Fitrianti Fitrianti
Jurusan Agroteknologi, Fakultas Ilmu Pertanian, Universitas AlAsyariah Mandar,

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rhizospheric Fungus: Morphological Characterization Of Rhizosphere Flower On Onion Plant In Enrekang District Hikmahwati hikmahwati Hikmahwati; Fitrianti Fitrianti; Suharman Suharman
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v4i1.1693

Abstract

The control of moler disease caused by Fusarium oxysporum on shallot plants in Enrekang Regency still relies on the use of chemical fungicides. Plants that are symbiotic with microbes will produce phytohormones optimally so that it will trigger the tolerance level of plants to abiotic and biotic stresses including plant pathogens, so it is necessary to explore the rhizosphere fungi of onion plants in Enrekang Regency to identify morphologically. This study used a red onion soil rhizosphere soil sample taken at the shallot farming center in Enrekang Regency, isolation and testing were carried out in the plant disease laboratory of Hasanuddin University. The results achieved were 20 isolates with 5 genera of fungi namely Fusarium on isolates 1,2,4,12 and 13, Gliocladium on isolates number 15,
Identifikasi Cendawan Penyebab Penyakit Moler Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Di Kabupaten Enrekang Hikmahwati Hikmahwati; Muhammad Rifqy Auliah; Ramlah Ramlah; Fitrianti Fitrianti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 2 (2020): AGROVITAL : Volume 5, Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i2.1745

Abstract

Bawang merah (Allium ascolonicum L.) ialah kelompok hortikultura yang mempunyai banyak khasiat, serta ialah salah satu dari 10 komoditas hortikultura yang difokuskan pengembangannya di Indonesia.  Produksi Bawang Merah di Kabupaten Enrekang pada tahun 2018 sebanyak 73. 58 ton, tetapi terjadi penerunan dari tahun 2017 sebesar 111. 61 ton. Salah satu gangguan di dalam upaya kenaikan produksi bawang merah ialah terdapatnya penyakit tumbuhan yang diakibatkan oleh cendawan. Tujuan riset untuk mengenali tipe serta morfologi cendawan patogen pada tumbuhan bawang merah di Kabupaten Enrekang. Studi dilakukan  di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang dan  di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Universitas Hasanuddin. Prosedur Peneliatan adalah : (a) Pengambilan tanaman bergejala memakai tata cara Purpossive Randomized Sampling( b) Persiapan Media tumbuh, yaitu Media PDA( Potato Dextro Agar),( c) Isolasi serta Identifikasi Cendawan. Hasil peneilitian memperlihatkan corak koloni pada pengamatan makroskopis yaitu bercorak putih, kream dan keunguan, serta pengamatan mikroskopis menampilkan makrokonidia semacam bulan sabit yang memanjang, ataupun berupa pipih memanjang dengan kedua ujungnya runcing serta mempunyai 2- 3 sekat, mikrokonidia lonjong, panjang, bagian tengah ramping serta kedua ujung tumpul, serta terdapat pula yang berupa oval. Isolat yang diperoleh disimpulkan sebagai tipe Fusarium oxysporum pemicu penyakit moler pada tumbuhan bawang merah di Kabupaten Enrekang. 
Efektivitas Isolat Jamur Pelapuk Dan Mikroorganisme Lokal Dalam Menguraikan Limbah Kulit Kakao Fitrianti Fitrianti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1, No 1 (2016): Agrovital Volume 1, Nomor 1, November 2016
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v1i1.78

Abstract

Kulit buah kakao merupakan salah satu hasil samping kakao yang belum dimanfaatkan. Untuk menggunakan limbah kakao kulit dan mengurangi penyakit sumber inokulum di perkebunan kakao, tiga jenis jamur busuk: Pleurotus ostreatus, Trichoderma sp, dan Mikroorganisme Lokal, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengolah limbah kakao menjadi pupuk organik secara mudah adalah dengan menggunakan mikroorganisme pelapuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat beberapa isolate jamur pelapuk dan Mikroorganisme Lokal dalam menguraikan limbah kulit kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isolat yang paling bagus pertumbuhannya pada media baglog yaitu  (Pleurotus sp,dan Trichoderma sp,semakin banyak mikroorganisme pelapuk yang dikombinasikan, maka limbah akan terdekomposisi secara efisien. Pada tahap pengujian analisis kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa, komponen hemiselulosa yang mengalami penurunan paling tinggi Penurunan tertinggi pada kandungan hemiselulosa dapat dilihat pada isolat Pleurotus sp + Mikroorganisme Lokal (76,46%), sedangkan penurunan terendah pada isolat Trichoderma sp (6,22%).
Sifat Fisik Buah Kakao (Theobroma cacao .L) Terhadap Pengaplikasian Teknik Sambung Samping Nurhaya Kusmiah; Fitrianti Fitrianti; Muh. Arman Yamin
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 2 (2020): AGROVITAL : Volume 5, Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i2.1743

Abstract

Kakao merupakan komoditas pertanian yang berperan dalam  peningkatan pendapatan Negara, namun permasalahan yang saat ini dihadapi yaitu rendahnya kualitas fisik dari buah kakao, hal ini dipicu dari banyaknya tanaman kakao yang saat ini tidak lagi produktif, sehingga diperlukan pengaplikasian teknik sambung samping dalam hal meregenerasikan kembali tanaman kakao Indonesia Khususnya Polewali Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui sejauh mana pengaplikasian teknik sambung samping pada tanaman kakao dapat meningkatkan kualitas tanaman kakao, dilihat dari ukuran panjang, berat dan diameter buah kakao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok, dengan 3 perlakuan penggunaan entris yang berbeda, diantaranya, entris S1 (Sulawesi 1), entris S2 (Sulawesi 2), dan entris MCC (45), serta Lokal (Tanpa Pengaplikasian Teknik Sambung Samping) sebagai sampel kontrol dengan parameter yang diuji yaitu Berat buah, panjang buah dan diameter buah Kakao. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS ver. 21 menggunakan analisis Anova. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa berat buah kakao dengan teknik sambung samping menggunakan entries MCC paling tinggi dengan nilai rata-rata 745 gr, sedangkan  berat paling rendah yaitu S1 dengan nilai 488 gr. Untuk pengujian panjang buah, hasil menunjukkan bahwa entries MCC paling tinggi dengan nilai 21,2 cm, dan terendah yaitu entries S1 dengan nilai 20 cm, sedangkan parameter diameter buah diperoleh hasil tertinggi pada MCC dengan nilai 9,2 cm dan terendah yaitu S1 dengan nilai 8 cm. Dari perbandingan parameter uji dengan perlakuan dan sampel kontrol, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengaplikasian Teknik Sambung Samping pada Tanaman Kakao dengan menggunan entris yang berbeda, berpengaruh nyata terhadap Berat, Panjang dan Diameter Buah Kakao.
Uji Produktivitas Berbagai Varietas Jagung (Zea mays L.) Hibrida dan Non Hibrida yang Sesuai pada Agroekosistem Kabupaten Polewali Mandar Harli A. Karim; M. Yasin HG; Hasanuddin Kandatong; Hasan Hasan; Hikmahwati Hikmahwati; Fitrianti Fitrianti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Agrovital Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i1.635

Abstract

Jagung merupakan komoditas strategis setelah komoditas padi, yakni selain dikonsumsi sebagai bahan pangan langsung dan pakan ternak, juga digunakan sebagai bahan baku industri lainnya, seperti bahan bakar alternatif (biofuel), polymer, minyak jagung dan lainnya. Permintaan jagung baik untuk industri pangan, pakan, dan kebutuhan industri lainnya dalam beberapa tahun ke depan diproyeksikan akan terus meningkat. Berbagai varietas jagung telah dilepas. Namun demikian masih terdapat varietas jagung yang belum mencapai produktivitas optimum. Salah satunya disebabkan ketidaksesuai ekosistem. Kabupaten Polewali Mandar  merupakan daerah pengembangan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pertumbuhan dan Produksi berbagai Varietas Jagung yang Sesuai dengan Agroekosistem Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019 di Desa Tumpiling Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali mandar Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 varietas jagung yaitu, varietas BISI 18, Pertiwi,  OPV Srikandi A. Depu, Anoman 1, Bima 12Q,  URI 3, dan Sukmaraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji berbagai varietas jagung memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman jagung 2 MST dan berpengaruh nyata 10 MST, umur berbunga, panjang tongkol. BISI 18 dan Pertiwi memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun 8 MST, Pertiwi memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah biji dalam baris namun tidak berbeda nyata dengan BISI 18, Pertiwi memberikan hasil terbaik terhadap berat biji tanaman jagung namun tidak berbeda nyata dengan BISI 18 dan Sukmaraga, Pertiwi memberikan hasil terbaik terhadap produktivitas tanaman jagung namun tidak berbeda nyata dengan BISI 18 dan Sukmaraga.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena) Pada Berbagai Jenis Tanah Dan Penambahan Pupuk NPK Phonska Fitrianti Fitrianti; Masdar Masdar; Astiani Astiani
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Agrovital Volume 3, Nomor 2, November 2018
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v3i2.207

Abstract

Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk peningkatan pertumbuhan dan produksi Terung adalah dengan penambahan pupuk NPK Ponska.  Pemupukan berimbang merupakan syarat pokok keberhasilan dalam meningkatkan produktifitas tanaman terung. Salah satu upaya dengan mencari dosis yang tepat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung, dan untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang paling tepat dalam meningkatkan produktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK Ponska terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Terung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah jenis tanah yang terdiri atas 3 jenis tanah ( berpasir, berhumus dan berliat) dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK Phonska terdiri atas 3 taraf (5, 10 dan 15 g/tanaman), setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Phonska tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur panen, jumlah buah dan berat buah, namun pemberian pupuk NPK Phonska 15g/tanaman memberikan pengaruh nyata pada parameter umur berbunga tanaman terung.