Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

TEORI KONSEP PENELITIAN INTERAKSI SOSIAL KELUARGA PENDETA DAN KEHADIRAN ANGGOTA JEMAAT DALAM PERBAKTIAN GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT WAENA-JAYAPURA BERDASARKAN AMSAL 17:17 Viktor Husen; Alvyn Hendriks
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1.96

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kaitan antara interaksi sosial dalam keluarga pendeta dan kehadiran anggota jemaat dalam konteks gereja. Fokus utama adalah memahami bagaimana interaksi sosial di dalam keluarga pendeta dapat mempengaruhi tingkat kehadiran anggota jemaat dalam ibadah dan kegiatan gereja. Penelitian yang direncanakan oleh penulis ini menggunakan penelitian kuantitatif berupa survei metode kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada informasi numerik atau kuantitas, dan biasanya diasosiasikan dengan analisis-analisis. Data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan ini berasal dari berbagai sumber yang secara langsung berkaitan dengan topik penelitian. Penulis mengambil dari literatur-literatur, berbagai buku yang relevan dengan penelitian, artikel-artikel, serta jurnal-jurnal yang penulis dapatkan dari berbagai sumber yang beragam, baik di perpustakaan Universitas Advent Indonesia, perpustakaan pribadi, internet, dan sumber-sumber ilmiah lainnya yang berbentuk kamus, komentar-komentar Alkitab dan sumber-sumber lain yang relevan. Kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika interaksi sosial dalam konteks keluarga pendeta dan kontribusinya terhadap kehadiran anggota jemaat. Implikasi praktis dan saran untuk pengembangan lebih lanjut dibahas sebagai langkah-langkah menuju pemahaman yang lebih baik tentang dinamika ini dalam meningkatkan kehidupan rohani dan keberlanjutan komunitas gereja.
EVANGELISM STRATEGY THROUGH MEDICAL MISSIONARY WORK IN SPREADING THE GOSPEL BASED ON LUKE 10:9 Landu, Serilius Ariyanto Kota; Alvyn C. Hendriks
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1A (2024): SPECIAL ISSUE - Philosophy Science
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1A.100

Abstract

Evangelism through medical missionary work has become an integral strategy in spreading the teachings of the Gospel, in line with the great mandate given by Jesus to His disciples. This paper aims to explore in depth the relationship between health and the Gospel, by critically reviewing the history, goals and methods of medical missionary work, as well as analyzing evangelism strategies that can be applied in this context. By using a qualitative approach to various relevant literary sources, this research provides a comprehensive picture of Peter Parker's contribution as one of the pioneer medical missionaries and his impact on the development of evangelism in various regions. In addition, this research also highlights the importance of thorough preparation and appropriate qualifications for medical missionary workers, including a deep understanding of the culture and social context in which they serve.
DAMPAK PERNIKAHAN KERABAT TERHADAP KESEHATAN TUBUH DALAM PERSPEKTIF ALKITAB: Tinjauan Teologis Berdasarkan Imamat 18:6 Kase, Memo Enjo; Alvyn C. Hendriks
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1A (2024): SPECIAL ISSUE - Philosophy Science
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1A.101

Abstract

Artikel ini adalah membahas mengenai dampak penikahan kerabat terhadap kesehatan tubuh dalam perspektif alkitab berdasarkan tinjauan teologis dalam imamat 18: 6 di mana pembatasan masalah yang penulis teliti ialah melihat fokus pada interpretasi alkitab dalam Imamat 18:6 tentang pernikahan kerabat, di mana kata שְׁאֵר (bâśâr) merujuk kepada kerabat sedaging, yang artinya sedarah, ibu yang sama dan ayah yang sama haruslah menjaga kekudusan dengan tidak memperlihatkan bagian intim tubuh, dan tidak boleh menyentuh atau melakukan hubungan badan sementara itu perlu juga umtuk melihat dampak implikasi biologis-genetik dari pernikahan kerabat. Tentu saja dampaknya sangat mengerikan di mana riset membuktikan praktek ini sebagian besar melahirkan keturuan yang kebanyakan cacat secara fisik dan mental, bukan hanya itu, hal ini juga satu kekejian di hadapan Allah di masa sekarang ini.
KETERLIBATAN ORANG MUDA DALAM KEGIATAN PEMUDA DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT TARAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN SESEORANG (1 TIMOTIUS 4:12) Wuisan, Dearestly Eftifena Arantxa; Alvyn C. Hendriks
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1A (2024): SPECIAL ISSUE - Philosophy Science
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1A.111

Abstract

Pentingnya peran aktif pemuda dalam kegiatan gerejawi, khususnya di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Tarakan. Fokusnya adalah bagaimana keterlibatan mereka memengaruhi pertumbuhan iman, sesuai dengan ajaran yang terdapat dalam 1 Timotius 4:12. Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melakukan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan persepsi pemuda terkait dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan gerejawi. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan gerejawi memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan iman mereka. Mereka mengalami peningkatan dalam keintiman hubungan dengan Allah dan membangun karakter rohani yang kuat melalui interaksi dan pengalaman dalam lingkungan gereja. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pemimpin gereja untuk merancang program dan strategi yang lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan rohani pemuda, terutama di lingkungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.Dengan demikian, jurnal tersebut tidak hanya menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemuda dalam kegiatan gerejawi, tetapi juga menyoroti bagaimana hal ini secara konkret memengaruhi pertumbuhan spiritual mereka. Hal ini menegaskan bahwa pemuda memiliki peran yang tidak bisa diabaikan dalam memperkuat kehidupan rohani komunitas gerejawi, dan bahwa upaya untuk mendorong keterlibatan mereka memerlukan perhatian khusus dari pemimpin gereja dan pembuat kebijakan gerejawi.