Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Kepribadian Tokoh Tariq pada Film Penyalin Cahaya Timurrana Dilematik; Rani Jayanti; Cahyo Hasanudin
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol 1, No 2 (2022): November 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.342 KB) | DOI: 10.30734/jr.v1i2.2872

Abstract

abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian tokoh Tariq pada film Penyalin Cahaya dengan teori semiotika John Fiske. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, melalui pendekatan semiotika John Fiske. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tanda-tanda sinematik atau film yang signifikan dalam menggambarkan kepribadian tokoh Tariq pada film Penyalin Cahaya. Tanda-tanda pada film yang dimaksud relevan dengan perspektif teoretis semiotika John Fiske dengan tiga level yakni realita, representasi, serta ideology. Berdasarkan teori yang di gunakan John Fiske membuktikan bahwa kajian semiotika mampu menunjukkan beberapa fragmen dalam adegan video klip yang paling menekankan makna sesuai konsep dari mas-ing-masing video klip dengan teori semiotika.Kata kunci—Semiotika John Fiske, Representasi Kepribadian, Film.  Abstract—This study aims to determine the personality of Tariq character in the film Penyalin Cahaya with John Fiske semiotic theory. This research is a descriptive qualitative research, through John Fiske semiotic approach. The data collection technique used the note-taking method. The results of the study indicate that there are cinematic or film signs that are significant in describing the personality of Tariq character in the film Penyalin Cahaya. The signs in the film are relevant to the theoretical perspective of John Fiske semiotics with three levels, that is reality, representation, and ideology. Based on the theory used by John Fiske, it proves that the study of semiotics is able to show several fragments in the video clip scene that most emphasize the meaning according to the concept of each video clip with semiotic theory.Keywords— John Fiske Semiotics, Personality Representation, Film
Analisis Semantik dalam Lirik Lagu Cinta Sendiri Karya Pasha Riska Tri Wijaya; Rani Jayanti
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol 1, No 2 (2022): November 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.807 KB) | DOI: 10.30734/jr.v1i2.2875

Abstract

abstrak— Sebuah gagasan, ide atau pemikiran seseorang itu semua disampaikan melalui bahasa dikarenakan bahasa merupakan jembatan bagi penyampaian ide gagasan atau pemikiran tersebut, dengan itu semua yang ingin diungkapkan dapat tersampaikan dengan baik tentunya dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar (Brastyan, Andini Prima 2019:14). Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dari segi pengkajian semiotika, maka dari itu mengapa pada penelitian ini kita fokus kepada analisis semiotika dalam lagu yang berjudul cinta sendiri yang dinyanyikan oleh Pasha Salsabila, M., & Putri, K. Y. S. (2022). Lagu cinta sendiri merupakan lagu yang ditulis dan dipopulerkan oleh Pasha ungu dalam lagu cinta sendiri merupakan lagu atau single kedua solo yang diluncurkan oleh Pasha pada 27 November 2020 lagu ini memiliki bahasa yang mudah dipahami oleh pendengar musik bahasanya yang ringan namun penuh arti. Dalam analisis lirik lagu ini mengajarkan kita tentang arti keikhlasan dan melepaskan sesuatu yang bukan memiliki kita serta kita lebih memahami makna dari lagu secara mendalam ketika kita memahami ilmu dalam semantik sebagai sarana pemahaman lirik lagu yang kita analisis.Kata kunci—Semantik, Lirik Lagu.  Abstract— An idea, an idea or a person’s thoughts are all conveyed through language because language is a bridge for the delivery of those ideas or thoughts, with that everything that wants to be expressed can be conveyed properly, of course with the use of good and correct language (Brastyan, Andini Prima 2019:14). In this study, the author uses a qualitative approach in terms of semiotic studies, therefore why in this study we focus on semiotic analysis in the song entitled Love sung by Pasha Salsabila, M., & Putri, K. Y. S. (2022). The love song itself is a song written and popularized by Pasha ungu in the love song itself, is a song or second solo single launched by Pasha on November 27, 2020, this song has a language that is easily understood by music listeners, the language is light but full of meaning. In analyzing the lyrics of this song, it teaches us about the meaning of sincerity and letting go of something that does not belong to us and we understand the meaning of the song more deeply when we understand the science of semantics as a means of understanding the lyrics of the song that we analyze.Keywords— Semantics, Song Lyrics.
Pendampingan Siswa SMP MBS Al-Amin Bojonegoro dalam Menulis Cerita Pendek dengan Menggunakan Metode Project-Based Learning Cahyo Hasanudin; Ayu Fitrianingsih; Leli Nisfi Setiana; Rani Jayanti; Brillianing Pratiwi; Priyantoko Priyantoko
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this community service program is to provide assistance the students of SMP MBS Al Amin Bojonegoro in writing short stories using project-based learning. The method of this program is divided into three stages, namely initial stage, main stage, and final stage. In the initial stage, observation and interview are carried out. Moreover, it conducts problem analysis and literature review. In the main stage, the students are trained to write short stories by implementing project-based learning. In the final stage, monitoring and evaluation are carried out. In the end of this stage, students are given gifts. The conclusion of this community service program is the students of SMP MBS Al Amin Bojonegoro are able to write short stories easily when projectbased learning is implemented. This method helps students in describing the storyline based on their experiences in the boarding house. They starts to write it using the stages given.
MAKNA KIAS DAN IDIOM BERMETAFORA DALAM BUKU HIDUP ITU HARUS PINTAR NGEGAS DAN NGEREM KARYA EMHA AINUN NAJIB: KAJIAN SEMANTIK Ahlan Romadhona; Rani Jayanti
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/e5km3b79

Abstract

The book Hidup Itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem by Emha Ainun Najib is a reflective work that employs symbolic language to convey ideas about life balance, spiritual awareness, and human values. This study aims to describe the types of semantic meanings and to reveal the moral and spiritual messages embedded in the reflective language of the book. This research adopts a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The data consist of selected sentences and expressions containing figurative meaning, conceptual metaphors, conceptual–religious meaning, and metaphorical idioms. Data were collected through close reading and note-taking techniques, while data analysis was conducted contextually based on semantic theory. The findings indicate that the language used in the book is dominated by figurative meaning and conceptual metaphors that function to map abstract concepts of life and faith into concrete everyday experiences. In addition, conceptual–religious meanings and metaphorical idioms are used to convey ethical values, Sufi perspectives, and social criticism indirectly. These findings confirm that Emha Ainun Najib’s reflective language serves as a medium of contemplation and life learning that emphasizes the balance between courage and self-control.
Analisis Keterampilan Membaca Anak Disabilitas dan Strategi Pembelajaran di SLB ACD Pertiwi Rani Jayanti; Amilatus Sholikah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan membaca anak disabilitas serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa di SLB ACD Pertiwi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tujuh siswa kelas IV yang meliputi tiga siswa tunagrahita, dua siswa tunarungu, dan dua siswa autisme, serta seorang guru kelas sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menguasai keterampilan membaca dasar, meliputi kemampuan mengenal huruf, menghubungkan huruf dengan bunyi, mengeja kata, dan membaca kalimat sederhana. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan dan mempertahankan konsentrasi selama proses pembelajaran. Guru menerapkan strategi pembelajaran adaptif melalui metode bermain serta penggunaan media visual berupa gambar dan huruf berwarna yang terbukti meningkatkan perhatian, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan keterampilan membaca anak disabilitas memerlukan strategi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berpusat pada karakteristik individual peserta didik agar kemampuan literasi berkembang secara bertahap dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan praktik pembelajaran membaca yang lebih efektif dalam pendidikan khusus.
Analisis Simbolis Makna dalam Tarian Cendrawasih Tradisional Budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru dalam Penyambutan Tamu Kehormatan Lisa Lulua; Rani Jayanti
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i3.565

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada analisis makna simbolis yang terkandung dalam Tari Cendrawasih, sebuah tarian tradisional dari Budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru, yang secara khusus dipentaskan dalam konteks ritual penyambutan tamu kehormatan. Tujuannya adalah mengurai pesan-pesan tersembunyi yang dikomunikasikan melalui seni pertunjukan ini. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika budaya untuk menafsirkan setiap elemen tarian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam makna simbolis yang terkandung dalam Tarian Cendrawasih tradisional budaya Maluku Kabupaten Kepulauan Aru sebagai bagian dari prosesi adat penyambutan tamu kehormatan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena fokus utamanya adalah memahami makna-makna budaya yang terkandung dalam Tarian Cendrawasih masyarakat Maluku. Pengambilan data menggunakan deskripsi narasumber daerah setempat. Hasil dari penelitian ini yang dimulai dari gerakan tarian ditafsirkan sebagai representatif dari burung cendrawasi yang dikenal sebagai simbol keindahan dan kemuliaan diwilayah maluku termasuk kepulauan Aru. Kostum dapat disimbulkan sebagai kekayaan alam maluku dan kepulauan aru, kemewahan dan kehormatan mencerminkan kualitas terbaik. Musik pengiring bermakna sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada alam dan roh leluhur, doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gerakan dalam tarian yang meniru burung cendrawasih mencerminkan keindahan, kelembutan, dan sikap terbuka dalam menyambut tamu.
Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Di SMP Negeri 2 Dlanggu Tiwi Widya Lestari; Dania Kusuma Wardani; M. Nur Kholis; Misbahul Khanif; Rani Jayanti
Jurnal Profesi Dan Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2026): February
Publisher : Lembaga Einstein

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/jpmp.v1i1.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruhmotivasi belajar terhadap pencapaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaranBahasa Indonesia di kelas VIII B SMP Negeri 2 Dlanggu. Penelitian inimempergunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 23 siswa sebagaisampel. Pengumpulan data mempergunakan penyebaran angket guna mengukurmotivasi belajar, sementara data mengenai hasil belajar diperoleh dari nilaiUlangan Akhir Semester (UAS) Bahasa Indonesia. Instrumen yang dipergunakanberupa kuesioner melalui skala Likert lima poin. Analisis data dilakukanmenggunakan Microsoft Excel dengan pendekatan statistik deskriptif dan regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar tidak memiliki pengaruhyang signifikan terhadap nilai UAS Bahasa Indonesia, yang ditunjukkan oleh nilaisignifikansi f sebesar 0,55 yang lebih besar dari α = 0,05. Oleh karena itu, sistempendidikan diharapkan mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhikeberhasilan belajar siswa secara lebih menyeluruh.
IMPROVING BEGINNING READING SKILLS THROUGH ANIMATED FLASHCARD MEDIA AMONG CHILDREN WITH DISABILITIES Rani Jayanti; Saifuddin Zuhri; Muhammad Ali Rohmad; Justsinta Sindi Alivi; Amilatus Sholikah
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Indonesian language and literature education program Majapahit Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/matapena.v9i1.4819

Abstract

Beginning reading skills are fundamental abilities that support children's academic development and communication. However, children with intellectual disabilities often experience difficulties in recognizing letters, associating symbols with sounds, and reading simple words due to limitations in cognitive abilities, attention, and memory. This study aims to describe the improvement of beginning reading skills through animated flashcard media among children with disabilities at SLB ACD Pertiwi Mojokerto City. This study employed a descriptive qualitative approach with seven fourth-grade students with intellectual disabilities aged 10–11 years as research participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the use of animated flashcard media provided positive developments in students’ beginning reading skills, as indicated by improvements in recognizing simple words, associating pictures with written words, reading words, and increasing students’ attention and involvement during learning activities. Animated flashcard media provided a more concrete learning experience through the combination of pictures and words, helping children with intellectual disabilities understand reading concepts more easily. Furthermore, the use of this media also increased students’ motivation and confidence in participating in reading activities. Based on the findings, animated flashcard media can be considered an alternative instructional medium to support the improvement of beginning reading skills among children with disabilities in special education settings. Keywords: beginning reading skills, animated flashcards, intellectual disabilities
Analisis Nilai Pendidikan Karakter Michael Josephson Tokoh Karang dalam Novel Aku Tak Membenci Hujan Karya Sri Puji Hartini Mulia Putri Khasanah; Rani Jayanti; Asih Andriyati Mardliyah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i2.6871

Abstract

This study aims to analyze the values ​​of character education based on Michael Josephson's theory in the character Karang in the novel Aku Tak Membenci Hujan by Sri Puji Hartini. The approach used is a qualitative descriptive method, with data analysis techniques in the form of identifying quotations that describe the six pillars of character according to Josephson: trust, respect, responsibility, justice, caring, and citizenship. The results of the analysis show that the character Karang embodies five of the six main values ​​of the character, which are seen through his behavior, attitude, and social relations. These values ​​not only strengthen the dimensions of Karang's character, but also become an important reflection for readers about the meaning of personality, resilience, and interpersonal relationships.