Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Studi Kualitatif Hubungan Metakognisi dan Self-Assessment terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Matematika Siswa SMP L.Virginayoga Hignasari; I Wayan Lasmawan; Desak Putu Parmiti
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5943

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematika merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran. Faktor internal yang berperan dalam pengembangannya antara lain metakognisi dan self-assessment. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih didominasi pendekatan kuantitatif sehingga belum menggambarkan secara mendalam bagaimana proses metakognisi dan self-assessment berlangsung secara simultan dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses metakognisi dan self-assessment siswa serta hubungan keduanya dalam membentuk keterampilan berpikir kritis matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 5 Denpasar kelas VIIIA dengan tingkat kemampuan matematika yang berbeda. Data dikumpulkan melalui soal matematika non-rutin, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metakognisi dan self-assessment saling berinteraksi dalam proses berpikir kritis siswa. Siswa berkemampuan tinggi menunjukkan integrasi perencanaan, pemantauan, evaluasi, dan penilaian diri yang lebih konsisten dan reflektif, sementara siswa berkemampuan sedang dan rendah memperlihatkan regulasi diri yang masih parsial dan memerlukan scaffolding. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi metakognisi dan self-assessment untuk meningkatkan berpikir kritis matematis siswa. Kebaruan penelitian terletak pada kajian mendalam tentang bagaimana kedua proses tersebut berlangsung secara simultan dalam pembelajaran nyata serta implikasinya bagi pengembangan strategi reflektif di kelas.