Royke B. Koapaha
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Musik sebagai Doa: Eksplorasi Metafora pada Musik Taizé di Skolastikat SCJ Yogyakarta Vania, Sabina Stella; Maarif, Samsul; B. Koapaha, Royke
INVENSI Vol 10, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i1.11972

Abstract

Tulisan ini mengkaji perwujudan relasi seni dan agama pada musik Taizé. Lebih khusus, membedah komposisi musik Taizé yang mempunyai peran penting dalam memberikan sensasi makna yang lebih dari sekadar melodi, dan memaparkan data terkait cara berdoa musisi yang menggunakan musik sebagai doa. Tulisan ini menggunakan data lapangan yang mencakup observasi partisipatif dan wawancara selama empat bulan pada tahun 2023 di Skolastikat SCJ Yogyakarta. Data dianalisis dengan pendekatan teologi dan musikologis. Hasilnya, musisi melibatkan aspek metaforis dalam memaknai musik sebagai doa. Melalui instrumen dan melodi yang dimainkan yang memiliki peluang dan pengaruh paling dekat untuk difungsikan sebagai doa bagi musisi. Hal tersebut didukung oleh penggunaan non-harmonic tone pada melodi memberikan kesan komposisi musik yang sangat sederhana, tenang dan damai mendengar setiap langkah melodi yang muncul sama seperti sedang berdoa. Selain melodi, ada tekstur musik heterofoni dilakukan dengan pengembangan nada pada teknik arpeggio yang disusun berdasarkan akor nada utama vokal, ada yang mengenai nada utama untuk beberapa birama, dan ada juga yang terdengar multilinier sehingga hal tersebut dapat membantu para musisi untuk berdoa melalui musik. Music as Prayer: Exploration of Music and Metaphor in Taizé Music at Skolastikat SCJ Yogyakarta ABSTRACTThis research examines the unnecessary relationship between art and religion in Taizé music. More specifically, it dissects the musical compositions of Taizé, which have an important role in providing a sensation of meaning that is more than just a melody, and presents data regarding the way musicians who use music as prayer pray. Research uses field data, which includes participant observation and interviews, for 4 months in 2023 at the Skolastikat SCJ Yogyakarta, including data that were analyzed using theological and musicological approaches. As a result, musicians involve metaphorical aspects in interpreting music as prayer. Through the instruments and melodies played have the closest opportunity and influence to function as prayer for musicians. This is supported by using non-harmonic tones in the melody, giving the impression of a straightforward musical composition, calm and peaceful. Hearing every step of the melody that appears is the same as praying. Apart from melodies, there are heterophonic musical textures carried out by developing notes using the arpeggio technique, which are arranged based on chords of the main vocal notes. Some are about the main notes for several bars, and there are also those that sound multinier so that this can help musicians to pray through music. 
“Suicide Gen” Komposisi Musik Progressive Metal Dalam Format Ansambel Campuran Berdasarkan Riwayat Hidup Kurt Cobain Nusa, Mada Panglima; Laksono, Kardi; Koapaha, Royke Bobby
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10366

Abstract

“Suicide Gen” adalah karya musik yang terinspirasi dari riwayat hidup Kurt Cobain dan menggunakan instrumen combo band serta ansambel gesek, yaitu string quartet. Sound effects juga digunakan untuk memperkuat suasana dan alur cerita pada setiap bagian. Penulis menemukan bahwa belum ada buku yang membahas tentang format ansambel campuran, namun buku tentang format bigband oleh William Russo dapat diterapkan dalam ansambel gesek. Penulis membahas tahapan dan penerapan teori dalam musik, seperti penggunaan teori thickened line dan voicing oleh William Russo dalam format bigband. Ide penciptaan setiap bagian cerita, penggabungan ansambel gesek dengan instrumen combo band, karakteristik progressive metal, dan penggunaan sound effects juga dibahas. Penulis menyatakan bahwa pembuatan karya musik genre progressive metal dengan format ansambel campuran dapat diterapkan dengan menggunakan teori dari bigband dan mempertimbangkan register pada instrumen gesek. Penggunaan sound effects juga perlu dianalisis sesuai dengan suasana dan kejadian yang diinginkan.Kata kunci: Ansambel Campuran, Progressive Metal, Sound Effects"Suicide Gen" is a musical work inspired by the life of Kurt Cobain and incorporates combo band instruments and a string quartet ensemble. Sound effects are also employed to enhance the atmosphere and storyline in each section. The author discovered that there are no books discussing the format of a mixed ensemble, but William Russo's book on the big band format can be applied to the string ensemble. The author discusses the stages and application of theory in music, such as the use of thickened line and voicing theory by William Russo in the big band format. The creation of each part of the story, the integration of the string ensemble with the combo band instruments, the characteristics of progressive metal, and the use of sound effects are also explored. The author states that creating a progressive metal music piece with a mixed ensemble format can be achieved by utilizing theories from the big band genre and considering the register of the string instruments. The use of sound effects should also be analyzed according to the desired atmosphere and events.Keywords: Mix Ensemble, Progressive Metal, Sound Effects