Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan nilai-nilai pancasila untuk menumbuhkan sikap nasionalisme di MTS Ahmad yani Jabung Sutomo Sutomo; Mohammad Miftahusyai’an; Muhammad Shofiyulloh Al Kamil; Galih Puji Mulyoto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v9i2.12026

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana program lembaga pendidikan dalam menumbuhkan sikap nasionalisme kepada para peserta didiknya, (2)  Untuk mengetahui bagaimana output dari siswa setelah menerima dan melaksanakan penerapan nilai-nilai pancasila sebagai bekal setelah mereka lulus dari sekolah dan mencegah agar tidak terpengaruh oleh ideologi atau faham yang bertentangan dengan Pancasila, (3) untuk mengetahui mengenai daya dukung dan hambatan yang dialami oleh lembaga pendidikan tersebut dalam menerapakan nilai-nilai pancasila. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Wawancara, Observasi, dan juga Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) MTs Ahmad Yani menerapakan pendidikan karakter dikelas dan juga menerapkan pendidikan karakter melalui kerjasama dengan TNI, POLRI dan juga Muspida 2) Output yang didapat siswa Mts Ahmad Yani setelah menerima dan melaksanakan penerapan nilai-nilai pancasila adalah adanya perubahan sikap seperti disiplin diri yang semakin baik dan juga meningkatnya pengetahuan mengenai wawasan kebangsaan, (3) Secara umum daya dukung dan hambatan yang dialami oleh MTs Ahmad Yani dalam menerapkan nilai-nilai pancasila untuk menumbuhkan sikap nasionalisme terbagi menjadi dua faktor yakni faktor internal dan juga eksternal.
Azyumardi Azra's Islamic Education Thoughts NUR RIDWAN; Sutomo Sutomo
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 4 No 2 (2021): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education's primary objective is to develop pupils who comprehend and apply Islamic sciences in daily life. In other words, the realization of human beings, namely people who reconnect with their nature and the goal of their lives, as he pledged to be a human who came from Allah and would return to Allah. Azyumardi Azra's opinions on Islamic education are the product of his efforts to improve the quality of Islam's education. The issue at hand is the aim and curriculum of Islamic education. Regarding Azyumardi Azra's views on Islamic education, he emphasizes the importance of democratizing and modernizing Islamic education in order to elevate the dignity of Islamic educational institutions that generate high-quality education. Azyumardi Azra focuses on the intake and output of Islamic education for society when it comes to updating. By fusing traditional and forward-thinking ideals.
Strategi Kesantunan Bahasa Verbal Santri dan Ustadz dalam Akhlak Berkomunikasi di Pesantren Salaf Al-Quran Sholahul Huda ­­­­­ Al-Mujahidin Malang Aries Musnandar; Bahrudin Nur Aziz Zakaria; Muhammad Nur Fakih; Sutomo Sutomo
Arfannur Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.876 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i1.727

Abstract

This study on politeness and akhlak learning strategies used in the interaction between santri and kyai/ustdaz in Pesantren Salaf Al-Qur’an Sholahul Huda Al-Mujahidin. This study was conducted to examine the types of politeness strategies employed by both santri and kyai/ustadz in their daily interaction and the factors underlay them to use such strategies. Further, a case study qualitative approach by doing observation and interview was employed as the method of the study. To figure out the phenomenon, Brown and Levinson’s theory of politeness strategies was applied in analyzing the data which are bald on record, positive politeness, negative politeness and off record. From the analysis, it was figured out that all types of politeness strategies were realized in kyai/ustadz utterances. In contrast, only three politeness strategies were performed by santri. It was identified that the some social factors of power and social distance triggered the santri and kyai/ustadz to perform such strategies. However, another influential factor that was found to encourage the participants to employ those strategies was that Pesantren Sholahul Huda Al-Mujahidin’s culture of akhlak that encompasses several values which are based upon the Islamic values declared in Al Quran and Al Hadith. By maintaining and nurturing this Akhlak and morality, it is believed to be the basis of the realization of peace. Abstrak Studi ini adalah berkaitan dengan strategi pembelajaran akhlak dan kesopanan yang digunakan dalam interaksi antara santri dan Kyai/ustdaz pada Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Sholahul Huda Al-Mujahidin. Penelitian ini dilakukan untuk memeriksa jenis strategi kesopanan yang digunakan oleh santri dan Kyai/Ustadz dalam interaksi merkea sehari-hari dan faktor-faktor yang mendasari mereka untuk menggunakan strategi tersebut. Selanjutnya, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan melakukan observasi dan wawancara sebagai metode penelitian. Untuk mengetahui dan menganalisis fenomena tersebut, penulis menerapkam teori yang diusulkan oleh Brown dan Levinson tentang strategi kesopanan. Dari analisis, diketahui bahwa semua jenis str ategi kesopanan dilakukan oleh Kyai/Ustadz. Sebaliknya, hanya tiga strategi kesopanan yang dilakukan oleh santri. Lebih jauh, teridentifikasi bahwa beberapa faktor sosial seperti kekuatan dan jarak sosial telah memicu para santri dan Kyai/Ustadz untuk melakukan strategi tersebut. Namun, ada faktor lain yang berpengaruh yang mendorong peserta untuk menggunakan strategi itu yaitu budaya Pesantren Sholahul Huda Al-Mujahidin yang mencakup beberapa nilai akhlak yang didasarkan pada nilai-nilai Islam yang dinyatakan dalam Al Quran dan Al Hadits. Dengan menjaga dan memelihara akhlak inilah yang nantinya diyakini menjadi dasar dari terciptanya perdamaian. Kata Kunci: Strategi Kesantunan, Bahasa Verbal, Komunikasi dan Pesantren
Implementation of Character Education: Perspective of Love for All Hatred For None in Spiritual, Social and Humanitarian Characters Formation in SMU Plus Al-Wahid Sanusi Sanusi; Aries Musnandar; Sutomo Sutomo; Adebayo Rafiu Ibrahim; Abdul Lantong
Al-Hijr: Journal of Adulearn World Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.144 KB) | DOI: 10.55849/alhijr.v1i2.11

Abstract

This research is motivated by concerns about the high level of violence, hate speech, bullying, and brawls between students in the educational environment, all of which are alarms indicating that Character Education in schools has not been maximized. This type of research is descriptive with an inductive approach to qualitative analysis methods. The data sources in this study are primary data, namely school principals, teachers, students, dormitory builders, and branch administrators of the Wanasigra Ahmadiyya Congregation, while secondary data are lesson plans and various videos on the YouTube channel of SMU Plus Al-Wahid related to the object under study. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed qualitatively by using triangulation to ensure the validity of the data against the focus understudy. The results of this study were that: (1). Character Education at SMU Plus Al-Wahid was borne from four sources: the Indonesian nation's culture, the Pancasila state basis, Abab 21 demands, and the organizational motto 'Love For All Hatred For None’; (2). Implement Character Education at SMU Plus Al-Wahid through learning, habituation, and example in four activity posts; extracurricular, extracurricular, dorm life, and social activities; (3). A more comprehensive evaluation of character education occurs in schools, dormitories, and community environments; and (4). Implementation of character education from the perspective of the motto 'love for all hatred for none' was developed by the Muslim community of the Indonesian Ahmadiyya congregation to participate in strengthening the character of the nation's children on a communal basis, showing synergy with the community around the school. This study concludes that character education in a community-based school does not have to undermine the cultivation of national character education. Still, it can collaborate with character values ??from organizational wisdom.
Metode JIBRIL: Cara Cepat Belajar Membaca & Menulis Al-Qur’an bagi Anak Usia Dini Sri Utami; Abdur Rofik; Sutomo Sutomo
RAHMATAN LIL ALAMIN: Journal of Peace Education and Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Selama beberapa dekade terakhir, pembelajaran Al-Quran menjadi kajian menarik di kalangan intelektual muslim di Indonesia. Banyak metode telah dikembangkan untuk menfasilitasi belajar Al-Qur’an siswa di berbagai jenjang di sekolah, seperti, Metode Iqro’, Qiro’ati, Al-Baghdadiyah, An-Nahdhiyah, Yanbu’a, Bil-Qalam dll. Sayangnya metode tersebut bersifat generik dan khusus untuk siswa kelas atas. Sementara metode yang secara spesifik dapat diplikasikan untuk anak usia dini masih jarang diperhatikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas kemampuan menulis dan membaca Al-Quran anak usia dini dengan menggunakan metode Jibril di TK Islam Druju kab. Malang. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Stelah data terkumpul, kemudia data dianalsis menggunakan model interaktif adaptasi Miles, Huberman & Saldana yang terdiri dari empat tahapan: tahap pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Jibril di sekolah Taman Kanak-Kanak Islam Druju Kab. Malang adalah dilakukan melalui proses perencanaan yang matang dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran, seperti penyusunan PROTA, PROMES, RPPM, RPPH, RPPM & Penilaian. Praktik metode Jibril yang dilakukan ditekankan pada Teknik 3 M, yaitu mendengar, menirukan dan melihat. Untuk memperkuat pengalaman belajar Al-Quran siswa, guru memberikan “Urdhoh” secara berulang dari yang telah mereka pelajari. Dalam praktiknya, metode Jibril dikombinasikan dengan berbagai metode lainnya, seperti metode demonstrasi, tanya jawab dan metode pemberian tugas. Sehingga dengan desain pembelajaran yang bervariatif dalam konteks penggunaan metode Jibril, kemampuan dan kualitas tulisan dan bacaan Al-Quran siswa sangat bagus. Bahkan mereka sangat antusias dalam belajar dan berlomba-lomba untuk menjadi siswa terbaik. Sistem evaluasi dan mekanisme peilaian metode Jibril juga di bahas. Kata Kunci: Metode Jibril, Membaca & Menulis Al-Qur’an, Anak Usia Dini.
Konsep dan Manajemen Zakat Dalam Perspektif Hukum Positif di Indonesia: Tinjauan Hukum Islam (Prinsip Maqasid al Syariah) Aries Musnandar; Sutomo
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 18 No. 1 (2022): Al-Mizan (e-Journal)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/am.v18i1.2605

Abstract

The legal system in Indonesia has its characteristics. The influence of Dutch law in the legal system in Indonesia is quite dominant. Customary law and Islamic law are also accommodated in Indonesian national law. Another thing that comes from fiqh muamalah (Islamic jurisprudence of economics) and gets government attention is related to the conceptual issue of zakat and its management in particular. This research uses qualitative with the descriptive method of analysis. Moreover, to sharpen the analysis results the authors also accommodate the discussions and unstructured interview results with the concerned parties such as colleague researchers, and experts about the theme raised by the author. The results of the study indicate that the optimal implementation of zakat will be able to bridge the gap between rich and poor. As with taxes, zakat is also a part of state revenue, therefore the linkage between tax and zakat is very close.
Religious-Sociocultural Networks and Social Capital Enhancement in Pesantren Sutomo Sutomo; Aries Musnandar; Diaya Uddeen Deab Mahmoud Alzitawi; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v10i1.19997

Abstract

Implementing society empowerment models is crucial for addressing micro-level problems where government services often fall short. Despite evidence that social capital significantly contributes to development and poverty reduction, there remains a gap in understanding specific strategies and outcomes of social capital-based empowerment initiatives. This study aims to fill this gap by investigating the unique learning concept of Pesantren Rakyat Sumberpucung (PRS), which emphasizes low- cost, independent, flexible, and mutual assistance principles. Utilizing framework which includes structural opportunity to meet, know-how of social interaction, sense of belonging, and ethos of mutuality, this study employed qualitative research design. Data were gathered through participant observation, semi-structured interviews with village-level stakeholders, in-depth interviews and focus group discussion. The results indicate that the integrative model known as "Pancarukun," which includes initiatives such as Jagong Mathon, Celengan, Ngaji Ngluruk, Lumbung Pesantren Rakyat, and Fatehahan, effectively strengthens socio-cultural-religious networks, fostering harmony and cooperation between PRS and the community. These strategies have successfully promoted a spirit of togetherness and consistent collaboration. In conclusion, PRS’s approach demonstrates the potential of integrative community-based strategies to address diverse problems across sectors such as economy, agriculture, education, and culture. By leveraging social capital, PRS has created a sustainable model of community empowerment that can serve as a blueprint for similar initiatives.