Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER SALAM PENDEKATAN ILMU KOMUNIKASI MODERN Muhammad Hariyadi; M. Akib
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2021): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.76 KB) | DOI: 10.56745/js.v11i1.110

Abstract

PENDIDIKAN PESANTREN PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUSDUR) Muhammad Hariyadi; M. Husni
Jurnal Statement : Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2019): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.779 KB) | DOI: 10.56745/js.v9i1.181

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi tokoh, yaitu KH. Abdurrahman Wahid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali ide-ide /pemikiran KH. Abdurrahman Wahid tentang pendidikan pesantren, baik melalui buku-buku yang ditulis langsung oleh beliau maupun oleh pihak lain, dan khususnya aktifitas pesantren Luhur Ciganjur yang merupakan implementasi ide-ide KH. Abdurrahman Wahid tentang pendidikan pesantren. KH. Abdurrahman Wahid adalah tokoh yang lahir dan dibesarkan di pesantren, memiliki pandangan yang luar dalam berbagai bidang misalnya demokrasi, kebangsaan, toleransi, hak asasi manusia, pendidikan, dan lain-lain. Fokus penelitian ini adalah tentang pandangan KH. Abdurrahman Wahid terhadap pendidikan pesantren. Dari analisa hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk memberdayakan pondok pesantren dalam menghadapi era globalisasi menurut KH. Abdurrahman Wahid dapat dilakukan melalui tiga langkah pemberdayaan, yaitu : (1) Membangun kesadaran masyarakat melalui gerakan intelektual. Pengaruh dari gerakan intelektual ini tampak misalnya dalam hal diterimanya ‘tajdid’ (pembaharuan) sebagai suatu jalan yang dimungkinkan di dalam NU yang sebelumnya telah dicap tradisional dan anti-tajdid. (2) Meningkatkan modalitas sosial masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia. Dalam usaha meningkatkan modalitas masyarakat Gusdur menggalakkan program keterampilan masyarakat. Gus Dur menyatakan jangan sampai pesantren mengajarkan keterampilan saja ataupun sebaliknya, yakni mengajarkan agama saja, tetapi keduanya harus dalam porsi yang seimbang. (3) Menciptakan usaha ekonomi yang berorientasi pada masyarakat kecil. Dalam hal ekonomi, salah satu usaha Gus Dur adalah mendirikan Bank Penkreditan Rakyat Nusumma yang merupakan hasil kerjasama PBNU yang diketuai Gus Dur dengan Bank Summa milik Edward Soeryadjaya.
Paradigma Integrasi Maqasid dan Huda Al-Qur’an Muhammad Hariyadi; Aldomi Putra; Aas Siti Sholichah
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v6i3.4197

Abstract

The Integration Paradigm of Maqasid and Huda Al-Qur'anThis article aims to reveal the theory of maqasid al-Qur'an and huda al-Qur'an which is currently a trending topic in the study of al-Qur'an science in order to reveal the goals and instructions of Allah SWT in the verses of al-Qur'an. Qur'an. The study of maqasid and huda al-Qur'an is like two different things, so it requires research to answer this question. This research is a qualitative research with the type of library research which refers to books and journals whose discussion is related to maqasid and huda al-Qur'an, through an ontological, epistemological and axiological approach that will give birth to an integration paradigm. The author finds that substantially the two theories do not have significant differences in all scientific approaches, it is even revealed that both have similarities in terms of discussion, scope, and goals in revealing the goals and instructions contained in the verses of the Qur'an. Even if there is a difference, then scientifically the difference is considered insignificant, because it only lies in the bearer of the theory and religious ideology as the background
REDEFINISI ZUHUD DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN SOLUSI BAGI PERADABAN ISLAM Muhammad Hariyadi; Nurbaiti Nurbaiti; Saepul Anam
Statement: Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2022): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TARJIH PENAFSIRAN HURUF MUQATTHA’AH Al-QUR’AN PERSPEKTIF INTERTEKSTUALITAS Said Agil Husin Al Munawar; Muhammad Hariyadi; Muhammad Ulyn Nuha
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 5, No 02 (2022)
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v5i02.157

Abstract

The letter muqattha'ah has a râjih interpretation based on intertextuality in the munasabah verses of the Qur'an, hadith, asar, akwal tabiin, lughah, and ijtihad scholars. The name of the Prophet Muhammad is the meaning of râjih from Thâ Hâ and Yâ Sîn based on the letters muqattha'ah in the Qur'an using an intertextuality approach while still preserving the form of interpretation by being very careful to prioritize the intertextuality data that exists in each source, as well as some other meanings of râjih. The intertextuality perspective regarding muqattha'ah letters is found in 3 options, namely: Mandatory, Optional, and Unintentional, which indicates the potential for intertextuality and tarjih approaches in the interpretation of muqattha'ah letters. This journal has similarities with the opinion: 'Abdullâh bin 'Abbâs (w 68 H), and Qatâdah bin Du'âmah (w 118 H) that the letter means the name of the Prophet Muhammad. This journal differs from the opinion of Al-Sha'bî (w 103 H) and Al-Tsaurî (w 161 H) that the muqattha'ah letter cannot be interpreted, that it is the letter mu'jam only Allah knows its meaning. This journal uses the intertextuality method in interpreting the historical-critical-contextual interpretation of. While the approach used is a qualitative approach
TARJIH PENAFSIRAN HURUF MUQATTHA’AH Al-QUR’AN PERSPEKTIF INTERTEKSTUALITAS Said Agil Husin Al Munawar; Muhammad Hariyadi; Muhammad Ulyn Nuha
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 5, No 02 (2022): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v5i02.182

Abstract

The letter muqattha'ah has a râjih interpretation based on intertextuality in the munasabah verses of the Qur'an, hadith, asar, akwal tabiin, lughah, and ijtihad scholars. The name of the Prophet Muhammad is the meaning of râjih from Thâ Hâ and Yâ Sîn based on the letters muqattha'ah in the Qur'an using an intertextuality approach while still preserving the form of interpretation by being very careful to prioritize the intertextuality data that exists in each source, as well as some other meanings of râjih. The intertextuality perspective regarding muqattha'ah letters is found in 3 options, namely: Mandatory, Optional, and Unintentional, which indicates the potential for intertextuality and tarjih approaches in the interpretation of muqattha'ah letters. This journal has similarities with the opinion: 'Abdullâh bin 'Abbâs (w 68 H), and Qatâdah bin Du'âmah (w 118 H) that the letter means the name of the Prophet Muhammad. This journal differs from the opinion of Al-Sha'bî (w 103 H) and Al-Tsaurî (w 161 H) that the muqattha'ah letter cannot be interpreted, that it is the letter mu'jam only Allah knows its meaning. This journal uses the intertextuality method in interpreting the historical-critical-contextual interpretation of. While the approach used is a qualitative approach.
Pendidikan Karakter Melalui Tasawuf Akhlaki Perspektif Al-Quran Muhammad Hariyadi; Roihan Alansyari; Nurbaiti Nurbaiti
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2265

Abstract

Artikel ini menyimpulkan bahwa pengamalan maqamat dalam tasawuf akhlaki perspektif al-Quran memberi kontribusi terhadap pendidikan karakter, seperti maqam tobat mendidik karakter komitmen, maqam sabar mendidik karakter pengendalian diri, maqam zuhud mencegah karakter terlalu mencintai dunia, maqam tawakal mendidik karakter kesungguhan, maqam syukur mendidik karakter peduli sosial, maqam fakir mencegah karakter materialistis dan maqam rida mendidik karakter berlapang dada. Temuan ini mendukung pendapat Sayyed Hossein Nasr (2001) yang menyatakan bahwa pendidikan karakter yang didasarkan pada kerangka nilai agama semestinya melalui pendekatan sufistik dan menolak pendapat Aguste Comte (1857), Karl Marx (1883), Herbert Spencer (1903), Emile Durkheim (1917), Max Weber (1920) dan Sigmund Freud (1939) yang meyakini bahwa manusia mampu menyelesaikan persoalan kehidupan (termasuk persoalan karakter) tanpa melibatkan agama. Metode penelitian yang digunakan dalam disertasi adalah penelitian kualitatif melalui riset kepustakaan (library research).
Integrasi Sekolah dan Keluarga Pada Anak Usia Dini Nurul Hikmah; Muhammad Hariyadi; Aas Siti Sholichah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.2345

Abstract

Penelitian ini fokus pada integrasi sekolah dan keluarga pada pendidikan anak usia dini.  Penelitian ini dibatasi pada RA Bait Qur’any. Secara umum, penelitian ini memiliki tujuan khusus penelitian ini yaitu: menganalisa bagaimana integrasi sekolah dan keluarga pada anak usia dini di RA Bait Qur’any dan menganalisa type kerjasamanya. Adapun manfaat penelitian ini secara umum diharapkan dapat memberikan pengetahun tentang integrasi sekolah dan keluarga pada anak usia dini. Hasil penelitian ini yaitu, RA Bait Qur’any memiliki tipe kerjasama keluarga dan sekolah yang mencakup beberapa type yaitu: parenting, communicating dan decision making, dan learning At Home. Tipe kerjasama sekolah dan keluarga di RA Bait Qur'any belum ada yang berupa Collaborating with the comunity. 
Sisi Pendidikan dalam Metode Drama Kisah Qabil dan Habil Muhammad Hariyadi; M Subki
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.2652

Abstract

Tidak semua orang dapat memahami maksud Al-Qur’an dengan baik, apalagi mengambil sisi pendidikannya, padahal salah satu fungsi Al-Qur’an harusnya mampu menjadi petunjuk bagi manusia. Beberapa diantaranya disebabkan oleh rumitnya komponen yang harus dikuasai oleh seorang mufasir, seperti harus menguasai nahwu sharf, ilmu lughah, ilmu isytiqâq, ilmu ma’âni, ilmu bayân, ilmu badî’, ilmu qirâ’at, ilmu kalam, ilmu Ushul Fiqh, ilmu qashash, ilmu manthiq, nâsikh mansûkh, ilmu hadits dan ilmu munâsabah. Metode drama dengan mengandalkan visualisasi dapat memudahkan pembaca memahami isi Al-Qur’an, tanpa dibatasi oleh penguasaan syarat-syarat di atas. Sebagaimana dalam kisah Qabil dan Habil yang tertuang dalam Surah Al-Ma’idah 5/: 27-31. Dengan metode drama imajinasi pembaca akan memudahkan untuk mengakses kandungan ayat tersebut secara baik dan akan memudahkan pula dalam mengambil sisi pendidikannya, karena inti dari semua kisah dalamAl-Qur’an adalah bagaimana mengambil intisari sisi pendidikannya untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.