Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Bangunan

ANALISIS KONDISI GEOMETRIK JALAN TERHADAP POTENSI TERJADINYA KECELAKAAN LALU LINTAS Nando Ramadhani Nur Adnan; Pranoto Pranoto; Boedi Rahardjo
BANGUNAN Vol 25, No 1 (2020): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i12020p20-32

Abstract

Abstrak:Kondisi geometrik jalan yang tidak sesuai dengan standar teknis perencanaan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tikungan SDN 3 Selorejo Kabupaten Blitar merupakan salah satu tikungan yang tidak memenuhi syarat perencanaan geometrik jalan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei lokasi selama 4 hari. Data primer meliputi data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, perlengkapan jalan, pelebaran jalan, dan geometrik jalan. Data sekunder data kecelakaan lalu lintas dan geometrik existing. Hasil penelitian mendapatkan: (1) karakteristik lalu lintas memiliki volume maksimum terjadi pada hari Senin sebesar 17221 smp/hari yang di dominasi oleh kendaraan ringan (LV) sebesar 46,13 persen, kecepatan kendaraan rata-rata sebesar 47,95 km/jam dengan kecepatan tertinggi di dominasi oleh kendaraan bermotor (MC) yang memiliki rata-rata kecepatan sebesar 62,73 km/jam dengan kecepatan tertinggi yang pernah tercatat dalam pengamatan sebesar 87,64 km/jam, dan kepadatan kendaraan tertinggi terjadi pada hari Senin sebesar 32,73 smp/km, (2) kondisi geometrik jalan pada beberapa aspek perencanaan seperti nilai superelevasi existing memiliki nilai sebesar 11,50 persen, sedangkan pada hasil perencanaan diperoleh superelevasi sebesar 9,89 persen, lengkung peralihan existing memiliki panjang 40 meter, sedangkan pada hasil perencanaan diperoleh nilai lengkung peralihan sepanjang 54,56 meter, dan pelebaran jalan existing memiliki lebar jalan sebesar 0,3 meter, sedangkan pada hasil perencanaan diperoleh lebar jalan sebesar 0,7124 meter, (3) faktor-faktor penyebab kecelakaan di dominasi oleh faktor manusia sebesar 57,14 persen dengan sebab kejadian yang sering dialami adalah kecepatan tinggi dan mengantuk, faktor kendaraan sebesar 21,43 persen dengan sebab kejadian yang dialami karena rem blong, muatan berlebih, dan ban pecah, sedangkan pada faktor jalan sebesar 21,43 persen yang selalu disebabkan oleh kemiringan jalan pada tikungan.Kata-kata kunci: Geometrik Jalan, Tikungan, Faktor Kecelakaan, Lalu LintasAbstract: Geometric conditions that are not in accordance with the technical planning standards can cause traffic accidents. SDN 3 Selorejo Bend Blitar Regency is one of the bends that do not meet the geometric planning requirements for roads in Indonesia. This research uses quantitative descriptive analysis method. Data collection was carried out using the location survey method for 4 days. Primary data include data on traffic volume, vehicle speed, road equipment, road widening and road geometry. Secondary data on existing traffic and geometric accident data. The results get: (1) traffic characteristics have a maximum volume occurs on Monday at 17221 pcu / day which is dominated by light vehicles (LV) of 46.13%, the average vehicle speed of 47.95 km / hour with the highest speed is dominated by motorized vehicles (MC) which have an average speed of 62.73 km / hour with the highest speed ever recorded in the observation of 87.64 km / hour, and the highest vehicle density occurs on Monday at 32, 73 smp / km, (2) the geometric condition of the road in some aspects of planning such as the existing superelevation value has a value of 11.50 percent, while the results of the planning obtained superelevation of 9.89 percent, the existing transition curve has a length of 40 meters, while the results planning obtained the value of the transition curve along 54.56 meters, and the widening of the existing road has a road width of 0.3 meters, while the results obtained from the planning of the road of 0.7124 meters, (3) factors that cause accidents are dominated by human factors of 57.14 percent because the events that are often experienced are high speed and sleepy, vehicle factors of 21.43 percent with the causes of events experienced due to brakes blown, overloaded, and broken tires, while the road factor of 21.43 percent which is always caused by the slope of the road at the bend.Keywords: Geometric Road, Bend, Accident Factor, Traffic
KINERJA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE (HRS-WC) DENGAN FILLER ABU AMPAS TEBU Nikmatul Azizah; Boedi Rahardjo
BANGUNAN Vol 22, No 2 (2017): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.932 KB) | DOI: 10.17977/um071v22i22017p%p

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini (a) mendeskripsikan sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC dan (b) mendeskripsikan kinerja campuran HRS-WC filler abu ampas tebu. Metode penelitian ini meliputi (1) persiapan bahan dan alat; (2) Pengujian bahan meliputi agregat, filler, dan aspal (3) pembuatan benda uji (4) pengujian Marshall, dan (5) penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil penelitian ini menunjukkan (a) pemeriksaanagregat kasar untuk berat jenis bulk 2,54 gram/cm3, berat jenis SSD 2,57 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,63 gram/cm3, penyerapan 1,2 percent, dan keausan agregat sebesar 34,8 percent, sedangkan untuk agregat halus menunjukkan berat jenis bulk 2,5 gram/cm3, berat jenis SSD 2,55 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,61 gram/cm3, penyerapan air 1,63 percent; (b) KAO campuran sebesar 7,25 percent; (c) pengujian campuran dengan alat Marshall diperoleh nilai parameter Marshall pada KAO yaitu, nilai stabilitas 1244,43 kg, kelelehan (flow) 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, nilai Void in Mixture (VIM) sebesar 5,31 percent, nilai Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67 percent, dan nilai Void Filled with Bitumen (VFB) sebesar 72,03 percent.Kata-kata kunci: Kinerja Marshall, HRS-WC, Filler Abu Ampas Tebu.Abstract: The aim of this research are (a) describe the physical and mechanical characteristics of materials that arranging of HRS-WC mixture and (b) describe performance of HRS-WC mixture using bagasse ash as filler. Methode this research consist of (1) preparing material and equipment; (2) testing material as aggregate, filler, and asphalt (3) make sample test (4) Marshall Test, and (5) determine optimum asphalt containt (KAO) . The result of this research (a) course aggregates test for bulk specific gravity is 2,54 gram/cm3, SSD specific gravity is 2,57 gram/cm3, and apparent specific gravity is 2,63 gram/cm3, absorption 1,2 percent, and resistance to abrasion aggregate is 34,8 percent, meanwhile result of fine aggregates test showed thatbulk specific gravity is 2,5 gram/cm3, SSD specific gravity is2,55 gram/cm3, and apparent specific gravity is 2,61 gram/cm3, absorption 1,63 percent; (b) optimum asphalt content (KAO)of mixture is 7,25 percent; (c) Marshall Test of this mixture resulting Marshall parameters values at KAO arestability 1244,43 kg, flow 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, Void in Mixture (VIM) 5,31 percent, Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67 percent, and Void Filled with Bitumen (VFB) value is72,03 percent.Keywords: Marshall Performance, HRS-WC, Bagasse Ash as Filler 
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENAMBAHAN PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTALATE) DAN ASBUTON LGA (LAWELE GRANULAR ASPHALT) PADA CAMPURAN ASPAL PORUS Sanggun Ismayalomi; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 24, No 1 (2019): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.428 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i12019p%p

Abstract

Abstrak: Aspal porus atau aspal berpori adalah jenis metode perkerasan baru yang saat ini dikembangkan dalam dunia konstruksi jalan raya. Tujuan Penelitian untuk: (1) Mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus dan (2) Pengaruh penambahan plastik PET dan asbuton LGA pada campuran aspal porus ditinjau berdasarkan Pengujian Marshall, Permeabilitas, Cantabro Loss, dan Binder Drain Down. Penelitian dilakukan dengan kadar aspal pen 60/70 yaitu 4 persen, 4,5 persen, 5 persen, 5,5 persen, dan 6 persen untuk mencari nilai kadar aspal optimum, kemudian akan ditambahkan dengan perbandingan bahan PET : LGA (0 persen:0 persen), (5 persen:5 persen), (10 persen:10 persen), (15 persen:15 persen), dan (20 persen:20 persen) terhadap berat total KAO dengan menggunakan cara basah. Hasil penelitian : (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler, aspal pen 60/70 telah memenuhi spesifikasi dan diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,25 persen. (2) Pengaruh penambahan PET : LGA ditinjau dari karakteristik Marshall memenuhi spesifikasi untuk nilai stabilitas, flow, dan VIM sehingga dapat memenuhi parameter untuk campuran aspal porus. Stabilitas tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (10 persen:10 persen) sebesar 616,37 kg, flow tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (20 persen:20 persen) sebesar 2,80 mm, dan VIM tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA yaitu (0 persen:0 persen) sebesar 21,40 persen. Semakin tinggi kadar penambahan PET : LGA, menujukkan nilai koefisien permeabilitas air semakin rendah, nilai koefisien permeabilitas air tertinggi pada kadar penambahan PET : LGA terjadi pada (0 persen:0 persen) sebesar 0,032 persen. Dilihat dari pengujian cantabro loss, semakin tinggi kadar penambahan maka ketahanan campuran terhadap pelepasan butir semakin besar, namun untuk kadar (0 persen:0 persen) dan (5 persen:5 persen) tidak memenuhi spesifikasi karena hasil pengujian melebihi batas yang ditentukan. Pada hasil pengujian binder drain down semua kadar penambahan PET : LGA menunjukkan peningkatan persentase jumlah aliran dari kadar penambahan PET : LGA (0 persen:0 persen) hingga (20 persen:20 persen) sebesar 0,091 persen hingga 0,150 persen.Kata-kata kunci: aspal porus, PET, LGA, permeabilitas, cantabro loss, binder drain down.Abstract: Porous or porous asphalt is a new type of pavement method that is currently being developed in the world of highway construction. Research Objectives to: (1) Describe the characteristics of porous asphalt mixture constituents and (2) The effect of adding PET and LGA asbuton to the porous asphalt mixture was reviewed based on Marshall Testing, Permeability, Cantabro Loss, and Down Drain Binder. The study was conducted with 60/70 pen asphalt levels of 4 percent, 4.5 percent, 5 percent, 5.5 percent, and 6 percent to find the optimum bitumen content value, then it will be added with a comparison of PET material: LGA (0 percent: 0  percent), (5 percent: 5 percent), (10 percent: 10 percent), (15 percent: 15 percent), and (20 percent: 20 percent) to the total weight of the OAC by using the wet method. The results of the study: (1) Characteristics of the composition of the porous asphalt mixture consisting of coarse aggregate, fine aggregate, filler, 60/70 pen asphalt fulfilled the specifications and optimum asphalt content of 5.25 percent was obtained. (2) The effect of adding PET: LGA in terms of Marshall characteristics meets specifications for the value of stability, flow, and VIM so that it can meet the parameters for porous asphalt mixture. The highest stability is the PET addition level: LGA is (10 percent: 10 percent) of 616.37 kg, the highest flow is in the PET addition level: LGA is (20 percent: 20 percent) of 2.80 mm, and the highest VIM is in addition PET: LGA which is (0 percent: 0 percent) of 21.40 percent. The higher the level of addition of PET: LGA, the lower the water permeability coefficient value, the higher the water permeability coefficient on the addition of PET: LGA occurs at (0 percent: 0 percent) of 0.032 percent. Judging from the cantabro loss test, the higher the level of addition, the resistance of the mixture to the release of grains is greater, but for levels (0 percent: 0 percent) and (5 percent: 5 percent) do not meet the specifications because the test results exceed the specified limit. In the binder test results drain down all levels of addition of PET: LGA shows an increase in the percentage of flow from the addition of PET: LGA (0 percent: 0 percent) to (20 percent: 20 percent) by 0.091 percent to 0.150 percent.Keywords: porous asphalt, PET, LGA, permeability, cantabro loss, drain binder down. 
PENGARUH LAMA PERENDAMAN AIR HUJAN TERHADAP KINERJA LASTON (AC-WC) BERDASARKAN UJI MARSHALL Ilvin NurLaily; Boedi Rahardjo
BANGUNAN Vol 22, No 1 (2017): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.888 KB) | DOI: 10.17977/um071v22i12017p%p

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Mengetahui karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) dan (b) Mengetahui pengaruh lama perendaman air hujan terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall. Hasil penelitian ini menunjukkan (a) karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) memenuhi syarat yang ditentukan dalam spesifikasi , (b) hasil pengujian pengaruh lama perendaman air hujan diperoleh nilai stabilitas terus mengalami penurunan; nilai kelelehan plastis (flow) mengalami peningkatan; nilai Marshall Quotient konsisten mengalami penurunan; nilai VIM terus meningkat; nilai VMA terus mengalami peningkatan dan nilai VFB menurun secara konsisten.Kata-kata kunci: perendaman, laston (AC-WC), uji Marshall.Abstract: The objectives of this research are: (a) To know the characteristics of composite material of laston mixture (AC-WC) and (b) to know the effect of rain water immersion period on laston performance (AC-WC) based on Marshall test. The results of this study show that (a) the characteristics of composite materials of the laston mixture (AC-WC) fulfill the requirements specified in the specification; (b) the results of testing the effect of the duration of rain water immersion; The value of plastic melt has increased; The value of Marshall Quotient consistently decreases; VIM values continue to increase; VMA values continue to increase and the value of VFB decreases consistently.Key Words: immersion, laston (AC-WC), Marshall test.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN GKB UNIVERSITAS NEGERI MALANG Lenny Novitasari; Suparno Suparno; Boedi Rahardjo
BANGUNAN Vol 25, No 2 (2020): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i22020p39-48

Abstract

Abstrak:Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sangat penting untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Komitmen dan kebijakan dalam proyek dibuat langsung dengan berdasarkan standart perusahaan. 2) Perencanaan K3 dilakukan proyek konstruksi GKB UM dengan mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko, dan menentukan pengendalian risiko. Kemudian perencanaan K3 diawali dengan membuat safety plan yang disusun berdasarkan penilaian awal dan juga berdasarkan undang-undang dan persyaratan K3 terkait. 3) Proyek konstruksi para pekerja dan karyawan baru akan diberikan safety induction dan cek kesehatan. APD disediakan secara lengkap sesuai potensi risiko dan setiap pekerja diwajibkan untuk menggunakan APD selama bekerja dilapangan, melaksanakan she talk dan toolbox meeting secara rutin sebagai bentuk komunikasi K3 antar pekerja. 4) Pemantauan dan evaluasi K3 dilakukan dengan kegiatan inspeksi secara berkala untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya yang dapat timbul dari kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material serta tindakan pekerja teridentifikasi, dan juga berguna untuk mengambil tindakan perbaikan serta pencegahan yang diperlukan serta menyediakan peralatan darurat sesuai dengan peraturan tentang peralatan dan sistem tanda bahaya keadaan darurat yang disediakan, diperiksa, diuji dan dipelihara secara berkala. 5) Peninjauan dan peningkatan dilaksanakan dengan membuat statistik risiko kecelakaan maupun audit temuan yang terjadi di proyek serta melakukan perbaikan terhadap penyimpangan yang ditemukan.Kata-kata kunci: GKB, Implementasi, Sistem Manajemen K3Abstract: Occupational health and safety (K3) is very important to prevent and reduce occupational accidents and diseases as well as the creation of a safe, efficient and productive workplace. The results showed: 1) Commitments and policies in the project were made directly based on company standards. 2) OHS planning is carried out by the UM GKB construction project by identifying hazards, conducting risk assessments, and determining risk control. Then OHS planning begins with making a safety plan based on initial assessments and also based on laws and related OSH requirements. 3) Construction project workers and new employees will be given safety induction and health checks. PPE is provided in full according to potential risks and every worker is required to wear PPE while working in the field, carry out she talk and toolbox meetings regularly as a form of K3 communication between workers. 4) OHS monitoring and evaluation are carried out with periodic inspection activities to ensure that any potential hazards that may arise from workplace conditions, work equipment, materials and worker actions are identified, and are also useful for taking necessary corrective and preventive actions and providing emergency equipment. in accordance with the regulations regarding the equipment and system of emergency alerts provided, checked, tested and maintained periodically. 5) Reviews and improvements are carried out by making accident risk statistics and auditing the findings that occur in the project and making corrections to any deviations found.Keywords: GKB, Implementation, K3 Management System
KAJIAN EKSPERIMENTAL CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLY ETHYLENE) Izzanur Rusyda DS; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 23, No 2 (2018): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.365 KB) | DOI: 10.17977/um071v23i22018p%p

Abstract

Abstrak: Di Indonesia jumlah limbah plastik setiap tahun terus meningkat dan belum dimanfaatkan secara maksimal serta perlunya solusi pada perkerasan jalan yang rusak akibat air hujan. Aspal porus merupakan teknologi dalam dunia perkerasan jalan, yaitu perkerasan yang memiliki rongga yang besar yang dapat mengalirkan air dari permukaan ke dalam tanah. Rongga yang besar membuat aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. untuk meningktakan stabilitas diperlukan bahan tambah. Plastik HDPE merupakan bahan yang memiliki sifat seperti aspal yaitu termoplastik yang meleleh bila dipanaskan, mengeras bila didinginkan. Penggunaan plastik HDPE selain sebagai bahan tambah untuk meningkatkan stabilitas pada campuran aspal porus serta mengurangi jumlah limbah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus, (2) mendeskripsikan karakteristik campuran aspal porus dengan tambahan HDPE menggunakan cara basah ditinjau dari parameter marshall,  permeabilitas, cantabro loss,  dan binder drain down. Metode penelitian ini yaitu pemeriksaan bahan yang akan digunakan, pembuatan benda uji dengan kadar aspal 4 persen, 4,5 persen, 5 persen, 5,5 persen, dan 6 persen. Kemudian diuji Marshall untuk medapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO). Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji dengan KAO dan penambahan plastik HDPE dengan kadar 0 persen, 5 persen, 10 persen, 15 persen, 20 persen serta diuji Marshall, Cantabro Loss, Permeabilitas, dan Binder Drain Down. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang meliputi agregat, filler, dan aspal telah memenuhi standar RSNI 2 Tahun 2012. (2) Penambahan Plastik HDPE dalam campuran aspal porus dapat meningkatkan nilai stabilitas, nilai rata-rata stabilitas tertinggi pada kadar plastik HDPE 15 persen sebesar 514,43 kg. Selain itu nilai flow juga semakin meningkat dengan nilai rata-rata  flow tertinggi pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 3,3 mm. Namun, nilai VIM semakin menurun dengan nilai rata-rata VIM terendah pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 14,22 persen. Nilai rata-rata cantabro loss sebesar 17,94 persen adalah nilai terbaik yang didapatkan pada kadar plastik HDPE 15 persen. Sedangkan nilai permeabilitas mengalami penurunan hingga kadar plastik HDPE 20 persen dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,123 cm/det. Nilai binder drain down mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar plastik, nilai rata-rata terendah terdapat pada kadar plastik HDPE 20 persen yaitu 0,0302 persen. Kata kunci: aspal porus, plastik HDPE, parameter marshall, cantabro loss, permeabilitas, binder drain down. 
HUBUNGAN KADAR ASPAL DENGAN VARIASI KADAR FILLER BATU TABAS PADA CAMPURAN AC-WC Putu Hendriawan Wijaya; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.455 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p9-18

Abstract

Abstrak: Penurunan ketahanan (durabilitas) lapisan perkerasan terutama perkerasan lentur akibat permukaan jalan sering terendam air. Lapis perkerasan lentur yang sering mengalami kerusakan adalah lapis aspal beton AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) atau lapis aus. Kualitas aspal beton dapat ditingkatkan menggunakan filler sebagai bahan pengisi ke dalam campuran. Limbah batu tabas dimanfaatkan sebagai filler atau bahan pengisi untuk membantu kinerja pada campuran aspal beton, meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan campuran aspal beton AC-WC. (2) hubungan antara kadar aspal dengan variasi kadar filler batu tabas pengujian marshall dan IKS. Hasil penelitian: (1) karakteristik bahan campuran aspal beton AC-WC yang meliputi: (a) berat jenis agregat kasar 2,64, agregat halus 2,29 & filler batu tabas 3,08, penyerapan agregat kasar 2,39 persen dan agregat halus 1,48 persen, dan keausan agregat kasar 29,02 persen. (b) berat jenis aspal 1,03, penetrasi aspal 66,55 mm, titik lembek aspal 50,5°C, daktilitas aspal 130,33 cm, titik nyala aspal suhu 339°C dengan titik bakar suhu 344°C, dan kehilangan berat aspal sebesar 0,0 persen. (2) hubungan campuran AC-WC menggunakan variasi kadar filler batu tabas pengujian marshall dan IKS, yaitu: (a) Stabilitas pada kadar filler batu tabas 0 persen dengan kadar aspal 6 persen meningkat dan memperoleh nilai tertinggi yaitu 1749,29 kg, lalu menurun hingga kadar aspal 7 persen, (b) Flow kadar filler batu tabas 75 persen dengan kadar aspal 5,5 persen menurun dan memperoleh nilai terendah yaitu 1,64 mm, lalu meningkat hingga kadar aspal 7 persen, (c) MQ tertinggi diperoleh kadar filler batu tabas 75 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 1114,63 kg/mm, lalu kadar filler batu tabas 100 persen dengan kadar aspal 7 persen menurun hingga 301,21 kg/mm, (d) VIM aspal beton secara keseluruhan menurun seiring bertambahnya kadar aspal, (e) VMA aspal beton secara keseluruhan meningkat seiring bertambahnya kadar aspal, (f) VFA meningkat seiring bertambahnya kadar aspal. (g) IKS tertinggi diperoleh pada campuran dengan kadar filler batu tabas 75 persen kadar aspal 6,5 persen yaitu 98,18 persen.Kata-kata kunci: batu tabas, kadar filler, AC-WC, parameter marshall, IKS
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS STUDI KASUS JALAN RAYA PANTURA TUBAN-WIDANG KM 0,00-KM 29,00 Vara Kusuma Goesman; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 26, No 1 (2021): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p45-62

Abstract

Abstrak: Metode deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik kecelakaan lalu lintas berdasarkan data sekunder tahun 2015-2018 dan penentuan lokasi blackspot dengan mengacu pada pedoman Pd-T-09-2004-B dan Metode Cummulative Summary. Metode Inferensial berupa uji korelasi dan regresi untuk mendapatkan hubungan antara kecepatan 85 persentil dengan kecelakaan serta mendapatkan model persamaan yang terbaik pada kendaraan antara sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat yang menyebabkan kecelakaan.Hasil penelitian menunjukaan bahwa karakteristik kecelakaan berdasarkan angka kecelakaan paling banyak terjadi pada tahun 2016 (159 kecelakaan), tipe kendaraan yang paling sering terlibat adalah sepeda motor (54.02 persen), korban kecelakaan yang paling banyak adalah luka ringan (81,78 persen), waktu kejadian yang paling sering pagi hari (32,16 persen), hari yang paling sering terjadi adalah hari Kamis (15,52 persen), usia dan jenis kelamin yang paling sering adalah laki-laki (73,98 persen) dan usia 15-30 tahun (48,73 persen), tipe kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrak depan-samping (28,68 persen), faktor penyebab yang paling sering terjadi adalah faktor pengemudi (91,56 persen). Penentuan lokasi daerah rawan kecelakaan terletak pada STA 89+000-88+000, STA 87+000-86+000, STA 86+000-85+000, STA 84+000-83+000, STA 79+000-78+000, STA 78+000-77+000, STA 74+000-73+000, dan STA 72+000-71+000. Analisis hubungan antara kecepatan dengan kecelakaan pada lokasi blackspot memiliki hubungan kategori kuat adalah kendaraan sepeda motor dengan interval 0.60 hingga 0.80. dengan model persamaan terbaik yaitu model polynomial orde 3 Y sama dengan -871,61+29,294x- 0,346x2 + 0,001x3 didapatkan nilai r: 0,839 dan R2: 0,705 (70,5 persen) dengan kecepatan rata-rata kendaraan sepeda motor diatas 80 km/jam. sedangkan untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat mempunyai hubungan kategori sedang dengan interval 0.40 hingga 0.60 dengan R2 untuk LV sama dengan 0,435 dan R2 untuk HV sama dengan 0,377 dibawah 0,60 sehingga tidak dapat digeneralisasikan bahwa kecepatan berpengaruh terhadap kecelakaan.Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, kecepatan, black spot, cumulative summary,regresiAbstract: A descriptive method to describe the characteristics of traffic accidents based on secondary data for 2015-2018 and determining the location of blackspots by referring to the Pd-T-09-2004-B guidelines and the Cummulative Summary Method. The inferential method is in the form of correlation and regression tests to get the relationship between the 85th percentile speed with accidents and to get the best equation model for vehicles between motorcycles, light vehicles, and heavy vehicles that cause accidents.The results showed that the characteristics of accidents based on the number of accidents most occurred in 2016 (159 accidents), the type of vehicle that was most often involved was motorcycles (54.02 percent), the most accident victims were minor injuries (81.78 percent), time the most frequent occurrence is in the morning (32.16 percent), the most frequent day is Thursday (15.52 percent), the most frequent age and gender are male (73.98 percent) and age 15-30 years (48.73 percent), the type of accident that often occurs is a front-side collision (28.68 percent), the most common cause is the driver factor (91.56 percent). Determination of the location of accident-prone areas is located at STA 89+000-88+000, STA 87+000-86+000, STA 86+000-85+000, STA 84+000-83+000, STA 79+000-78+ 000, STA 78+000-77+000, STA 74+000-73+000, and STA 72+000-71+000. Analysis of the relationship between speed and accidents at the blackspot location has a strong category relationship is a motorcycle vehicle with an interval of 0.60 r 0.80. with the best equation model, namely the polynomial model of order 3 Y equals to -871.61+29.294x- 0.346x2 + 0.001x3 the value of r = 0.839 and R2 is 0.705 (70.5 percent) with an average speed of motorcycles above 80 km /hour. while for light vehicles and heavy vehicles there is a moderate category relationship with an interval of 0.40 to 0.60 with R2 for LV is 0.435 and R2 for HV is 0.377 below 0.60 so it cannot be generalized that speed affects accidents.Keywords: traffic accident, speed, black spot, cumulative summary, regression
KAJIAN FASILITAS JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN KAJOETANGAN KOTA MALANG Agung Novemdra, Nanang; Rahardjo, Boedi; Rahayuningsih, Titi
BANGUNAN Vol 29, No 2 (2024): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p100-113

Abstract

Jalur pedestrian merupakan suatu media yang menunjang pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pejalan kaki.Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan karakteristik pejalan kaki di Kawasan Kajoetangan Kota Malang, (2) mendeskripsikan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang, (3) menganalisis persepsi pengunjung terkait fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetngan Kota Malang, (4) menganalisis tingkat pelayanan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan survey dan angket. Data yang diperoleh dari hasil observasi, teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan Software Microsoft Excell untuk mendapatkan informasi data berupa persentase, proporsi, dan rasio. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) karakteristik pejalan kaki terbanyak adalah perempuan dengan persentase 51%, berumur 19 – 40 tahun dengan persentase 47%, tingkat Pendidikan mayoritas SMA – sederajat dengan persentase 43%, jenis pekerjaan mayoritas pelajar/mahasiswa dengan persentase 53%, dan penghasilan kurang dari Rp 3.200.000 dengan persentase 78%. Maksud dan tujuan pejalan kaki adalah berbelanja dengan persentase 38%. (2) Kelengkapan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang pada segmen 1 memiliki lebar 2,4 pada sebelah Timur, 3 m pada sisi Barat, segmen 2 lebar 5 m, dan segmen 3 sebesar 5 m. Jenis penutup trotoar adalah resin bound paving, fasilitas pada trotoar Kajoetangan di beberapa titik perlu perbaikan seperti tempat duduk dan fasilitas peneduh. (3) Berdasarkan persepsi pengunjung dapat disimpulkan fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan Kota Malang adalah baik tetapi perlu perbaikan di beberapa titik. (4) Tingkat pelayanan fasilitas jalur pedestrian di dapat arus terbesar pada hari Sabtu yaitu 2,03 ped/m/mnt. Kecepatan terbesar pejalan kaki pada hari Selasa sebesar 80,19 m/mnt. Kepadatan tertinggi pada hari Minggu sebesar 0,059 ped/m², Ruang berjalan terbesar pada hari Selasa sebesar 194m²/ped. Fasilitas jalur pedestrian di Kawasan Kajoetangan mempunyai tingkat pelayanan A berdasarkan kecepatan, sedangkan berdasarkan arus dan ruang adalah A.