Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Differences Albumin Value in Type II Diabetes Mellitus Patient and Type II Diabetes Mellitus With Nefropathi Diabetic Coinfection in Sumbawa Hospital Eva Royandriani Rustamaji; Siti Zaetun; I Wayan Getas; Rohmi Rohmi; Musayadah Musayadah
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i2.312

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Diabetes melitus memiliki dampak yang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan komplikasi. Nefropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien DM tipe II. Komplikasi ini terjadi akibat kerusakan ginjal pada glomerulus yang mengakibatkan kebocoran ginjal yang menyebabkan protein terutama albumin yang mengalir dari darah ke dalam urin. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kadar Albumin pada pasien DM tipe II dan koinfeksi DM tipe II dengan Nefropati Diabetik di RS Sumbawa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dibagi menjadi dua kategori, yaitu pasien DM tipe II dan pasien DM tipe II dengan koinfeksi nefropati diabetik. Kedua sampel serum dilakukan pemeriksaan kimia darah. Hasil : Penelitian ini menggunakan 30 sampel pasien DM tipe II dan 30 sampel pasien DM tipe II koinfeksi nefropati diabetik, dengan hasil rata-rata kadar albumin DM tipe II adalah 4,03 g/dl, sedangkan DM tipe II dengan koinfeksi Nefropati Diabetik dengan rata -rata 2,04 g/dl. Simpulan : Terdapat perbedaan bermakna uji independent T-Test terhadap kadar albumin pada Diabetes Mellitus tipe II dan Diabetes Mellitus tipe II koinfeksi dengan Nefropati Diabetik dengan probabilitas 0,000.
Pengaruh Lama Hemodialisa Terhadap Hasil Urinalisa Metode Carik Celup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Praya Diana Safitri R; Rohmi Rohmi; Agrijanti Agrijanti; Siti Zaetun
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i2.1946

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik biasanya melakukan terapi utama pengganti ginjal yaitu hemodialisa yang dapat mempertahankan fungsi tubuh pasien. Dalam hemodialisa, carik celup (memiliki spesifisitas tinggi 97–100) membantu memantau fungsi ginjal sisa untuk manajemen pasien, penyesuaian terapi, dan untuk pemantauan fungsi ginjal yang sederhana, efisien, dan efektif. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh lama hemodialisa terhadap hasil urinalisa metode carik celup pada pasien gagal ginjal di RSUD Praya. Metode Penelitian: Observasional analitik dan desain penelitian cross-sectional. Hasil Penelitian: Rerata lama hemodialisa pada pasien di RSUD Praya yaitu 6 bulan. Rerata hasil pemeriksaan carik celup untuk lama hemodialisa ≤ 3 bulan, nilai positifitas parameter glukosa 0.78, leukosit 2.56, eritrosit 3.22, protein 3.22. Lama hemodialisa 4-6 bulan, nilai positifitas parameter glukosa 1.33, leukosit 2.11, eritrosit 2.89, protein 2.78. Lama hemodialisa > 6 bulan, nilai positifitas parameter glukosa 0.22, leukosit 1.44, eritrosit 2.22, protein 1.33. Uji statistik pada parameter protein (p = 0,001), eritrosit (p = 0,037), leukosit (p = 0,073) dan glukosa (p = 0,783). Kesimpulan: Ada pengaruh lama hemodialisa terhadap hasil urinalisa metode carik celup parameter protein dan eritrosit pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Praya.