Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Materi Sejarah Lokal Masa Revolisi Fisik Bagi Guru Sejarah SMA Se-Kota Lubuklinggau Muhammad Reza Pahlevi; Adhitya Rol Asmi; Syafruddin Yusuf; Supriyanto Supriyanto; Alian Sair; Aulia Novemy Dhita
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2021): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mjppm.v10i1.3863

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya tahun 2020 dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Adapun urgensi yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan ini adalah kurang optimalnya pembelajaran sejarah lokal di SMA yang ada di Musi Rawas dan sekitarnya. Sejarah perjuangan rakyat Musi Rawas pada masa Revolusi Fisik tahun 1947-1949 merupakan salah satu dari sekian banyak sejarah lokal yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Musi Rawas. Selama ini para guru hanya berfokus pada materi sejarah nasional yang terdapat di dalam buku teks pemerintah. Padahal, materi yang ada di dalam buku-buku teks pemerintah jauh dari realitas dan keadaan yang ada di sekitar peserta didik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah yang divariasikan dengan diskusi dan tanya-jawab, serta penugasan dan demonstrasi yang dilakukan oleh peserta. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil dilaksanakan dengan indikator terjadinya peningkatan pemahaman para guru mengenai sejarah perjuangan rakyat Musi Rawas pada masa Revolusi Fisik tahun 1947-1949 dengan skor rata-rata pre-test sebesar 44,67 dan skor rata-rata post-test sebesar 94. Angka tersebut menunjukkan selisih sebesar 49,33 yang berarti terdapat peningkatan pemahaman terhadap sejarah lokal perjuangan rakyat Musi Rawas pada masa Revolusi Fisik 1947-1949 setelah dilakukannya kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pendampingan materi sejarah lokal.
Persepsi Siswa Terhadap Perilaku Seksual Remaja di Kota Palembang S Supriyanto; Gita Isyanawulan; Syafruddin Yusuf
Jurnal Empirika Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.195 KB) | DOI: 10.47753/je.v3i1.54

Abstract

Teenagers have a high curiosity, among them is a matter of sexuality. Teen curiosity about sexuality is due to the development of adolescents entering puberty which is characterized by the maturation of the reproductive system and the production of sex hormones. This study aims to determine students' perceptions of adolescent sexual behavior in the city of Palembang. The research used a descriptive quantitative research design with cross sectional approach. The sample in this research are some students of SMA Srijaya Negara and SMA Negeri 1 Palembang as many as 214 people by using simple random sampling. The data were collected by using questionnaires. Statistical test used is product moment correlation to test the influence between variables. The results obtained that there is influence of students' perceptions on adolescent sexual behavior. If the attitude of adolescents have a positive perception of adolescents do not intend to engage in sexual behavior before marriage. Teenagers can maintain and improve knowledge by being able to sort and filter information obtained from the mass media about sexual behavior.
Sejarah Penambangan Batubara Bukit Asam di Tanjung Enim Tama May Suri; Alian Sair; Syafruddin Yusuf
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.165 KB) | DOI: 10.24127/hj.v9i1.2672

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana sejarah penambangan batubara Bukit Asam di Tanjung Enim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejarah penambangan batubara Bukit Asam di Tanjung Enim. Metode penelitian ini menggunakan metode historis yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi dan Historiografi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin ilmu seperti pendekatan sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksplorasi batubara pertama kali di Tanjung Enim dilakukan oleh Belanda pada tahun 1919 dengan metode penambangan terbuka dan penambangan batubara ini beberapa kali mengalami perubahan status perusahaan dan sekarang dikenal dengan PT Bukit Asam Tbk. 
Policy Driven Institutional Transformation at FKIP Universitas Sriwijaya (1960–2024): The Confluence of Local Adaptation and National Education Reform in Indonesia Syafruddin Yusuf; Muhammad Reza Pahlevi; Tomy Wijaya
Analisis Sejarah Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Laboratorium Sejarah, Departement Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jas.v15i1.138

Abstract

This research examines the institutional evolution of FKIP Universitas Sriwijaya (1960-2024) within the conflict between centralized national education policy and local reactions. This research improves the study of Indonesian higher education by explaining how government actions, political factors, and local efforts have shaped the development of FKIPs. Historical methodology was systematically employed through four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Primary sources included institutional archives, governmental decrees, and interviews with pivotal figures. The results indicate that FKIP’s structural modifications were not solely administrative but stemmed from a complex process of negotiation and contestation. This research enhances the comprehension of institutional dynamics in postcolonial higher education by emphasizing the interplay between central policies and local adaptations. FKIP Universitas Sriwijaya exemplifies the evolution of teacher education institutions in response to regulatory pressures while preserving their societal significance.