Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA: The Relationship Of Macro Nutritional Intake And Physical Activity With Nutritional Status In Adolescents Dania Khoerunisa; Isti Istianah
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.307 KB)

Abstract

Remaja merupakan suatu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, seperti gizi lebih dan gizi kurang. Masalah gizi yang terjadi dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan zat gizi makro pada remaja. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja. Jenis penelitian ini Obervasional Analitik dengan menggunakan design Cross Sectional. Teknik pengambilan menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 130 siswa kelas VIII dan IX di SMP PGRI 12 Kota Bogor. Pengumpulan data asupan zat gizi makro dengan wawancara menggunakan form food recall 2x24 jam, aktivitas fisik menggunakan kuesioner APARQ, dan status gizi menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan dihitung dengan IMT/U. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Terdapat 70,8% responden memiliki status gizi baik. Dari hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p = 0,001), karbohidrat (p = 0,002), protein (p = 0,001), lemak (p =0,003), aktivitas fisik (p = 0,001) dengan status gizi pada remaja. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara asupan zat gizi makro yaitu energi, karbohidrat, protein, lemak dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja.
GAMBARAN STATUS GIZI, ASUPAN PURIN DAN KADAR ASAM URAT PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI GIZI UNIVERSITAS BINAWAN: Relationship Between Nutritional Status and Purine Intake with Uric Acid Levels in Students of Nutrition Study Program at Binawan University Isti Istianah; Grace Gladys Lahama
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 3 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jakagi.v3i1.664

Abstract

Kadar asam urat yang tinggi dalam darah merupakan satu masalah kesehatan. Asupan purin yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya hiperurisemia yang dapat berakhir dengan gout arthritis. Kadar purin yang tinggi banyak terkandung dalam protein hewani. Status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran status gizi, asupan purin dan kadar asam urat pada mahasiswa Program Studi Gizi di Universitas Binawan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dengan jumlah responden 61 mahasiswa. Pengumpulan data asupan purin dengan wawancara menggunakan formulir food recall 2x24 jam, status gizi menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan dihitung dengan rumus Indeks Massa Tubuh  (IMT). Berdasarkan hasil penelitian, status gizi dari 61 subjek dalam penelitian ini sebagian besar termasuk kategori normal sebanyak 83,60% yang berjumlah 51 orang. Tingkat asupan purin pada mahasiswa program studi Gizi di Universitas Binawan tergolong kategori rendah sebanyak 61 responden (100%). Kadar asam urat pada mahasiswa program studi Gizi di Universitas Binawan kategori normal sebanyak 27 responden (44,30%) dan kategori tinggi sebanyak 34 responden (55,70%).
Nutritional Status, Menstrual Cycle and Stress with Primary Dysmenorrhea Nurul Oktaviani; Isti Istianah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i3.381

Abstract

Primary dysmenorrhea is pain during menstruation and is not based on pathological conditions. Women in Indonesia experience primary dysmenorrhea. The incidence of primary dysmenorrhea in Jakarta is high. Study to analyze a relationship between nutritional status, menstrual cycle, stress level, and primary dysmenorrhea in class XI students at SMA Suluh, South Jakarta. Research is quantitative design cross-sectional. 60 sampling female students technique purposive random sampling. Data collection used anthropometric measurements and primary dysmenorrhea questionnaires, menstrual cycle questionnaires, and Depression Anxiety and Stress Scale (DASS). Data were analyzed using univariate analysis and bivariate data analysis using Chi-square. Results characteristics menstrual subjects were obtained 1x/month 58 (96,7%). Duration menstruation was 3-7 days 49 (81,7%). Primary dysmenorrhea at the beginning of menstruation was 53 (88,3%). 35 students (58,3%) experienced dysmenorrhea first time 6 months of menstruation. Duration menstrual pain 1-3 days 60 (100%). The primary dysmenorrhea scale of moderate pain was 29 (48,3%). 35 students (58,3%) did not experience back pain. 34 (56,7%) students experienced low back pain. Results of statistical analysis showed there was a significant relationship between nutritional status and primary dysmenorrhea p-value=0,00. The significant relationship between the menstrual cycle and primary dysmenorrhea p-value=0,03, and there was no relationship between stress levels and primary dysmenorrhea p-value=0,44. It can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status and menstrual cycle and dysmenorrhea, but there is no significant relationship between stress levels and primary dysmenorrhea in class XI SMA Suluh Jakarta Selatan students.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI, VITAMIN C, DAN KEBIASAAN SARAPAN TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR DI SMA TAMAN MADYA 5 Isti Istianah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 4 No 2 (2020): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2020.4.2.2769

Abstract

Konsentrasi merupakan suatu kemampuan untuk memfokuskan pikiran. Kekurangan asupan zat besi merupakan salah satu penyebab anemia yang akan berdampak mrnurunnya konsentrasi belajar, vitamin c juga berperan untuk membantu proses penyerapan zat besi. Sarapan pagi juga merupakan hal yang penting untuk meningkatkan konsentrasi karena merupakan pasokan energi untuk otak yang paling baik untuk berkonsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara asupan zat besi, vitamin c dan kebiasaan sarapan terhadap konsentrasi belajar di SMA Taman Madya 5. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 36 siswi kelas 10 dan 11 yang diambil dengan teknik purposive sampling pada bulan Februari 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes konsentrasi menggunakan picture completion, melakukan survei konsumsi asupan zat besi dan vitamin c dengan metode SFFQ dan wawancara kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan asupan zat besi terhadap konsentrasi belajar dengan nilai p-value 0,370, tidak ada hubungan asupan vitamin c terhadap konsentrasi belajar dengan nilai p-value 1,000 dan Ada hubungan kebiasaan sarapan terhadap konsentrasi belajar dengan nilai p-value 0,003.
Perbedaan Asupan Zat Besi Ibu Hamil Anemia dan non-Anemia di Jakarta Timur Isti Istianah; Sri Fauziana; Adhila Fayasari
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.01.8

Abstract

Dalam kehamilan anemia merupakan faktor penting yang terkait dengan peningkatan risiko kematian ibu anak. Asupan zat besi dan bioavailabilitas zat besi penting untuk pencegahan anemia defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan makanan dan bioavailabilitas zat besi ibu hamil anemia dan non-anemia di Puskesmas Makasar. Studi cross sectional dilakukan pada 185 wanita hamil dari Mei -September 2019 di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta. Asupan makan diukur dengan menggunakan 24 hours food recall dan Semi Quantitative Food Frequency. Lingkar lengan atas diukur dengan metline. Kadar hemoglobin diukur dengan metode cyanmethameglobin. Data dianalisis dengan uji beda dengan nilai p<0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukan prevalensi anemia sebesar 23,8%. Wanita hamil yang anemia cenderung mempunyai riwayat keguguran dan malnutrisi (p<0,05). Kepatuhan terhadap suplementasi zat besi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status anemia (p>0,05). Secara umum total energi dan asupan protein ibu hamil kurang dari 70% EAR. Asupan makanan pada kelompok anemia lebih tinggi daripada kelompok non-anemia. Tidak ada perbedaan dalam zat besi heme dan non-heme pada anemia dan non-anemia, tetapi kelompok anemia cenderung memiliki asupan zat besi non-heme yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini tidak adak perbedaan asupan zat besi pada ibu hamil anemia dan non-anemia.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Anemia Pada Santriwati Pondok Pesantren Awwaliyah Al-Asiyah Adhila Fayasari; Isti Istianah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v4i01.656

Abstract

Anemia is caused by a deficiency of micronutrients, also known as hidden hunger. Adolescents have a risk of anemia, especially from the frequency of eating, choosing the type of food and the occurrence of puberty. Lack of intake and wrong food choices related to the prevention of anemia in adolescents can be caused by the low knowledge of students regarding this matter. Lack of knowledge about anemia causes the need for iron in the body of adolescents is less and not fulfilled so that anemia can occur in adolescents. Adolescent girls are one of the age groups that are prone to iron deficiency, where their nutritional needs increase because they are still in their infancy. No exception for students in the scope of the boarding school. Boarding schools will provide meals to meet the needs of students and teachers. The provision of dormitory food is generally limited due to financial problems, so there is a possibility that it will not be able to meet the nutritional needs of students. This service aims to increase the knowledge of female students about anemia. The method used is conducting nutrition education, measuring hemoglobin levels, and conducting evaluation analysis to increase the knowledge of female students. This service activity was carried out at the Pesantren Mosque which was attended by 40 female students. The service begins with games to increase enthusiasm and then a pre-test is given. Then the material is given with 3 topics, question and answer, and closed with a post-test and evaluation of activities. The response of the female students was very enthusiastic by asking interesting questions about nutrition and health. The conclusion of the pre-test and post-test results is that there is a significant difference between the level of knowledge before and after nutrition education
Penyuluhan Daring Higiene Sanitasi, Gizi Seimbang Dan Kesehatan Pada Penjamah Makanan Di Al Jazeerah Hospitality Management Marina Indriasari; Angga Rizqiawan; Isti Istianah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/jpmbp.v4i01.823

Abstract

Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penjamah makanan agar kualitas makanan yang dihasilkan baik, serta mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran pada makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Tenaga Penjamah Makan di Al Jazeerah Signature Restaurant & Lounge Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kegiatan Penyuluhan dengan tema Higiene Sanitasi, Gizi Seimbang dan Kesehatan pada Penjamah Makanan di Al Jazeerah Hospitality Management akan dilaksanakan 2 tahap dengan kegiatan berupa pemaparan materi oleh 4 narasumber sehingga diharapkan pada Tahap II, peserta dapat mengimplementasikan materi yang telah dijelaskan dan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Tahap I dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2022 dan tahap II dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2022 dengan waktu pelaksanaan selama 2 jam sejak pukul 15.00-17.00. Peningkatan pengetahuan ini dilakukan melalui penyuluhan menggunakan beberapa media edukasi. Dengan dilaksanakannya pre test, penyuluhan dan post test. Hasil dari pelaksanaan pretest dan juga post test kepada peserta didapatlkan kesimpulan berupa pengetahuan peserta mengenai hygiene dan sanitasi serta gizi seimbang untuk produktivitas kerja setelah mendapatkan penyampaian materi masih tergolong sedang pada hari pertama. Sedangkan pada hari kedua, pengetahuan peserta mengenai keamanan pangan serta is terkini mengenai menjaga pola hidup yang sehat setelah mendapatkan penyampaian materi tergolong baik. Secara keseluruhan peserta penyuluhan yang mengikuti merespon secara baik, meskipun terdapat kendala saat menentukan waktu penyuluhan yang tepat.
GAMBARAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI PADA BALITA Debora Tika Saragih; Isti Istianah
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2020), angka pemberian ASI eksklusif masih cukup rendah, yaitu sekitar 44% dari tujuan pemberian ASI eksklusif sebesar 50%. Rendahnya prevalensi pemberian ASI eksklusif akan mempengaruhi risiko stunting. Frekuensi stunting pada anak balita di Desa Senyubuk sebesar 4,5%. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan penelitian deskriptif. Desain penelitian menggunakan data sekunder dari buku kohort posyandu untuk melakukan survei. Fokus pada pendataan selama tiga bulan pada tahun 2021 yaitu Oktober, November, dan Desember. Penilaian deskriptif ini mengungkapkan distribusi frekuensi Balita Non Eksklusif yang berjumlah 18 anak (18%), yang jauh lebih stunting dibandingkan Balita dengan ASI yang hanya terdiri dari tiga anak (3%). Prevalensi stunting anak di Desa Senyubuk masih tergolong tinggi. Jika balita tidak cukup mengkonsumsi ASI, mereka rentan terhadap kekurangan gizi, yang dapat mengakibatkan stunting. Diperkirakan bahwa penelitian selanjutnya akan secara langsung mengidentifikasi unsur-unsur lain yang mempengaruhi status gizi.
Risk Factors Associated with Nutritional Status of Toddlers Ria Wati; Isti Istianah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v5i2.395

Abstract

The main nutritional problem is when growing children experience severe malnutrition. Such as the mother's education level, occupation, number of family members, family income, knowledge, history of exclusive breastfeeding, and history of infectious diseases are several variables that influence a child's nutritional status. Body weight for age (WW/U) based on Z-score -3 SD to <-2 SD is the threshold for undernutrition. The aim of this research was to determine the factors related to the nutritional status of toddlers in the UPTD work area of the Kubangdeleg Community Health Center, Cirebon Regency, West Java Province. This research uses a cross sectional study design and is an observational analytical study. The sample size of 100 people is mothers who have toddlers aged 12-59 months. Data collection was carried out through interviews and anthropometric measurements as well as community health center reports. Then the data was analyzed univariate and bivariate with the Chi-square test. Maternal education obtained (p-value=0,027), number of family members (p-value=0,317), maternal knowledge about nutrition (p-value=0,756), history of exclusive breastfeeding (p-value=1,000), and history of infectious diseases (p-value=0,693). There is a relationship between the level of maternal education and the nutritional status of toddlers. Meanwhile, in the UPTD work area of the Kubangdeleg Community Health Center, Cirebon Regency, West Java Province. Several factors including the number of family members, mother's knowledge, history of exclusive breastfeeding and history of infectious diseases are not risk factors for nutritional status in toddlers.
Mengidentifikasi Faktor Gizi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kota Depok Tahun 2019 Isti Istianah; Septiani Septiani; Gusti Kumala Dewi
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 10 No 2 (2020): Maret
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is the second-largest degenerative disease in Indonesia which is influenced by several factors such as obesity, low physical activity, and poor diet. This study aims to identify nutritional factors in 77 types 2 diabetes mellitus patients in Depok by using a cross-sectional descriptive research design. This study uses a purposive sampling technique with Inclusion and Exclusion Criteria, analyzed using univariate analysis. The results were mostly female respondents 84.4%, aged 51-60 years 76.7%, nutritional status of obesity 44.2%, high school education level 40.3%, respondents not working 68.8%, income level Rp 1,000,000, - up to Rp 2,000,000 per month 39%, and respondents who consumed 87% of the drug, when the blood sugar level (GDS) was 71.4%, breakfast frequency was 72.7%, strength of muscle mass was weak 51.9%. Moderate physical activity 59.7%, moderate GI consumption 64.9%, moderate category BG consumption 48.1% and central obesity 75.3%. This research concludes that low nutritional factors can increase the risk of type II DM in Cimanggis Health Center, Depok City in 2019.