volume 13 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.13.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Sejak akhir abad ke-20, kota-kota dunia telah dilanda pemanasan global. Untuk mengatasi kondisi itu, rumah masyarakat kota tropis pada umumnya menggunakan sistem penghawaan buatan demi mendapatkan kenyamanan termal, seperti AC, ceiling fan atau kipas angin. Cara ini tentu mengakibatkan pemborosan energi dan memicu kondisi global itu lebih buruk lagi. Secara umum rumah tinggal mempunyai halaman depan dan belakang bangunan serta pada bagian ruang dalam dibuat tertutup. Untuk mendapatkan kenyamanan termal secara alami maka diupayakan terjadi pergerakan angin dari luar ke dalam bangunan melalui bukaan yaitu berupa  pintu dan jendela pada bagian depan dan belakang rumah. Selain menggunakan bukaan di depan dan belakang bangunan maka ada beberapa cara lain untuk memperoleh kenyamanan termal secara alami antara lain dengan menggunakan air (kolam atau air mancur) dan cerobong udara. Rumah yang diteliti merupakan rumah kuno milik keturunan Tionghoa yang telah direnovasi pada tahun 1912. Rumah ini terletak di kawasan Pasar Gede yang biasa disebut kawasan Pecinan yang merupakan permukiman padat kota. Tujuan penelitian ini adalah berupaya membangun konsep desain yang membantu memecahkan permasalahan kenyamanan termal pada rumah tinggal di perkotaan yang padat dengan cara menguji kenyamanan termal pada rumah tinggal dengan model innercourt. Penelitian ini dilakukan melalui uji kenyamanan termal dengan cara mengukur suhu, kelembaban udara dan kecepatan angin pada area teras, innercourt dan ruang dalam. Alat ukur kenyamanan termal yang digunakan adalah model dijital LM-81HT dan LM-81AM. Pengukuran dilakukan pada 16 September 2013 jam 11.30 – 12.30 wib. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan media innercourt maka pada lantai satu terjadi penurunan suhu didalam bangunan terhadap suhu di luar bangunan mencapai 4°C sedangkan pada lantai dua terjadi penurunan suhu didalam bangunan terhadap suhu diluar bangunan mencapai 2°C. Dan pada lantai tiga menghasilkan suhu dalam ruang sama dengan suhu diluar bangunan. ABSTRACT. Since end of 20th century, cities in the world have been hit by global warming. To   overcome this condition, tropical house of community of the city have used artificial thermal system to get thermal comfort such as Air Conditioner, ceiling fan as well as fan. This methods will give another impact of waste energy and supporting worst global warming. Generally, a house has a front and rear yard in the building and spaces inside the house have made separately enclosed. To get thermal comfort naturally, thus it should be planned to have air circulation from outside to inside the house through windows and doors at the front and the rear of the house. There area some methods to get thermal comfort beside using doors and windows, such as providing waters inside the house (pools and fountain) as well as air chimney. The object of the research has been regarded as an old house belong to Chinese which had been renovated in 1912. This house is located at the area of Pasar Gede which known as China Town (Pecinan). The aim of this research is to create design concept which could solve a problem of thermal comfort within houses in the crowded cities by testing and assessing thermal comfort of houses with innercourt model. This research will be completed by measuring the temperature within the house, humidity and speed of the wind at terrace area, innercourt and space within the house. Measuring instrument that has been used is a digital model LM-81HT and LM-81AM. Measurement has been completed on 16th September 2013, time 11.30-12.30 WIB. The result of the research has shown that innercourt media has an significant role within house. There are significant changes on the first floor, temperature of this floor has decreased to 4°C. On the other hand, on second floor the temperature has decreased to 2°C. And on third floor the temperature is remain the same with the outside of the house. 
PENGUKURAN GREENSHIP KAWASAN(BUILT PROJECT) VERSI 0.1 PADA KAWASAN WISATA BANDAR ECOPARK DI KABUPATEN BATANG Azizah Ronim; Cita Iftinan Talidah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4005.851 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v3i1.174

Abstract

Abstract: GREENSHIP neighborhood is an rating tool for disseminating and inspiring realization of sustainable areas. Benefits by applying GREENSHIP Neighborhood are: (1) Maintaining harmony and balance of environmental ecosystems, as well as improving quality of environment, (2) Minimizing adverse impacts of development on the environment, (3) Improving quality of microclimates, ease of achievement, security, and convenience pedestrian and (5) Maintaining a balance between needs and availability of resources in future. In case study of Bandar Ecopark which located in Bandar Subdistrict, Batang Regency is a recreational area with an ecotourism park that has a positive impact on environment. So it is interesting to study the extent of Greenship Region measurements that can be achieved in this region. Measurement method uses one of the 4 Greenship Region benchmarks, namely: (1) mixed use area, (2) commercial, (3) settlement and (4) industry. Results of the Greenship Region shows that Bandar Ecopark region has score 57 with quality 46% (of total value 124), with details: LEE (17), MAC (14), WMC (0), SWM (6 ), CWS (10), BAE (6) and IFD (4). Greenship neighborhood that generated is SILVER. To optimize rankings, it is necessary to add a number of means in each benchmark.Keyword: green architecture, ecotourism, greenship neighborhood.Abstrak: GREENSHIP Kawasan merupakan perangkat penilaian untuk menyebarkan dan menginspirasi dalam perwujudan kawasan yang berkelanjutan. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan GREENSHIP Kawasan yakni: (1) Menjaga keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkungan, serta meningkatkan kualitas lingkungan kawasan, (2) Meminimalkan dampak buruk pembangunan terhadap lingkungan, (3) Meningkatkan kualitas iklim mikro, (4) Menerapkan asas keterhubungan, kemudahan pencapaian, keamanan, dan kenyamanan pada jalur pedestrian dan (5) Menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya di masa mendatang. Pada studi kasus kawasan wisata  Bandar Ecopark yang terletak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang merupakan kawasan wisata rekreasi air dengan daya tarik taman ekowisata yang berdampak positif bagi lingkungan. Sehingga menarik untuk dikaji sejauhmana pengukuran Greenship Kawasan yang dapat tercapai pada kawasan ini. Metode pengukuran menggunakan salah satu dari 4 tolok ukur Greenship Kawasan yaitu: (1) kawasan mixed use, (2) komersial, (3) pemukiman dan (4) industri. Hasil dari pengukuruan Greenship Kawasan menunjukkan bahwa kawasan wisata Bandar Ecopark dari total nilai keseluruhan maksimum sebesar 124, kawasan Bandar Ecopark mendapat nilai 57 dengan bobot 46% dengan rincian: LEE (17),  MAC (14), WMC (0), SWM (6), CWS (10), BAE (6) dan IFD (4). Peringkat Greenship Kawasan yang dihasilkan adalah SILVER. Untuk mengoptimalkan peringkat maka perlu penambahan beberapa sarana di setiap tolok ukur.Kata kunci: green architecture, ekowisata, greenship kawasan
Kenyamanan Visual Pencahayaan di Perpustakaan Pusat UMS Berdasarkan SNI 6197:2011 Soleh, Arifan Nairil; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu tempat untuk mengakses kebutuhan pengetahuan. Salah satu contoh perpustakaan yaitu perpustakaan pusat UMS. Perpustakaan pusat UMS terus berkembang menjadi ruang publik yang nyaman bagi pemustakanya. Berdasarkan kegiatannya, kenyamanan visual menjadi aspek paling vital. Untuk mengetahui seberapa jauh kenyamanan visual, maka perlu adanya penelitian kuat intensitas cahaya dalam ruang yang disesuaikan dengan SNI 6197:2011. Penelitian dilakukan dengan metode komparasi. Metode ini membandingkan antara kuat cahaya dalam ruang dengan SNI. Pengukuran kuat cahaya dilakukan pada saat cahaya buatan dari lampu dihidupkan. Lokasi penelitian pada keseluruhan ruang sirkulasi lantai 2 perpustakaan pusat UMS. Pemilihan lokasi karena keberagaman area baca, banyaknya pemustaka, dan keunikan dari elemen pembentuk ruang sirkulasi. Hasil dari pengukuran kuat cahaya menunjukkan bahwa ruang sirkulasi lantai 2 perpustakaan pusat UMS belum memenuhi SNI 6197:2011. Kurang sesuainya intensitas cahaya ruang sirkulasi lantai 2 perpustakaan pusat UMS karena layouting, bentuk bangunan, dan pengaruh lain dari dalam dan luar ruang. Upaya untuk memenuhi SNI 6197:2011 dengan adanya perubahan dalam hal layout dan pencahayaan setempat.
Identifikasi Kelayakan Greenhouse pada Agrowisata Ngrowo Bening Edupark Madiun Utomo, Sydhea Ragil Putri; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Greenhouse merupakan bangunan yang struktur dinding dan atapnya dapat meneruskan cahaya matahari kedalam bangunan karena bersifat tembus cahaya dan mencegah agar tanaman terhindar dari situasi yang kurang mendukung. Salah satu komoditas unggulan pada Greenhouse di Agrowisata Ngrowo Bening adalah buah Golden Melon. Pembudidayaan Buah Golden Melon yang masuk ke dalam golongan tanaman hortikultura ini cocok dibudidayakan menggunakan sistem Greenhouse. Dari hal tersebut, Pemerintah kota Madiun tergerak untuk mendukung pengembangan produk pertanian lokal dengan potensi ekonomi yang signifikan di kota Madiun. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami dan mengetahui standar kelayakan Greenhouse yang ada di Agrowisata Ngrowo Bening Edupark dan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah kota madiun berupa tanaman hortikultura yang menggunakan sistem Greenhouse. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan observasi langsung agar mengetahui kondisi fisik lapangan, dan data dari hasil observasi yang didapat untuk selanjutnya di uji kelayakannya dengan menggunakan standar SNI No. 7604-2010 tentang standar mutu rumah tanaman. Hasil dari analisis yang telah dilakukan terdapat hasil penilaian sebesar 57,14% yang artinya dengan kondisi ini standar kelayakan Greenhouse belum optimal untuk dijadikan tempat pendukung sebagai upaya pengembangan komoditas unggulan daerah sehingga bangunan greeenhouse perlu untuk dikelola lebih maksimal agar budidaya tanaman hortikultura dapat menghasilkan hasil yang optimal.
Identifikasi Tipe Area Duduk pada Lavana Kafe berdasarkan Kenyamanan Pengunjung Saksono, Annanda Muhammad Adi; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era modern ini, kafe tidak hanya menjadi tempat untuk makan dan menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang sosial dan berkerja. Salah satunya adalah Lavana Kafe yang berada di lingkungan kampus UMS. Oleh karena itu, kenyamanan pengunjung menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat keramaian Lavana Kafe dan kenyamanan pengunjung di dalamnya. Salah satu aspek yang mempengaruhi kenyamanan adalah layout furniture. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh layout furniture terhadap kenyamanan pengunjung di Lavana Kafe serta layout furnitute seperti apakah yang di gemari dan di hindari oleh pengunjung Lavana Kafe. Masalah utama yang diteliti adalah “Layout Furnitre seperti apa yang paling sering di pilih dan di gemari oleh pengunjung untuk menghabiskan waktu di kafe?”. Penelitian ini di lakukan dengan Observasi langsung di Lavana Kafe dan Wawancara pada beberapa pengunjung Lavana Kafe. Hasil penelitian ini di dapatkan jenis layout yang di sukai dan di hindari oleh pengunjung Lavana Kafe. Ditemukan bahwa layout meja yang di gemari adalah meja besar dengan kursi empuk dengan tempat yang menyajikan view luas dan memiliki privasi yang baik, sedangkan layout meja kecil, kursi kecil tanpa busa, tempat yang tertutup, dan dapat di lihat dari banyak sisi kurang di gemari oleh pengunjung Lavana Kafe.
Analisis Pola Sirkulasi pada Pasar Klithikan Notoharjo Solo Kuncoro, Amri Hadi; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional adalah lokasi di mana kegiatan perdagangan berlangsung, di mana pembeli dan penjual berinteraksi secara langsung. Sistem perdagangannya mencakup transaksi jual beli.. di area observasi dan lokasi penjualan pedagang umumnya terdiri dari kios atau gerai yang dioperasikan oleh pedagang atau pengelola pasar. Beberapa sektor usaha bahkan masih memiliki kios dengan produk yang belum terkategorikan, seperti yang dapat ditemui di Pasar Klithitkan Notoharjo. Penjelajahan tersebut bertujuan untuk menentukan desain khusus yang masuk akal, khususnya desain pola sirkulasi cluster. dengan mengumpulkan jenis-jenis produk di Pasar Klithikan Notoharjo dan menentukan tingkat kenyamanan bagi pengunjung dan pembeli. Penelitiannini menggunakan Teknik atau metode kualitatif dengan usaha pengumpulan informasi melalui studi tulisan, pertemuan dan persepsi. dengan mewawancarai pembeli dan mengumpulkan data. Berdasarkan penelusuran tersebut, maka dapat diasumsikan bahwa pola sirkuulasi yang ada di Pasar Klithikan Notoharjo yang ada saat ini kurang baik dan pengumpulan berbagai macam produk belum terkordinasi/terkelompokan.
Identifikasi Tingkat Kesesuaian Fasilitas Taman Pandan Arum Boyolali terhadap Standarisasi Taman Kota Alhafidz, Zulfahmi Fachri; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin tinggi nya pertumbuhan dan penambahan penduduk kota juga semakin berdampak dalam segi ekonomi maupun pembangunan. Hal ini tentu harus diimbangi dengan pengadaan fasilitas penunjang kebutuhan public untuk memenuhi segala aktifitas dan kebutuhan warga kota seperti RTH. RTH berupa taman kota dapat menjadi peredam bagi panasnya perkotaan, menjadi area untuk melakukan rekreasi, berolahraga hingga bersosialisasi bagi warga kota tanpa harus mengeluarkan biaya. Kota Boyolali merupakan salah satu kabupaten kota di Jawa Tengah yang padat penduduk. Untuk menjaga keseimbangan kualitas perkotaan, pemkab Boyolali juga berupaya melakukan pengadaan RTH berupa taman kota. Salah satu taman kota yang paling diminati dan selalu ramai pengunjung adalah Taman Pandan Arum Boyolali. Tujuan studi ini adalah 1). Untuk mengidentifikasi apakah fasilitas yang telah tersedia di dalam taman Pandan Arum Boyolali sudah sesuai dengan standar taman kota. 2). Memberikan solusi terkait upaya pemenuhan fasilitas jika ternyata fasilitas yang tersedia belum memenuhi dan belum sesuai standar. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan merujuk pada standar fasilitas taman kota yang sesuai dengan pedoman Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya fasilitas yang ada didalam taman Pandan Arum belum sesuai dengan standarisasi taman kota. Penilaian tingkat kesesuaian merupakan hasil skor persentase tingkat kesesuaian yang diubah menjadi nilai kualitatif dengan berdasarkan kategori penilaian skala lima menurut Slameto (2001:189). Persentase yang didapat hanya sebesar 45% sebagaimana pada tabel 2, dan masuk kedalam kategori sangat kurang memenuhi. Oleh karena itu pemenuhan fasilitas yang belum tersedia perlu dilakukan sehingga fasilitas taman pun benar-benar dapat mewadahi segala aktivitas pengguna sesuai dengan standarisasi yang telah berlaku dan ditetapkan. Fungsi dari pengadaan taman kota pun dapat dicapai dengan baik.
Analisis Kenyamanan Visual pada Ruang Kelas di SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari, Surakarta Ayunnar, Naurin Azkya Primadevi; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Alam merupakan salah satu sekolah yang menerapkan dalam proses belajarnya ke arah ekplorasi anak dengan alam. Dengan pendekatan ini membuat anak menjadi lebih aktif dalam beraktivitas teutama di ruang kelas. Kenyamanan Visual pada suatu ruang tentunya sangat penting guna menambah produktivitas dan kenyamanan dalam beraktivitas di dalam ruang. Salah satunya pencahayaan di dalam ruang kelas. Penggunaan pencahayaan yang tepat dapat membantu anak dalam mengekspresikan sesuatu hal lebih maksimal. SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari merupakan salah satu sekolah alam yang populer di daerah Surakarta. Namun sepertinya dalam hal kenyamanan visual masih memiliki beberapa permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan visual di ruang kelas SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari apakah sudah sesuai dengan standart SNI 6197- 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis metode kuantitatif dengan penjelasan secara kualitatif dengan melakukan pengukuran intensitas cahaya pada ruangan. Hasil dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa kenyamanan visual berpengaruh pada proses belajar bagi siswa. Hasil dari penelitian ini yaitu analisis intensitas cahaya pada ruang kelas di SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari tidak tercapai karena kurang dari standart SNI 6197- 2020 yaitu kurang dari 350 lux.
Identifikasi Potensi PPKS dalam Peningkatan Kreativitas di Sentra Kreasi Atensi Kementerian Sosial Surakarta Rifqi, Ravi Abyantara; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPKS merupakan sebutan bagi mereka penyandang disabilitas, tunawisma, dan para putus hubungan kerja. PPKS dicetuskan oleh Kementerian Sosial sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Mereka dibina, diberi tempat tinggal, dipenuhi kebutuhannya dan diajak untuk bekerja sama melatih kemampuan wirausaha untuk dapat menyokong kehidupan mereka sendiri. Adanya café, laundry, gerai batik, koperasi, salon dan toko oleh-oleh menjadi bentuk usaha yang dijalani oleh PPKS di SKA Surakarta. Akan tetapi apakah semua bentuk usaha merupakan potensi yang dimiliki tiap PPKS dan apakah ada potensi lain yang dapat dikembangkan untuk memaksimalkan fungsi bangunan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi PPKS dalam bidang kreatifitas dan untuk mengetahui apakah fasilitas yang disediakan mampu memenuhi kebutuhan PPKS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa solusi desain yang efisien dan efektif akan diciptakan di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapatkan bahwa, masih ada potensi yang dapat dikembangkan dan melengkapi fasilitas yang ada sehingga dapat memaksimalkan fungsi bangunan.