Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ORTOPEDAGOGIA

Kondisi Pemenuhan Teknologi Asistif Bagi Anak Berkesulitan Belajar Spesifik (ABBS) di Sekolah Angga Damayanto; Ishartiwi Ishartiwi; Rendy Roos Handoyo; Ernisa Purwandari
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 7, No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v7i12021p62-67

Abstract

Artikel ini membahas tentang kondisi pemenuhan teknologi asistif yang merupakan alat bantu yang dirancang agar sesuai dan dapat mempermudah Anak Berkesulitan Belajar Spesifik (ABBS) dalam meningkatkan kemandirian dan hasil belajar ABBS yang ditinjau dari (1) penerapan teknologi asistif; (2) jenis teknologi asistif yang sudah tersedia di sekolah; (3) teknologi asistif yang diharapkan dapat tersedia di sekolah. Subjek penelitian terdiri dari 415 guru yang mengajar ABBS, baik di sekolah luar biasa maupun inklusif. Data diperoleh melalui angket yang disebar secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) teknologi asistif belum diterapkan secara optimal karena pemahaman guru terkait teknologi asistif masih rendah; (2) teknologi asistif yang tersedia masih didominasi oleh teknologi asistif dengan tingkat yang rendah (low technology) (3) teknologi asistif yang diharapkan untuk ABBS di sekolah juga masih tergolong teknologi asistif dengan tingkat rendah (low technology).
Upaya Guru dalam Pemenuhan Kebutuhan Khusus Siswa di Sekolah Dasar Inklusif Pamungkas, Bayu; Hermanto, Hermanto; Purwandari, Ernisa
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 9, No 1 (2023): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v9i12023p43-47

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam rangka pemenuhan kebutuhan khusus siswa di 10 Sekolah Dasar penyelenggara pendidikan inklusi di Sleman Yogyakarta. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang telah dihimpun kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa beberapa upaya guru dalam pemenuhan kebutuhan khusus siswa di sekolah dasar inklusif antara lain pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, pemberian layanan khusus dan penerapan program terindividualisasi serta kolaborasi.
Preferensi Media Komunikasi dalam Kolaborasi Pendidikan Khusus: Studi pada Orang Tua Siswa dengan Hambatan Intelektual Purwandari, Ernisa; Purwanta, Edi; Aminah, Siti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p391-396

Abstract

Kolaborasi yang efektif antara sekolah dan keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan bagi anak dengan hambatan intelektual. Pemanfaatan media komunikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi sarana strategis untuk menjalin interaksi yang berkelanjutan antara orang tua dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi media komunikasi yang digunakan orang tua siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam kolaborasi dengan guru, serta menganalisis alasan di balik pemilihan media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan melibatkan 366 responden orang tua siswa dengan hambatan intelektual. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dikumpulkan dari pernyataan terbuka responden dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan media komunikasi dominan, digunakan oleh 299 responden (81,7%), baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan media lain seperti situs web sekolah atau media sosial. Alasan utama pemilihan media adalah kemudahan penggunaan (58,5%), diikuti oleh kecepatan akses informasi (7,6%), kebiasaan atau familiaritas (2,7%), dan fleksibilitas akses (1,6%). Analisis kualitatif memperkuat temuan ini dengan menyoroti harapan orang tua terhadap komunikasi yang lebih efektif, peningkatan kemandirian anak, kontinuitas program, serta penguatan sinergi antara guru dan keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa media yang sederhana, mudah diakses, dan sesuai dengan kebiasaan pengguna lebih disukai untuk mendukung kolaborasi pendidikan khusus. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya optimalisasi penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama kolaborasi, dengan tetap mempertahankan media resmi sekolah untuk tujuan dokumentasi dan penyampaian informasi formal.