Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Prevalensi Tungau Parasit pada Larva Aedes Sp. di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kabupaten Karanganyar Budianto, Bambang Heru
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.152 KB)

Abstract

Kabupaten Karanganyar mempunyai 6 kecamatan yang merupakan daerah endemis Demam BerdarahDengue (DBD). Endemisitas DBD menggambarkan keberhasilan perkembangan populasi nyamuk Aedes sp.,namun sebaliknya diduga berkaitan dengan rendahnya kemampuan tungau parasit dalam menemukan danmemparasiti larva Aedes sp. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui familia-familia tungau parasit yangmemparasiti larva Aedes sp dan menentukan prevalensinya di daerah endemis DBD di Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah survai dengan teknik pengambilan sampel secara purposiverandom sampling. Lokasi penelitian terdapat di 6 kecamatan endemis DBD yaitu kecamatan Colomadu,Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat. Banyaknya sampel larva Aedes sp. yang disampel berkisarantara 806 hingga 835 individu untuk setiap kecamatannya atau seluruh kecamatan mencapai 4.899 individu.Larva yang diperoleh diperiksa menggunakan mikroskop perbesaran rendah untuk mengetahui familia danjumlah individu setiap familia tungau parasit. Data dianalisis menggunakan analisis prevalensi yaitu denganmembagi jumlah larva Aedes sp. yang terparasiti oleh tungau parasit dengan jumlah seluruh individu larva Aedessp. yang diperiksa. Hasil identifikasi ditemukan 3 familia tungau parasit larva nyamuk Aedes sp. yaitu FamiliaPionidae, Hydryphantidae, dan Hydrachnidae. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi tungau parasit padalarva Aedes sp. di kabupaten Karanganyar tergolong sangat rendah yaitu hanya mencapai 0,10%.
Intensitas Serangan Tungau Parasit Terhadap Larva Nyamuk Aedes Sp. Pada Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Karanganyar Budianto, Bambang Heru; Basuki, Edi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.738 KB)

Abstract

Tungau parasit merupakan tungau yang memarasiti seluruh stadium nyamuk Aedes sp. Kemampuan memarasiti tungau parasit dapat diketahui dari intensitas serangannya. Sampai saat ini, belum diperoleh informasi mengenai besaran intensitas serangan tungau parasit pada stadium larva Aedes sp. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis tungau yang memparasiti larva nyamuk Aedes sp. dan menentukan intensitas serangan tungau parasit terhadap larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis DBD di Kabupaten Karanganyar. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara survai dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengambilan sampel dilakukan di 4 kecamatan dari Kabupaten Karanganyar yang memiliki endemisitas tertinggi, yaitu Kecamatan Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, dan Kebakkramat. Berdasarkan tingkat kesalahan 20% maka diambil sampel minimal sebanyak 25 ekor larva Aedes sp. dari setiap kecamatan. Variabel yang diteliti adalah intensitas serangan tungau parasit dan variabel pendukungnya berupa temperatur, ketinggian, dan pH. Data dianalisis dengan cara menghitung jumlah individu jenisfamilia tungau yang ditemukan dibagi dengan jumlah individu larva yang terparasiti. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga familia tungau yaitu Familia Hydrachnidae, Pionidae, dan Hydrozetidae. Intensitas serangan tungau parasite di daerah endemis demam berdarah dengue di Kabupaten Karanganyar termasuk sangat rendah. Intensitas serangan familia Pionidae dan Hydrozetidae masing-masing sebesar 0,25 dan familia Hydrachnidae 0,50.
Kelimpahan Tungau Parasit pada Larva Nyamuk Aedes sp. di Daerah Endemis Demam Derdarah Dengue Kabupaten Banjarnegara Budianto, Bambang Heru; Basuki, Edi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.899 KB)

Abstract

Insidence Rate demam berdarah dengue (IR-DBD) di Banjarnegara dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Meningkatnya IR yang terjadi karena meningkatnya populasi vektor DBD yaitu nyamuk Aedes sp. Kelimpahan populasi nyamuk ini biasanya ditekan oleh banyak musuh alaminya, dan salah satunya adalah tungau parasit. Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi kelimpahan tungau parasit pada nyamuk Aedes sp. adalah temperatur, pH dan Dissolved Oxygen (DO). Tujuan penelitian adalah mengetahui familia tungau parasit yang menginfeksi larva Aedes sp dan menentukan kelimpahan serta faktor ekologis yang menentukan kelimpahan tungau parasit pada larva Aedes sp. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Tungau parasit yang diperoleh di identifikasi menggunakan buku identifikasi Pesic (2003), Gerecke (2004) dan Proctor (2006). Analisis data menggunakan software SPSS 16, dengan analisis regresi linear, quadratic, dan cubic untuk menentukan factor kunci kelimpahan tungau parasite larva Aedes sp. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ditemukan tiga familia tungau parasit yaitu familia Pionidae, Hydrachnidae dan Hydryphantidae. Faktor ekologi tungau parasit larva Aedes sp yaitu temperature, pH dan DO. Kelimpahan tungau parasit pada larva nyamuk Aedes sp. di daerah endemis demam berdarah dengue di Kabupaen Banjarnegara ditentukan paling utama adalah oleh temperatur. Faktor ekologis temperatur 89% menentukan kelimpahan tungau parasit.
Ketahanan dan Kelulushidupan Amblyseius deleoni Terhadap Berbagai Rentang Temperatur Inkubasi Budianto, Bambang Heru; Rokhmani, R
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.758 KB)

Abstract

Perubahan iklim berupa pemanasan global dan perubahan cuaca sebagaimana yang berlangsung sepanjang tahun di hampir seluruh wilayah Indonesia, telah menyebabkan mortalitas cukup besar pada tungau predator Amblyseius deleoni yang mengendalikan tungau hama Brevipalpus phoenicis secara alamiah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketahanan dan kelulushidupan tungau predator A.deleoni terhadap berbagai rentang temperatur inkubasi yang dicobakan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan percobaan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas temperatur 27oC, 27,5oC, 28oC, 28,5oC dan 29oC. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Temperatur tersebut didedahkan pada lima individu dewasa A.deleoni untuk setiap perlakuan. Data yang diperoleh banyaknya tungau predator yang lulus hidup terhadap rentang temperatur yang dicobakan serta dianalisis dengan analisis variansi pada tingkat kesalahan 5 % serta dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada tingkat kesalahan yang sama apabila ada perbedaan yang nyata. Hasil analisis normalitas data menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal dengan varians yang heterogen sehingga dilakukan analisis non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil analisis Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tungau predator A. deleoni memiliki ketahanan dan tingkat kelulushidupan yang berbeda antar rentang temperatur yang diujicobakan. Hasil uji lanjut Mann Whitney U test menunjukkan bahwa ketahanan dan tingkat kelulushidupan A. deleoni terendah pada temperatur 29oC dibandingkan dengan temperatur 27oC ( p < 0,05).
Kemampuan Serkaria Fasciola gigantica Asal Beberapa Jenis Siput dalam Membentuk Metaserkaria Budianto, Bambang Heru; Basuki, Edi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.041 KB)

Abstract

Cacing parasit Fasciola gigantica memiliki hospes intermedier berupa berbagai jenis siput. Di dalam tubuh siput, mirasidium akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi sporokista, redia I, redia II, dan serkaria. Serkaria ke luar dari tubuh siput, berenang-renang menuju ke tumbuhan air, menempel pada daun dan tumbuh menjadi metaserkaria. Kemampuan serkaria dalam membentuk metaserkaria diduga berkaitan dengan jenis siput dan ukuran tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan serkaria F. gigantica asal Lymnaea sp., Compeloma sp., dan Pomacea sp. dalam membentuk metaserkaria dan menentukan jenis siput yang persentase pembentukan metaserkaria tertinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah siput jenis Lymnaea sp., Compeloma sp., dan Pomacea sp. Setiap perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Data persentase keber-hasilan serkaria dalam membentuk metaserkaria yang diperoleh, dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), dan dilanjut-kan dengan uji Beda Nyata Terkecil, pada taraf kesalahan 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan serkaria F. gigantica asal beberapa jenis siput sawah dalam membentuk metaserkaria tidak sama (P<0,05). Keberhasilan mem-bentuk metaserkaria tertinggi diperoleh dari siput Lymnaea sp.