Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Parental Overprotective Behavior And Adjustment In Adolescent Girls Utami, Narastri Insan; Alfatikah, Syifa
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 7, No 3 (2023): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i3.9330

Abstract

This study aims to determine the relationship between parents' overprotective behavior and self-adjustment in adolescent girls. The hypothesis proposed in this study is that there is a negative relationship between parental overprotective behavior and self-adjustment in adolescent girls. The subjects in this study totaled 100 subjects, namely high school students. Data retrieval using the likert scale. The data analysis technique used is a product moment correlation test. The results of the correlation test for overprotective variables with self-adjustment in adolescent girls showed (rxy) = -0.697 with p = 0.000, meaning that the hypothesis that there is a correlation between overprotective behavior and self-adjustment is acceptable. Effective donation (R²) showed that overprotective behavior towards self-adjustment contributed 48% and the remaining 52% was influenced by other factors.
PENGARUH DIMENSI TEMPERAMEN PADA MOTIVASI BELAJAR ANAK YANG BELAJAR DARI RUMAH Abdullah, Sri Mulati; Utami, Narastri Insan; Fatimah, Malida
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6718

Abstract

Pandemi Covid-19 telah membuat banyak perubahan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Anak-anak harus belajar di rumah dengan didampingi oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperamen anak terhadap motivasi belajar anak di masa pandemi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dimana responden diminta untuk mengisi dua skala, yaitu skala tipe temperamen dan skala motivasi belajar. Responden berjumlah 91 orang ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar. Analisis data menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menyatakan (1) Terdapat pengaruh temperamen terhadap motivasi belajar pada anak sekolah dasar di masa pandemi dengan kontribusi sebesar 51,8%, (2) Terdapat pengaruh dimensi temperamen activity terhadap motivasi belajar pada anak sekolah dasar di masa pandemi dengan kontribusi sebesar 34,4%, (3) Terdapat pengaruh dimensi temperamen negative reactivity terhadap motivasi belajar pada anak sekolah dasar di masa pandemi dengan kontribusi sebesar 5%, (4) Terdapat pengaruh dimensi temperamen task persistence terhadap motivasi belajar pada anak sekolah dasar di masa pandemi, dengan kontribusi sebesar 54%, (5) Tidak terdapat pengaruh dimensi temperamen approach terhadap motivasi belajar pada anak sekolah dasar di masa pandemi, dengan kontribusi sebesar 0,1%.
Psikoedukasi Bullying Pada Siswa Madrasah Aliyah Berbasis Pesantren Abdullah, Sri Muliati; Utami, Narastri Insan; Fatimah, Malida
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.2647

Abstract

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Bullying merupakan masalah perilaku yang saat ini marak terjadi dikalangan remaja. Adapun pemberian psikoedukasi bertujuan agar para santri mengetahui dan memahami gambaran perilaku bullying di lingkungan teman sebaya sehingga dapat mencegah munculnya bullying yang terjadi di Madrasah Aliyah “X”. Hasil analisis dari perhitungan Wilcoxon Signed-Rank Test pada pengukuran pretest dan posttest didapatkan nilai Z= -5,110 dan p= 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan perbedaan skor tingkat pengetahuan partisipan kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mendapatkan psikoedukasi. Pengetahuan para siswa setelah diberikan psikoedukasi meningkat (M=7,48) dibandingkan sebelum diberikan psikoedukasi tentang Bullying (M=6,80).
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Citra Diri Pada Remaja Rahmat, Yatziah Yaumil; Abdullah, Sri Muliati; Utami, Narastri Insan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara intensitas penggunaan media sosial instagram dengan citra diri pada remaja akhir. Subjek penelitian ini berjumlah 114 orang remaja akhir. Teknik pengumpulan data mengunakan kuesioner online melalui googleforms. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Product Moment Correlation dari Karl Pearson. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,312 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,005), mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial instagram dengan citra diri. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,098 yang mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan media sosial instagram menyumbang 9,8% terhadap citra diri, sementara 90,2% dipengaruhi oleh faktor lain.
Hubungan antara konsep diri dengan kematangan emosi pada dewasa awal Aryati, Sekar indah; Utami, Narastri Insan
JURNAL SPIRITS Vol 12 No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v12i1.12713

Abstract

Kematangan emosi seseorang sangat mempengaruhi bagaimana cara ia memandang dirinya sendiri, hal tersebut kemudian tercermin pada seluruh sikap serta perilaku seseorang yaitu konsep diri, sebab konsep diri merupakan salah satu inti pola kepribadian yang terbentuk dari pandangan seseorang terhadap dirinya. Seseorang yang memiliki konsep diri yang baik maka akan memiliki kematangan emosi yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan positif antara konsep diri dengan kematangan emosi pada dewasa awal. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 129 orang dewasa awal berusia 18-40 tahun. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi parametrik yaitu product moment correlation yang dikembangkan oleh Karl Pearson dengan bantuan SPSS 26.0 for window. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara konsep diri dengan kematangan emosi pada dewasa awal.
OPTIMISME DAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PESERTA MERDEKA BELAJAR-KAMPUS MERDEKA (MBKM) Rahmawati, Yunita Dwi; Utami, Narastri Insan
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4264

Abstract

Program kampus merdeka atau MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan skill dan minatnya agar siap bersaing di dunia kerja. Namun, dalam mengikuti program tersebut mahasiswa mengalami beberapa hambatan yang dapat mengganggunya, seperti kesulitan beradaptasi di lingkungan yang baru, keterlambatan dalam memasukkan nilai konversi, dan manajemen waktu yang kurang baik sehingga dari hambatan tersebut, apabila mahasiswa mengalami tekanan dari hambatan yang dialami kemudian menumpuk maka hal ini dapat menimbulkan stres atau biasa disebut dengan stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan stres akademik pada mahasiswa peserta MBKM. Penelitian ini menghipotesiskan adanya hubungan yang negatif antara optimisme dengan stres akademik pada mahasiswa peserta MBKM. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian melibatkan 122 mahasiswa peserta MBKM yang berusia 20 hingga 24 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Stres Akademik dan Skala Optimisme. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = -0,350 dengan p = 0,000 (p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara optimisme dengan stres akademik pada mahasiswa peserta MBKM. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,123, menunjukkan bahwa optimisme memberikan kontribusi sebesar 12,3% terhadap stres akademik, dan 87,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: MBKM, mahasiswa peserta MBKM, stres akademik, optimisme
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA Wicaksono, Taufiq Nur; Narastri Insan Utami
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4171

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. Salah satu aspek yang berperan dalam membentuk motivasi belajar adalah dukungan sosial dari teman sebaya, yang dapat memberikan rasa diterima, semangat, serta dorongan positif dalam proses perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar pada mahasiswa. Subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa aktif program sarjana (S1) berusia 18–22 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Skala Motivasi Belajar. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) = 0,511 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan motivasi belajar pada mahasiswa. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima dari teman sebaya, semakin tinggi pula motivasi belajar mahasiswa. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,261 menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 26,1% terhadap motivasi belajar, sedangkan 73,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya lingkungan sosial sebaya dalam meningkatkan semangat dan keterlibatan belajar mahasiswa di perguruan tinggi.
PELATIHAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI MAHASISWA Utami, Narastri Insan
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 20 No. 2: Agustus 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.869 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v20i2.751

Abstract

Harga diri merupakan aspek yang penting dimiliki oleh mahasiswa untuk berani menghadapi tantangan. Harga diri juga dikatakan sebagai faktor penentu kesuksesan seorang mahasiswa di bidang akademiknya. Sayangnya, berdasarkan studi pendahuluan telah diketahui banyak mahasiswa cenderung membangun harga diri sebagai individu yang inferior. Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan harga diri mahasiswa dengan pelatihan rational emotive behavior therapy. Desain eksperimen yang digunakan adalah Untreated Control Group Design with Dependent Pre-test and Post-test Samples. Hasil analisis menggunakan anava campuran menunjukkan ada peningkatan skor pada kelompok eksperimen dibanding kelompok kontrol. Pelatihan rational emotive behavior therapy memberikan 68,3% pada peningkatan harga diri mahasiswa.
SELF-MANAGEMENT AND WORK READINESS AMONG BACHELOR’S DEGREE FRESH GRADUATES utami, Narastri insan; Siti Yuliany
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.1660

Abstract

A graduate is generally expected to possess stronger competencies than a non-graduate, particularly at the undergraduate level, where higher education should foster greater competitiveness and work readiness to meet industry standards. However, many fresh graduates report feeling unprepared to enter the workforce, and employers frequently perceive them as lacking essential readiness for work. This study aims to examine the relationship between self-management and work readiness among fresh graduates of undergraduate programs. The proposed hypothesis states that there is a positive relationship between self-management and work readiness. The study involved 120 fresh graduate participants. Research data were collected using the Work Readiness Scale (reliability coefficient = 0.883) and the Self-Management Scale (reliability coefficient = 0.900). Data analysis was conducted using the Product Moment correlation technique. The results show a correlation coefficient of r = 0.846 with p = 0.000 (p < 0.050), indicating a significant positive relationship between self-management and work readiness among fresh graduate undergraduate students.
Growth Mindset dan Aktualisasi Diri pada Mahasiswa Yogyakarta Annisaa, Maharani Nur; Utami, Narastri Insan
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 6 No. 1 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v6i1.1711

Abstract

The rapid growth of higher education in Indonesia highlights the importance of understanding personal factors that support students’ potential development. Grounded in mindset and self-actualization theories, this study aims to examine the relationship between growth mindset and self-actualization among university students in Yogyakarta. This research employed a quantitative correlational design involving 124 students aged 18–24 years from various public and private universities selected through total sampling. The instruments used were the Growth mindset Scale (Chen, Ding, & Liu, 2021; Indonesian adaptation) and the Self-Actualization Scale adapted from Pratiwi (2003). Both instruments demonstrated strong psychometric properties after item validation (17 items for growth mindset and 53 items for self-actualization). Data analysis using SPSS 22.0 for Windows included normality testing and linearity testing, confirming that the data met parametric assumptions. The results of the Pearson product–moment correlation revealed a positive and significant relationship between growth mindset and self- actualization (r = .638, p < .001). This indicates that students with higher growth mindset levels tend to exhibit greater self-actualization. The findings reinforce the theoretical notion that a growth-oriented belief system fosters persistence, self- awareness, and optimal self-development in academic contexts. Practical implications emphasize the need to integrate growth mindset–enhancing strategies into both curricular and extracurricular programs, including workshops, mentoring, and organizational activities that promote continuous personal growth.