Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Kemitraan Pelaksanaan Layanan Bimbingan Dan Konseling Melalui Kegiatan Parenting Bagi Wali Murid Di Lembaga PAUD Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Novan Ardy Wiyani
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.365 KB) | DOI: 10.24235/dimasejati.v1i1.5408

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman bagi orangtua dalam mengatasi masalah tumbuh-kembang anak usia dini. Ada empat kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama, sosialisasi program kegiatan pengabdian masyarakat kepada HIMPAUDI kecamatan Kedungbanteng kabupaten Banyumas propinsi Jawa Tengah. Kedua, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Purwokerto dengan HIMPAUDI kecamatan Kedungbanteng tentang pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling melalui kegiatan parenting bagi wali murid. Ketiga, pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling melalui kegiatan parenting bagi wali murid. Keempat, pelaporan kegiatan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling melalui kegiatan parenting bagi wali murid. 
PRAKTEK PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA TEMA BINATANG DI RA DIPONEGORO 153 AJIBARANG KULON KABUPATEN BANYUMAS Windiarsih windiarsih; novan ardy wiyani; ahmad sahnan
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i2.3097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktek pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik di Raudlatul Athfal Muslimat Nahdlatul Ulama Diponegoro 153 Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Deskripsi praktek pendekatan saintifik meliputi deskripsi tentang tahapan saintifik yang terdiri dari 5M yaitu: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar, dan Mengkomunikasikan, baik yang dilakukan oleh guru maupun oleh anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu guru kelas B1 dan 29 siswa di kelas B1. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi kelengkapan RPP guru, pedoman observasi pembelajaran, dan pedoman wawancara kepala dan guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan silabus yang telah disamakan, hanya saja kegiatan dalam RPPH disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing RA. Komponen RPPH yang disusun guru sudah lengkap. Guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik pada tema binatang sudah menerapkan kelima keterampilan ilmiah sesuai panduan Kemendikbud. Proses pembelajaran dimulai dari kegiatan pendahuluan dilanjutkan kegiatan inti yaitu mempraktekkan keterampilan ilmiah yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengolah informasi, dan mengkomunikasikan, serta diakhiri dengan kegiatan penutup. Siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan bimbingan guru. Adapun kendala yang dihadapi yakni keterbatasan waktu, keterbatasan biaya,  minimnya sarana dan prasarana yang dapat disiasati dengan memanfaatkan lingkungan sekitar RA sehingga kegiatan saintifik tetap dapat dilaksanakan selama proses pembelajaran.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Pembelajaran Tematik, Tema Binatang
Theological Values Internalization in Central Learning Management at Kindergarten Tutuk Ningsih; Novan Ardy Wiyani
Edukasia Islamika Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6, Number 1 2021, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v6i1.3680

Abstract

Parents are more aware of the urgency of spiritual intelligence for their children. Spiritual intelligence is the ability of a person to always present his Lord in every activity. Various studies show that one of the success factors people is mostly determined by his spiritual intelligence. Parents also want the teacher to be able to develop their children's spiritual intelligence. This desire was responded to by the head of kindergarten al-Irsyad al-Islamiyyah Purwokerto by managing the learning central based on theological values. This qualitative research is intended to describe the internalization of theological values in the management of learning centrals in kindergarten al-Irsyad al-Islamiyyah Purwokerto. Data were collected using interview, observation, and documentation techniques and then analyzed using the Miles and Huberman data analysis technique. The results showed that the internalization of theological values in the management of learning centrals was carried out through five attempts. First, the internalization of theological value into the vision and quality assurance of graduates. Second, the internalization of theological values by organizing ritual centrals. Third, the internalization of theological values by integrating religion and science into learning themes. Fourth, the internalization of theological values through habituation activities. Fifth, the internalization of theological value through the activities of telling stories about the Prophet and the Prophet and the Companions of the Prophet. The implication of internalization theological values in the management of learning centrals is that students become obedient individuals to their Lord, their Prophet, and their teachers and parents.
Kompetisi dan Strategi Pengembangan Lembaga PAUD Islam Berdaya Saing di TK Islam Al-Irsyad Banyumas Novan Ardy Wiyani
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.722 KB) | DOI: 10.14421/manageria.2016.11-04

Abstract

This article is aimed at describing the competition as well as the development strategy of the Islamic Kindergarten “Al-Irsyad” as one of competitive Islamic early childhoodeducation institution in Purwokerto. The purpose is to find the pattern of the developmentstrategy of the competitive Islamic early childhood education institution. This sort ofinstitution is expected to be able to compete in achieving righteousness in line with Islamicteachings dedicated to the community. This can be done if the Islamic early childhoodeducation institutions promote competitive excellent service. Furthermore, the rationalelies behind the idea of competitive Islamic early childhood education institutions is togenerate competitive advantage within Islamic early education institutions, to improvecommunity’s loyalty as served customer, to create Islamic early childhood institutionswhich are able to outweigh their competitors while at the same time upholding ethics,as well as Islamic virtues.
Pengembangan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Membaca Nyaring Desi Nurkholifah; Novan Ardy Wiyani
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/preschool.v1i2.9074

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berbicara anak usia dini di KB Wadas Kelir Purwokerto setelah mengikuti pembelajaran membaca nyaring. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) di mana penelitian terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data dan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Sedangkan pendekatan penelitian yang penulis gunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala KB Wadas Kelir dan guru yang disebut dengan istilah bunda. Adapun teknik analisis yang penulis gunakan adalah reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berbicara anak-anak KB Wadas Kelir termasuk baik. Hal ini bisa dilihat dari keaktifan anak saat mengikuti pembelajaran membaca nyaring. Keaktifan tersebut berupa antusiasme anak dalam mengikuti pembelajaran membaca nyaring. Selain itu, anak juga aktif menanggapi cerita yang dibacakan bunda. Tanggapan anak bisa berupa pertanyaan, menjawab pertanyaan yang diberikan bunda atau anak berusaha mengaitkan isi cerita atau tokoh cerita dengan dirinya bahkan kehidupan nyata. Selain itu, anak yang dulunya pasif, pendiam dan pemalu setelah mengikuti pembelajaran membaca nyaring menjadi lebih aktif dan percaya diri.
Permainan Tradisional untuk Membentuk Karakter Anak Usia Dini: Studi pada TK Diponegoro 140 Rawalo Banyumas Oki Witasari; Novan Ardy Wiyani
JECED : Journal of Early Childhood Education and Development Vol. 2 No. 1 (2020): JUNE
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jeced.v2i1.567

Abstract

Setiap guru memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pendidikan karakter, namun belum semua guru menguasai metode dalam membentuk karakter anak. Penyebabnya adalah lemahnya kreativitas guru dalam membentuk karakter anak. Permainan tradisional sebenarnya dapat dijadikan oleh guru sebagai metode dalam membentuk karakter anak. Hal itu telah dilakukan oleh guru di TK Diponegoro 140 Rawalo. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembentukan karakter anak melalui permainan tradisional di TK Diponegoro 140 Rawalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian fenomenologi dengan subjek yang diteliti yaitu kepala TK, guru, serta anak. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak melalui permainan tradisional di TK Diponegoro 140 rawalo dilakukan melalui tiga tahap. Pertama, pemberian pengetahuan tentang nilai-nilai kebaikan melalui permainan tradisional. Kedua, pemberian motivasi untuk melakukan nilai-nilai kebaikan melalui permainan tradisional. Ketiga, pemberian arahan untuk melakukan nilai-nilai kebaikan melalui permainan tradisional. Pada pelaksanaan ketiga tahapan tersebut guru bukan sekedar mendampingi dan mengajarkan cara bermain tetapi juga menjadi role model bagi anak untuk melakukan kebaikan-kebaikan saat bermain dengan permainan tradisional.
POTRET IDEAL KEPEMIMPINAN PEREMPUAN SEBAGAI PENGELOLA LEMBAGA PAUD Novan Ardy Wiyani
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 11 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is intended to describe the ideal portrait ofwomen’s leadership in managing early childhood institutions. There areeight characteristics of the ideal figure of woman leaders, as follows:1) confident and having high idealism, 2) persistent and having ability tobuild a team work, 3) simple and humble, 4) wise in making a decision, 5)independent, 6) credible, 7) protecting, and 8) inspirational and can be amodel.
PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN RESPONSIF GENDER Novan Ardy Wiyani
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.431 KB)

Abstract

Abstract: This paper is structured to provide a description of the planning of gender responsive early childhood programs. The hope is that gender responsive early childhood education programs can shape and develop a gender equitable early childhood outlook. This can be done by preparing a gender responsive early childhood program planning. There are three designs of gender responsive early childhood programs. First, the design of the gender responsive thematic program planning. In this planning design, teachers conceived two gender-responsive themes, namely the theme of my profession and the theme of my hero. Second, the design of gender responsive habits planning program. In this planning design teachers conduct routine annual habituation activities by carrying out carnival activities in order to commemorate the independence day of the Republic of Indonesia and carry out the commemoration activities of Kartini Day. Third, the design of gender responsive parent involvement program planning. There are three design activities in this planning design, namely father day, cooking day, and my father is my teacher.Keywords: planning, activities, early childhood, gender Abstrak: Tulisan ini disusun untuk memberikan deskripsi tentang perencanaan program kegiatan PAUD responsif gender. Harapannya, program kegiatan PAUD responsif gender dapat membentuk dan mengembangkan pandangan pada anak usia dini yang adil gender. Hal itu dapat dilakukan dengan menyusun perencanaan program kegiatan PAUD responsif gender. Ada tiga desain perencanaan program kegiatan PAUD responsif gender. Pertama, desain perencanaan program pembelajaran tematik responsif gender. Pada desain perencanaan ini guru PAUD memunculkan dua tema yang responsif gender, yaitu tema profesiku dan tema pahlawanku. Kedua, desain perencanaan program pembiasaan responsif gender. Pada desain perencanaan ini guru PAUD melaksanakan kegiatan pembiasaan rutin yang bersifat tahunan dengan melaksanakan kegiatan karnaval dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dan melaksanakan kegiatan peringatan hari Kartini. Ketiga, desain perencanaan program pelibatan orang tua responsif gender. Ada tiga desain kegiatan pada desain perencanaan ini, yaitu father day, cooking day, dan my father is my teacher.Kata kunci: perencanaan, kegiatan, anak usia dini, gender
Epistemologi Pendidikan Anak bagi Ayah menurut Luqman Novan Ardy Wiyani
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.422 KB) | DOI: 10.24090/yinyang.v14i2.3034

Abstract

This study illustrates the paradigm of students at the Islamic boarding school Darussalam towards the target age of marriage. It is interesting to study when the target age is significantly analyzed in the perspective of female students. This is because, in general, marriages that occur among female students are known as arranged marriages. However, this paper explores the opinions of each female santri in determining the ideal marriage age limit for their perspective. Previously, it was reviewed in advance regarding the age regulation of maturity according to classical fiqh and the rules of legislation, in this case Law No. 1 of 1974 and compilation of Islamic Law (KHI). The final analysis is to analyze the results of a survey of about 30 female students of the Darussalam boarding school. Then proceed with classifying the age of marriage in four classifications, namely the age of marriage in an ideal level, sufficient, alert, and alert. The findings of this paper provide a clear picture that women's rights in determining the age of marriage are strongly influenced by their physical and mental maturity. Therefore, indirectly invalidated at least the age of 16 years for women regulated in the Act does not pay attention to the wishes of women themselves.
Problematika Pembelajaran Jarak Jauh pada Keluarga Petani di MI Ma’arif NU Karanggedang 2 Purbalingga Unik Fepriyanti; Novan Ardy Wiyani
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.018 KB) | DOI: 10.24090/jk.v8i2.4686

Abstract

Abstract This study aims to describe the problem of distance learning in farming families in MI Ma'arif NU Karanggedang 2 Purbalingga. This research uses qualitative research methods or often referred to as naturalistic research methods, namely research conducted in natural conditions or natural settings. For almost a year, since the Covid-19 pandemic season, learning, which was originally carried out directly and centered on schools, has now changed to a distance learning system via online or online. Now, parents of students are required to be able to be good teachers for their children at home. Not a few parents have encountered various problems related to this distance learning process. Parents' hearts are screaming, restless, restless, and even have entered a stressful stage. They are not ready to face the changes in the education system for their children in this pandemic season. Various problems in distance learning, especially in farming families, were revealed in this study. There are three problems experienced by parents of students who work as farmers, namely technology problems, skills problems, and personal problems. Keywords: farming families, problematics, distance learning, problematics. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang problematika pembelajaran jarak jauh pada keluarga petani di MI Ma’arif NU Karanggedang 2 Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau sering disebut sebagai metode penelitian naturalistik yaitu penelitian yang dilakukan dengan kondisi alamiah atau natural setting. Selama hampir satu tahun, sejak musim pandemi covid-19 pembelajaran yang semula dilaksanakan secara langsung dan berpusat di sekolah-sekolah, kini berganti dengan sistem pembelajaran jarak jauh via online atau daring. Kini, orang tua siswa diharuskan mampu menjadi guru yang baik untuk anak-anaknya di rumah. Tidak sedikit orang tua yang mendapatkan berbagai permasalahan terkait proses pembelajaran jarak jauh ini. Hati orang tua menjerit, resah, gelisah, bahkan sudah masuk tahap stress. Mereka belum siap menghadapi perubahan sistem pendidikan untuk anak-anaknya di musim pandemi ini. Berbagai permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh khususnya pada keluarga petani terungkap dalam penelitian ini. Ada tiga pokok persoalan atau problematika yang dialami oleh para orang tua siswa yang berprofesi sebagai petani yaitu problematika teknologi, problematika keterampilan, dan problematika personal. Kata Kunci: keluarga petani, pembelajaran jarak jauh, problematika.