Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Counseling on the Use of Fire Extinguishers for Fire Prevention at PT. Balikpapan Ready Mix Agil Saputra; Sri Sunarti; Niki Kresna Prima; Nida Amalia; Sunarmi Sunarmi; Adam Setiawan; Nur Fadillah; Sartika Sartika; Rani Maulida; Muhammad Ade Riziq
ABDIMAYUDA: Indonesia Journal of Community Empowerment for Health Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v2i2.34990

Abstract

PT. Balikpapan Ready Mix is a company engaged in providing fresh concrete in the world of construction in the Balikpapan area. This company in its operational activities has the potential for fires in both the batching plant department and the workshop department. Fire prevention is needed so that no accidents occur at work, this can be done by counseling activities through safety meetings, installing posters or warning media in the work environment. The purpose of this activity is to prevent fires in the workplace so that productivity increases. The method in this community service activity is by identifying problems through direct surveys, compiling problems with the company team, namely the existence of a fire risk in the company, preparing an agreed plan, namely counseling using APAR in an effort to prevent fires, installing posters, implementing planned activities according to activities company, and evaluation is carried out in the activity process and at the end of the activity. The implementation of this community service activity by providing information related to fire prevention by using APAR, this counseling activity is carried out through safety meeting activities. The activity was attended by workers, the extension participants were very enthusiastic in participating in this activity and the practice of using APAR was also carried out, all participants who took part were able to use APAR properly. Fire prevention posters using APARs are posted in places where many workers pass by and near places where there is a risk of fire. The conclusion of this activity is that after counseling on fire prevention using APAR, workers know how to prevent fires and use APAR in the event of a fire in the workplace.
Edukasi Masyarakat melalui Buku Peduli Stunting di Era Pandemi Covid-19 Rusni Masnina; Enok Sureskiarti; Masitah Masitah; Salsabila Azzahra; Sri Sunarti; Ghozali Ghozali; Agus Budiyono; Reka Ladina Saqila; Ranung Nyngtyas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat terjadi ketika anak masih dalam kandungan dan baru kelihatan saat anak berusia dua tahun. Seorang ibu yang minim pengetahuan tentang gizi akan sangat berpengaruh terhadap masa kehamilan yang menjadi penyebab utama stunting pada anak. Salah satu daerah yang terdapat kasus stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah kecamatan Muara Jawa sejumlah 305 anak. Ada berbagai macam media untuk meningkatkan pengetahuan, salah satunya edukasi masyarakat melalui buku peduli stunting dimasa Pandemi Covid 19. Edukasi merupakan bagian kegiatan pendidikan kesehatan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang dilakukan dengan tujuan untuk merubah perilaku yang tidak sehat ke pola yang lebih sehat. Dengan tingginya angka stunting pada anak, menandakan berarti kurangnya masih perhatian didalam keluarga terkhususnya orang tua terhadap nutrisi anaknya. Dengan adanya buku peduli stunting pengetahuan masyarakat khususnya ibu bisa memantau gizi anak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pola hidup sehat dan jauh dari berbagai penyakit
Edukasi Masyarakat melalui Buku Peduli Stunting di Era Pandemi Covid-19 Rusni Masnina; Enok Sureskiarti; Masitah Masitah; Salsabila Azzahra; Sri Sunarti; Ghozali Ghozali; Reka Ladina Saqila; Ranung Nyngtyas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat terjadi ketika anak masih dalam kandungan dan baru kelihatan saat anak berusia dua tahun. Seorang ibu yang minim pengetahuan tentang gizi akan sangat berpengaruh terhadap masa kehamilan yang menjadi penyebab utama stunting pada anak. Salah satu daerah yang terdapat kasus stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah kecamatan Muara Jawa sejumlah 305 anak. Ada berbagai macam media untuk meningkatkan pengetahuan, salah satunya edukasi masyarakat melalui buku peduli stunting dimasa Pandemi Covid 19. Edukasi merupakan bagian kegiatan pendidikan kesehatan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang dilakukan dengan tujuan untuk merubah perilaku yang tidak sehat ke pola yang lebih sehat. Dengan tingginya angka stunting pada anak, menandakan berarti kurangnya masih perhatian didalam keluarga terkhususnya orang tua terhadap nutrisi anaknya. Dengan adanya buku peduli stunting pengetahuan masyarakat khususnya ibu bisa memantau gizi anak sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pola hidup sehat dan jauh dari berbagai penyakit.
PENDAMPINGAN DONASI JELANTAH BAGI WARGA KAMPUS MELALUI PROGRAM JENGRINDA (JELANTAH MEMBANGUN SAMARINDA) Vita Pramaningsih; Sri Sunarti; Deny Kurniawan; Rabiatul Adawiyah; Muhammad Risky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15393

Abstract

ABSTRAKPenggunaan minyak goreng terus meningkat terutama dalam industri makanan. Minyak sisa hasil penggorengan disebut dengan minyak jelantah. Ibu-ibu biasanya akan membuang minyak jelantah ke selokan, wastafel cuci piring maupun ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat menyumbat pipa buangan rumah tangga dan mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda memiliki program Jengrinda dengan mengajak masyarakat berdonasi jelantah untuk membangun kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak warga kampus mengumpulkan minyak jelantah dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dari hal kecil dan ikut berpartisipasi dalam program Pemerintah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui pengajian rutin mingguan kampus. Kemudian menyediakan derigen, mengkoordinir pengambilan jelantah melalui pick up atau pengambilan ke rumah maupun secara mandiri, koordinasi dengan PT. GSP sebagai pengelola minyak serta evaluasi dengan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampus baik mahasiswa, dosen, tendik, klining servis, satpam. Hasil kuesioner setelah 4 minggu kegiatan menunjukkan bahwa 88,43% responden mengetahui tentang program jelantah membangun Samarinda, serta ikut mendonasikan minyak jelantah. Jelantah terkumpul sebanyak 2 derigen atau setara dengan 25 liter selama 4 minggu. Kesimpulannya warga kampus menyadari bahwa jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan dan bersedia berpartisipasi dalam program donasi jengrinda. Kata kunci: minyak goreng; jelantah; program jengrinda. ABSTRACTThe cooking oil continues to increase, especially a food industry. The leftover oil from frying is called used cooking oil. Mothers will usually throw used cooking oil the gutter, dishwashing or landfill. This household waste pipes, pollute the environment. Samarinda City Government has Jengrinda program inviting people donate used cooking oil to build city of Samarinda. The study to invite campus residents to collect used cooking oil an effort to control environmental pollution from small things and participate the Samarinda City Government program. Method used is to conduct socialization and assistance to collect used cooking oil through weekly campus recitation. Then provide derigants, coordinate the collection of used cooking oil through pick up or to the house independently, coordinate with PT GSP the oil manager and evaluate a questionnaire. Activity all campus residents including students, lecturers, staff, clining service, and security. The results of questionnaire after 4 weeks of activity showed 88.43% respondents about used cooking oil program Samarinda, participated donating used cooking oil. Used cooking oil collected as 2 derigants the equivalent of 25 liters for 4 weeks. Conclusion, residents are used cooking oil environmental pollution and willing to participate the jengrinda donation program. Keywords:ABSTRAKPenggunaan minyak goreng terus meningkat terutama dalam industri makanan. Minyak sisa hasil penggorengan disebut dengan minyak jelantah. Ibu-ibu biasanya akan membuang minyak jelantah ke selokan, wastafel cuci piring maupun ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat menyumbat pipa buangan rumah tangga dan mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda memiliki program Jengrinda dengan mengajak masyarakat berdonasi jelantah untuk membangun kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak warga kampus mengumpulkan minyak jelantah dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dari hal kecil dan ikut berpartisipasi dalam program Pemerintah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui pengajian rutin mingguan kampus. Kemudian menyediakan derigen, mengkoordinir pengambilan jelantah melalui pick up atau pengambilan ke rumah maupun secara mandiri, koordinasi dengan PT. GSP sebagai pengelola minyak serta evaluasi dengan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampus baik mahasiswa, dosen, tendik, klining servis, satpam. Hasil kuesioner setelah 4 minggu kegiatan menunjukkan bahwa 88,43% responden mengetahui tentang program jelantah membangun Samarinda, serta ikut mendonasikan minyak jelantah. Jelantah terkumpul sebanyak 2 derigen atau setara dengan 25 liter selama 4 minggu. Kesimpulannya warga kampus menyadari bahwa jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan dan bersedia berpartisipasi dalam program donasi jengrinda. Kata kunci: minyak goreng; jelantah; program jengrinda. ABSTRACTThe cooking oil continues to increase, especially a food industry. The leftover oil from frying is called used cooking oil. Mothers will usually throw used cooking oil the gutter, dishwashing or landfill. This household waste pipes, pollute the environment. Samarinda City Government has Jengrinda program inviting people donate used cooking oil to build city of Samarinda. The study to invite campus residents to collect used cooking oil an effort to control environmental pollution from small things and participate the Samarinda City Government program. Method used is to conduct socialization and assistance to collect used cooking oil through weekly campus recitation. Then provide derigants, coordinate the collection of used cooking oil through pick up or to the house independently, coordinate with PT GSP the oil manager and evaluate a questionnaire. Activity all campus residents including students, lecturers, staff, clining service, and security. The results of questionnaire after 4 weeks of activity showed 88.43% respondents about used cooking oil program Samarinda, participated donating used cooking oil. Used cooking oil collected as 2 derigants the equivalent of 25 liters for 4 weeks. Conclusion, residents are used cooking oil environmental pollution and willing to participate the jengrinda donation program. Keywords: cooking oil; used cooking oil; jengrinda program.
Association between Knowledge and Social Environment with Smoking Behavior Among University Students Nida Amalia; Ghozali; Sri Sunarti; Kresna Febriyanto
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Conference on Vocational Innovation and Applied Science 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2911

Abstract

It’s important to intervene with young people, especially regarding smoking, because if they start smoking they will be addicted and will continue to smoke until old age which can cause various health problems and even death. This study aims to describe and analyze the association between knowledge about cigarette smoking and social environment with smoking behavior among university students. This study used a cross-sectional design. Data was obtained by filling out online questionnaires. The study population was students of Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur with a sample of 311 respondents. Students with a smoking social environment were 267 people (85.9%) while students in a non-smoking social environment were 44 people (14.1%). Students with good knowledge were 91 people (29.3%) and students with no good knowledge 220 people (70.7%). Students who never smoked as many as 240 people (77.2%), former smokers 33 people (10.6%), and currently smokers 38 people (12.2%). The result of statistical analysis showed that there was no significant association between knowledge and social environment with smoking behavior. Students’ smoking behavior was not significantly related to their knowledge and their social environment. Several other factors may have more influence on students’ smoking behavior.