Claim Missing Document
Check
Articles

Kenyamanan Termal Ruang Tunggu Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang Menurut SNI-03-6572-2001 Usbah, Ainisyahla Haulifikah; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal bus merupakan prasarana transportasi jalan untuk penumpang dan moda transportasi kendaraan umum. Dengan ini harus membuat penumpang nyaman pada saat menunggu di ruang tunggu. Kenyamanan termal pada suatu ruang sangat penting agar pengunjung dapat nyaman pada saat di dalam ruangan dan tidak ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan tersebut. Salah satunya kenyamanan termal pada ruang tunggu. kenyamanan termal yang sesuai standar dapat membuat pengunjung merasa nyaman pada saat menempati ruangan dan membuat ruangan berguna dengan maksimal. Terminal Poris Plawad adalah salah satu terminal tipe A yang berada di Kota Tangerang. Namun sepertinya kenyamanan termal pada ruang tunggu menjadi sebuah permasalahan yang membuat penumpang lebih memilih untuk menunggu di luar ruangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kenyamanan termal di ruang tunggu sudah sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengukuran yang berhubungan dengan termal, yaitu suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin pada ruang tunggu. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa kenyamanan termal pada ruangan mempengaruhi aktivitas menunggu bagi pengunjung. Hasil dari penelitian ini yaitu kenyamanan Termal Ruang Tunggu Terminal Poris Plawad tidak tercapai kenyamanan dari standar SNI 03-6572-2001.
Analisis Tingkat Kepuasan Penghuni Rusun terhadap Kualitas Bangunan Rusunawa Kerkov, Jebres, Surakarta Wibowo, Alyssavania Daniesa; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surakarta merupakan kota terpadat di Jawa Tengah. Kebutuhan fasilitas permukiman hingga kini masih cukup tinggi. Kepadatan penduduk yang tinggi tak selaras dengan luas wilayahnya yang kecil. Salah satu usaha dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan mewujudkan hunian yang bersifat vertikal, yaitu rumah susun sederhana sewa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusunawa Kerkov merupakan salah satu rusunawa yang terletak di Kota Surakarta dan berlokasi di Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Rusunawa Kerkov dibangun oleh Pemerintah Kota Surakarta sebagai upaya penyediaan tempat tinggal layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Surakarta. Namun, terbatasnya kondisi bangunan rusunawa dalam melayani kebutuhan penghuni berdampak pada tingkat kepuasan penghuninya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data primer yang digunakan antara lain, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan data aktual yang berkaitan dengan tingkat kepuasan penghuni rusun terhadap kualitas bangunan Rusunawa Kerkov. Berdasarkan data distribusi frekuensi skor dan besaran nilai persentase, maka dapat dianalisis bahwa 5% penghuni menyatakan tidak puas, 50% penghuni menyatakan cukup puas, 45% penghuni menyatakan puas dengan kualitas bangunan rusun.
Teknologi Bangunan Hijau Pada Pendampingan Perancangan Masjid Nur Mirah di Surakarta Azizah, Ronim; Qomarun; Asy’ari, Hasyim
Abdi Teknoyasa Volume 5, No. 1, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v5i1.4501

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat skema Penerapan Teknologi Tepat Guna (P2TTG) dilaksanakan dalam bentuk jaringan kerjasama yang sinergis antara perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Surakarta dan tim takmir Masjid Nur Mirah. Berdasarkan kondisi riil saat ini masjid sudah tidak dapat menampung jumlah jama’ah karena berbagai kegiatan keislaman dan sosial keagamaan. Oleh karena itu Tim Takmir Masjid Nur Mirah mengirimkan surat permohonan kepada PPKS FT-UMS agar diberikan pendampingan dalam perancangan masjid. Tim takmir Masjid Nur Mirah mengajukan permohonan bantuan berupa perancangan masjid 3 (tiga) lantai. Fasilitas yang harus diwadahi antara lain: (1) ruang sholat, (2) tempat wudhu, (3) kegiatan sosial keagamaan, (4) klinik, dan (5) ruang takmir. Konsep rancangan yang digunakan adalah bangunan hijau yang menggunakan standar Greesnhip New Building versi 1.2 dengan mengacu pada 6 (enam) kriteria antara lain: (1) Appropriate Site Development , (2) Energy Efficiency and Conservation, (3) Water Conservation, (4) Material Resources and Cycle, (5) Indoor Health and Comfort Building dan (6) Environment Management. Metode yang digunakan dalam proses pendampingan perancangan adalah (1) survei lokasi, (2) survei literatur dan (3) gambar perancangan. Hasil perancangan bangunan hijau pada Masjid Nur Mirah mendapatkan
Optimalisasi Desain Ruang Tunggu Eka Hospital Family untuk Meningkatkan Kenyamanan bagi Pasien dan Keluarga Anggraini, Sherly Mofa; Nurjayanti, Widyastuti; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan ruang tunggu di rumah sakit ibu dan anak sangat penting untuk meningkatkan pengalaman pasien dan keluarga. Penelitian ini menganalisis kenyamanan ruang tunggu di Eka Hospital Family, khususnya di area informasi dan apotek, dengan fokus pada aspek ergonomis, visual, termal, dan audial. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan sejauh mana fasilitas ruang tunggu memenuhi standar desain Neufert (2000) terkait kenyamanan ergonomis, serta mengukur dan menganalisis tingkat gangguan kebisingan dan suhu yang mempengaruhi kenyamanan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek ergonomis, visual, termal, dan audial, guna menyusun rekomendasi perbaikan desain ruang tunggu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada kenyamanan ergonomis, seperti jarak antar kursi yang hanya 40 cm (standar 60 cm) dan meja administrasi yang terlalu tinggi (90 cm). Secara visual, pencahayaan rata-rata memenuhi standar 200 lux, tetapi beberapa area mendekati batas bawah pada sore hari. Dari aspek termal, suhu ruang tunggu 28–29°C melebihi standar kenyamanan 23–26°C. Tingkat kebisingan 55–63 dB juga melebihi batas ideal 45 dB. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan tata ruang, pengaturan pencahayaan, kontrol suhu, dan pengurangan kebisingan untuk menciptakan ruang tunggu yang lebih nyaman dan ergonomis.
Kenyamanan Termal pada Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Universitas Muhammadiyah Surakarta Putri, Siska Tiara; Azizah, Ronim
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan tempat ibadah bagi orang beragama islam, sehingga penggunaanya dapat memberikan rasa kenyamanan bagi para jamaah di setiap waktu ibadahnya. Bentuk ibadah umat Muslim yang beraneka ragam membuat penggunaan masjid menjadi rutin dengan minimal setiap 5 waktu dalam satu hari, yaitu ketika pagi dini hari, siang hari, sore hari, petang hari, dan malam hari. Oleh karena itu, desain bangunan masjid haruslah mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan fisik tersebut. Ruang dalam masjid (ruang salat) yang bermasalah akan berpengaruh buruk terhadap kenyamanan beribadah para jamaahnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan dengan alat ukur berupa Hydrometer, dan Termometer. Standart kenyamanan termal yang baik disesuaikan berdasarkan standart yang ada. Waktu penelitian pada saat setelah melakukan shalat (5 waktu sholat) dan sampel mengambil 25 titik ukur (TU) masingmasing di lantai satu dan dua masjid Suldamiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yakni tingkat kenyamanan termal pada masjid Sudalmiyah Rais termasuk tipe udara yang bergerak (kecepatan 0.1-1,0 m/s) berdasarkan grafik daerah nyaman (Comfort Zone) , daerah nyaman dapat dicapai pada kondisi bersuhu 25-35 oC dan berkelembaban 5-85 % sehingga bangunan masjid tersebut dikatakan nyaman harus ada udara masuk ke dalam bangunan dengan kecepatan 0,1-1,0 m/s. Desain bangunan masjid tersebut yang terdapat banyak bukaan dapat udara masuk kedalam bangunan..
Identifikasi Kemacetan di Depan Jalan Masuk Pasar Klewer Berdasarkan Persepesi Pengunjung Junianto, Kurniawan Dwi; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Permasalahan lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah kenyamanan berkendara pengunjung Pasar Klewer terhadap kepadatan lalu lintas di area sekitar pasar. Dengan letak pasar yang berada di pusat kota, Pasar Klewer menjadi pusat kegiatan bagi pelaku aktivitas yang memunculkan sirkulasi kendaraan antara pengunjung pasar dengan pengguna jalan. Adanya sebuah aktivitas pasar pada ruas jalan tentunya memiliki dampak terhadap karakteristik lalu lintas di sekitarnya. Sementara, karakteristik lalu lintas pada kawasan Pasar Klewer diidentifikasi berdasarkan variabel yang telah dijadikan indikator yaitu kapasitas dan volume lalu lintas dan dalam jangka waktu 1 menit berkisar antara ± 29 motor dan 5 mobil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik sampling yang merupakan teknik dalam penentuan responden dengan kriteria tertentu. Kriteria yang ditetapkan untuk memilih responden dalam penelitian ini yaitu; sudah mengunjungi Pasar Klewer minimal dua kali. Hasil penelitian yang di dapatkan tentang kepadatan atau kemacetan di jalan masuk Pasar Klewer berdasarkan persepsi responden menyatakan bahwa berkendara di jalan masuk pasar terasa tidak nyaman dan faktor kemacetan itu sendiri terjadi akibat ukuran jalan yang kurang lebar, jumlah pengunjung yang sangat ramai, serta pejalan kaki yang berlalu lalang mengganggu aktivitas lalu lintas di jalan masuk Pasar Klewer.
Identifikasi Elemen Wisata di Kawasan Kota Lama Semarang Sonia, Maulida Dewi; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang memiliki sejarah panjang yang berharga bagi bangsa Indonesia dan sayang untuk ditinggalkan begitu saja. Saat ini, semakin banyak bangunan dan lingkungan di kawasan Kota Lama Semarang yang telah dikonservasi dan berfungsi optimal menghidupkan kembali kawasan ini menjadi bagian dari pusat roda kehidupan. Julukannya sebagai The Little Netherland menjadikan kawasan ini sebagai salah satu kawasan wisata heritage Indonesia andalan Semarang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi elemen wisata di Kawasan Kota Lama Semarang yang didukung oleh atraksi budaya pada tiap zona amatan. Landasan teori mengenai elemen wisata sebagai dasar pemahamannya dikuatkan dengan pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian lapangan dilakukan pada 11-12 Oktober 2021 dan 13 November 2021. Hasil penelitian menjelaskan bahwa elemen wisata di Kawasan Kota Lama Semarang antara lain : (1) Attractions berupa produk wisata heritage; (2) Amenities berupa fasilitas pendukung bagi pengunjung; (3) Accessibilities berupa kemudahan akses dalam menjangkau destinasi; (4) Human Resources berupa keterlibatan masyarakat dalam konteks pariwisata; (5) Image berupa karakter/citra unik destinasi pariwisata; dan (6) Price berupa penetapan harga sebagai aspek dalam persaingan antar destinasi, menunjukkan adanya keterkaitan dengan sebaran pengunjung di Kota Lama Semarang.
Identifikasi Kenyamanan dan Pemanfaatan Citywalk Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo Putih, Federico Awan; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citywalk secara harfiah terbentuk dari dua kata, yaitu city dan walk. City yang berarti kota atau di dalam kota, sedangkan walk memiliki arti jalan atau jalur. Jadi, secara abstrak citywalk adalah jalur pejalan kaki di dalam kota. Deretan bangunan ataupun lansekap berupa tanaman dapat membentuk Jalur tersebut, Citywalk merupakan pedestrian dengan sarana perbelanjaan yang lengkap, sehingga dapat terus bertahan dan berkembang. Di Surakarta tepatnya pada jalan Slamet Riyadi telah mengaplikasikan citywalk. Citywalk berada di sepanjang Purwosari-Gladak. Pemanfaatan fungsi citywalk yang semula merupakan jalur untuk pejalan kaki yang sebagian lahan digunakan sebagai perluasan tempat parkir bagi kendaraan dapat mengurangi kenyamanan bagi pengguna. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif guna untuk menyusun data maupun informasi yang telah diperoleh peneliti dengan penyusunan hasil akhir data yang bersifat deskriptif bertujuan mendeskripsikan temuan-temuan penelitian berdasarkan data-data yang telah dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen 1 dengan kenyamanan baikdimanfaatkan pengguna untuk duduk bersantai, segmen 2 dengan kenyamanan cukup baik berada di area mall dimanfaatkan pengguna untuk parkir, segmen 3 dengan kenyamanan baik dimanfaatkan pengguna untuk duduk bersantai, segmen 4 dengan kenyamanan baik dimanfaatkan pengguna untuk parkir dan berfoto, segmen 5dengan kenyamanan cukup baik, berada di area pertokoan sehinggadimanfaatkan pengguna untuk parkir di citywalk.
Alih Fungsi Bukit Mongkrang Sebagai Wisata Alam Pendakian Gunung Kencana, Nafik Bima; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukit Mongkrang merupakan salah satu destinasi wisata yang masih tergolong baru. Mulai dibuka untuk umum pada akhir tahun 2019, tempat ini mulai terkenal semenjak banyaknya anggota pecinta alam yang berkegiatan di area ini dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Meningkatnya aktifitas pariwisata turut dibarengi dengan ikut membesarnya perputaran ekonomi di daerah tersebut. Banyak masyarakat merasakan dampak positif dari dibukanya Mongkrang sebagai tempat wisata baru. Kendati demikian itu juga turut diiringi dengan masalah lingkungan dan ekosistem alam yang kian rusak akibat ulah dari aktifitas pariwisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak dari aktifitas manusia terhadap ekosistem alam. Dalam usaha pengumpulan data di lapangan telah terkumpul sejumlah data dari masyarakat setempat dan para penggiat alam yang dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari pembukaan bukit mongkrang sebagai tempat wisata baru ialah memberi dampak positif bagi masyarakat secara ekonomi, namun disisi lain memberi dampak kerusakan lingkungan karna pengelolaan yang kurang maksimal.
Integrasi BIM dan Blockchain pada Kinerja Perancangan AEC (Architecture, Engineering, & Construction) Azhar, Muhammad Daffa Ulhaq; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem teknologi yang baru perlahan akan menggantikan sistem teknologi yang lama. BIM (Building Information Modelling)merupakan permodelan informasi bangunan berupa proses yang digunakan untuk mengelola dan membuat gambaran digital dari ciri fisik dan fungsional sebuah bangunan yang dirancang. BIM merupakan perangkat lunak yang bisa dioperasikan oleh seorang arsitek, kontraktor maupun teknis MEP. Informasi permodelan bangunan ini dapat diintegrasikan dengan teknologi Blockchainyang diperkirakan akan merevolusi komputasi di beberapa bidang, terutama ketika sentralisasi akan ditinggalkan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh teknologi blokchaindalam fungsinya terhadap perancangan arsitektur dengan perangkat sistem BIM. Penelitian ini didasarkan pada studi literatur yang ada dalam manajemen proses perancangan BIM, yang diintegrasikan dengan blockchain. Dalam ekosistem ini, blockchaindapat menjadi infrastruktur yang dapat digunakan untuk manajemen informasi selama siklus perancangan desain sampai selesai. Bahkan jika menggunakan pemodelan informasi (BIM), ada peran blockchain untuk pengelolaan. Penggunaan teknologi blockchain dalam perancangan kontruksi akan dikaji dengan metode penelitian studi literatur yang nantinya akan menampilkan gambaran bagaimana implementasi teknologi blockchain dalam sistem perancangan AEC (Architecture, Engineering, & Construction). Gambaran implementasi yang sudah terdapat di industri umum sekarang akan diuji dan dianalogikan dalam skema uji percobaan teknologi. Hasil yang akan diperoleh yaitu integrasi antara BIM dan Blockchain pada kajian ini bisa mengubah sistem perancangan AEC (Architecture, Engineering, & Construction).