Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Uji komponen hasil dan variabilitas selada merah (Lactuca sativa L.) pada sistem hidroponik deep flow tehnique (DFT) Jenal Mutakin; Rivani E Supriyadi; Siti S Maesyaroh
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 2 (2019): Juli
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v1i2.154

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai hasil dan variabilitas 8 varietas selada merah. Percobaan ini dilaksanakan pada Juni sampai Agustus 2019 di Kecamatan Garut dengan ketinggian 714 meter diatas permukaan air laut, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 8 perlakuan dan diulang tiga kali. Varietas yang diuji yaitu: Varietas Pesona, Red Romaine, Red Rapid, Chloe Red, Kayla Red, Mia Red, Olga Red dan Arista. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Kayla Red memiliki komponen hasil tertinggi untuk tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Tinggi tanaman, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan laju asimilasi bersih memiliki nilai variabilitas genotipe dan fenotipe yang luas.
Daya Tumbuh Bibit Jeruk Keprok Perbanyakan Okulasi Menggunakan Jenis Batang Bawah dan Mata Tempel yang Berbeda Jenal Mutakin
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2020): Februari
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v2i1.186

Abstract

Budidaya jeruk keprok pada umumnya menggunakan bibit yang berasal dari perbanyakan cara okulasi. Okulasi adalah salahsatu perbanyakan untuk meningkatkan mutu bibit dengan cara mempelkan mata tunas sebagai batang atas pada suatu irisan kulit pohon lain sebagai batang bawah, sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tumbuh bibit jeruk sistem perbanyakan okulasi pada batang bawah dan mata tempel yang berbeda. Percobaan dilaksanakan mulai Agustus sampai dengan Oktober 2018 di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot) dengan 5 ulangan. Petak utama adalah batang bawah (B) yaitu: b1 = RL (Rough Lemon), b2 = JC (Japanese Citroen). Anak petak adalah mata tempel (M) yaitu: m1 = Garut 1, m2 = Terigas, m3 = Madura, m4 = Batu 55, dan m5 = Tejakula. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan batang bawah dan mata tempel terhadap daya tumbuh bibit jeruk okulasi, namun secara mandiri terjadi perbedaan yang nyata. Batang bawah JC (Japanese Citroen) berpengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman pada umur 60 HST dan mata tempel Terigas, Madura, Batu 55, Tejakula berengaruh terbaik terhadap persentase tumbuh. Sedangkan pada parameter lainnya perlakuan batang bawah dan mata tempel tidak berpengaruh nyata.
PENGARUH PENYIANGAN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.) SISTEM TOT MUSIM KE DUA DI KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT Usman Abdul Aziz; Jenal Mutakin; Resti Fajarfika
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi merupakan salah satu tanaman pangan pokok penghasil beras bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penerapan waktu penyiangan dan jarak tanam yang tepat dalam budidaya padi menggunakan sistem tanpa olah tanah yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan hasil produksi padi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan jaraktanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi pada sistem tanpa olah tanah musim ke dua. Percobaan dilaksanakan di Kampung Tunggilis, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, dari Bulan Desember 2020 sampai Bulan Maret 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) pola faktorial 4x3 dengan tiga kali ulangan. Petak utama yaitu Waktu Penyiangan (P) yang terdiri dari P0 = tanpa penyiangan, P1 = penyiangan 3 kali umur 20, 40, dan 60 HST, P2 = penyiangan 1 kali umur 40 HST dan P3 = penyiangan 2 kali umur 40 dan 60 HST. Anak petak yaitu jarak tanam (j) terdiri dari j1 = jarak tanam 20x20x40 cm (legowo), j2 = jarak tanam 25x25 cm (tegelan) dan j3 = jarak tanam 30x30 cm (tegelan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan waktu penyiangan dengan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman padi umur 20 HST dan bobot gabah per plot. Terjadi pengaruh interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil padi, pada Kombinasi P2J1 memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman umur 20 hst, kombinasi P1J3 memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah malai dan kombinasi P0J3 memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil gabah per plot.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam Diperkaya NPK dan Pupuk Organik Cair Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea Mays L.) Dizaz Rafail Nuryahya; Daniah Yumna; Dadi Nurdiana; Jenal Mutakin
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan komoditas pangan, membutuhkan lahan yang subur untuk pertumbuhannya. Peningkatan kesuburan lahan dapat dilakukan melalui pemberian pupuk organik dan anorganik baik berbentuk padat maupun cair. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk kandang ayam diperkaya NPK dan pupuk organik cair (POC) kulit nanas terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. Percobaan dilaksanakan di Kabupaten Garut, mulai Januari 2022 sampai Mei 2022, menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok pola Faktorial 4x4 diulang dua kali. Faktor pertama pupuk kandang ayam diperkaya NPK (P), yaitu : p0 (tanpa pemupukan), p1(12 ton/ha pupuk kandang ayam + 150 kg/ha pupuk NPK), p2 (12 ton/ha pupuk kandang ayam + 225 kg/ha pupuk NPK), p3 (12 ton/ha pupuk kandang ayam + 300 kg/ha pupuk NPK). Faktor ke dua konsentrasi pupuk organik cair kulit nanas (N), yaitu : n0 (0 ml/l), n1(10 ml/l), n2(20 ml/l), n3(30 ml/l). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara pupuk kandang ayam diperkaya NPK dan pupuk organik cair kulit nanas terhadap tinggi tanaman umur 2 MST, jumlah daun umur 2 MST, dan luas daun umur 6 MST. Kombinasi terbaik yaitu; 12 ton/ha pupuk kandang ayam + 300 kg/ha pupuk NPK, dan dosis pupuk organik cair kulit nanas 10 m/l.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG GRANOLA (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK DAN UKURAN BIBIT DI DATARAN MEDIUM KABUPATEN GARUT Indri Indah Nurapianti; Hanny Hidayati Nafi’ah; Jenal Mutakin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7042

Abstract

Kentang merupakan tanaman pangan yang strategis dengan mendukung ketahanan pangan bagi perekonomian di Indonesia. Tanaman kentang cenderung hanya mampu beradaptasi dengan baik pada daerah dataran tinggi, sehingga perlu dilakukan pengembangan teknologi budidayanya, agar produksi tanaman kentang dapat dilakukan produksi dengan baik pada daerah dataran tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan ukuran bibit pada pertumbuhan tanaman kentang di dataran sedang. Penelitian ini mengunakan rencana split plot, faktor petak utama adalah pupuk organik dan faktor ke dua adalah anak petak yaitu ukuran bibit. Dalam percobaan faktorial 4x3, dengan dua faktor perlakuan, diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang di uji adalah faktor pertama : pupuk organik (o0) kontrol, (o1) pupuk kompos, gulma (o2) pupuk kompos kotoran domba dan petroganik, (o3) pupuk kompos kotoran domba. Faktor anak petak yaitu: (b1) S:10-30g, (b2) M:30-60 dan (b3) L: 60-90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk oraganik dan ukuran bibit tidak terjadi interaksi terdap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, nisbah pupus akar, jumlah umbi pertanaman, jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanamna dan bobot umbi perplot. Namun mempunyai pengaruh mandiri pada jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak dan nisbah pupus akar. jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanamna dan bobot umbi per petak. Namun mempunyai pengaruh mandiri pada jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak dan nisbah pupus akar. jumlah umbi per petak, bobot umbi per tanamna dan bobot umbi per petak. Namun mempunyai pengaruh mandiri pada jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak dan nisbah pupus akar.
LAJU TUMBUH GULMA PADA BERBAGAI PUPUK ORGANIK DAN UKURAN BENIH DI PERTANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DATARAN MEDIUM Fina Anggraeni; Dadi Nurdiana; Jenal Mutakin
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i1.13352

Abstract

Weeds are one of the causes of the decline in potato production in the central plains. This research aimed to assess the diversity of weeds that appear on granola-variety potato plants (Solanum tuberosum L.) This research uses a quantitative approach by arranging frames measuring 50x50 cm in five locations spread diagonally. Weed samples were taken at 20 and 40 days after planting, and then the weed vegetation was analyzed using the index formula and weed dominance. The research found nine types of weeds, namely: Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides L., Common purslane, Eleusine indica L. Gaertn, Commelia benghalensis, Panicum repens L., Amaranthus spinosus L., Gynura procumbens, and Bidens pilosa L. Analysis result the variety shows the level of weed diversity at 20 days after planting in the P0 treatment wich gives the best result with the lowest average value. Meanwhile, in weed diversity parameters at 60 days after planting, the highest average value was achieved by treatment P1, while the lowest average value was seen in treatment P3.
Respons Pertumbuhan Bibit Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Terhadap Waktu Perendaman dan Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Bayyinah Nur Amaliah; Muhamad Irfan; Jenal Mutakin; Novriza Sativa
Agroteknika Vol 6 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i2.225

Abstract

Zingiber officinale Rosc atau disebut dengan jahe merupakan tanaman herba yang bernilai ekonomi. Kendala yang terjadi saat ini adalah adanya masa dormansi yang cukup lama pada bibit jahe merah, sehingga dibutuhkan zat pengatur tumbuh menggunakan PGPR. Tujuan penelitian adalah untuk memahami interaksi antara waktu perendaman dan konsentrasi PGPR terhadap respons pertumbuhan bibit tanaman jahe merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2023 hingga Mei 2023 Fakultas Pertanian Universitas Garut. Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor digunakan pada penelitian ini. Faktor pertama yakni lama perendaman dengan durasi: 0 menit (m0), dan 45 menit (m1). Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi larutan PGPR sebanyak: 0 ml/l (k0), 25 ml/l (k1), 50 ml/l (k2), 75 ml/l (k3), dan 100 ml/l (k4) setiap perlakuan dilakukan pengulangan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PGPR dapat berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, tinggi tunas, jumlah akar, dan indeks vigor. Perlakuan aplikasi selama 45 menit dan konsentrasi PGPR 75 ml/l air dapat meningkatkan pertumbuhan waktu muncul tunas selama 11 hari dan meningkatkan pertumbuhan tinggi tunas dan akar.