Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Respon Masyarakat terhadap Pelestarian Hutan Mangrove di Desa Amarwawatu, Seram Bagian Timur Sikiani Lulang; Samin Botanri; Kamarudin Kamarudin
Jurnal Masohi Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Masohi
Publisher : DPD FDI Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/jmas.v3i2.286

Abstract

Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem yang kompleks dan khas, serta memiliki daya dukung yang cukup besar terhadap lingkungan disekitarnya. Hutan mangrove itu terdapat disalah satu Desa yang ada di Kecamatan Gorom timur Kabupten Seram Bagian Timur (SBT) yaitu Desa Amarwawatu, yang ada dua jenis mangrove yaitu (Mangrove Rhizopora Apikulata dan Sonneratia Alba) yang namun kenyataannya menunjukan bahkan kurang adanya kesadaran masyarakat untuk memperhatikan dan menjaga keutuhan hutan tersebut, agar dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat. Bertolak dari latar belakang diatas maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul.“Persepsi Masyarakat Terhadap Kelestarian Hutan Mangrove di Desa Amarwawatu”. Untuk Mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Kelestarian Hutan Mangrove di Desa Amarwawatu olehnya itu, Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif pada masyarakat Desa Amarwawatu untuk dapat memperoleh informasi secara detail tentang persepsi masyarakat terhadap kelestarian hutan mangrove. Dengan prensentase jumlah responden 70 Kepala Keluarga (KK) dan populsi diambil sampelnya 32 responden. Dari hasil penilitian masa lampau maka hutan mangrove pada masa lampau terdapat < 3 hektar. Data menunjukan bahwa A. luas sekali 5 orang (15,6%) dan B. Cukup luas 17 orang atau (53,1%) sedangkan menyatakan C. Tidak begitu luas 10 orang atau (31,2%) kondisi luas hutan mangrove yang dimaksud. Hasil dari responden yang menjawab Desa Amarwawatu disepanjang pesisir pantai menganggap keberadaan hutan mangrove. Pada masakini masyarakat Desa Amarwawatu berpresepsi bahwa keberadaan hutan mangrove sangat penting dari 32 Responden yang menjawab A. Ada 29 orang (90,6%) sedangkan B. Tidak ada 1 orang atau (3,25%) yang menjawab C. Tidak Tau 2 orang atau (6.25). Dalam hal ini masyarakat Desa Amarawawtu yang berada di pesisir pantai manganggap keberadaan hutan mangrove di wilayah mereka sangat penting, masyarakat sangat menyadari pentingnya hutan mangrove di tempat mereka, namum disamping itu ada sebagian orang juga belum paham dan menyadari pentingnya keberadaan hutan hutan mangrove
Mekanisme Pembentukan Rumpun Sagu (Metroxylon spp) Samin Botanri
Jurnal Agrohut Vol 5 No 2 (2014): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v5i2.208

Abstract

Sagu (Metroxylon spp) merupakan jenis tumbuhan palem wilayah tropika basah memiliki pola pertumbuhan yang relatif berbeda dengan tanaman palem yang lain seperti halnya kelapa, sagu sifatnya berumpun. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan mengenai mekansime pembentukan rumpun sagu yang tumbuh dan berkembang di pulau Ambon, Maluku. Lokasi sampel ditetapkan secara purposive dan penetapan tumbuhan sampel menggunakan metode garis berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya tumbuhan sagu berkembang biak dengan menggunakan system perakaran basal berupa rhizome yang tumbuh di bawah permukaan tanah menyebar ke samping sekitar 2-3 meter kemudian muncul ke permukaan tanah membentuk individu baru yang terus berkembang menjadi pohon induk baru yang dikelilingi oleh anakan membentuk rumpun rumpun baru.
Pemanfaatan Bahan Organik Limbah Penyulingan Minyak Kayu Putih untuk Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Bibit Cengkeh Hutan (Syzygium obtusifolium L.) Botanri, Samin
Jurnal Agrohut Vol. 15 No. 2 (2024): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v15i2.342

Abstract

Dalam upaya mempersiapkan bibit yang baik, diperlukan media tumbuh yang sesuai, untuk mendapatkan media tumbuh seperti yang diharapkan dapat dilakukan dengan mencampur tanah dengan bahan organik. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan peran pemanfaatan bahan organik dari limbah penyulingan minyak kayu putih sebagai media tumbuh untuk mendorong perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit tanaman cengkeh hutan. Penelitian dilakukan di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Maluku berlangsung selama tujuh bulan sejak bulan Agustus 2022 sampai Maret 2023. Sumber benih diambil dari tanaman cengkeh hutan milik petani di kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Perlakuan bahan organik terdiri dari 5 taraf, yaitu : P0 = tanpa bahan organik; P1= bahan organik 20 %; P2 = bahan oganik 40 %; P3 = bahan oganik 60 %; P4 = bahan oganik 80 %. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Berblok dengan 3 ulangan. Setiap satuan percobaan dipilih 3 bibit tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi persen daya kecambah, vigor benih, tinggi bibit, jumlah daun, dan luas daun, faktor koreksi (fc) 0.65. Data dianalisis secara statistik meliputi Analisis Sidik Ragam (Anova) dan uji beda Fisher’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakukan bahan organik memberikan pengaruh signifikan terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit tanaman cengkeh hutan dengan nilai R2 untuk perkecambahan benih sebesar 76.5 %, korelasinya sangat kuat (r = 0.87). Sementara nilai R2 untuk pertumbuhan bibit sebesar 73.83 % dengan nilai korelasi (r = 0.85). Perkecambahan benih dengan daya kecambah 93.33 % dicapai pada taraf perlakuan 40 % bahan organik dan perlakuan 20 % bahan organik mampu menghasilkan pertumbuhan bibit cengkeh hutan yang baik dengan tinggi bibit mencapai 24.9 cm, jumlah daun 5.4 helai dan luas daun sebesar 26.68 cm2.
Study of Clove Plant (Syzigium sp) Productivity in the Siritaun Wida Timur District of East Seram Timur Regency Rumalean, Hasan; Kamsurya, Marwan Yani; Botanri, Samin; Pattilow, Ibnu Rusmin; Banjar, Nawawi; Hadijah, Miranda H
Jurnal Agrohut Vol. 15 No. 1 (2024): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v15i1.157

Abstract

This research aims to determine the productivity of clove plants (Zyzigium Sp.) in the Siritaun Wida Timur District of East Seram Timur Regency. Three selected villages chosen as research samples are ADM Keta Kwaos Village, ADM Keta Rumadhan Village, and ADM Liantasik Village. The type of research is quantitative descriptive, and the method used in this research is a survey. The respondents from each village constitute 30% of the total clove farmers. The research results show that clove plant production from 2017-2019 is relatively stable, but in 2018 the production drastically decreased. This is due to cultivation factors and climate change factors that occurred in the three villages.
Inventarisasi Ekonomi dan Sosial Budaya pada Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Bacan (Studi Kasus Desa Nang Kecamatan Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan) Solisa, Darwis; Botanri, Samin; Kamaruddin, Kamaruddin; Umar, Dewi Bin
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.184

Abstract

Hutan sebagai unsur penting dalam kehidupan manusia, dan memiliki arti dan peranan yang sangat besar pada aspek sosial dan lingkungan hidup. Disamping itu juga, pengelolaan hutan sangat membantu pendapatan dan devisa bagi Negara dalam rangka mencapai kemakmuran rakyat. Pengelolaan hutan tidak bisa dipisahkan dari permasalahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Pemanfaatan hasil hutan dapat dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat dalam/sekitar kawasan hutan produksi KPHP Model Bacan. Metode yang digunakan: yaitu metode deskript kualitatif (penarikan sampel secara acak). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat Desa nang masih tetap memanfaatkan tanaman umur panjang dan pendek serta hasil hutan kayu dan non kayu yang terdapat dalam hutan guna memiliki kebutuhan hidup sehari-hari.
Pemanfaatan Limbah Organik Penyulingan Minyak Kayu Putih Untuk Pertumbuhan Bibit Cengkeh Hutan M Yani Kamsurya; Samin Botanri; Kamaruddin Kamaruddin
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Dalam proses penyulingan minyak kayu putih terdapat limbah organik sisa daun yang tidak dimanfaatkan. Limbah tersebut dapat dicampur dengan tanah untuk dijadikan sebagai media tumbuh tanaman. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan peran media  tumbuh dalam perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit cengkeh hutan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Maluku berlangsung sejak Agustus 2022-Maret 2023. Benih diambil dari kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Perlakuan limbah organik, yaitu : P0 = kontrol; P1= BO 20 %; P2 = BO 40 %; P3 = BO 60 %; P4 = BO 80 %. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Berblok dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi persen daya kecambah, vigor benih, tinggi bibit, jumlah daun, dan  luas daun, faktor koreksi (fc) 0.65. Data dianalisis statistik meliputi Analisis Ragam (Anova) dan uji beda Fisher’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan limbah organik berpengaruh signifikan terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit cengkeh hutan dengan nilai R2  perkecambahan benih sebesar 76.5 %, korelasinya sangat kuat (r = 0.87). Nilai R2  pertumbuhan bibit sebesar 73.83 % korelasinya (r = 0.85). Pertumbuhan bibit cengkeh hutan terbaik dicapai taraf limbah organik berkisar antara 57.9-58.12 %.
Domestikasi Tanaman Cengkeh Hutan di Pulau Ambon: Telaah Terhadap Syzygium obtusifolium L. Marwanyani Kamsurya; Samin Botanri; Kamaruddin Kamaruddin
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 2 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/a75k6t62

Abstract

Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan dari kehidupan liar di dalam hutan ke dalam lingkungan kehidupan masyarakat dengan tujuan untuk menambah jumlah jenis  tanaman budidaya. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan proses domestikasi perubahan status tanaman cengkeh hutan dari tumbuh liar di hutan beralih ke budidaya. Penelitian dilakukan di pulau Ambon Maluku, berlangsung selama lima bulan sejak bulan Desember 2019 - Mei 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survey, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Responden petani cengkih hutan ditetapkan  menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal domestikasi tanaman cengkeh hutan di pulau Ambon  terjadi tanpa sengaja, yaitu ketika anakannya tumbuh di lahan agroforestri kemudian dipelihara tumbuh menjadi tanaman dewasa, berbuah dan dipanen hasilnya. Dengan makin membaiknya nilai jual hasil cengkeh hutan, sementara jumlah populasi di hutan  semakin berkurang, maka aktivitas budidaya mulai digalakan  petani. Pada masa itulah upaya domestikasi melalui aktifitas budidaya secara terencana dilakukan, mulai dari penyiapan bibit sampai tanaman berbuah. Alasan lain dikarenakan periode berbuahnya lebih pendek yakni setiap tahun berbuah. Tahapan proses domestikasi cengkeh hutan dari tumbuh liar dalam hutan - tumbuh pada lahan agroforestri secara alami - tumbuh pada lahan agroforestri secara sisipan - lahan budidaya secara polikultur - dibudidayakan secara monokultur pada lahan pertanian