Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KARAKTERISTIK TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI BERBASIS AGROEKOSISTEM LAHAN SAWAH IRIGASI DI PROVINSI BALI Suharyanto Suharyanto
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 11, No 2 (2015): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v11i2.14176

Abstract

Household food security level essentially is the ability of households meet food sufficiency. These capabilities are greatly influenced by many complex factors, but  generally  associated  with  changes  in  behavioral  aspects  of  food  production, consumption and allocation of households resources. The purpose of this study was to analyze  the  level  of  household  food  security  based  on  low  land  rice  irrigated.  The study was conducted in three districts of rice production center in the province of Bali in 2012, i.e. Tabanan district, Gianyar and Buleleng. Data collection was conducted through interviews with 216 respondents. Household food security was measured by cross classification of the share of food expenditure and consumption of energy. The results  of  the  analysis  showed  58.33  %  of  households  have  a  lower  share  of  food expenditure  and  41.67%  household  have  higher  share  of  food  expenditure.  In aggregate  86.57%  of  farm  households  is  quite  in  consuming  energy  and  13.43% is less  in  energy  consume.  The  level  of  household  food  security  of  farmers  in  the aggregate 49.07% of the household were categorized as secure, 37.9% as vulnerable, 8.79% as insufficient, and 4.17% as insecure. There is a correlation between the level of  household food  security  with  age  of  housewife,  level  of  education,  farm  size  and household income.
PENATAAN DRAINASE DTA WADUK DIPONEGORO (RW 2 KELURAHAN TEMBALANG) Desyta Ulfiana; Suripin Suripin; Dyah Ari Wulandari; Sri Sangkawati Sachro; Suharyanto Suharyanto; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DTA Waduk Pendidikan Diponegoro merupakan wilayah yang berkembang pesat akibat berdirinya Universitas Diponegoro. Hali ini membawa dampak buruk akibat berkurangnya daerah resapan air di wilayah tersebut. Beberapa titik lokasi di DTA sering mengalami genangan air atau banjir saat musim hujan. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga. RW 2 Kelurahan Tembalang merupakan salah satu lokasi di DTA Waduk Diponegoro yang sering mengalami banjir. Berdasarkan hasil survey terdapat tiga titik rawan banjir/genangan di kawasan ini yaitu di Masjid Miftahurrohmah, Gg Maerasari 2 dan Masjid LPPU. Banjir/genangan tersebut disebabkan oleh lokasi titik yang lebih rendah dari kawasan sekitar sehingga menerima limpasan air hujan yang cukup besar saat hujan sedangkan saluran drainase eksisting tidak mampu menampung limpasan air hujan tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penataan kembali dan peningkatan fungsi jaringan drainase di DTA Waduk Diponegoro. Penataan drainase dilakukan dengan merencanakan jaringan saluran drainase baru serta melakukan perhitungan dimensi saluran sesuai dengan perhitungan debit limpasan air hujan. Hasil survey dan perencanaan penataan drainase ini kemudian disosialisasikan kepada warga RW 2 Kelurahan Tembalang. Hasil sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan informasi terkait kondisi drainase RW 2 Kelurahan Tembalang dan memberikan solusi serta pengarahan kepada masyarakat dalam penataan drainase lingkungan mereka.
Modifikasi Meja Evaluasi Perbedaan Warna Pada Industri Kerajinan Dan Batik Djumala Machmud; Suharyanto Suharyanto
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah No 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v0i18.1089

Abstract

Industri tekstil kerajinan dan batik dalam mengevaluasi ketidakseragaman kualitas, dilakukan pengujian perbedaan warna pada produk yang dihasilkan. Kekeliruan penilaian hasil pengujian dapat diminimalisasi apabila ada sarana kotak penilaian yang menjaga standar penyinaran yang meneranginya.            Penilaian perbedaan warna dilakukan pada kekuatan penerangan 50 feet candle atau lebih. Penerangan tersebut dapat disubtitusikan cahaya lampu listrik setara dengan 62.849, 7 Lumen yang terdisi dari penggabungan warna ungu (violet), biru, putih dan kuning jingga.Meja evaluasi direncanakan berupa berbagai warna sinar lampu listrik pada suatu ruangan yang kemudian dilewatkan pada kaca pembesar sinar. Hasil sinar pada jarak tertentu dipakai untuk menyinari hasil pengujian perbedaan warna yang akan dinilai.            Pembuatan meja diawali dari bagian boks pengumpulan sinar yang berada di atas meja evaluasi dan bertumpu pada empat tiang penyangga. Pengerjaan pembuatannya sesuai aturan teknik pengerjaan yang berlaku.Hasil unjuk kerja peralatan terlihat bahwa sinar yang dihasilkan dapat menyinari contoh uji pada setiap sudut meja tanpa menimbulkan bayangan. Kekuatan penyinaran yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dikatakan bahwa meja dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Industri tekstil kerajinan dan batik dalam mengevaluasi ketidakseragaman kualitas, dilakukan pengujian perbedaan warna pada produk yang dihasilkan. Kekeliruan penilaian hasil pengujian dapat diminimalisasi apabila ada sarana kotak penilaian yang menjaga standar penyinaran yang meneranginya.            Penilaian perbedaan warna dilakukan pada kekuatan penerangan 50 feet candle atau lebih. Penerangan tersebut dapat disubtitusikan cahaya lampu listrik setara dengan 62.849, 7 Lumen yang terdisi dari penggabungan warna ungu (violet), biru, putih dan kuning jingga.Meja evaluasi direncanakan berupa berbagai warna sinar lampu listrik pada suatu ruangan yang kemudian dilewatkan pada kaca pembesar sinar. Hasil sinar pada jarak tertentu dipakai untuk menyinari hasil pengujian perbedaan warna yang akan dinilai.            Pembuatan meja diawali dari bagian boks pengumpulan sinar yang berada di atas meja evaluasi dan bertumpu pada empat tiang penyangga. Pengerjaan pembuatannya sesuai aturan teknik pengerjaan yang berlaku.Hasil unjuk kerja peralatan terlihat bahwa sinar yang dihasilkan dapat menyinari contoh uji pada setiap sudut meja tanpa menimbulkan bayangan. Kekuatan penyinaran yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dikatakan bahwa meja dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi Terumbu Karang di Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan Suharyanto Suharyanto; Utojo Utojo
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 22, No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2005.22.3.178

Abstract

Sembilan Island waters is one of the catch fishery production centers in Bone Bay, South Sulawesi. It was informed that the capture has decreased since 1999, which might be caused by  coral reef damage although the damage precentage was still unknown. An observation on coral reef condition was conducted in the waters of Sembilan Island, South Sulawesi, on June and November 2000 using scuba diving set and under water writing tools. Monitoring of coral reef condition was conducted in 7 m depth up to 100 m length of shore line in seven stations employing a line intercept transect method. The data of coral reef were analysed by using dBase III and lifeform programs. The results showed that living coral around station I, III, and IV were generaly in good condition except in the stations V, VI and VII, which were in middle condition and in station II, which was in bad condition. The lifeform of coral reef in Sembilan Island were predominated by Acropora Branching (ACB), Nonacropora Branching (CB), Coreal Foliose (CF), and Coral Massive (CM) meanwhile other benthic fauna were predominated by Soft Coral (SF) and Sponge (SP).
Kajian Literasi Kebencanaan Koleksi Perpustakaan Nasional Retno Andini; Suharyanto Suharyanto
Jurnal IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Ikatan Pustakawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper describes the definition of disaster, disaster data throughout 2020, the National Library as a center of knowledge that presents various kinds of scientific subjects. This research method uses a description method based on the online catalog data of the national library opac.perpusnas.go.id. The results showed that the national library had disaster literacy of 1,594 titles with various types of collections, such as monographs, electronic sources, cartographic materials, manuscripts, and so on.
Perbandingan Sistem Fonologi Bahasa Indonesia dengan Bahasa Kayu Pulau Suharyanto Suharyanto
Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 6 No. 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1869.311 KB) | DOI: 10.26499/kc.v6i1.53

Abstract

Uniformity is one of several aspects to be achieved through standardization. In the Indonesian context, the achievement of a standard language spoken variety dimensions have some resistance. These barriers, among others, caused by mostly native speakers of Indonesian teak is the local language. Sound system the difference between the Indonesian language with local language bocomes a problem that needs to get attention. This paper will attempt to explain the problem and how to handle it by taking the example of Kayu Pulau language case, a regional language spoken in the city of Jayapura.
Leksikon Pakaian dalam Bahasa Jawa Suharyanto Suharyanto
Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.535 KB) | DOI: 10.26499/kc.v7i1.67

Abstract

Language is underlyng the classification of experiences differently, and this classifications are not always realized by the speakers. The classification that appears in the language system reflect mind or psychology of speakers. The study aims to determine the classification the domain of clothin knowledge by Javanese speakers. This research using the etnosemantics theory. The results showed that domain of clothing knowledge in the Javanese language, as reflected in the lexicon used, classified according to two things, namely the physical characteristics and its function of clothing in the life.
PEMBUATAN IKLAN DENGAN CANVA PADA PELATIHAN DI RPTRA PAYUNG TUNAS TERATAI JAKARTA Leli Setyaningrum; Ramadhani Ulansari; Soni Rudi Hartanto; Suharyanto Suharyanto; Taufik Kurahmadan
Intimas Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi dan Industri Unisbank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.555 KB) | DOI: 10.35315/intimas.v2i2.8986

Abstract

Promosi produk menjadi bagian yang paling penting dalam kegiatan usaha. Terutama pada masa sekarang ini, perkembangan era bisnis lebih terdominasi oleh perkembangan bisnis secara online. Pembuatan iklan yang interakrif dan atraktif menjadi nilai tambah untuk menarik konsumen. Canva merupakan aplikasi yang dapat dengan mudah dipahami dan dapat digunakan untuk pembuatan iklan dengan berbagai variasi seuai kebutuhan. Pelatihan pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan tingkat ekonomi keluarga dengan sasaran pelatihan yang mayoritas adalah ibu rumah tangga yang membuat bentuk pelatihan menjadi suatu hal yang berbeda. Melalui Canva, bisnis yang dibangun berawal dari keluarga dapat menjadi bentuk usaha yang juga dapat mendukung perekonomian bangsa
PERUBAHAN FONEM DALAM DIALEK MELAYU AMBON (THE PHONEME CHANGING IN MALAY AMBON DIALECT) Suharyanto Suharyanto
Widyaparwa Vol 43, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2375.309 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i1.102

Abstract

Variasi bentuk dalam suatu bahasa timbul karena perubahan bunyi yang terjadi dalam bahasa yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan internal yang telah dialami oleh dialek Melayu Ambon selama periode perjalanannya, khususnya perubahan internal yang terjadi pada aspek fonologi. Analisis data penelitian ini menggunakan teori dialektologi diakronis dengan metode kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa selama periode perjalanannya dialek Melayu Ambon telah mengalami beberapa perubahan fonem. Perubahan tersebut secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu korespondensi dan variasi. Perubahan yang berwujud korespondensi meliputi penggantian: PM*b/- VK# w, PM*k/#-V, PM*m/(K)V-#, PM*n/(K)V-#, PM*?/ -K#, PM* ? /#(K)-(K), PM*u/-(K)#, PM*u/#(K)-(K)o,PM*ay/-#, pelesapan: MP*h/#-V, MP*h/-vK#, MP*h/(K)V# , MP*k/(K)V, MP*?/KV,MP*t/KV-#, merger: MP*h,*k,*?,*t /KV-# , MP*m,*n/ (K)V-# ?, MP * ?,*a/ - (K)# a, MP * ?,*a/ - (K)# a, dan split MP *u/ - (K)# dan o. Perubahan yang berwujud variasi meliputi sinkope, apokope, epentesis, paragoge, asimilasi, desimilasi, metatesis, dan subtitusi.The form variation one language happens because of the sound changing in the language. This research is aimed to know the internal changing in Ambon Malay dialect on phonologic aspect during its existence. This paper uses diachronic dialectology theory in analyzing data and applying qualitative method. From the analysis, it is known that during the Ambon Malay existence there are some phonemes changing. The changing are classified into two categories: correspondence and variation change. The correspondence change includes substitution: PM*b/- VK# w, PM*k/#-V, PM*m/(K)V-#, PM*n/(K)V-#, PM*?/ -K#, PM* ? /#(K)-(K), PM*u/-(K)#, PM*u/#(K)-(K)o, PM*ay/-#, deletions: MP*h/#-V, MP*h/-VK#, MP*h/(K)V# , MP*k/(K)V, MP*?/KV,MP*t/KV-#, mergers: MP*h,*k,*?,*t /KV-# , MP*m,*n/ (K)V-# ?, MP * ?,*a/ - (K)# a, MP * ?,*a/ - (K)# a, and split MP *u/ - (K)# and o. The variation change includes syncope, apocope, epenthesis, paragoge, assimilation, dissimilation, metathesis, and substitution.
Analisis Debit Banjir Rencana Daerah Tangkapan Air Waduk Tugu Menggunakan HEC-HMS Anas Zulfikar Rasyid; Suharyanto Suharyanto; Robert Johanes Kodoatie; Yogi Pandhu Satriyawan
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 11 No 1 (2023): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (Januari 2023)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v11i1.5605

Abstract

Over the course construction of Tugu Reservoir, it is proposed to build a spillway gate to increase its performance as a flood control infrastructure. The construction planning of spillway gate requires a calculation of design flood discharge for Tugu Reservoir Catchment Area. The latest calculation was carried out during its construction planning in 2010. Therefore, it is necessary to evaluate and recalculate the design flood discharge using the latest data. This study aims to model design flood discharge of Tugu Reservoir Catchment Area using HEC-HMS software. This software is able to simulate rainfall-runoff modeling in a catchment area. Based on field conditions, Tugu Reservoir catchment has parameters, curve number value of 79, impervious value of 5%, and a lag time of 4.81 minutes. The result of the HEC-HMS modeling shows that the design flood discharge of Tugu Reservoir for Q100 is 369,30 m3/s; Q1000 is 656,70 m3/s; and QPMF is 995.30 m3/s. Based on the test using Creager Graph, the design flood discharge for Tugu Reservoir is still in the reasonable category with C value below 100. The result of the HEC-HMS modeling is not much different from the calculation result of Tugu Reservoir Construction Planning in 2010.