Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SYMBOLIC INTERACTION ON INDIGENIOUS PEOPLE OF MANGGARAI, FLORES NTT (A Study on Local Wisdom of Penti Ceremony in the Context of Environment Preservation Erna Mena Niman
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v20i2.4276

Abstract

The problem of forest destruction really needs wise efforts of conservation. One of the efforts is to make use of society’s local wisdom. This study aims at examining the meaning, and values contained in the Manggarain Penti cultural ceremony in the context of forest conservation. To reach the objectives in question, interview, observation, and documentation were used to collect data which were subsequently interpreted following symbolic interaction theory. Findings revealed that aside from as a pillar of conservation, Penti also has several meanings, namely pillar of spiritual life (gratitude and request), forum for togetherness, a behavior controller, and as a means of self-recovery /repentance. Meanwhile, based on the meaning given, in addition to ecological value, Penti also has religious value and social value. Thus, penti is concerned with eco-socio- telogy Manggaraian conception toward the existence of nature. 
KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN AIR: STUDI ETNOGRAFI MASYARAKAT ADAT MANGGARAI, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Niman, Erna Mena; Tapung, Marianus mantovani; Ntelok, Zepisius Rudiyanto Eso; Darong, Hieronimus Canggung, -
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 13, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The efforts and conservation actions are needed to obtain a clean water for consumption. One of such efforts is interpreting the traditions of indigenous peoples, which are directly related to the concept of nature conservation. This study aims to identify and describe the meaning and geographical aspects of the barong wae ritual practice of the Manggarai indigenous people in the context of preserving the water environment. This research was a qualitative descriptive study with an ethnographic approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Results show that local wisdom in the form of the barong wae ritual contains knowledge, ethics, values, and norms that are directly related to the efforts to protect the water environment. This is reflected in the meaning of the symbols, the selection of locations, and the involvement of indigenous peoples as a form and means of human interaction with the environment, especially the water environment. In conclusion, local cultural values, ethics, moral standards, and norms embodied in symbols, locations, and community involvement in the implementation of barong wae cultural rites must be preserved for the survival and sustainability of the natural environment, especially the water environment, for the next generation.
The bumpy road of assessment for learning during pandemic of COVID-19 Hieronimus Canggung Darong; Erna Mena Niman
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 4: November 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v17i4.20720

Abstract

A worldwide discussion about the practice of assessment for learning (AfL) in online classes during the pandemic COVID-19 is scarce. The current research can have a significant impact on teaching and learning practices, and contribute to the development of evidence-based policies and practices that support student success. Thus, the current study aimed at exploring English teachers’ AfL practice in online classes. This study belonged to a basic qualitative approach and recruited four English foreign language or EFL teachers from the secondary school level. Observation and semi-structured interviews using an interview guide were conducted to gain the data. To ensure the trustworthiness of the data, other documents were collected. Subsequently, utilizing the spiral strategy, the gained data were analyzed. The results revealed that the implementation of AfL deviated from the course. Insufficient knowledge, curriculum, internet accessibility, and technological acceptance are pivotal causes of such deviation. Thus, teachers might not diagnose students’ current learning level and decide on a further teaching action. Further studies on other educational levels are demanded to explore the practice of AfL.
PERSEPSI GURU TENTANG PEMBELAJARAN DARING Mena Niman, Erna
JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar) Vol. 6 No. 1 (2022): JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar)
Publisher : PGSD UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jipd.v6i1.1121

Abstract

This study aims at revealing teacher perceptions and the impact of online learning during the Covid-19 pandemic. The research method used was survey research with a questionnaire as a data collection instrument. The results showed that teachers had a negative perception of online learning. This is evidenced by 92.3% of respondents' answers who consider online learning to be ineffective and only 7.7% of respondents' answers gave positive responses. This condition is mostly caused by the lack of face-to-face interaction between students and teachers, the network and the availability of inadequate online learning facilities and the lack of parental attention to the child's learning process. This research is useful for improving teacher learning strategies, the attention of parents and all parties directly involved in the education process of students.
PENDAMPINGAN BERBASIS HOTS: STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU Darong, Hieronimus Canggung; Erna Mena Niman; Fransiskus Nendi
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v10i2.13539

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Februari hingga Juni 2023 dengan tujuan untuk mengatasi masalah kemampuan guru SMP Satap Wae Nunung dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun soal HOTS yang mendorong siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Berlokasi di SMP Satap Wae Nunung, kegiatan ini menggunakan metode pendampingan yang melibatkan wawancara, observasi, ceramah, pendampingan langsung, praktek lapangan, evaluasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun soal HOTS, meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi dalam implementasi HOTS di kelas. Evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa, menegaskan efektivitas pendampingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Satap Wae Nunung.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN: UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU SDK BEOKINA Hieronimus Canggung Darong; Erna Mena Niman
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.18655

Abstract

Media pengajaran yang efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, namun guru di SDK Beokina menghadapi tantangan dalam memilih dan menggunakan media yang selaras dengan indikator pembelajaran, karena banyak yang masih mengandalkan materi yang sudah ketinggalan zaman atau tidak sesuai, sehingga membatasi efektivitas pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, program pelatihan terstruktur dilakukan dengan menggabungkan observasi, wawancara guru, presentasi, demonstrasi praktik terbaik, dan sesi evaluasi, dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan dan mengintegrasikan media secara efektif agar setiap sumber daya yang digunakan di kelas berkontribusi langsung pada hasil belajar siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan guru dalam memilih dan menerapkan media pengajaran, yang berdampak pada pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa, serta meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan berbagai format media, mulai dari alat digital hingga sumber daya interaktif. Namun, masih terdapat tantangan seperti akses terbatas terhadap infrastruktur teknologi dan kebutuhan akan pengembangan profesional yang berkelanjutan.
KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN ALAM Erna Mena Niman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v11i1.754

Abstract

Kualitas lingkungan alam saat ini semakin memburuk. Fungsi lingkungan alam yang terus terdegradasi sebagai akibat kerusakan yang berkepanjangan dan berlangsung terus menerus berdampak buruk terhadap keberlangsungan makhluk hidup termasuk manusia. Eksploitasi yang dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan alam mengakibatkan kesenjangan hubungan antara manusia itu sendiri dan juga dengan lingkungannya. Solusi rekayasa teknologi yang ditawarkan sama sekali tidak mampu mengatasi masalah dan belum menyentuh permasalahan kerusakan lingkungan alam. Oleh karena itu, perlu ada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan alam yang integratif, berkelanjutan, dan konsisten melalui budaya lokal oleh masyarakat lokal dan pemerintah. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal. Internalisasi nilai ekologis yang terkandung dalam kearifan lokal dapat membantu lahirnya kesadaran manusia dalam pengelolaan lingkungan alam sehingga dapat membentuk sikap ekologis yang baik. Tulisan ini memaparkan konsep- konsep terkait pentingnya internalisasi nilai-nilai kearifan lokal yang didukung dengan bukti-bukti empiris dan hasil observasi terkait upaya pelestarian lingkungan alam. Dari kajian empiris dan hasil observasi disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai kearifan lokal dapat memberikan kontribusi positif bagi pelestarian lingkungan alam, melalui perwujudan hak dan kewenangan masyarakat adat setempat.