Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Metode JIBRIL: Cara Cepat Belajar Membaca & Menulis Al-Qur’an bagi Anak Usia Dini Sri Utami; Abdur Rofik; Sutomo Sutomo
RAHMATAN LIL ALAMIN: Journal of Peace Education and Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Selama beberapa dekade terakhir, pembelajaran Al-Quran menjadi kajian menarik di kalangan intelektual muslim di Indonesia. Banyak metode telah dikembangkan untuk menfasilitasi belajar Al-Qur’an siswa di berbagai jenjang di sekolah, seperti, Metode Iqro’, Qiro’ati, Al-Baghdadiyah, An-Nahdhiyah, Yanbu’a, Bil-Qalam dll. Sayangnya metode tersebut bersifat generik dan khusus untuk siswa kelas atas. Sementara metode yang secara spesifik dapat diplikasikan untuk anak usia dini masih jarang diperhatikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas kemampuan menulis dan membaca Al-Quran anak usia dini dengan menggunakan metode Jibril di TK Islam Druju kab. Malang. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Stelah data terkumpul, kemudia data dianalsis menggunakan model interaktif adaptasi Miles, Huberman & Saldana yang terdiri dari empat tahapan: tahap pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Jibril di sekolah Taman Kanak-Kanak Islam Druju Kab. Malang adalah dilakukan melalui proses perencanaan yang matang dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran, seperti penyusunan PROTA, PROMES, RPPM, RPPH, RPPM & Penilaian. Praktik metode Jibril yang dilakukan ditekankan pada Teknik 3 M, yaitu mendengar, menirukan dan melihat. Untuk memperkuat pengalaman belajar Al-Quran siswa, guru memberikan “Urdhoh” secara berulang dari yang telah mereka pelajari. Dalam praktiknya, metode Jibril dikombinasikan dengan berbagai metode lainnya, seperti metode demonstrasi, tanya jawab dan metode pemberian tugas. Sehingga dengan desain pembelajaran yang bervariatif dalam konteks penggunaan metode Jibril, kemampuan dan kualitas tulisan dan bacaan Al-Quran siswa sangat bagus. Bahkan mereka sangat antusias dalam belajar dan berlomba-lomba untuk menjadi siswa terbaik. Sistem evaluasi dan mekanisme peilaian metode Jibril juga di bahas. Kata Kunci: Metode Jibril, Membaca & Menulis Al-Qur’an, Anak Usia Dini.
Eksistensi Dakwah Pondok Pesantrenassyahimi dalam Mengajarkan Pemahaman Islam Moderat di Desa Sumberkledung Tegalsiwalan Probolinggo M. Imam Fathoni; Abdur Rofik Maulana
Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2023): (January) Indonesian Muslim Studies
Publisher : CV. Murta Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/nusantara.v3i1.41

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dekwah Pondok Pesantren Assyahimi Desa Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, yang bergerak melakukan dakwah secara masih di lingkungan sekitar pesantren. Hal ini dirasakan keberadaannya oleh warga atau masyarakat sekitar, memberikan dampak baik dan positif bagi penanaman pemahan Islam. Spesifik dakwah Pondok Pesantren Assyahimi ini adalah mengajarkan pemahaman Islam moderat. Menerapkan model-model dakwah yang sesuai kultur wilayah Desa Sumberkledung. Bentuk dari pada dakwah Pondok Pesantren ini beragam, serta strateginya yang cukup baik untuk dijadikan rujukan atau refrensi dan pengampu kebijakan. Pasalnya ada beberapa warga dan tokoh masyarakat Desa Sumberkledung yang salah jalan. Terlalu fanatik dengan kelompok Islam tertentu yang mengarah kepada Radikalisasi. Tentunya ini harus menjadi perhatian secara serius oleh banyak pihak. Khususnya para tokoh agama dan lembaga pendidikan Islam. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan informasi terdiri dari : Kepala Pondok, Pengurus pondok, ustad/ustdzah,santri,tokoh masyarakat. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dicapai menggunakan pengamatan secara tekun. Hasil penelitian Eksistensi dakwah Pondok Pesantren Assyahimi dalam mengajarkan pemahaman Islam moderat di Desa Sumberkledung Tegalsiwalan Probolinggo, meliputi temuan-temuan : (Eksistensi Dakwah pondok pesantren Assyahimi), a. Kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Lahar Mania, b. Kegiatan Yasinan dan kajian kitab, c. Kegiatan Alumni. (Model pendidikan pondok pesantren Assyahimi), a.Tradisional atau salaf, b.Modern atau Halafiyah. (Bentuk-bentuk dakwah pondok pesantren Assyahimi), a. Majelis Dzikir dan Sholawat Lahar Mania b. Kajian kitab kuning. (Trategi dakwah ondok pesantren Assyahimi), a. Sorogan, b.Bandongan, c.Watonan, d. Ceramah. Dengan demikian hasil temuan dan penelitian ini, dapat dijadikan sebagai acuan dan pertimbangan untuk dakwah pondok pesantren lain dimasyarakat. Serta sebagai tolak ukur dan dasar untuk penelitian dakwah pondokpesantren dikemudian hari.
Future-Oriented Islamic Education Curriculum: Telaah Sistematis Pengembangan Kurikulum PAI Abad 21 Muhammad Hasan Abdillah; Abdur Rofik
IJIT: Indonesian Journal of Islamic Teaching Vol. 9 No. 1 (2026): IJIT : Indonesian Journal of Islamic Teaching
Publisher : Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijit.v9i1.2680

Abstract

This study aims to analyze the development of a future-oriented Islamic Education curriculum in the context of 21st-century learning. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method by examining scientific articles published between 2020–2025 from Google Scholar, ERIC, Scopus, Garuda, and SINTA-indexed journals. The article selection process was conducted systematically using inclusion and exclusion criteria related to Islamic Education curriculum development, digital literacy, character education, and 21st-century competencies. A total of 10 relevant articles were analyzed descriptively and qualitatively. The findings indicate that the 21st-century Islamic Education curriculum has shifted from conventional content-oriented learning toward competency-based and student-centered approaches. The curriculum integrates critical thinking, creativity, collaboration, communication, digital literacy, character education, and religious moderation into Islamic learning processes. Technology integration through digital media and online learning platforms enhances student engagement and learning effectiveness. However, several challenges remain, including limited teacher digital competence, inadequate technological infrastructure, and the persistence of conventional teaching practices. The study concludes that future-oriented Islamic Education curriculum development requires innovation, technological adaptation, and contextual learning strategies to prepare globally competitive yet religiously grounded Muslim students. Keywords: Islamic education curriculum, 21st-century learning, digital literacy, religious moderation, future-oriented curriculum. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang berorientasi masa depan dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dari Google Scholar, ERIC, Scopus, Garuda, dan jurnal terindeks SINTA. Proses seleksi artikel dilakukan secara sistematis menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum PAI, literasi digital, pendidikan karakter, dan kompetensi abad 21. Sebanyak 10 artikel relevan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI abad 21 mengalami transformasi dari pembelajaran konvensional menuju pendekatan berbasis kompetensi dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, pendidikan karakter, dan moderasi beragama dalam proses pembelajaran Islam. Integrasi teknologi melalui media digital dan platform pembelajaran daring meningkatkan partisipasi dan efektivitas pembelajaran siswa. Namun, pengembangan kurikulum masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kompetensi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan dominannya pembelajaran konvensional. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum PAI masa depan memerlukan inovasi, adaptasi teknologi, dan strategi pembelajaran kontekstual untuk menghasilkan generasi muslim yang religius dan kompetitif secara global. Kata Kunci: kurikulum pendidikan Islam, pembelajaran abad 21, literasi digital, moderasi beragama, kurikulum masa depan.
Navigating Educational Quality in the New Normal: Strategic Adaptation through a Five-Stage Internal Audit Framework for Higher Education Resilience Eko Nurhaji Purnomo; Abdur Rofik; suwadji
RAHMATAN LIL ALAMIN: Journal of Peace Education and Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/jrla.v8i2.9223

Abstract

The post-pandemic "new normal" era necessitates a transformation in higher education governance to maintain educational quality, particularly through internal oversight mechanisms. This study aims to explore adaptive internal audit strategies in response to the dynamics of this disruptive era. Employing a qualitative-interpretative approach, this case study was conducted at STIAMAK Barunawati Surabaya. Data were gathered through in-depth interviews with the Head of the Internal Quality Assurance Unit and task force members, subsequently analyzed using inductive techniques to derive substantive theories. The findings formulate a five-stage internal audit framework: (1) adaptive planning, (2) digital document auditing, (3) limited on-site inspection, (4) technology-based interview confirmation, and (5) virtual closing meetings. The results indicate that most audit stages have been successfully transitioned to remote execution through technological integration, although physical inspections persist due to efficiency considerations and technical infrastructure constraints. This study provides a practical contribution as a reference for auditors to enhance the effectiveness of remote auditing, ensuring the resilience of higher education quality in the future.
FORMULATING A NEURO-BEHAVIORAL INSTRUCTIONAL MODEL FOR COMPLEX LEARNING TASKS: THEORETICAL FRAMEWORK AND PRACTICAL GUIDELINES Abdur Rofik; Suwadji Suwadji; Imron Rosyadi Hamid; Eko Nurhaji Purnomo; Ruciana Galunggung
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.10582

Abstract

Pengelolaan cognitive load (beban kognitif) dalam pembelajaran yang kompleks masih menjadi tantanganutama dalam desain pembelajaran karena tuntutan kognitif yang berlebihan dapat menurunkan efisiensi memori kerja dan retensi perilaku peserta didik. Meskipun teori cognitive load, neuroedukasi, dan pembelajaran perilaku telah banyak dikaji, masih sedikit penelitian yang mengintegrasikan ketiga perspektif tersebut ke dalam kerangka pembelajaran yang praktis. Penelitian ini mengusulkan model Neuro-Behavioral Instructional (NBI) yang menggabungkan regulasi cognitive load, keterlibatan neuro-afektif, dan penguatan perilaku dalam satu kerangka terpadu. Penelitian menggunakanmetode integrative literature review melalui proses pencarian dan penyaringan sistematis terhadap studi empiris pada berbagai basis data akademik utama, sehingga diperoleh 31 artikel peer-reviewed yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis mengidentifikasi mekanisme dual-channel scaffolding yang terdiri atas cognitive-support scaffolding untuk mengurangi extraneous cognitive load dan neuro affective triggers untuk meningkatkan germane cognitive load melaluipenguatan motivasi serta keterlibatan emosional peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian inimengusulkan matriks praktis desain pembelajaran yang memandu pendidik dalam menyusun urutan tugas belajar, mengintegrasikan aktivitas pembelajaran yang bermakna, menyediakan adaptive scaffolding, dan menerapkan umpan balik formatif. Alih-alih mengklaim perubahan perilaku jangka panjang secara definitif, kerangka NBI yang diusulkan menawarkan model berbasis teori yang berpotensi meningkatkan keterlibatan belajar berkelanjutan dan perkembangan perilaku positif serta menjadi landasan bagi penelitian empiris selanjutnya.