Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Psycho Idea

IMPLEMENTASI PSIKOLOGI POSITIF DALAM PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MAHASISWA Dian Yudhawati
Psycho Idea Vol 16, No 2 (2018): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.48 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v16i2.3363

Abstract

Aliran psikologi positif mencoba memfokuskan perhatian pada upaya menggali dan mengembangkan karakter yang merupakan sisi kekuatan manusia. Dengan menggali dan mengembangkan sisi positif individu akan menghantarkan seseorang pada kebahagiaan yang sesungguhnya dan mampu berfungsi secara optimal dalam kehidupannya, baik sebagai individual, anggota keluarga, anggota masyarakat dan negara. Kehidupan manusia akan bermakna jika sisi positif manusia bisa maksimal dikembangkan. Dengan menerapkan psikologi positif diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang berperilaku baik dan mampu berkembang sesuai kompetensi yang dimilikinya. Implementasi psikologi positif diharapkan dapat membentuk pribadi mahasiswa yang dapat mengembangkan sisi positif dalam dirinya, mengembangkan emosi positif dalam berhubungan social dengan orang lain, berpikir positif dalam mengatasi berbagai problem yang dihadapi, memiliki sikap positif dalam belajar dari kesalahan dan pada akhirnya dapat mengintegrasikan seluruh materi kuliah pengembangan kepribadian sesuai dengan hard skill yang diperoleh dari masing-masing jurusan yang diminatinya. Kata Kunci: Psikologi positif ; Pengembangan Kepribadian MahasiswaABSTRACTThe positive psychology tries to focus attention on the effort to explore and develop the character which is the human strength side. By exploring and developing the individual positive side, will leads a person to truly happiness and will be able to function optimally in his life, not only as individuals, but also family members, society members and the state members. Human life will be meaningful when human positive side can be developedmaximally. By applying positive psychology, expected to form well behaved students and able to develop base on their competence. Implementation positive psychology expected to form a student personality who can develop a positive side in him, develop positive emotions in social relationships with others, positive thinking in overcoming various problems poses a positive attitude in learning from mistakes and finally be able tointegrate personality development lecture’s material based on the hard skills acquired from each department they are interested. Key words : Positive Psychology; Student Personality Development
Gaya Kognitif Konsumen pada Fintech Peer To Peer Lending Terhadap Literasi Keuangan Anisa Rachmawati; Dian Yudhawati
Psycho Idea Vol 20, No 2 (2022): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.47 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v20i2.13065

Abstract

Fenomena yang terjadi di masyarakat, yaitu hadirnya inovasi teknologi jasa keuangan khusus nya  Peer to peer lending. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana gaya kognitif konsumen dan kemampuan kognitif konsumen menyikapi Peer to peer lending  legal maupun ilegal dalam literasi keuangan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian ini yaitu sebanyak 30 responden yang pernah melakukan pinjaman online melalui fintech peer to peer lending. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sebagai konsumen yang menikmati layanan jasa Peer to peer lending  cenderung memiliki tingkat literasi keuangan yaitu Sufficient literate. Gaya kognitif yang ada di dalam masyarakat saat ini memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang Peer to peer lending  yang memberikan layanan jasa keuangan berupa pinjaman online, fitur yang tersedia, mekanisme , manfaat dan potensi risiko  di masa yang akan datang, serta hak dan kewajiban terkait layanan jasa keuangan. Namun tidak memiliki keterampilan menyelesaikan masalah saat menggunakan produk dan jasa keuangan. Tekanan psikis yang dialami konsumen pinjaman online merupakan dampak dari ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah pada saat penagihan.