Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengendalian Pembangunan Pada Kawasan Konservasi di Kampung Akuarium Jakarta Rezka Ajeng Larasati; Vivaldi Rizqi Hisyam; Dedi Hantono; Jundi Jundullah Afgani
REKA RUANG Vol 4 No 1 (2021): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v4i1.2161

Abstract

Kampung Akuarium is an urban village located in Jakarta. It is located in the red zone according to the municipal regulation on the detailed spatial plan. Based on the regulation, Kampung Akuarium is delineated as the area intended for the local government needs. This research was conducted to investigate the utilization of the municipal regulation on land use control in Kampung Akuarium. This research also aims to reveal the role of municipal regulation to solve the problem in the Kampung Akuarium. This research utilizes the descriptive-qualitative method. The data was collected through an extensive literature review. The result shows that the development control is not well applied in the development of Kampung Akuarium. The land-use control mechanism still caused several conflicts which burden the urban village dwellers.
Kajian Perilaku Pembeli Terhadap Ruang Pasar Simpang Pulogadung Jakarta Timur Ahmad Siena Farizi; Anggi Putra Pratama; Muhammad Luthfi Ibrahim; Dedi Hantono
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 2 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i2.786

Abstract

Pasar merupakan tempat berkumpul dan jual beli barang serta jasa. Keberadaan pasar bukan hanya mengenai ekonomi saja namun mencakup aspek sosial dan budaya. Bahkan kehadiran pasar merupakan bukti peradaban yang berlangsung sejak lama mengingat nilai historinya begitu melekat. Pasar terutama pasar informal seringkali dianggap sebagai salah satu sumber rusaknya citra suatu kawasan terutama ruang terbuka publik kota. Aktivitas pedagang yang sifatnya lebih permanen dibandingkan pembeli memberikan dampak terhadap kualitas kawasannya. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana aktivitas itu muncul pada ruang yang tidak sesuai dengan peruntukkannya serta tanpa perencanaan yang baik? Dengan menggunakan metode kualitatif dan observasi langsung memberikan gambaran bahwa aktivitas pedagang yang dilakukan merupakan bentuk adaptasi mereka dalam mempertahankan kondisi yang tidak menguntungkan tersebut.
Pengadaan Taman Bermain Anak Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda II Dusun Gunung Leutik Kabupaten Bogor Dedi Hantono; Ashadi; Ari Widyati Purwantiasning; anisa; Ratna Dewi Nur'aini; Yeptadian Sari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.903 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i2.3897

Abstract

Perkembangan anak usia dini yang terpenting berada pada masa emasnya. Untuk menjaga potensi mereka dapat dilakukan beberapa stimulus diantaranya stimulus taktil yaitu berupa rangsangan gerak. Sekolah sebagai sarana utama dalam menghasilkan anak yang berpendidikan memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Khusus pendidikan anak usia dini, sarana bermain sangat diperlukan untuk melakukan stimulus taktil yang dibutuhkan para siswa sekolah pada level dasar. Atas dasar hal tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini mengadakan ruang bermain anak pada ruang publik agar dapat diakses oleh mereka dengan mudah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa taman bermain yang telah dibuat dapat meningkatkan aktivitas pendidikan dengan melihat perkembangan jumlah pengunjung pondok baca.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR POSTMODERN PADA BANGUNAN GEDUNG PORTLAND Carlitos Boby Ismail Lubis; Dedi Hantono
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.1-8

Abstract

ABSTRAK. Gedung Portland, merupakan salah satu bangunan yang menerapkan konsep arsitektur postmodern. Bangunan ini disebut juga sebagai Gedung Layanan Kotamadya Portland, Oregon. Bangunan Gedung Portland ini dirancang oleh Michael Graves, yang menampilkan banyaknya elemen simbolis pada fasad bangunan, kekontrasan, dan fungsional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penerapan parameter konsep arsitektur postmodern pada bangunan Gedung Portland. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui sumber sekunder yaitu studi literatur. Analisis berfokus pada Gedung Portland, yang berada di Oregon salah satu negara bagian di Amerika Serikat, dari hasil analisis bisa disimpulkan bahwa prinsip-prinsip arsitektur postmodern jencks, mengacu pada keterkaitan diantaranya dalam desain ada keharmonisan pada fasad, serta ada elemen historical, serta mengedepankan fungsional dari bangunan tersebut yang diperuntukan sesuai dengan fungsinya, serta ada unsur keselarasan dari warna dan bentuk pada bangunan, tidak luput dari penilaian eksterior dan interior pada bangunan. Hasil kesimpulan akhir bahwa prinsip-prinsip arsitektur postmodern ini bisa diterapkan pada bangunan komersil, dengan contoh studi kasus gedung portland. Kata Kunci: arsitektur postmodern, gedung portland, charles jencks ABSTRACT. The Portland building is one of the buildings that applies the concept of postmodern architecture. It is also known as the Portland, Oregon Municipal Service Building. The Portland Building, designed by Michael Graves, features many symbolic elements in the building's facade, contrast, and functionality. The purpose of this study was to identify the application of postmodern architectural concept parameters to the Portland Building. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection through secondary sources, namely the study of literature. The analysis focuses on the Portland Building, which is in Oregon, one of the states in the United States, from the results of the analysis it can be concluded that the principles of postmodern Jencks architecture, referring to the interrelationships between them in design, there is harmony in the facade, and there are historical elements, as well as prioritizing functional of the building which is intended according to its function, and there is an element of harmony from the color and shape of the building, does not escape the exterior and interior assessment of the building. The final conclusion is that these postmodern architectural principles can be applied to commercial buildings, with the example of the portland building case study. Keywords: postmodern architecture, portland building, charles jencks
The Identification of Ethnic Architecture Application on the Beringharjo Market Building in Yogyakarta Aulia Widya Chandra; Dedi Hantono; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi; Yeptadian Sari; Sepli Yandri
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v8i1.14322

Abstract

Indonesia is an archipelago country that consists of various ethnic groups which have different cultural traditions according to the region itself. This cultural tradition has existed for generations, and it should be maintained and preserved by the Indonesian. The development of times, it makes the local value ​​of traditional culture slowly disappear. In prevention, the application of this ethnic architecture concept can preserve the culture of a nation. One of building that has the ethnic architecture concept is the Beringharjo Market in Yogyakarta. This research uses a qualitative descriptive method using a case study approach that aims to know how the application of the Ethnic Architecture concept in the Beringharjo Market. The construction of this market reflects the Javanese ethnic culture that prioritizes harmony. The space planning of Beringharjo Market contains Javanese philosophy and the mixture of ethnicities, one of them is European ethnicity. We can see the mixture through the shape of building, this market adopts European style and traditional Javanese style. The acculturation process of two cultures that is Javanese and European cultures shows us that the mixture culture is not limited to the locality but also across continents since the olden days. We can apply the glory of the palace to this market building that has a lower degree, especially to some elements of this building using some adjustments.
POLA PERGERAKAN PEMBELI TERHADAP TATA LETAK PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR SUMUR BATU JAKARTA PUSAT Ni'mal Maulana Rizqi; Putra Fajar; Taslim Septia Prima; Dedi Hantono
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 1 (2020): Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa [June 2020]
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.8.1.1588.1-9

Abstract

Sumur Batu Market is a growing market because of the existence of a modern market that is too far away. This market has many street vendors because of its busy location at night. The difference in sellers in the morning to evening and evening to night makes this market interesting to study. This happens because the traders who trade in the two different times and the movement of the people towards the two different times. The research to be carried out is carried out using personal observation, giving rise to documentation that is communicated in design and textually. The results of this study will bring up the results of the analysis of the zoning of traders that affect the pattern of buyer movement, both of which will provide its own advantages and disadvantages, especially in causing congestion on the road that causes congestion. Kata kunci: Activity, Market Circulation, Street Vendors, Informal Market.
Sekolah Tinggi Tata Boga dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Jakarta Kartika Sahar; Dedi Hantono; Wafirul Aqli
Jurnal Anala Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.971.7-16

Abstract

Perkembangan yang sedang terjadi di Indonesia contohnya pada bidang pembangunan infrastruktur, pariwisata dan lainnya menarik perhatian untuk kalangan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung atau melakukan kerja sama. Kunjungan dari berbagai pihak ke Indonesia dapat dimanfaatkan untuk lebih mempromosikan lagi tentang Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beragam jenisnya. Dalam mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkan tenaga profesional yang dapat mengolah makanan tersebut dengan baik. Salah satu perwujudannya adalah dengan mengadakan lembaga pendidikan di bidang kuliner dimana Indonesia memiliki beberapa jenis lembaga Perguruan Tinggi salah satunya adalah Sekolah Tinggi. Sekolah Tinggi merupakan lembaga yang menyelenggarakan program pendidikan pada satu disiplin ilmu sehingga lebih memfokuskan pada ilmu tersebut. Tentunya hal tersebut juga perlu didukung oleh bangunan yang mewadahi kegiatan tersebut dan dapat menarik minat masyarakat, salah satunya penerapan gaya arsitektur pada bangunannya, contohnya adalah penerapan gaya arsitektur futuristik pada bangunan dan lokasi bangunan yang strategis.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM HEYDAR ALIYEV CENTER AZERBAIJAN Muhammad Rizki Gumilang; Dedi Hantono
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.15-22

Abstract

ABSTRAK. Futuristik merupakan suatu paham kebebasan dalam mengungkapkan atau mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Hasil dari futuristik ini adalah sesuatu yang dinamis, selalu berubah-ubah sesuai keinginan dan zamannya. Penerapan futuristik ini hanya terlihat pada penampilan atau tampaknya dengan tetap memperhatikan dan memperhitungkan fungsi dari objeknya. Futuristik merupakan arti yang mengarah pada konsep masa depan dengan paradigma perkembangan arsitektur. Penerapan konsep futuristik ini akan diterapkan kepada bangunan museum Heydar Aliyev Center Azerbaijan. Bangunan museum merupakan jenis bangunan yang berfungsi sebagai tempat edukasi dan sarana pendidikan untuk mengenalkan sejarah, peristiwa, makhluk hidup, dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh dari delapan poin konsep arsitektur futuristik yaitu gaya universal, khayalan yang idealis, tidak memiliki ornamen, menggunakan kemajuan teknologi, nihilisme, ekspos material (kejujuran bahan), dan bersifat singular (tunggal).Kata Kunci: Futuristik, Museum, Arsitektur,ABSTRACT. Futuristic is an understanding of freedom in expressing or expressing ideas in an unusual, creative and innovative form. The result of this futurism is something dynamic, always changing according to desires and the times. This futuristic application is only visible in appearance or appearance while still paying attention and taking into account the function of the object. Futuristic is a meaning that leads to the concept of the future with a paradigm of architectural development. The application of this futuristic concept will be applied to the Heydar Aliyev Center Azerbaijan museum building. A museum building is a type of building that functions as a place of education and educational means to introduce history, events, living creatures, and so on. The results of this research show seven of the eight points of the futuristic architectural concept, namely universal style, idealistic imagination, no ornamentation, use of technological advances, nihilism, material exposure (honesty of materials), and singular (single).Keywords: Futuristic, Museum, Architecture,
KAJIAN KONSEP REVITALISASI PADA BANGUNAN PASAR (STUDI KASUS: PASAR TANAH ABANG) Muhammad Rifqi Tamam; Dedi Hantono
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pasar tradisional di Indonesia mengalami tantangan dalam pengembangannya, baik secara fisik maupun non fisik. Meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengandalkan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak pasar mengalami penurunan peran karena adanya kebutuhan yang meningkat. Pasar tradisional, menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk mencari nafkah, berdagang dan menjual jasa, kini harus bersaing dengan perkembangan zaman yaitu belanja online dan toko swalayan. Revitalisasi pasar tradisional menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan cara memperbaiki kondisi fisik dan non fisik pasar, serta menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Bagaimana penerapan konsep revitalisasi pasar tradisional? Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan deskriptif,yaitu metode dengan menggunakan data yang ada serta landasan teori. Observasi lapangan dilakukan untuk mengkaji kondisi fisiki dan non fisik. Revitalisasi Pasar Tanah Abang telah berhasil dilakukan dengan melibatkan aspek fisik, ekonomi, sosial, dan institusional. Intervensi fisik berupa pembangunan jembatan penghubung antar blok telah meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pasar, serta memberikan tempat berjualan bagi pedagang. Rehabilitasi ekonomi melalui fungsi campuran jembatan sebagai tempat berdagang telah meningkatkan pendapatan pedagang dan daya tarik pasar. Berdasarkan penelitian ini, revitalisasi sosial/institusional melalui pengelolaan pasar oleh pengurus yang bertanggung jawab telah meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pasar. Kata Kunci: Arsitektur, Revitalisasi, Pasar Tradisional                         ABSTRACT. Traditional markets in Indonesia experience challenges in their development, both physical and non-physical. Although the majority of Indonesian people still rely on traditional markets to meet their daily needs, many markets are experiencing a decline in their role due to increasing needs. Traditional markets, being a place for people to earn a living, trade and sell services, now have to compete with current developments, namely online shopping and supermarkets. Revitalizing traditional markets is a solution to overcome these challenges. Revitalization is expected to increase the competitiveness of traditional markets by improving the physical and non-physical conditions of the market, as well as adapting them to current developments. How is the concept of traditional market revitalization implemented? The research method uses qualitative and descriptive methods, namely methods using existing data and a theoretical basis. Field observations were carried out to assess physical and non-physical conditions. The revitalization of Tanah Abang Market has been successfully carried out involving physical, economic, social and institutional aspects. Physical intervention in the form of building connecting bridges between blocks has improved market connectivity and accessibility, as well as providing a place to sell for traders. Economic rehabilitation through the bridge's mixed function as a trading venue has increased traders' income and market attractiveness. Based on this research, social/institutional revitalization through market management by responsible administrators has improved service quality and market safety.                                                                                                      Keywords: Architecture, Revitalization, Traditional Markets 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN FASILITAS TRANSPORTASI (STUDI KASUS: STASIUN MRT BLOK A, JAKARTA) RIFQI HANIFIANTO; Dedi Hantono
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 8 No. 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.161-168

Abstract

ABSTRAK. Infrastruktur transportasi memegang peranan penting sebagai sarana pergerakan orang dan barang. Infrastruktur transportasi kereta api menjadi  solusi permasalahan kemacetan jalan, dimana jumlah kendaraan setiap tahunnya  menjadi permasalahan di Indonesia. Kereta api merupakan salah satu alat transportasi jalan raya yang memiliki keunggulan dibandingkan alat transportasi jalan lainnya. Kereta api merupakan metode pengangkutan penumpang dan barang dalam jumlah besar dengan banyak keuntungan: menghemat lahan, menghemat energi, dan mengurangi polusi juga meimiliki jam yang dapat di andalkan. Saat ini stasiun – stasiun kereta api di seluruh Indonesia merupakan bangunan peninggalan zaman penjajahan. Untuk memfasilitasi penumpang dengan baik dan dengan melonjaknya jumlah pengguna kereta api setiap tahunnya.  stasiun kereta api kedepannya akan menerapkan konsep desain arsitektur kontemporer agar tampilan dan ruang yang dihasilkan menjadi unik dan inovatif serta, apalagi jika stasiun tersebut berada di Tengah kota yang modern. Arsitektur kontempoer juga dapat menghadirkan keterbukaan antara bangunan dan lingkungan disekitarnya karena itu menjadi ciri khas arsitektur kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang timbul pada bangunan kereta api yang dimana bangunan kereta api di Indonesia masih menggunakan bangunan lama yang dibangun pada masa kolonial. Dimana bangunan stasiun terkadang masih tidak serupa dengan bangunan di disekitarnya terutama dikota besar yang dimana bangunan disekitarnya merupakan bangunan modern dan ikonik. Penerapan Arsitektur kontempoerer pada bangunan stasiun dapat menjawab bagaimana stasiun kereta dapat dibangunan dengan konsep arsitektur kontemporer pada Kawasan kota yang sudah maju. Kata Kunci: Infrastuktur, Stasiun, Kereta Api, Arsitektur, Kontemporer ABSTRACT. Transportation infrastructure plays an important role as a means of movement of people and goods. Railway transportation infrastructure is a solution to the problem of road congestion, where the number of vehicles each year is a problem in Indonesia. Train is one of the means of road transportation that has advantages over other means of road transportation. Trains are a method of transporting passengers and goods in large quantities with many advantages: saving land, saving energy, and reducing pollution as well as having reliable clocks. Currently, train stations throughout Indonesia are buildings from the colonial era. To facilitate passengers well and with the soaring number of train users every year.  The train station in the future will apply contemporary architectural design concepts so that the resulting look and space become unique and innovative and, especially if the station is in the middle of a modern city. Contemporary architecture can also present openness between the building and the surrounding environment because it is a characteristic of contemporary architecture. This study aims to answer the problems that arise in railway buildings where railway buildings in Indonesia still use old buildings built during the colonial period. Where the station building is sometimes still not similar to the surrounding buildings, especially in big cities where the surrounding buildings are modern and iconic buildings. The application of contemporary architecture to station buildings can answer how train stations can be built with contemporary architectural concepts in developed city areas. Keywords: Infrastructure, Station, Railway, Architecture, Contemporary