Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Emotion Regulation as the Key to Coping with Work Stress in Working Students Sri Hartini; Cornelissen F; Cheerly Xiesoria; Angeli Kitaroe; Megawati Ginting; Rina Mirza; Lodiana Ayu
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19250

Abstract

Working students faced academic and work-related pressures that could trigger job stress, affecting psychological well-being and performance. Emotion regulation played a crucial role in helping individuals adaptively cope with pressure. This study analyzed the relationship between emotion regulation and job stress among 94 working students using a quantitative method with a correlational analysis technique. Data were collected through a questionnaire using the Job Stress Scale based on Robbins et al. (2019) and the Emotion Regulation Scale from Gross (2015). The results showed a significant negative relationship between emotion regulation and job stress, where students with good emotion regulation experienced lower job stress levels. The psychological aspect of job stress had the strongest correlation with emotion regulation compared to physiological and behavioral aspects. Individuals who used adaptive emotion regulation strategies were better at managing pressure than those who used maladaptive strategies. These findings supported Gross’s theory and previous research on job stress and psychological well-being. The study’s implications emphasized the importance of emotion regulation-based interventions in academic and work environments to help students manage stress effectively and maintain a balance between academic and job demands. Mahasiswa yang bekerja menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan yang dapat memicu stres kerja, berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kinerja. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan secara adaptif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres kerja pada 94 mahasiswa yang bekerja, menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Stres Kerja berdasarkan teori Robbins et al. (2019) dan skala Regulasi Emosi dari Gross (2015). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan stres kerja, di mana mahasiswa dengan regulasi emosi yang baik mengalami tingkat stres kerja lebih rendah. Aspek psikologis stres kerja memiliki korelasi paling kuat dengan regulasi emosi dibandingkan aspek fisiologis dan perilaku. Individu yang menggunakan strategi regulasi emosi adaptif lebih mampu mengelola tekanan dibandingkan yang menggunakan strategi maladaptif. Temuan ini mendukung teori Gross serta penelitian sebelumnya mengenai stres kerja dan kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam lingkungan akademik dan pekerjaan untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara efektif, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.
Kesepian ditinjau dari Perilaku Agresi Pada Lingkungan Pembina Khusus Anak Kota Medan Robinson Robinson; Ledy Diana; Kristina Zebua; Mariance Br Damanik; Hana Grace Sifra Hasibuan; Sri Hartini
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i3.4619

Abstract

Kesepian merupakan hal yang dialami setiap orang, salah satu penyebab terjadinya adalah adanya tekanan yang dialami membuat orang tersebut takut akan hubungan yang seharusnya dimiliki. Tekanan tersebut berbentuk agresi yaitu tindakan kekerasan atau penolakan yang menunjukan pada diri individu atau kelompok lain. Hubungan dari perilaku agresi dan kesepian merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini digunakan adalah metode kuantitatif korelasional yang mana subjek penelitian sebanyak 100 anak yang berada di bawah pengawasan Lingkungan Pembinaan Khusus Anak di kota Medan. Metode pengumpulan data mengunakan skala Kesepian dan skala agresi dengan metode Likert, dengan pengujian SPSS 23.  Setelah uji coba ditemukan hasil hubungan yang positif antara agresi dengan kesepian (r= 0,697; p=,000).
Co-Authors Adeline Videlia Kosasih Airin Angel Angel Pradita B Manalu Angela Angeli Kitaroe Angellina Angga Ginting Anissa Mifthahurahma Sihombing Astri Maria Atrizka, diny Audrey Elysia Cong Bella Natascia Collent Catherine Meidany Cheerly Xiesoria Christine Christine Christine Cindy Wiliem Cornelissen F Cynthia - Dori M. Panjaitan Edbert Edbert El Akmal, Mukhaira Ema Nina Charina Emelia Debora Pinem Endang Indayani Enzelin Regina S. Meliala Erica Erica Evelinadela Margaretta Febby Claudia Fernando Felix Fika Tarigan Gissele Rosemaria Grace Sherly Grazia Tanzil Hana Grace Sifra Hasibuan Inda Monica Sari Depari Ira Aditya Ginting Suka Irfan Deni Sinaga Ivana Ivana Jennifer Creszentia Salim Jennifer Goh Jericho - Jessica Cendana Jocelyn Listo Govanny Jovinna - Julianto Julianto Junita Cahyaningtyas Karen Karen Katelynne Olivia Wijaya Kelvin Tanadi Kimiko Khohiro Kristina Zebua Lani Regina Ledy Diana Lodiana Ayu Mariance Br Damanik marpaung, winida Megawati Ginting Merry Hartati Michael - Michael Teguh Muhammad Hatta Wijaya Nabila Putri Rahma Natali Gressia Angelina Nasution Nathania Siregar Nurjannah Hasibuan Nurvica - Oktavia Meldyri Esmeralda Patrick Funaidi Pebyan Prajasa Putri Danella Br Ginting Rachael Patricia Rianda Elvinawanty Rina Mirza Risha Ananda Putri Robinson Robinson Ruben Luis Tandera Sabrini Mentari Satria Jujuan Hairumansyah Saulina Serpi Situmeang Shearen Yen Sherly Sherly Siti Latifatul Okta Sri Ngayomi Yudha Wastuti Sriwindany Sihombing Tarigan, Eltalina Tengku Khairany Thalia Thalia Theresia Ladea Br Kaban Valerie Utami Vemi Helita Malev Purba Vera Agusriani Verincia Ghoward Vivian Wijaya Warni May Else Florence Gulo William Sutanto Yakub Yakub Yufan Zebua Yuliana Yuliana Yulinda S. Manurung Zen Zahara Sirait