Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendugaan Parameter Genetik Vigor untuk Viabilitas dan Vigor Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Menggunakan Analisis Setengah Dialel Luluk Prihastuti Ekowahyuni; M. Syukur; Surjono H. Sutjahjo; M. R. Suhartanto
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.949 KB) | DOI: 10.29244/jhi.6.3.144-151

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to estimate the narrow sense heritability (h2ns), broad sense heritability (h2bs), heterosis, and heterobioltiosis, coefficient of genetic variances, coefficient of phenotypic variances, additive and dominant variances. Pepper population used in this study consisted of IPB C2, IPB C9, IPB C10, IPB C15 and half diallel hybrid. To estimate the effect of reciprocal IPB C10 x IPB C2 hybrid was used. Accelerated aging method was used to test the vigor using methanol 20% in five periods of time 0, 2, 4, 6 and 8 hours. Observations consisted of: (1) germination rate, (2) the length of radicle, (3) the length of hypocotile, (4) dry weight of normal seedlings, (5) speed of growth, (6) electrical conductivity and (7) moisture content. Genetic parameters were estimated using affinity analysis. Reciprocal effect indicated that there was no maternal effect. Parents with high combining ability was IPB C15 and that with high specific combining ability was IPB C2 x IPB C5 and gave positive heterosis.Key words: pepper, genetic coefficient, heterosis, seed vigor, specific combining ability ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menduga nilai parameter genetik untuk viabilitas dan vigor benih cabai menggunakan metode persilangan setengah dialel untuk mendapatkan informasi nilaiheritabilitas, heterosis, koefisien keragaman genetik, varians aditif dan dominan, sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan program pemuliaan yang mengkombinasikan karakter tanaman dengan viabilitas dan vigor benih yang baik. Empat genotipe tetua cabai yang digunakan adalah IPB C2, IPB C9, IPB C10, IPB C15, dan enam genotipe cabai hasil persilangan antar tetua adalah IPB C2 x IPB C9, IPB C2 x IPB C10, IPB C2 x IPB C15, IPB C9 x IPB C10, IPB C9 x IPB C15, IPB C10 x IPB C15. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Pengamatan untuk pengujian vigor dan viabilitas dilakukan pada genotipe tetua dan persilangan dengan tolok ukur yaitu (1) daya berkecambah (2) panjang akar, (3) panjang hipokotil, (4) bobot kering kecambah (5) kadar air benih, (6) kecepatan tumbuh (Kct), dan (7) daya hantar listrik (DHL). Pengujian vigor daya simpan benih cabai pada genotipe tetua dan persilangan menggunakan metode pengusangan cepat methanol 20%. Setelah pengujian vigor daya simpan benih dilakukan analisis varian dan analisis regressi dan analisis statistik biometrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa genotipe cabai IPB C15 mempunyai nilai daya gabung umum yang tinggi untuk vigor daya simpan benih sehingga dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan varietas F1 hibrida vigor daya simpan benih tinggi. Kombinasi persilangan tetua IPB C2 x IPB C15 menghasilkan benih yang memiliki vigor daya simpan benih tinggi.Kata kunci : cabai, daya gabung khusus, heterosis, koefisien genetik, vigor benih
Fiqih dan Keadilan Sosial: Perspektif Pendidikan Agama Islam Anida; Ristawati; Sri Yanna; M. Syukur
Al-Faiza : Journal of Islamic Education Studies Vol. 2 No. 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Pendidikan Al-Gafari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiqih tidak hanya berfungsi sebagai panduan ritual, tetapi juga sebagai instrumen untuk membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Panelitian ini adalah library research dimana peneliti mengunakan berbagai sumber ilmiah untuk untuk mengaitkan konsep fiqih dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan kajian ini adalah untuk mencari hubungan antara fiqih dan keadilan sosial dalam konteks pendidikan agama Islam dan sinergi antara fiqih dan keadilan sosial dalam pendidikan agama Islam, dengan perhatian khusus pada konteks Aceh. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam di Aceh memainkan peran vital dalam menanamkan nilai-nilai fiqih yang mendukung keadilan sosial melalui berbagai pendekatan praktis, seperti studi kasus, kegiatan lapangan, dan proyek pemberdayaan ekonomi. Dengan merujuk pada UU dan qanun yang relevan, seperti UU No. 20 Tahun 2003 dan Qanun No. 11 Tahun 2018, artikel ini menekankan pentingnya pendidikan yang responsif terhadap tantangan sosial. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya membekali generasi muda dengan pemahaman hukum Islam, tetapi juga mendorong mereka untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam masyarakat, selaras dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam.