Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR DAN DAMPAK KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Fachria Octaviani; Nunung Nurwati
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 3 No. 2 (2021): September: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v3iII.4118

Abstract

Anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada mereka yang menjalin hubungan rumah tangga. Dengan begitu, anak merupakan buah kasih yang harus dijaga dan diberikan bimbingan, dan pemenuhan hak-hak dalam kehidupannya. Hak-hak tersebut meliputi hak Pendidikan, hak untuk mendapatkan tempat tinggal, hak mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan keluarga, dan hak untuk perlindungan. Kekerasan seksual pada anak merupakan salah satu fenomena dimana anak tidak mendapatkan hak perlindungan karena anak seharusnya dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sehat secara jasmani dan rohaninya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dan dilakukan untuk menganalisa faktor dan dampak yang dihasilkan dari tindak kekerasan seksual pada anak.
PENTINGNYA MENINGKATKAN KESADARAN ORANG TUA AGAR TIDAK MELAKUKAN TINDAK KEKERASAN TERHADAP ANAK Shafira Putri Ramadhani; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.33729

Abstract

Anak merupakan aset yang paling berharga yang dimilki oleh suatu negara, karena nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Anak adalah anugerah dan titipan yang diberikan oleh Tuhan yang sudah seharusnya dijaga serta dilindungi. Namun justru saat ini anak seringkali dihadapkan pada kondisi yang darurat, dimana mereka menjadi korban kekerasan dari orang-orang terdekatnya bahkan orang tuanya sendiri. Padahal setiap anak memiliki hak untuk dapat mencapai dan memperoleh kebahagian serta kesejahterannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab mengapa orang tua bisa melakukan tindak kekerasan pada anak serta bagaimana cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melakukan tindak kekerasan pada anak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, terlebih faktor  kondisi emosinoal. Kondisi emosional orang tua yang kurang stabil akan cenderung memicu terjadinya tindak kekerasan. Karena hal itu dianggap sebagai solusi alternatif dalam mendisiplinkan dan mengajari anak. Akibat perlakuan yang salah dari orang tua tersebut, tanpa disadari mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan sang anak. Perlindungan pada anak sangat diperlukan guna mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkulitas bagi masa depan. Peningkatan kesadaran pada orang tua pun tidak kalah pentingnya agar mereka dapat memahami dan mengambil tindakan yang sesuai untuk menciptakan sistem perlindungan  dan pengasuhan yang baik bagi anak.
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK TKI DI KABUPATEN INDRAMAYU Meiliani Puji Suharto; Nandang Mulyana; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18278

Abstract

Remaja merupakan tahap perkembangan manusia yang paling rawan. Hal ini dikarenakan masa remaja merupakan tahap pencarian identitas. Remaja merupakan tahap perlihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa remaja seorang indicisdu tidak lagi tergantung kepada orang tuanya. Remaja sudah mulai berhubngan dengan lingkungan sosialnya khususnya teman sebaya. Dengan demikian remaja dalam pencarian identitasnya juga dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya khususnya teman sebaya.Kehadiran orang tua seorang remaja dalam dalam pembentukan identitas dirinya. Hal ini dikarenakan kehadiran orang tua dapat membantu rea\maja membentuk idnetitas remaja secara positif. Akan tetapi adakalanya orang tua tidak dapat hadir dalam kehidupan remaja. Salah satunya salah satu orang tua harus bekerja diluar negeri dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian identitas remaja lebih banyak diisi oleh teman sebayanya.Hasil assessment menunjukkan bahwa remaja yang tidak diasuh oleh kedua orang tunya cenderung mempunyai identitas yang negatif. Hal ini dikarenakan pengaruh teman sebaya yang besar. Dengan demikian diperlukan treatment untuk membantu remaja membentuk identitas dirinya serta mengurangi pengaruh negatif dari lingkungan sosial.
ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH MASYARAKAT TERKONFORMASI COVID-19 TERHADAP PRODUKTIVITAS PENDUDUK YANG BEKERJA DI JABODETABEK Gisela Adio Ros Maria; Nunung Nurwati
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28116

Abstract

COVID-19 menjadi salah satu penyebab kecemasan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia belakangan ini khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam mengurangi tingkat penyebaran COVID-19, yaitu belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Bekerja dari rumah bisa menjadi produktif, bisa pula menjadi tidak produktif bagi sebagian orang. Selain itu, beberapa perusahaan sedang mengusahakan untuk tidak melakukan PHK (Pemutusan Hak Kerja) dengan mengurangi upah pekerja, mengurangi jam kerja, dan lain sebagainya. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan penurunan produktivitas dari masyarakat itu sendiri secara nasional yang berimbas pada penurunan penghasilan, peningkatan jumlah masyarakat miskin, dan penurunan pendapatan perkapita. Selain itu, bekerja di rumah atau work from home juga bisa sangat memberatkan bagi sebagian orang mengigat setiap keluarga memiliki jumlah tanggungan yang berbeda yang mengharuskan mereka untuk tetap produktf di tengah pandemic COVID-19. Tujuan dari artikel ilmiah ini, yaitu ini untuk memberikan pandangan baru kepada masyarakat bahwa satu sector tidak dapat berdiri sendiri dan mereka memiliki pengaruh yang kuat antar sektornya.
Anomaly "Marriage Mut'ah" in Arab Village Bogor Safira Amalia Nuranisa; Nunung Nurwati; Muhammad Fedryansyah
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 2 (2022): Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.646 KB)

Abstract

This article focuses on the problem of deviant behavior that examines the phenomenon of tourist irregularities labeled halal. The focus of the situation in this study is to explain the phenomenon of marriage mut'ah (contract marriage) currently as halal tourism in the Arab village of Cisarua in Bogor Regency. This study uses a qualitative approach to develop concepts, explain the reality associated with a theory, and develop an understanding of a phenomenon. The results of studies show that the phenomenon of contract marriage is a social-cultural formation, a social construction, not an instinct, so contract marriage can be interpreted as a form of efforts to legalize the form of adultery, adultery, struggles to escape from the pressures of poverty, efforts to legitimize sexual desire so as not to say cheating, all of which are very dependent on their society. The practice of contract marriages is done through brokers or specific individuals whose place is hidden where the whereabouts are unknown. It can be concluded that the current control over the phenomenon of marital mut'ah is considered to be no longer sufficient if it is only based on the family. Therefore, social control must involve various parties; it is no longer sufficiently preventive or persuasive. On the other hand, simultaneously by multiple groups, whether preventive or repressive, non-violence (transparent) or coercive is still carried out in various forms.
Workforce Knowledge in Mining Safety Management System Policy Implementation Komeyni Rusba; Sri Wahyuni; Nunung Nurwati
Jurnal Public Policy Vol 8, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v8i4.5192

Abstract

Describe, analyze, and explain how labor knowledge in the implementation of occupational safety protection in PTLiKaKa dan PTWeMi. This study uses a qualitative approach that aims to find the depth of information naturally in a particular case and is research that generates descriptive data. The informants in this research are the general manager, the health safety and environmental manager, the human resource development manager, and two people labor. Human and natural resources, listed in the occupational safety and health management policies and work environment, are the form of company commitments. The company's commitment is a normative goal and needs to be translated into more operational service programs. Significance: Implementation and commitment are transferred into a company policy by the top management of the human resources department and occupational health and safety department. Labor assumes a commitment to implementing the policy as an effort by the company to overcome the problem of protection of occupational safety management and to promote the development of a safe work environment.
Perubahan Budaya dalam Ritus Pasca Panen Padi: (Analisis Perubahan Sosial dalam Dimensi Kultural dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Tabanan) Ni Putu Sri Pratiwi; Nunung Nurwati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i3.2580

Abstract

The purpose of this study is to explain the social changes that occur in the cultural dimension of post-harvest rites in Tabanan Regency and their impact on economic growth in Tabanan Regency. The reason for this case being chosen is because the agricultural cultural rites in Bali have experienced many shifts, but no one has conducted research regarding the changes that have occurred from the post-harvest rites by comparing their implementation in the past with the present. This research uses qualitative methods, data collection techniques use literature studies and in-depth interviews where the meta data is taken from books, online journals, and other references as well as the results of interviews with several informants consisting of traditional leaders, the people of Tabanan Regency who are still farming, and assistants regent of Tabanan. This research is analyzed using the concept of social change in the cultural dimension put forward by Himes & Moore by looking at the forms of integration that occur, as well as changes in the dimensions of time, process and impact. The results of the study showed that there was a change in the form of the post-rice harvest rite which was originally complex, now it becomes simpler by removing some of the elements in it. Nevertheless, these changes have had a good impact on economic growth in Tabanan Regency.
Dampak Reklamasi Terhadap Kerusakan Lingkungan Dan Kemiskinan Di Kota Makassar Andi Ainun Juniarsi Nur; Nunung Nurwati
Sosioglobal Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i2.47601

Abstract

Reklamasi merupakan suatu bentuk intervensi manusia pada lingkungan pesisir untuk kepentingan ekonomi. Namun, seringkali kebijakan reklamasi dijalankan tanpa memperhatikan dampak sosial-ekonomi pada masyarakat lokal. Tulisan ini membahas reklamasi yang memberikan dampak terhadap kerusakan lingkungan dan kemiskinan di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui studi literatur dengan mengumpulkan data sekunder berupa data yang dikeluarkan lembaga terkait dan menjadikan rujukan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan reklamasi sering kali dijalankan oleh pemerintah yang dipengaruhi oleh kepentingan bisnis dan asing, sehingga berpotensi meningkatkan kesenjangan sosial. Dalam konteks ekologi politik, reklamasi berdampak pada hilangnya sumber daya alam yang berujung pada ketidakadilan lingkungan dan ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya alam. Hal ini menambah kesengsaraan nelayan pesisir yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencari ikan dengan jarak yang lebih jauh. Selain itu, kurang pemasukan berdampak pada pendidikan anak nelayan yang harus terputus dikarenakan biaya. Reklamasi ini juga sangat berdampak pada kondisi lingkungan laut. Hal ini didasarkan pada beberapa indikator yaitu rendahnya keanekaragaman spesies biota dan meningkatnya kandungan polutan seperti logam berat dan bahan organik, melebihi perkembangan maksimal organisme tropis. Kata kunci: Reklamasi, Kemiskinan, Ekologi Politik Reclamation is a form of human intervention in the coastal environment for economic gain. However, reclamation policies are often implemented without regard to the socio-economic impacts on local communities. This paper discusses the impact of reclamation on environmental damage and poverty in Makassar City. This research is conducted by collecting data through literature study by collecting secondary data in the form of data issued by related institutions and making reference to relevant previous research. The results show that reclamation policies are often run by governments influenced by business and foreign interests, potentially increasing social inequality. In the context of political ecology, reclamation has an impact on the loss of natural resources which leads to environmental injustice and unequal access to natural resources. This adds to the woes of coastal fishermen who have to incur additional costs to fish over longer distances. In addition, the lack of income has an impact on the education of fishermen's children who must be interrupted due to costs. This reclamation also greatly impacts the condition of the marine environment. This is based on several indicators, namely the low diversity of biota species and the increased content of pollutants such as heavy metals and organic matter, exceeding the maximum development of tropical organisms. Keywords: Reclamation, Poverty, Political Ecology 
PENGARUH KELUARGA PADA ANAK PUTUS SEKOLAH JENJANG SEKOLAH MENENGAH Zagita Zilvana; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33764

Abstract

Pembangunan nasional ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan kegiatan yang universal dalam kehidupan suatu manusia. Untuk menciptakan manusia yang berkualitas harus dibekali dengan pendidikan, baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Permasalahan utama pendidikan yang ada di Indonesia adalah masih banyaknya anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah setelah lulus Sekolah Dasar ataupun Sekolah Menengah Pertama. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penyebab anak putus sekolah pada jenjang pendidikan menenah. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder. Adapun hasil yang diperoleh dari kajian ini sebagai berikut: Terdapat faktor internal dan eksternal penyebab anak putus sekolah jenjang pendidikan menengah.
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA AKIBAT KETIDAKHARMONISAN HUBUNGAN KEDUA PIHAK TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS ANAK SAAT REMAJA: TEORI PSIKOSOSIAL ERIKSON Deborah Kristianti; Nunung Nurwati
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34554

Abstract

Perceraian antara pasangan suami istri yang sudah menjadi orang tua akibat pertengkaran yang terus-menerus dilakukan dapat membawa dampak buruk bagi proses pembentukan identitas anak, terutama saat anak sedang berada pada fase remaja. Aspek psikologis anak dan kebutuhan akan terbentuknya identitas selama masa eksplorasi saat remaja cenderung lebih sulit terpenuhi akibat ketidakhadiran dari sosok kedua orang tuanya secara utuh, terlebih pada fase ini, remaja sedang berada dalam labilitas jiwanya. Padahal, peran orang tua sangatlah signifikan di dalam proses perkembangan anak saat remaja, khususnya pada tugas anak untuk mencari dan mengeksplorasi identitas dirinya. Apabila orang tua tidak hadir secara utuh pada proses perkembangan anak, terutama saat remaja, maka anak akan cenderung tidak mendapatkan kebutuhan psikologis secara penuh, mengalami perasaan yang tidak menyenangkan (unwanted feelings), tidak memiliki pedoman hidup yang jelas, mengalami kebingungan peran, lebih mudah terpengaruh pada pergaulan buruk dari lingkungan di luar rumah, dan berperilaku agresif ataupun antisosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang mana penulis membaca beberapa sumber referensi dari jurnal artikel, lalu menuliskannya dengan kata-kata sendiri berdasarkan pemahaman pribadi, namun tetap berlandaskan pada ketentuan ilmiah yang ada. Selain itu, penulis juga memakai data sekunder yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Jawa Barat 2020 untuk menganalisis data perceraian di Kabupaten Bekasi yang telah tersaji pada tahun 2019.