Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENYULUHAN MEDIA LITERASI: PERAN GURU TAMAN KANAK-KANAK (TK) MENGHADAPI PENGARUH NEGATIF TELEVISI TERHADAP ANAK Asrinda Amalia; Aidil Haris
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 1 No 2 (2017): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.984 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v1i2.230

Abstract

Pola menonton TV anak secara umum masih buruk karena konsumsi yang tinggi, bahkan, anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi dibandingkan dengan di sekolah. Banyaknya hal negatif dari menonton TV yang bisa mempengaruhi anak tersebut tentunya saja sangat memprihatinkan.Untuk itu peran guru menjadi penting agar televisi tidak berdampak negatif pada anak. Pembentukan karakter anak yang kritis bisa dilakukan apabila guru bisa memberikan pemahaman kepada anak mengenai efek negatif menonton TV sehingga hal-hal negatif bisadihindari. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas kami tertarik untuk melakukan tela’ah dengan judul; “Penyuluhan Media Literasi: Peran Guru TK Menghadapi Pengaruh Negatif TV Terhadap Anak”.Tujuan mendasar media literasi adalah mengajar khalayak atau pengguna media untuk menganalisis pesan yang disampaikan oleh media massa, mempertimbangkan tujuan komersil dan politik di balik suatu citra atau pesan media, dan meneliti siapa yang bertanggung jawab atas pesan atau ide yang diimplikasikan oleh pesan atau citra itu. Dari hasil kegiatan penyuluhan mengenai pengaruh negative TV terhadap anak dapat disimpulkan bahwa pengetahuan guru-guru tentang dampak tayangan TV secara umum meningkat meskipun masih ada yang menganggap bahwa acara TV untuk anak-anak tidak berbahaya. Saran yang dapat diberikan adalah masih perlu dilakukan penyuluhan yang lebih intensif untuk lebih meningkatkan kesadaran para guru terhadap pengaruh negative TV.
MAKNA DAN SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL (Sebuah Tinjauan Komunikasi) Aidil Haris; Asrinda Amalia
Jurnal Dakwah Risalah Vol 29, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jdr.v29i1.5777

Abstract

Simbol dan interaksi sosial tidak bisa dipisahkan pada kajian komunikasi. Penggunaan simbol-simbol merupakan kegiatan yang akan selalu hadir pada setiap proses komunikasi. Tinjauan komunikasi untuk penelitian makna simbol ini selalu mengalami perubahan seiring perkembangan jaman. Pola perubahan interaksi sosial di kalangan masyarakat akan membawa perubahan makna simbol yang terkandung didalamna. Tujuan penelitian ini adalah untuk pemaknaan simbol dalam perubahan interaksi sosial dalam tinjauan komunikasi. Metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dimana penjabaran simbolik melalui pendekatan Perspektif simbolis interaksionism. Hasil penelitian didapatkan bahwa manusia mengembangkan satu set simbol yang kompleks untuk memberi makna terhadap dunia dalam paradoks.
Wacana Islamophobia di Media Massa Asrinda Amalia; Aidil Haris
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2019): Medium Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.873 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi pewacanaan terhadap pemberitaan seputar kasus teroris pada portal berita online tribunnews.com dan detik.com yang memunculkan Islamophobia di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah metodologi penelitian kualitatif dengan paradigma subjektif kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka. Peneliti mengidentifikasi pemberitaan seputar kasus teroris di media massa online dan mengklasifikasikannya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik analisis data Critical Discourse Analysis (CDA) model Fairclough. Analisis wacana kritis Fairclough memiliki tiga tahapan analisis yaitu tahapan dimensi teks, dimensi wacana dan dimensi sosiokultural. Pada riset ini, penulis hanya menganalisis dimensi pewacanaan Islamophobia di media massa. Hasil penelitian menyebutkan bahwa media massa terjebak dalam wacana Islamophobia yang digulirkan barat. Dari dua media online terbesar yang diteliti yaitu tribunnews.com dan detik.com, terlihat jelas bahwa Islamophobia bergulir tanpa batas oleh kedua media tersebut melalui teks berita. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa dimensi pewacanaan di media massa terjebak pada upaya mendiskreditkan Islam. Wacana Islamophobia tersebut lebih banyak didominasi pada pemberitaan seputar kasus teroris di tribunnews.com.
PROGRAM DISEMINASI TEKNOLOGI ALAT PENGERING BUAH PADA KELOMPOK USAHA KERIPIK NENAS TANI SAKINAH DESA KUALU NENAS KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR RIAU Aidil Haris; Sunaryo, Khusnul Hanafi; Asrinda Amalia; Raja Widya Novchi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v5i1.1136

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi alat pengering buah pada kelompok usaha keripik nenas Tani Sakinah di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Hal ini dilakukan berdasarkan analisis situasi permasalahan yang menunjukkan bahwa alat yang dimiliki anggota Kelompok Tani Sakinah tergolong cukup besar dan memerlukan ruangan yang besar tanpa dilengkapi pengaturan suhu serta pembiayaan produksi yang tinggi. Selain itu, kelompok tani ini masih mengandalkan cara tradisional dalam memasarkan produk keripik nenas yang dihasilkan. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui metode pembelajaran terstruktur dengan beberapa tahapan yang dimulai dari proses identifikasi kebutuhan masyarakat, perancangan, pembuatan, uji operasi, pendampingan operasional, dan diseminasi teknologi tersebut kepada kelompok usaha keripik nenas “Tani Sakinah”. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan program diseminasi dapat diketahui bahwa teknologi alat pengering buah pada kelompok usaha keripik nenas Tani Sakinah di Desa Kualu Nenas dapat dimanfaatkan untuk menggantikan alat produksi tradisional yang sebelumnya mereka miliki. Produk teknologi alat pengering buah yang diseminasikan ini memiliki sistem kerja yang lebih fleksibel, hemat listrik dan gas, serta tanpa menggunakan minyak goreng. Artinya, dengan menggunakan teknologi alat pengering buah ini dapat menekan biaya produksi, dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program diseminasi teknologi alat pengering buah pada kelompok usaha keripik nenas Tani Sakinah di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau dapat dimanfaatkan untuk memudahkan proses produksi keripik nenas serta mampu menekan biaya produksi.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGERING UBI KAYU UNTUK PAKAN TERNAK PADA KELOMPOK TANI BERINGIN MAKMUR KOTA PEKANBARU Raja Widya Novchi; Khusnul Hanafi; Aidil Haris; Asrinda Amalia; Hardin .
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i1.2508

Abstract

Kelurahan Sungaisibam terletak di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, merupakan salah satukelurahan yang mengandalkan hasil pertanian berupa ubi kayu. Kawasan ini terkenal denganhasil ubi kayu dan terdapat beberapa kelompok tani didalamnya, salah satunya adalahkelompok tani beringin makmur. Tujuan dibuatnya pengabdian berawal dari pelaksanaanKuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah. Ketua kelompok tani beringinmakmur meminta bantuan menyelesaikan persoalan terkait dengan banyaknya bahan bakuubi kayu namun terkendala dari segi pengolahan, proses pengeringan dan pemasaran hinggapada akhirnya pengabdi melahirkan sebuah ide untuk membuat sebuah teknologi yangdiperuntukkan bagi petani ubi kayu. Permasalahan terbesarnya yaitu kelompok tani BeringinMakmur masih mengandalkan cahaya matahari untuk proses pengeringan ubi yang sudah dicincang. Tentunya ini memerlukan waktu yang cukup lama apalagi jika cuaca kurangmendukung dalam proses pengeringan maka dapat menimbulkan kerugian yang besar sepertimunculnya jamur pada permukaan ubi kayu. Maka dari itu tim pengabdi memberikan 1 unitteknologi tepat guna berupa alat pengering ubi kayu yang diperuntukkan untuk membuatgaplek/pakan ternak. Hal tersebut sangat membantu kelompok tani karena dari hasilobservasi dan wawancara tim pengabdi sebelumnya, kelompok tani mengaku hanyamengandalkan terik matahari dan proses pengeringan bisa memakan waktu 3-7 hari. Pihakyang terlibat dalam pengabdian ini yaitu mitra, ketua pengabdian, anggota pengabdian,dosen teknik mesin, dosen komunikasi digital dan empat orang mahasiswa. Kegiatanpengabdian telah dilakukan dari bulan Mei-Desember 2021 meliputi survey lokasi,kerjasama dengan mitra, workshop digital marketing, pengenalan, pendampingan danpemberian 1 unit teknologi dehidrator, publikasi kegiatan pengabdian di media online sertamengunggah video kegiatan pengabdian pada channel youtube.
PROGRAM DISEMINASI TEKNOLOGI DEHYDRATOR BETEL NUT MACHINE BERBAHAN BAKAR BIOMASSA DI DESA TANJUNG ALAI, KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR, KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU Aidil Haris; Khusnul Hanafi; Asrinda Amalia; Sunaryo; Raja Widya Novchi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i1.2539

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi dehydrator betel nutmachine berbahan bakar biomassa kepada kelompok tani pinang di Desa Tanjung Alai,Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kegiatan pengabdian inidilaksanakan dengan melibatkan 2 kelompok tani buah pinang yang ada di Desa Tanjung Alai,Kecamatan XIII Koto Kampar yaitu kelompok tani buah pinang Maju Jaya dan BerkahBersama. Permasalahan mendasar yang dihadapi kelompok tani ini adalah lambatnya prosespengeringan buah pinang yang sudah di panen. Berdasarkan data yang di himpun, lamapengeringan buah pinang berkisar 2 hingga 4 hari. Kondisi ini berdampak terhadap perolehanpandapatan petani pinang. Oleh karenanya, tim pengabdi memberikan solusi berupa produkteknologi hasil penelitian yang mampu mengeringkan buah pinang dalam waktu 20 menit yangdi beri nama dehydrator betel nut machine. Pada implementasi pengabdian, kedua kelompoktani ini diarahkan, di bimbing dan diawasi dalam pengoperasian alat hingga kedua kelompoktani bisa mandiri dalam penggunaan alat teknologi. Proses pendampingan dilangsungkanselama beberapa hari hingga kedua kelompok tani buah pinang di rasa mampu mengoperasikanalat teknologi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan metode pembelajaran terstruktur denganbeberapa tahapan. Tahapan-tahapannya tersebut di mulai dari proses identifikasi kebutuhanmasyarakat, perancangan, pembuatan, uji operasi, pendampingan operasional, dan diseminasialat teknologi tersebut kepada kelompok tani buah pinang Maju Jaya dan Berkah Bersama.Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok tani buah pinang secarabertahap sudah mampu mengoperasikan alat dehydrator betel nut machine. Kemudiankelompok tani mengakui jika alat dehydrator betel nut machine mampu mengeringkan buahpinang dalam waktu 15 menit hingga 20 menit.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK INTERAKTIF DI ERA VIRTUALITAS Aidil Haris
Jurnal Publik Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jpr.v9i1.2085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik interaktif di era virtualitas. Hal ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat diiringi dengan tingginya keterlibatan masyarakat mengakses media sosial dari tahun ke tahun sejak munculnya media sosial ke tengah masyarakat dunia. Akibat gencarnya akses penggunaan media sosial oleh masyarakat dunia menyebabkan menurunnya akses masyarakat terhadap media massa. Begitu juga halnya yang terjadi pada masyarakat Indonesia yang mengalami perubahan perilaku, termasuk perilaku berpolitik di era virtualitas. Oleh karenanya, peneliti menela’ah lebih mendalam tentang strategi komunikasi politik yang interaktif di era virtualitas melalui pendekatan riset subjektif dengan metodologi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kriteria informan yang memahami dan mengamati perubahan komunikasi politik di era virtualitas. Teknik analisis data dilakukan melalui model Miles dan Hubberman Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan penelitian, diketahui bahwa strategi komunikasi politik yang interaktif di era virtualitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan media social dengan muatan content kreatif di youtube, tiktok, facebook, twitter, instagram dan plat form media social lainnya yang strategis,  Sedangkan pemanfaatan media massa baik offline maupun online dianggap belum mampu membuka ruang komuikasi politik interaktif di era virtualitas saat ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi politik kreatif interaktif di era virtualitas dapat dilakukan melalui pemanfaatan media sosial dengan muatan content kreatif, massif, sistematis dan provokatif. Kata Kunci: Strategi Komunikasi Politik Interaktif, Era Virtualitas
PELATIHAN MEMBUAT HANDCRAFT UNTUK MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI PEKANBARU, RIAU Syarifah Farradinna; Annisa Mardatillah; Aidil Haris; Raihanatu Binqalbi Ruzain
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i1.2434

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dan pendidikan tinggi untuk meningkatkan budaya dan ekosistem kewirausahaan adalah menciptkakan generasi muda yang kreatif dan inovatif. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan handcraft dan canva untuk membangun jiwa kewirausahaan pada siswa SD Negeri 8 Pekanbaru.  Adapun kegiatan PkM ini diikuti oleh 22 orang siswa kelas VI SD Negeri 8 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan keterampilan membuat aksesoris handcraft gelang dan keterampilan dalam memasarkan produk dengan menggunakan canva. Secara umum, kegiatan ini dilakukan dimulai dari tahap sosialisasi, pengumpulan data pre-test untuk menilai pengetahuan awal dan kesiapan berwirausaha, pelaksanaan pelatihan membuat handcraft, penyajian informasi cara membuat presentasi produk dengan canva, evaluasi dengan post-test. Berdasarkan pengumpulan data kuesioner dianalisis dengan uji beda diketahui bahwa terdapat perbedaan kedalaman pengetahuan dan kesiapan berwirausaha pada siswa, hal ini dibuktikan dari nilai t-test = 31.072; p < 0.005. Selain itu, analisis deskriptif menunjukkan bahwa peserta memiliki semangat dalam melakukan inovasi dan memandang pentingnya sosial media agar lebih produktif. Pada akhirnya, kegiatan PkM ini memiliki nilai manfaat yang besar untuk membangun jiwa berwirausaha siswa melalui pelatihan ini. Implikasi kegaitan ini adalah melalui pelatihan dapat membangun jiwa kewirausahaan agar dapat membangun kreativitas dan minat berwirausaha semenjak dini