Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan Mitra Unit Usaha SEHATI Farm Untuk Mendukung Ketersediaan Pangan di Era Pandemi Covid-19 dengan Sistem Hidroponik di Pekalongan Supriyanto, Eka Adi; Handriatni, Ari; Afiatan, Arbina; Sajuri, Sajuri; Badrudin, Ubad; Jazilah, Syakiroh
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v2i1.82

Abstract

Kabupaten Pekalongan bagian utara memiliki ketinggian 1 mdpl yang mengakibatkan lahan-lahan di daerah tersebut mudah terkena rob air, hal ini mengakibatkan lahan-lahan di daerah pesisir pantai memiliki lahan yang salin dan sulit untuk diupayakan untuk proses budidaya pertanian. Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, melainkan menggunakan air sebagai media tanamnya. Keuntungan hidroponik adalah: (a). Tidak memerlukan lahan yang luas (b). Mudah dalam perawatan (c). Memiliki nilai jual yang tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah: (a). Memerlukan biaya yang mahal (b). Membutuhkan ketrampilan yang khusus. Disisi yang lain, pandemi virus Covid-19 yang telah menjalar keberbagai daerah telah mengakibatkan penurunan berbagai bidang termasuk ekonomi. Virus Covid-19 ini mengakibatkan terbatasnya aktivitas manusia yang sebagian besar harus dilakukan dari rumah, bahkan beberapa orang harus merasakan adanya pemutusan hubungan kerja akibat perusahaan tempatnya bekerja harus tutup. Kemandirian masyarakat dibidang pertanian akan membantu peran pemerintah dalam supply kebutuhan pangan disuatu daerah hingga negara. Tujuan dari pengabdian ini adalah : (1) Memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya kemandirian ekonomi serta ketersediaan pelengkap pangan di era Pandemi Covid-19, (2) Memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat tentang budidaya tanaman secara hidroponik, (3) Mengetahui potensi pasar dan melakukan kerjasama kemitraan pasca panen. Metode pengabdian yaitu diskusi dan pendampingan lapangan. Bentuk pendampingan yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Unikal dilakukan secara offline dan online, offline dilakukan secara insidental dan online menggunakan fasilitas media sosial untuk berkomunikasi.
Penyuluhan Budidaya Hortikultura sebagai Implementasi Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat di Lahan Kritis Desa Wonopringgo Handriatni, Ari; Ariadi, Heri; Sajuri, Sajuri; Sudarmaji, Arief; Saparso, Saparso; Priswanto, Priswanto; Samego, Bony; Taufiq, Ibnu Jafar; Anggita, Riris; Tamam, Ibnu; Septiana, Diana K
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/jp2m.v2i1.198

Abstract

Horticultural vegetables are one of the commodities that are widely cultivated in the tropics. The information is tried to be applied in the implementation of the Collaborative Social Building Community (KOSABANGSA) 2023 program. The purpose of this kosabangsa program is to determine the level of understanding of farmers on the cultivation system of horticultural vegetables. The method of service in the 2023 Kosabangsa program activities was carried out observatively and kuesioenr sharing conducting direct counseling in Wonopringgo Village, Pekalongan. The results of identifying the impact of this service showed that there was a very significant increase in farmers' understanding (50% increase by farmers) regarding horticultural vegetable cultivation. In addition, there was also an increase in knowledge by farmers about the types of horticultural vegetable commodities. From the original only 22 farmers who understood about horticultural vegetable commodities, after the extension there were 27 farmers who understood. The most noticeable impact is the increase in farmers' understanding of the horticultural vegetable cultivation system on critical agricultural land. This is evidenced from the beginning (before counseling) only 5 farmers who understand, but after counseling increased drastically to 26 farmers. Farmers also feel that this extension activity provides great benefits for them, so this program is very worthy of being developed further. The conclusion from the results of this service is that the majority of farmers in Wonopringgo village really understand the concept of horticultural vegetable cultivation which can be implemented on marginal land with various types of suitable vegetable commodities.  
PENGARUH KONSNETRASI ZPT DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAHE GAJAH (Zingiber offinale rosc.) Handriatni, Ari; Muarif, Djohan; Badrudin, Ubad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2514

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman jahe gajah (Zingiber officinale rosc.) terhadap konsentrasi ZPT dan macam media tanam. Telah dilaksanakan di Desa Pajomblangan, Kec. Kedungwuni, Kab Pekalongan di ketinggian ± 10 mdpl pada bulan September-Desember 2022. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAK) dengan perlakuan konsentrasi ZPT GA3 (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm), macam media tanam : Tanah : Pasir (1:1), Tanah : Pasir : Pupuk Kandang (1:1:1), Tanah : Pasir : Kompos (1:1:1). Data dianalisis dengan uji F jika beda nyata dilanjutkan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam media tanam berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan per rimpang, dan bobot basah tanaman. Berbeda nyata terhadap bobot basah rimpang. Macam media tanam terbaik tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1)
Pengaruh Dosis NPK Dan Media Tanam Terhadap Karakter Fisiologi Dan Hasil Tanaman Telang (Clitoria ternatea L.) Di Lahan Apung Utami, Indah Putri; Handriatni, Ari; Sajuri, Sajuri
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 37 No. 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.3733

Abstract

Tanaman telang merupakan tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan rumah atau tepi hutan dan dikenal sebagai tanaman hias. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan media tanam serta interaksinya terhadap karakter fisiologi dan hasil tanaman telang (Clitoria ternatea L.) di lahan apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023 di Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang, dengan ketinggian kurang lebih sekitar 3 mdpl. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis NPK (D) terdiri atas tiga taraf yaitu 200 kg/ha (D1), 400 kg/ha (D2) dan 600 kg/ha (D3), sedangkan faktor kedua adalah media tanam (M) yang terdiri atas empat taraf yaitu media tanam tanah (M0), tanah + pasir + sekam padi (M1), tanah + sekam padi + pupuk kandang (M2) dan media tanam tanah + pasir + pupuk kandang (M3). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F. Apabila berbeda nyata, maka dilanjutkan uji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Variabel yang diamati meliputi, laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan relatif, jumlah stomata, klorofil, kadar air, warna bunga, bobot bunga segar, bobot bunga kering, jumlah bunga dan saat muncul bunga. Dosis NPK berbeda nyata pada variabel kadar air dan bobot kering bunga, serta berbeda sangat nyata pada variabel jumlah stomata, klorofil, bobot bunga segar dan jumlah bunga. Dosis NPK paling optimal terdapat pada perlakuan dosis 400 kg/ha (D2). Media tanam berbeda sangat nyata pada variabel laju pertumbuhan pertanaman, laju pertumbuhan relatif, bobot bunga segar, bobot bunga kering, jumlah bunga dan saat muncul bunga. Media tanam terbaik yaitu media tanam tanah + sekam padi + pupuk kandang (M2). Interaksi antara dosis NPK dan media tanam berbeda nyata terhadap variabel klorofil dan kadar air. Interaksi terbaik dicapai pada kombinasi dosis NPK sebesar 400kg/ha dan media tanam tanah + pasir + sekam padi (D2M1) dan perlakuan dosis 200 kg/ha dan media tanam berupa tanah (D1M0).
Aplikasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair Dan Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Ari Handriatni; Salsa Hanungtyas; Sajuri
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 39 No. 1 (2025): PENA MARET 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum pupuk organic cair amino age dan macam media tanam terhaddap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (lactuca sativa L.). Telah dilaksanakan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK). Percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Konsentrasi Pupuk Organik Cair yang terdiri dari 4 taraf yaitu : K0 = 0 ppm (Kontrol), K1 = 500 ppm, K2 = 1000 ppm, dan K3 = 1500 ppm. Faktor kedua Macam Media Tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu : M1 = Tanah : Arang Sekam (1:1), M2 = Tanah : Pupuk Kandang (1:1), M3 = Tanah : Cocopeat (1:1). Data dianalisis dengan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Variabel yang diamaati adalah Tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas daun, Volume akar, Panjang akar terpanjang, Diameter Batang, Berat Brangkasan, Berat Konsumsi Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk organik cair berbeda nyata pada variabel luas daun, diameter batang, dan berat brangkasan. Macam media tanam berbeda sangat nyata pada variabel luas daun, volume akar, diameter batang, berat brangkasan, dan berat konsumsi tanaman. Kata Kunci : Konsentrasi poc amino age, macam media tanam, selada
THE SOVEREIGNTY, INDEPENDENCE AND FOOD SECURITY POST THE OMNIBUS LAW ON JOB CREATION Suryani Suryani; Ari Handriatni
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 22 No. 001 (2023): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v22i3.4081

Abstract

Food is the most important basic human need guaranteed in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The existence of the law on Job Creation will allegedly move Indonesia away from the goals of food sovereignty, independence and national food security. This research examines further the extent of legislation in the field of food and agriculture in order to realize food sovereignty, independence and food security as state goals. The research method used in this research is normative juridical research, namely research intended to study the application of rules or norms in positive law. The research approach used is a statutory approach. The results of this research are: 1) Food sovereignty, independence and food security as the embodiment of the constitutional mandate to achieve state goals, namely the welfare and prosperity of the people; 2) The existence of the Job Creation Law which encourages economic growth through easy investment policies to encourage the creation of jobs, has degraded food sovereignty and independence and placed greater emphasis on aspects of food security through food imports; 3) Control over the conversion of sustainable agricultural land and spatial planning policies as mandated by law is distorted by the presidential decree on national strategic projects which are hierarchically under the law
Edukasi Budidaya Hidroponik Kepada Siswa SMK Diponegoro Kabupaten Pekalongan Sebagai Solusi Mengatasi Keterbatasan Lahan Afiatan, Arbina Satria; Al Ramadhani, Farchan Mushaf; Mufid, Ahsarul; Handriatni, Ari; Badrudin, Ubad; Jazilah, Syakiroh; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Wagiyana, Wagiyana; Cahyanita, Elvin; Ali Mudhor, Muhammad; Zahrah, Ninda Alza Nur
Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Rahmah : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Jaanur ElBarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/wt2np309

Abstract

This community service activity aims to increase students' knowledge and interest in hydroponic cultivation as a solution to overcome land limitations. The community service activity was carried out at Diponegoro Vocational School. The implementation method consists of four stages: investigation, preparation, action, and reflection with educational materials, practice, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in aspects of basic hydroponic knowledge, types of hydroponic systems, and hydroponic market opportunities, as indicated by changes in the percentage of students who understood the material before and after the activity. In addition, the level of student interest in hydroponic cultivation increased from 35.5% to 100% after participating in educational and practical activities. These findings prove that a practice-based learning approach can strengthen modern agricultural literacy and foster entrepreneurial motivation.
Edukasi teknik pengendalian hama terpadu menggunakan yellow trap dan bangkai keong mas pada budidaya tanaman pertanian Ari Handriatni; Heri Ariadi; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Sajuri Sajuri; Bony Samego; Putri Isti Amalia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25321

Abstract

AbstrakYellow trap dan bangkai keong mas merupakan alternatif media yang dapat digunakan sebagai pengendali hama di tanaman. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang metode pengendalian hama tanaman menggunakan yellow trap dan bangkai keong mas kepada ibu-ibu kelompok wanita tani di Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Metode pengabdian yang digunakan adalah edukasi kelompok yang dibarengi dengan praktik langsung. Penilaian tingkat keberhasilan pengabdian dilakukan dengan menyebar angket survey. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pengendalian hama oleh responden sebesar 100%. Pengetahuan tentang penggunaan yellow trap dan pemanfaatan bangkai keong mas untuk pengendalian hama tanaman juga meningkat dari 0% menjadi 100%. Dari hasil survey juga ditunjukkan adanya peningkatan komitmen pengetahuan yang didapatkan selama pengabdian dalam praktik langsung sebesar 90% (dari 13% menjadi 93%). Untuk kebermanfaatan program pengabdian, secara mutlak 100% responden menyatakan kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat. Hasil kesimpulan dari pengabdian ini yang dapat disampaikan bahwa proses edukasi terkait pemanfaatan yellow trap dan penggunaan bangkai keong mas untuk media pengendali hama penyakit pada tanaman dinilai sangat berhasil berdasarkan tingginya progres capaian pasca kegiatan pengabdian berlangsung. Kata kunci: agrobisnis; insekta; panen; petani; sawah AbstractYellow traps and golden snail carcasses are alternative media that can be used to control pests in plants. This service activity aims to provide education about methods of controlling plant pests using yellow traps and carcasses of golden snails to the women of the women's farmer group in Wonopringgo Village, Pekalongan Regency. The service method used is group education combined with direct practice. Assessment of the level of service success is carried out by distributing survey questionnaires. The results of the service implementation showed that respondents' knowledge of pest control had increased by 100%. Knowledge about the use of yellow traps and the use of golden snail carcasses to control plant pests also increased from 0% to 100%. The survey results also show an increase in commitment to knowledge gained during service in direct practice by 90% (from 13% to 93%). Regarding the service program's usefulness, 100% of respondents stated that this service activity was beneficial. This service concludes that the educational process related to yellow traps and golden snail carcasses as a medium for controlling pests and diseases in plants is very successful based on the high progress achieved after the service activities. Keywords: agribusiness; insecta; harvest; farmer; ricefield
Abundance and Diversity of Plankton as Bioindicators of Coastal Paddy-Field Water Quality in Batang Regency, Indonesia Ari Handriatni; Heri Ariadi; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Ubad Badrudin; Syakiroh Jazilah; Rohmatul Amin; M. Akmal Faza; Samsul Ma'Arif; Candra Dwi Pradana; Anandya Hadiprasetya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.12550

Abstract

This investigation evaluated spatial and temporal variations in plankton abundance and community structure to determine their effectiveness as bioindicators of water quality in coastal rice-field ecosystems of Batang Regency, Central Java. Plankton samples were collected from five sampling stations using 80 mL film vials and subsequently identified through laboratory-based taxonomic analysis. Key physicochemical factors were measured ex situ, and the analyses evaluated plankton abundance, Shannon–Wiener diversity index (H’), evenness (e), dominance (C), and saprobic index. Results demonstrated relatively low plankton abundance, with Bacillariophyceae (40%), particularly Chaetoceros sp., representing the principal taxonomic group, followed by Chlorella sp. Moderate diversity levels (H’ = 1.45–2.85), high evenness (e > 0.6), and low dominance (C < 0.5) indicated a community structure with stable ecological dynamics. Most water quality parameters conformed to Indonesian water-quality criteria, characterized by a salinity of 0.5 g/L, temperatures of 23–24 °C, and dissolved-oxygen concentrations above 4.0 mg/L. However, the saprobic index revealed light to moderate pollution at stations near settlements and downstream river segments, likely influenced by domestic wastewater, agricultural runoff, and seawater intrusion. Overall, the ecosystem remained supportive of primary productivity, emphasizing the significance of plankton as sensitive indicators for monitoring coastal agricultural environments
A Comprehensive Study on the Business Feasibility, and Optimization Model for Paddy Cultivation on Marginal Agricultural Land in Pekalongan District Ramadhani, Farchan Mushaf Al; Ariadi, Heri; Mufid, Ahsarul; Handriatni, Ari; Sajuri, Sajuri; Ximenes, Romaldo da Costa
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 02 2024 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.02.351-372

Abstract

Paddy cultivation on marginal land is the agribusiness activity. The aim of this research is to assess the feasibility status of paddy cultivation on marginal land and make efforts to optimize based on dynamic modeling system analysis. The research method used is descriptive quantitative with the dynamic modeling system analysis. The results show that the business profitability analysis shows a profit value of IDR 30,486,500, R/C Ratio 2.30, BEP unit 6,316 kg, BEP Sales IDR 15,477,220,-, and returnability 1.30%. This means this business is very profitable. The results of business financial analysis show an NPV IDR 2,536,754,052,-, profitability index 21.36%, IRR 14.21%, and payback period 14.4 years. This means this business is very worthy for development. The results of the dynamic modeling system analysis show that the paddy growth rate is influenced by using technology. Technology will influence rice growth of 3.5-7.0 cm. Nutrients influence the paddy biomass on marginal land. Using 10-20 kg/Ha of fertilizer will affect paddy biomass growth of 35-70 kg/Ha. The results of the dynamic model analysis show that the maximum paddy harvest production on marginal land is 25-50 kg/Ha/month with fertilizer use of 45-90 kg/Ha/month. This research concludes that the level of paddy cultivation feasibility on critical land is still quite feasible and profitable to develop. model analysis results show that of using agricultural technology and administering appropriate fertilizer doses will greatly determine the level of rice productivity on marginal agricultural land.