Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Dinamis

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA KAMPUNG DI KABUPATEN KEEROM Bonefasius BAO
DINAMIS Vol 16 No 2 (2019): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa menegaskan komitmen politik dan konstitusional bahwa negara melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis sehingga dapat menjadi landasan yang kokoh dalam menciptakan masyarakat adil dan makmur. Penelitian ini untuk memotret komitmen pemerintah Kampung dalam mengimplementasikan UU Desa (dan regulasi lain yang mengikutinya) dengan akuntabel. Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui dan menganalisa proses pengelolaan program Alokasi Dana Kampung yang akuntabel pada masing-masing Kampung di Kabupaten Keerom pada Tahun Anggaran 2018. Adapun metode yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih oleh penulis sebagai metode untuk membedah permasalahan mengenai pengelolaan dana desa tahun 2018 di Kabupaten Keerom dengan rujukan beberapa Desa sebagai sampel yang penulis pilih sebagai unit analisis karena merupakan objek organisasi yang diteliti penuh dan mengkhusus oleh peneliti. Adapun yang menjadi fokus penelitian dalam proses pengelolaan Alokasi Dana Desa yang dikaji dari aspek tahapan perencanaan dan penganggaran; pelaksanaan dan penatausahaan; hingga pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa. Berdasarkan hasil analisis atas regulasi dan temuan di lapangan, terdapat beberapa potensi masalah atas hasil implementasi UU tersebut. Potensi masalah dalam kajian ini terbagi ke dalam 4 (empat) bagian yakni potensi masalah dalam regulasi dan kelembagaan, tata laksana, pengawasan dan sumber daya manusia. Keseluruhan temuan dalam kajian ini menghasilkan rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti oleh berbagai pihak terkait dengan menyusun rencana tindak dan menindaklanjuti penerapan dari rencana tindak tersebut.
POTRET MASYARAKAT MISKIN DI DAERAH KAYA SUMBER DAYA ALAM Bonefasius Bao; Apner Siang
DINAMIS Vol 2 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Keerom merupakan sebuah daerah otonom, yang jumlahpenduduk miskinnya cukup tinggi, jika membandingkannya dengan beberapa daerahlain di Provinsi Papua. Berdasarkan data BPS tahun 2011, Kabupaten Keerommasuk dalam kategori wilayah termiskin 24 dari 29 kabupaten/kota yang ada diProvinsi Papua, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 11,4 ribu orang atau21,98% dari jumlah penduduknya sebanyak 50.043 jiwa.Studi tentang implementasi kebijakan ini dimaksudkan untuk mengukur duahal penting, pertama, bagaimana potret context dan content kebijakanpenanggulangan kemiskinan? dan yang kedua, sejauhmana capaian tujuanimplementatif program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) dalam rangkamewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.Berdasarkan data yang dihimpun dan kemudian dianalisis, maka tujuanBantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) khususnya mengenai kemandirianmasyarakat menunjukan adanya peningkatan yang cukup signifikan, di manaterdapat adanya potret partisipasi warga yang sangat bergairah dalam melaksanakanseluruh tahapan kegiatan, kaum marjinal menjadi lebih berdaya, kapasitasmasyarakat dalam mengelolah sumberdaya yang dimiliki juga meningkat. Sementaraitu, kesejahteraan masyarakat pada tingkatan yang paling sederhana dapatdikatakan cukup meningkat, jika ukurannya adalah akses ekonomi, infrastruktur,akses pendidikan dan kesehatan cukup siginifikan. Sementara itu, dalam kurunwaktu empat tahun pelaksanaan program Bantuan Keuangan Kepada Kampung(BK3) tahun 2010-2014, secara de jure (data BPS), upaya pengurangan angkakemiskinan belum tercapai, (karena diduga ada muatan kepentingan), namun secarade facto, sesungguhnya program ini telah mengurangi angka kemiskinan.
UTILITAS MEDIA SOSIAL DALAM PENINGKATAN LITERASI POLITIK MAHASISWA UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA” Bao, Bonefasius; Samosir, Putri Anastasya
DINAMIS Vol 18 No 2 Desember (2021): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v18i2.923

Abstract

The development of information technology has penetrated in all joints of human life. Sosial media, which initially served only as a means of self-existence, now metamorphosed to influence a country's political climate. In the era of reform the development of the use of sosial media is very massive for the expansion of democracy. Not infrequently his presence makes democracy always present paradoxical. The purpose of this study is to find out the Utility of Sosial Media in Improving Political Literacy of Jayapura University of Science and Technology Students. As well as knowing how much sosial media provides Utility in Improving Student Political Literacy. This research uses a quantitative approach whose research procedures produce descriptive data in the form of numbers that are then spelled out with words that get a clear picture of the observed behavioral tendencies. The results showed that 24% of respondents had an interest and interest in listening and improving their literacy through sosial media. Most respondents expressed little interest in discussions about politics (76%). Listening to these results it can be concluded that the utility of sosial media in improving the political literacy of USTJ students is still lacking. The importance of political education for students is a preference to help and provide a basic understanding to understand the dynamics of government politics in local and global contexts.
POTRET PELAYANAN PUBLIK DI TAPAL BATAS NKRI DISTRIK KAESINAR KABUPATEN KEEROM PROVINSI PAPUA Bao, Bonefasius
DINAMIS Vol 19 No 1. Juli (2022): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v19i1.1105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan publik di tapal batas NKRI Distrik Kaisenar, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua yang dipotret dari empat indikator yaitu, bukti fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiviness), jaminan (assurance), empati (empathy) serta mengetahui dampak yang dihasilkan dari kualitas pelayanan publik di Distrik Kaisenar, yang melalui faktor pendukung pelayanan dan faktor penghambat pelayanan. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Distrik Kaisenar, Staf Distrik Kaisenar, Kepala Kampung, dan Masyarakat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang didapat dari hasil wawancara dengan informan penelitian dan data sekunder yang berupa laporan dan dokumen-dokumen resmi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, menggunakan empat kompenen yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelayanan Publik di Distrik Kaisenar masih jauh dari harapan. Temuan beberapa indikator seperti sarana dan prasarana kantor minimalis bahkan nyaris tida ada meja kursi, komputer, ATK . Kemudian prasarana berupa kantor distrik yang nyaris rubuh, perumahan pegawai, toilet tidak terawat. Buruknya sarana prasarana ini kantor jarang digunakan bahkan dibiarkan tak terawat. Faktor penyebabnya karena tingkat kedisplinan pegawai sangat rendah. Kepala Distrik dan Stafnya jarang berada di tempat tugas. SDM yang rendah turut berkontribusi buruknya kualitas pelayanan publik di tapal batas tersebut. Dengan Demikian pelayanan publik yang digadangkan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) masih jauh api dari panggang.