Didik Purnomo
Akademi Fisioterapi Widya Husada Semarang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH MIKRO WAVE DIATERMI TERAPI MANUAL DAN TERAPI LATIHAN PADA FROZEN SHOULDER ET CAUSA CAPSULITIS ADHESIVA Didik Purnomo; Akhmad Alfajri Amin; Purwanto .
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.912 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v1i2.62

Abstract

Latar belakang : Hasil penelitian RSUP dr. Kariadi Semarang di dapatkan hasil bahwa frozen shoulder berdasarkan usia dapat diketahui bahwa responden sebagian besar adalah lansia akhir berjumlah 13 orang (52%), perempuan berjumlah 17 orang (68%), anak SMA berjumlah 11 orang (44%), serta menderita frozen sholder <6 bulan berjumlah 24 orang (96%). Penelitian ini dilakukan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus pada bulan April 2017 dengan mengambil sampel sebanyak 8 orang partisipan. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan jenis pretest-posttest. Intervensi yang diberikan berupa micro wave diathermy, terapi manipulasi dan terapi latihan. Tujuan : Mengetahui pengaruh micro wave diathermy, terapi manual dan terapi latihan pada frozen shoulder et causa capsulitis adhesiva. Hasil : hasil uji normalitas data dengan saphiro wilk test mendapatkan hasil nilai sig. VAS sebelum terapi sebesar 0.557, nilai sig. VAS sesudah terapi sebesar 0.239, nilai sig. SPADI sebelum terapi sebesar 0.622 dan skor SPADI sesudah terapi 0.335 berarti distribusi data tersebut normal. Uji hipotesis menggunakan paired sample t test dengan hasil yang tampak pada tabel 6. Terlihat nilai sig 2 tailed untuk nilai VAS sebesar 0,00 dan sig 2 tailed untuk skor SPADI sebesar 0,000 sedangkan batas kritis 0,05 Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan pada penurunan derajat nyeri pasien dan peningkatan aktivitas fungsional partisipan. Kesimpulan : pemberian terapi dengan menggunakan micro wave diathermy, terapi manipuasi dan terapi latihan efektif dalam menurunkan derajat nyeri dan meningkatkan kemampuan aktivitas fungional partisipan
PENGARUH TERAPI LATIHAN PADA POST OPERASI PEMASANGAN ILIZAROV PADA FRAKTUR TIBIA Akhmad Alfajri Amin; Didik Purnomo; Wahyudi Nyono Putra
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.726 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v1i2.63

Abstract

Latar Belakang : Studi pendahuluan selama 2 minggu di RSO Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, didapatkan data bahwa fraktur menjadi diagnosa sepuluh besar penyakit periode 1 Januari 2012 sampai 30 September 2013. Penggunaan fiksasi eksternal periode Juli-Oktober 2013, sebanyak 34 pasien (rata-rata 8 pasien per bulan), dengan pembagian penggunaan OREF sebanyak 28 pasien dan penggunaan Ilizarovfixator sebanyak 6 pasien. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta pada bulan April 2017 dengan mengambil sampel sebanyak 8 partisipan dengan metode quasi eksperimen dengan jenis pretest-posttest. Intervensi yang diberikan pada penelitian ini menggunakan terapi latihan. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi latihan pada post operasi pemasangan ilizarov pada fraktur tibia. Hasil : Uji normalitas menggunakan saphiro wilk tes dengan nilai sig. VAS sebelum terapi sebesar 0.925, nilai sig. VAS sesudah terapi sebesar 0.563, nilai sig. indeks Barthel sebelum terapi sebesar 0.407 dan nilai sig. indeks Barthel sesudah terapi sebesar 0.245. Dengan demikin Ho diterima dan Ha ditolak maka distribusi data pada tabel tersebut normal. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan paired sample t test dengan hasil sig 2 tailed sebesar 0,000. Dengan demikian maka terjadi penurunan derajat nyeri yang signifikan pada partisipan. Uji hipotesis untuk indeks Barthel. Mendapatkan hasil sig 2 tailed sebesar 0,000. Dengan demikian maka terjadi peningkatan kemampuan aktivitas fungsional yang signifikan pada partisipan. Kesimpulan : penggunaan terapi latihan pada partisipan efektif dalam menurunkan derajat nyeri dan meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pasien.
PENGARUH TERAPI LATIHAN DAN PEMASANGAN BANDAGE PADA CONGENITAL TALIPES EQUINO VARUS BILATERAL DI YPAC SEMARANG : LAPORAN KASUS Didik Purnomo; Irawan Wibisono; Rahma Nurwidianti
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.991 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.74

Abstract

Background : Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) or commonly called Clubfoot is a general term used to describe a general deformity which is foot changes from its normal position. Problems that occur in the Congenital Talipes Equino Varus Bilateral case are the limited range of motion on both ankles, the presence of contractures in the posterior tibialis muscle. Physiotherapy role by providing modalities such as bandage usage, stretching, wall bars exercise, parallel bars exrcise and easy standing exercise.Case Presentation : Patients in this case were 9-year-old women using interventions in the form of bandage usage, wall bars exercise, parallel bars exrcise and easy standing exercise for 6 sessions.Method : This case report assesses the patient's joint motion range by measuring differences between pre-test and post-test.Results: Patients do not improved in the ankle range of motion.Conclusion : In this case, it was shown that exercise therapy given and bandage usage on 9-year-old patients with CTEV conditions could not change the patient's ankle range of motions.