Jeavery Bawotong
Universitas Sam Ratulangi

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISA PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RUANGAN DAHLIA DAN MELATI RSUP PROF. Dr. R. D KANDOU MANADO Rostanti, Anggreini; Bawotong, Jeavery; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12873

Abstract

Abstarc : Compliance is a term used to describe the behavior of the patient in performing hemodialysis therapy in accordance with the specified time. Research Purpose: Unknown factors related to compliance in undergoing hemodialysis therapy in Chronic Kidney Disease at Dahlia lounge room and Bed Hospital Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Methods: the design of this research is analytic survey with Result : show there were 36 repondents (18,7%) submissive in therapy to have good family support in getting p = 0,000, education on adherence in hemodialysis therapy obedient background is high school with the number of 21 respondents (26,9%) with p = 0,193, undergoing hemodyalisis duration is 1 who had undergone hemodyalisis therapy with the number respondent 21 (31,3%) to p = 0,581. Conclusion: there is a relationship between compliance with family support, education level, and duration of hemodialysis in undergoing hemodialysis therapy. Recommendation: Expected for relevant agencies to better provide information for patients with chronic kidney disease on the impact of family support, education level, and duration of hemodialysis on adherence menajalni hemodialysis therapy in a timely manner and to maintain the health status of patients with chronic kidney disease. Keyword : compliance undergoing hemodialysis therapy, family support, education level and duration of hemodialysis, chronic kidney disease. Abstrak : Kepatuhan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku pasien dalam melakukan terapi hemodialisa sesuai dengan waktu yang ditentukan. Tujuan Diketahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kepatuhan menjalani terapi hemodialisa pada penderita penyakit ginjal kronik di Ruang Dahlia dan Melati RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 67 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 36 responden (18,7%) patuh dalam menjalani terapi dengan memiliki dukungan keluarga baik didapatkan nilai p = 0,000, pendidikan terhadap kepatuhan dalam menjalani terapi hemodialisa yang patuh adalah berlatar belakang pendidikan SMA dengan jumlah responden 18 (26,9%) dengan p =0,193, lama hemodialisa terhadap kepatuhan yang patuh adalah 1 tahun yang telah menjalani terapi hemodialisa dengan jumlah 21 responden (31,3%) dengan p = 0,581 . Kesimpulan ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga, tingkat pendidikan dan lamanya menjalani hemodialisa terhadap kepatuhan dengan dalam menjalani terapi hemodialisa. Saran Diharapkan bagi instansi terkait untuk dapat lebih memberikan informasi bagi penderita penyakit ginjal kronik tentang dampak dari dukungan keluarga, tingkat pendidikan dan lamnya menjalani hemodialisa terhadap kepatuhan dalam menajalni terapi hemodialisis dengan tepat waktu dan dapat mempertahankan status kesehatan penderita penyakit ginjal kronik. Kata kunci : Kepatuhan Menjalani Terapi Hemodialisa, Dukungan keluarga, tingkat pendidikan, lamanya menjalani hemodialisa, Penyakit Ginjal Kronik
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN TUBEKULOSIS PARU DI POLI PARU BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO Terok, Melisa Prisilia; Bawotong, Jeavery; Untu, Frenly Muntu
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2202

Abstract

Abstract : Someone will seek social support from people around so that he feel valued, cared for and loved. So it is with people with such chronic pulmonary tuberculosis should receive more social support, due to the social support of those people can reduce the psychological burden associated with the disease, so as to improve the quality of life, (PPTI Journal, 2012). Research objectives: to determine the relationship between social support with quality of life in patients with pulmonary tuberculosis in lung Polyclinic BLU Prof. DR. R D Kandou Manado hospital. Research design: an observational analytic cross sectional approach. Population taken is suffering from tuberculosis patients with smear (+) and the sample using purposive sampling technique with a number of 97 respondents. Data collection through primary data and secondary data. Results: From the results of hypothesis testing using the Spearman rank correlation test at 99% confidence level (α = 0.01), where the value of rho (correlation coeffisient) of 0.881 and p-value of 0.000 (p-value = <0.01) , this shows that the higher the social support, the higher the quality of life and show that there is a significant relationship between social support with quality of life in patients with pulmonary tuberculosis in lung Polyclinic BLU Prof DR. R. D Kandou Manado Manado. Conclusion: There is a significant relationship between social support with quality of life. Keywords: Social Support, Quality of Life Abstrak :Seseorang akan mencari dukungan sosial dari orang-orang sekitar sehingga dirinya merasa dihargai, diperhatikan dan dicintai. Demikian halnya dengan penderita kronis seperti TB paru perlu mendapat dukungan sosial lebih, karena dengan dukungan sosial dari orang-orang tersebut dapat mengurangi beban psikologis berhubungan dengan  penyakit yang dideritanya, sehingga dapat meningkatkan kulitas hidupnya, (Jurnal PPTI, 2012). Tujuanpenelitian : untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru di Poliklininik Paru BLU RSUP Prof Dr. R. D Kandou Manado. Desain Penelitian: observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah pasien yang menderita tuberkulosis dengan BTA (+) dan sampel penelitian menggunakan tekhnik purposive sampling dengan jumlah 97 responden. Pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Hasil Penelitian : Dari hasil uji hipotesis menggunakan uji korelasi spearman rank pada tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01), dimana nilai rho(correlation coeffisient) sebesar  0,881 dan nilai p-value 0,000 (p-value = < 0,01), hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula kualitas hidup dan menunjukan bahwa ada hubungan yang sangat bermakna antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita tuberkulosis paru di Poliklinik Paru BLU RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado. Kesimpulan: Ada hubungan yang sangat bermakna antara dukungan sosial dengan kualitas hidup. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Kualitas Hidup