Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : KREASI

PERANCANGAN PROYEK POSH AVENUE HIGH-END SHOPPING CENTER AND EATERY DENGAN PENDALAMAN PARAMETRIC DESIGN OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR OSHU STUDIO Celine Gojono; Stephanus Evert Indrawan
KREASI Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i1.4274

Abstract

The production of design and work has completely changed in the digital age. Building design is beginning to incorporate digital architecture as a common technology. Located in Surabaya, Indonesia, Oshu Studio is an architectural consulting firm that constantly innovates in its industry to become the greatest. In the modern era, elevating digital architecture as a benefit is still extremely rare. Oshu Studio chose to adopt a parametric design for this design because it recognized the swift advancement of technology, which is particularly important given the prevalence of quick technological advancements. The Posh Avenue project’s aim, among other things, is to provide solutions to clients’ problems or needs by designing a building Shopping Center and an eatery that can increase sales and bring digital architectural trends to the people of Surabaya City has never existed before. The digital architectural concept adopted by Oshu Studio to realize the client’s wishes is using a Kinetic Facade. The use of digital technology produces design outcomes that are distinct and give off the client’s desired futuristic vibe. In addition, the Avenue High-End Shopping Center and Eatery project is designed with great efficiency in terms of time. Apart from that, the most significant factor is that Oshu Studio can explain and exhibit simulations more easily using digital architectural software.
PERANCANGAN BENGKEL SPOORING DAN BALANCING OLEH ARCHIMONO DENGAN PENDEKATAN GREEN DESIGN Lobis, Reinaldo Aryasatya; Indrawan, Stephanus Evert
KREASI Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v8i2.4498

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat mengakibatkan meningkatnya juga penggunaan lahan yang digunakan untuk komersial maupun residensial. Adapun adanya permasalahan terkait peningkatan ini menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan khusunya mobil. Selain itu, dengan adanya permasalahan ini dirasa sangat penting untuk membuat sebuah strategi desain dimana tidak merusak lingkungan dalam jangka pendek. Oleh karena itu banyak peluang bagi konsultan Arsitektur Interior untuk membantu klien membuat bangunan yang tidak hanya fungsional tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini juga terkait dengan keadaan lingkungan kita, dimana bumi mengalami pemanasan global dan suhu yang meningkat di Indonesia setiap tahunnya. Tentunya kita menginginkan bangunan yang sejuk, nyaman dan memiliki aliran / sirkulasi udara yang baik. Terdapat beberapa istilah untuk mengakomodir keinginan klien dalam desain salah satunya adalah green design, yang definisinya adalah sebuah konsep yang berorientasi pada alam atau mengarah pada alam. Archimono sebagai konsultan Arsitektur Interior juga mengimplementasikan green design untuk setiap proyek yang sekarang bekerja sama dengan Sinar Ban Nganjuk untuk mendesign Bengkel Spooring dan Balancing yang mampu memenuhi kebutuhan dan kenyamanan pengguna dengan pengolahan tata letak dan interior yang menarik serta desain yang ramah lingkungan. Archimono sendiri juga berkesempatan untuk menyusun bagaimana cara menerapkan prinsip dan strategi perancangan interior dan arsitektur yang fungsional dan ramah lingkungan guna menghasilkan sebuah solusi rancangan yang dapat merespon masalah yang ada
PERANCANGAN ARSITEKTUR BOUTIQUE HOTEL DENGAN PENDALAMAN MATERIAL RESOURCES AND CYCLE DI KOTA BATU OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR SSOS STUDIO Nanda, Achmad Rizaldi Tri; Indrawan, Stephanus Evert
KREASI Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v8i2.4499

Abstract

Aspek ramah lingkungan sangat diperhatikan untuk pembangunan saat ini. Hal ini didasari dengan adanya pencemaran lingkungan serta pemanasan global yang menjadi salah satu penyebab yang berasal dari pengunaan material. SSOS Studio berusaha untuk merespon adanya isu tersebut dengan pemanfaatan sumber daya dan siklus material yang ramah lingkungan. Selain berdampak positif secara ekologi, material ramah lingkungan juga mampu meningkatkan ekonomi dengan melihat asal usul dan lokasi produksinya. Penerapan konsep Material Resources and Cycle pada bangunan sebagai upaya untuk memaksimalkan berbagai potensi sumber daya alami di Kota Batu yang dapat dijadikan sebagai bahan bangunan. Perancangan Boutique Hotel yang ramah lingkungan merupakan proyek perancangan bangunan dengan penggunaan material secara reuse dan recycle sehingga dapat menghadirkan suasana ruang yang terkesan alami. Metode yang digunakan adalah persyaratan standar penilaian bangunan hijau untuk gedung baru versi 1.2 yang didukung adanya produksi secara prefabrikasi oleh perusahaan. Dengan adanya penerapan konsep dasar sumber dan siklus material diharapkan bangunan mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan sekitar. Pemilihan material merupakan bagian dari desain pasif dalam membangun gedung yang ramah lingkungan. Karakteristik material berperan penting untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kinerja gedung.Tujuan dari proyek ini adalah menciptakan bangunan hotel yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan sekitar, namun masih memiliki ciri khas sebagai daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Batu. Unsur kesenian dan lokalitas diterapkan guna menghadirkan pengalaman yang berbeda
Perancangan Proyek Resto & Bar dengan Pendalaman Efisiensi dan Konservasi Energi oleh Konsultan Arsitektur Filostudio Dwitasari, Sebei Erfiera Beneditta; Indrawan, Stephanus Evert
KREASI Vol. 9 No. 2 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i2.5032

Abstract

Currently, one of the main issues in Indonesia is the issue of climate change due to large CO2 gas emissions in power plants. The Indonesia Economic Prospects report discusses how Indonesia can push climate commitments in the electricity sector into concrete action. Because of this, the government aims to reduce greenhouse gas emissions by 26 to 41 percent by 2030. The information for the study was gathered and assessed from newspapers and journals, in addition to using quantitative methods to collect data via questionnaires. In this research, it becomes increasingly important to design bars and restaurants, emphasizing energy efficiency and conservation to meet the current environmental and financial difficulties. This research aims to create a restaurant and bar project that promotes sustainable and efficient energy consumption and aesthetic and service considerations. Implement effective energy use by conducting site analysis of the surrounding environment using tools and software. The results of this analysis are used as basic data in efforts to implement energy efficiency that utilizes natural ventilation and lighting in restaurant and bar buildings without reducing thermal comfort. Apart from this application, energy use in buildings is also calculated with the help of software to obtain concrete results on the successful implementation of energy efficiency and conservation.
PERANCANGAN KOMPLEKS GPDI CITRA RAYA DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN RESTORATIF Amadea, Deanna; Indrawan, Stephanus Evert
KREASI Vol. 10 No. 1 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i1.5323

Abstract

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan seseorang berubah termasuk kondisi psikologis seseorang terutama ketika berada di dalam suatu ruangan. Hal ini merupakan dampak dari adanya masa pandemi COVID-19 dan kehidupan masyarakat modern yang menghabiskan hidup mereka di dalam sebuah ruangan. Selain itu, permasalahan dan dampak dari kondisi yang ada diiringi dengan peningkatan kebutuhan rumah tinggal dan sarana pendukung lainnya yang bersifat publik/komersial. Melihat hal tersebut, DA-sign Studio hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui perancangan arsitektur interior dengan pendekatan lingkungan restoratif. Pendekatan muncul berdasarkan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan suatu bangunan yang dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan pada psikologi pengguna ruangan. Untuk mencapai tahap desain tersebut, ada beberapa proses yang perlu dilakukan dimulai dari tahap observasi dan analisa, pengembangan ide, hingga tahap pengerjaan proyek. Sehingga dari prosestersebut diharapkan akan mencapai sebuah konsep, bentuk gambar kerja desain, serta beberapa laporan yang berisi tentang proses proyek desain. Proyek yang akan dikerjakan oleh DA-sign Studio sekaligus menjadi proyek tugas akhir yaitu perancangan kompleks GPDI Citra Raya yang berlokasi di Citraland, Surabaya. Dengan mengerjakan proyek ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pengguna melalui pendekatan desain yang ditawarkan yaitu pendekatan lingkungan restoratif dengan memasukkan elemen-elemen alam ke dalam desain arsitektur interior baik secara alami maupun buatan serta memperhatikan multisensori pengguna.
PERANCANGAN FASILITAS PENDUKUNG NON-KELAS SEKOLAH CITRA BERKAT DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL Krista, Greta Anggun; Indrawan, Stephanus Evert
KREASI Vol. 10 No. 2 (2025): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i2.5958

Abstract

Sekolah Citra Berkat merupakan sekolah yang memegang prinsip entrepreneurship dalam pendidikannya, sehingga perancangan fasilitas pendukung non-kelas harus memperhatikan kaidah behavioral untuk mendukung perilaku dan pola pikir entrepreneurship pada peserta didik. Di samping kebutuhan tersebut, peletakan fasilitas pendukung non-kelas saat ini masih terpencar dan tidak berada dalam satu area. Selain itu, perancangan arsitektur lama mengikuti tipologi bangunan asal, yaitu sebagai gelanggang olahraga yang membuat gedung memiliki atrium dengan lapangan basket di tengahnya. Hal ini membuat peletakan fasilitas di dalamnya menjadi tidak efisien dan membuat akses bagi setiap jenjang sekolah menjadi jauh dan berantakan. Aktivitas pada lapangan basket juga berpotensi mengganggu kegiatan pembelajaran melalui bunyi yang menggema dalam gedung. Hal tersebut yang menjadi motivasi untuk mengatasi masalah dalam perancangan dengan menggunakan pendekatan behavioral. Penggalian data dilakukan dengan melakukan site visit ke lokasi, wawancara, dan pencarian data melalui buku referensi. Hasil pemikiran dituangkan melalui konsep arsitektur interior yang dapat menstimulasi perilaku yang sesuai dengan prinsip entrepreneurship melalui stimulus visual, audio, dan peraba. Stimulus visual diaplikasikan melalui penggunaan warna dan cahaya, treatment audio diaplikasikan melalui pengendalian akustik, dan stimulus peraba diaplikasikan melalui tekstur pada pelingkup dan permukaan benda. Perancangan ini dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan fisik fasilitas dan mematri prinsip entrepreneurship ke dalam perilaku dan mental siswa.